Category Archives: Click Through Rate

Membahas Tentang Persentase Jumlah Klik (Click Through Rate)

30
September2021

cara menulis subject email docoblast email marketing

Tahukah Anda bahwa subject email Anda sangat berpengaruh terhadap open rates?

Berdasarkan data dari SuperOffice, subject menempati urutan kedua (33%) yang menentukan email dibuka atau dihapus. Posisi pertama (45%) ialah pengirim email.

Dengan kata lain, jika Anda memiliki open rate email yang rendah, bisa jadi hal ini disebabkan oleh penulisan subject email yang kurang menjual.

Namun, jangan khawatir. Cara menulis subject email yang menjual itu tidak susah.

Artikel ini akan membahas 7 cara menulis subject email yang bisa langsung Anda terapkan.

Continue reading 7 Cara Menulis Subject Email yang Menjual Beserta Contohnya

31
December2019
online marketing
online marketing

Sering kali tidak banyak mengetahui perbedaan social media marketing dan email marketing.

Banyak yang mengiri kedua hal ini merupakan hal yang sama loh.

Pada dasarnya kedua hal ini bisa dibilang sangat berbeda.

Dari fitur serta kegunaan yang dimiliki pun bisa dibilang kedua media ini mempunyai target masing-masing.

Serta tujuan masing-masing yang bisa dicapai yah.

Continue reading Ini Perbedaan Social Media Marketing dan Email Marketing

13
December2016
online marketing
online marketing

Artikel sebelumnya kita pernah membahas mengenai keuntungan memasarkan produk secara online. Melanjuti artikel tersebut, saat ini akan coba membicarakan lagi mengenai pemasaran online, namun kita akan berbicara mengenai sarana atau media yang digunakan dalam online marketing Beragam memang, tetapi yang saat ini tengah marak adalah penggunaan media sosial dan email untuk kepentingan online marketing. Untuk membahas hal tersebut,  kita akan menggunakan istilah social media marketing dan email marketing.

Social Media Marketing dan Email Marketing

Coba ingat pernahkan Anda mendapatkan penawaran produk atau jasa tertentu di akun media sosial pribadi Anda, sebut saja seperti Instagram. Di Instagram sendiri sering sekali kita jumpai beberapa akun mencoba untuk menawarkan produk atau jasanya di posting-an pribadi kita.
Continue reading Social Media Marketing dan Email Marketing, Begini Penjelasannya

9
February2016
Benefit Kampanye Email Marketing
Benefit Kampanye Email Marketing

Menurut penelitian Thrive, 83 persen pelanggan terpengaruh pada brand yang mereka lihat di email newsletter. Marketers disinyalir menerima $44.25 untuk setiap Dollar yang diinvestasikan dalam kampanye email marketing. Email marketing adalah salah satu metode pemasaran yang terbaik untuk mendapatkan lead bisnis dan memiliki ROI yang sangat tinggi. Benefit yang diperoleh dari kampanye email marketing dengan email newsletter tampaknya tak terhitung jumlahnya. Kendati demikian, semua hal tersebut telah disederhanakan ke dalam tujuh poin berikut ini. Continue reading 7 Benefit yang Diperoleh dari Kampanye Email Marketing

8
January2016
Membuat Email Marketing yang Ideal
Membuat Email Marketing yang Ideal

Email marketing memang media komunikasi yang cukup ampuh dalam membangun kedekatan antara kita dan subscribers. Lalu, bagaimanakah cara sederhana membuat email marketing yang ideal? Memang ada cara-cara yang perlu diterapkan agar kita dapat menghasilkan atau membuat email marketing yang baik. Berikut ini adalah beberapa hal kecil yang dapat segera kita lakukan untuk meningkatkan open rate, click through rate, dan penambahan kontak untuk email kita. Mari dicoba dan dibuktikan sendiri. Continue reading Cara Sederhana Membuat Email Marketing yang Ideal

24
June2015
Tips Agar Subscriber atau customer Tertarik Membuka Email Anda
Tips Agar Subscriber atau customer Tertarik Membuka Email Anda

Jika Anda ingin menjadi email marketer yang sukses, tentu saja sangat penting apakah subscriber atau customer Anda membuka email Anda atau tidak. Selain itu, jika saja subscriber Anda tidak membuka email Anda, tentu saja mereka tidak akan melakukan sesuatu seperti membuka link yang menuju website Anda ataupun melakukan penawaran. Cara Anda melakukan follow up kepada subscriber baru pun sangat penting dalam hal ini.

Lalu, bagaimana membuat mereka untuk bersedia membuka email Anda? Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

  1. Selesaikan Masalah

Jika Anda menjadi seorang customer dan Anda tahu bahwa ada email marketing newsletter yang bisa menolong Anda dalam menyelesaikan sebuah masalah, pastinya Anda akan menjadi subscriber itu, kan? Jika si pengirim meyakinkan Anda dan menjanjikan bahwa dengan setiap email yang dikirim akan mengantarkan Anda lebih dekat ke penyelesaian sebuah masalah, pastinya Anda akan tertarik untuk membukanya, kan?

Jadi, pastikan bahwa email yang Anda kirim bisa membantu masalah-masalah customer Anda.

  1. Selamatkan Uang Mereka

Email marketing harian yang menawarkan para subscriber mereka untuk menghemat uangnya sekarang kian menjamur. Contohnya, memberikan kata-kata “gratis”, “potongan harga”, “bebas biaya pengiriman” dan yang lainnya. Tentu saja mereka tetap harus mengeluarkan uangnya, tetapi tawaran bahwa mereka bisa lebih menghemat uang yang akan mereka keluarkan tentu akan sangat menarik.

Untuk email marketing Anda, cobalah  menawarkan tawaran yang berbeda. Karena terkadang kata-kata seperti “bebas biaya pengiriman” lebih menarik jika dibandingkan dengan pemberian potongan harga yang berdasarkan presentase.

  1. Buat Mereka Semakin Pintar

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Untuk memperbanyak atau mempertajam skill, kita terbiasa untuk terus membaca ataupun mengikuti sebuah kursus. Banyak marketers yang memanfaatkan hasrat untuk menjadi lebih pintar itu dengan mengirimkan emailemail yang bisa mewujudkan hal tersebut.

Intinya adalah, jika selama ini email yang Anda kirimkan hanya tentang menjual produk Anda, maka ubahlah hal itu segera. Cobalah untuk memberikan informasi-informasi yang menarik bagi subscriber Anda. Don’t Sell, Just Inform.

  1. Hibur Mereka

Banyak email yang menyertakan komponen-komponen hiburan untuk menarik perhatian para subscribers. Karena, tentu saja konten yang menghibur dapat meningkatkan minat pembaca yang hasilnya bisa meningkatkan angka penjualan.

Setelah melihat tips-tips yang diberikan di atas, coba tengoklah sejenak email marketing Anda yang sebelumnya telah Anda kirim. Dalam email tersebut, apakah ada alasan para subscriber Anda untuk membuka dan membaca email tersebut?

Lebih dekatkan bisnis Anda dengan para customer dan kirim kampanye Anda dengan free email marketing sekaligus Unlimited Contact yang bisa Anda bangun.

24
June2015
Fokus Promosi dengan Email Marketing
Fokus Promosi dengan Email Marketing

Masalah dengan banyak promosi email adalah kurangnya fokus yang diberikan. Pertanyaan “Apa yang ingin Anda lakukan” masih belum terjawab dengan baik. Dan itu sangat disayangkan karena jelas promosi menggunakan email yang terfokuskan akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Continue reading Tambahkan Fokus Saat Promosi Menggunakan Email Marketing

19
June2015
Cara Mengoptimalkan CTA (Call To Action)
Cara Mengoptimalkan CTA (Call To Action)

Call to action (CTA) adalah salah satu elemen paling penting pada kampanye email marketing. Jika call to action (CTA) Anda sukses, Anda akan mendapatkan nilai click through rate (CTR) yang tinggi dan mencapai apa pun tujuan marketing Anda, apakah itu customer yang akan membeli produk Anda, mendaftar untuk acara yang Anda selenggarakan, mengisi survey yang Anda berikan, dan sebagainya.

  1. Test Call To Action (CTA) Anda

Terus meneruslah melakukan pengetesan. Pisahkan database Anda dalam beberapa grup, siapkan sedikit perbedaan untuk masing-masing call to action pada kampanye yang akan Anda kirimkan, bandingkan hasilnya dan implementasikan hasil terbaik pada Anda berikutnya. Ketika melakukan pengetesan terhadap call to action (CTA), Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Anda tidak hanya dapat melakukan pengetesan pada design atau text yang Anda gunakan, tetapi juga penggunaan font, ukuran, warna, lokasi, dan sebagainya.
  • Dalam sekali waktu, gunakanlah hanya 1 elemen pengetesan, agar Anda dapat menganalisa dampak yang pasti dari elemen yang Anda gunakan tersebut.
  1. Buat Call To Action (CTA) Anda Terlihat Pada Pandangan Pertama

Tombol call to action (CTA) haruslah menjadi bagian yang paling terlihat pada newsletter yang Anda kirimkan. Ketika penerima membuka email Anda, seharusnya tidak ada keraguan tentang dimana untuk mengklik dan apa yang akan mereka dapatkan setelah mengklik tombol tersebut, hindari ambiguitas. Jadi, pikirkan secara matang mengenai desain template email Anda. Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan perhatian lebih pada tombol call to action adalah dengan membuatnya lebih besar, sehingga akan lebih terlihat. Tetapi juga ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Jika Anda membuat tombol call to action (CTA) terlalu besar, Anda mungkin akan terlihat frustasi, dan ini tidak baik untuk bisnis Anda.
  • Semakin besar tombol yang ditampilkan, maka harus semakin banyak text yang ditampilkan. Sebagai contoh, 2 kata tidaklah cukup untuk tombol yang besar.
  1. Pilihlah Warna yang Tepat

Jika Anda pernah sedikit tertarik pada ilmu psikologi, Anda mungkin tahu arti dari perbedaan penggunaan warna. Sebagai contoh, hijau menandakan penerimaan atau persetujuan, biru menandakan ketenangan dan netral, Hitam menggambarkan kemewahan, merah menandakan peringatan tentang sesuatau, dan sebagainya. Anda harus mengikuti beberapa peraturan singkat berikut ketika membuat tombol call to action, tapi peraturan berikut juga tidak akan selalu berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa peraturan tentang pemilihan warna:

  • Perhatikan warna yang Anda gunakan pada keseluruhan template newsletter Anda, khususnya warna yang Anda gunakan pada sekitar tombol call to action (CTA)
  • Pikirkan mengenai kontras dan pilihan warna yang menarik, daripada mempermasalahkan tone. Karena Anda dapat bertindak lebih berani dan personal pada promosi email marketing Anda, lebih dari yang Anda lakukan di website.

Ada beberapa studi kasus mengenai warna tombol, sebagai contoh, sebuah hasil kampanye menunjukan peningkatan click through rate (CTR) sebanyak 35% hanya dengan mengganti warna tombol menjadi hijau.

  1. Masukan Beberapa Pilihan Tombol Call To Action (CTA)

Jangan batasi diri Anda hanya dengan satu tombol call to action (CTA). Gunakan gambar dan link pada text untuk menuntun pembaca Anda pada halaman web yang Anda inginkan. Untuk beberapa orang, tampilan gambarlah yang akan membuatnya tertarik, namun untuk yang lainnya mungkin text lah yang lebih menarik untuknya. Beberapa pilihan akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap click through rate (CTR) Anda. Mungkin juga akan ada lebih dari 1 tombol call to action (CTA) dalam kampanye email Anda. Lalu, bagaimana Anda memutuskan tombol mana yang lebih baik, menempatkan hanya 1 tombol atau menempatkan banyak tombol?

  • Jika produk atau servis yang Anda tawarkan sederhana dan tidak banyak tulisan yang digunakan, Anda cukup menempatkan satu tombol call to action (CTA).
  • Jika produk Anda adalah sesuatu yang lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak penjelasan, Anda dapat menyertakan tombol tambahan, sebagai contoh, tombol pertama Anda letakan pada tengah halaman dan tombol kedua pada akhir halaman.
  1. Jelaskan Secara Spesifik dan Tekankan Pada Keuntungan Produk

Jika desain dari tombol call to action (CTA) akan menjawab pertanyaan “Dimana saya harus mengklik?”, maka tulisan atau text yang terdapat pada tombol haruslah menjawab pertanyaan “Mengapa saya harus mengklik?”. Namun, penjelasan singkat tak selamanya baik. Yang seharusnya Anda lakukan adalah jelaskan produk Anda secara spesifik.

  • Jelaskan keuntungan yang akan customer Anda dapatkan jika mengklik tombol call to action yang Anda sertakan dalam newsletter secara spesifik. Penjelasan seperti “Dapatkan wallpaper secara gratis” akan lebih baik daripada hanya sekedar “Download”.
  • Jangan takut jika tombol call to action (CTA) Anda menyertakan lebih dari 2 kata penjelasan di dalamnya, jika hal tersebut dapat menjelaskan keuntungan yang akan didapatkan pelanggan Anda secara lebih spesifik. Tetapi Anda tetap harus memperhatikan jumlah kata yang Anda gunakan, jangan terlalu panjang. Sebagai contoh, gunakan kalimat “Temukan Restaurant Terdekat & Dapatkan Diskon” daripada hanya menggunakan kalimat “Dapatkan Diskon”.
  1. Personalisasikan call to action (CTA) Anda

Personalisasi adalah salah satu kunci sukses dalam dunia marketing saat ini, jadi gunakan juga dalam call to action yang Anda miliki. Berbagai contoh kasus dengan peningkatan click through rate (CTR) sampai dengan 90% hanya dengan mengganti sejumlah kata pada tombol call to action (CTA). Cobalah bereksperimen dan cobalah pendekatan yang berbeda sampai Anda menemukan apa yang cocok dengan sasaran pelanggan yang Anda tuju.

  1. Gunakan Gambar untuk tombol call to action (CTA) Anda

Penggunaan gambar tentu akan membuat newsletter Anda menjadi lebih atraktif dan menarik, tapi gambar juga dapat digunakan untuk tombol call to action (CTA) Anda, karena gambar akan mendapatkan perhatian yang lebih dari elemen lainnya pada newsletter.

  • Kebanyakan orang akan lebih memperhatikan gambar pada sebuah email, khususnya gambar wajah. Bagaimana jika Anda memilih sebuah gambar dimana wajah yang Anda tampilkan mengarah pada tombol call to action (CTA)? Penerima newsletter akan menyadari gambar tersebut, mengikuti arah mata dari gambar dan berhenti tepat pada tombol call to action (CTA) Anda!
  • Gunakan elemen lain pada gambar, seperti tAnda panah atau garis untuk memandu penerima mengarah pada tombol call to action (CTA) Anda.

Call to action (CTA) adalah elemen pertama yang dapat dilakukan pengetesan secara aktif. Jika digunakan secara bijak, call to action (CTA) akan menuntun Anda mencapai sasaran kampanye email Anda dan menuntun penerima Anda untuk melakukan klik atau bahkan melakukan pembelian sesuai dengan tujuan awal marketing Anda.

Segeralah optimalkan call to action Anda agar promosi menggunakan email marketing semakin maksimal. Gunakan free email marketing dari DocoBlast untuk memulainya.

18
June2015

Resending Email

Metode resending email pernah melalui sebuah test, hasilnya menunjukkan bahwa email kedua dapat mencapai 53,2% orang lebih dan mendapati 32,6% unique opens. Statistik yang mengesankan memang, tapi jangan besar kepala dulu. Memang benar bahwa statistik tidak dapat berbohong, tapi bayangkan jika semua pemain marketing memakai strategi ini? Akan ada dunia di mana inbox sudah penuh sesak dan spam traps lebih efisien daripada sebelumnya. Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa tim marketing Anda perlu untuk berpikir dua kali sebelum mengirim email ulang (resending email). Continue reading Resending Email: Ide yang Baik atau Buruk?