All posts by Sheani

12
May2015
Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in
Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in

Jika Anda baru dalam email marketing, Anda mungkin tidak memahami perbedaan antara list yang opt-in, opt-out, double opt-in, dan confirmed opt-in. Berikut adalah daftar singkat bagaimana masing-masing metode ini bekerja, ditambah sejumlah pro dan kontra-nya :

1. Opt-out

Ini adalah cara lama untuk membangun contact list dimana Anda biasanya memiliki suatu formulir untuk diisi orang-orang. Pada bagian dasar halaman ditempatkan sebuah box kecil yang telah diberi tanda centang, dengan tulisan seperti, “Ya, tolong daftarkan saya untuk newsletter email Anda!”

Ini bisa dikategorikan sebagai cara yang curang, tetapi secara teknis tindakan ini dianggap legal. Kami sangat menganjurkan untuk tidak melakukan ini, karena hasilnya Anda akan mendapatkan orang-orang yang sebenarnya tidak paham mengapa mereka bisa masuk ke dalam contact list Anda, yang kecil kemungkinan membuka dan membaca email Anda, dan lebih buruk akan menandai email Anda sebagai spam untuk membuat server Anda di blacklist. Oleh karena itu, jauhilah cara ini.

2. Opt-in / Single Opt-in

Metode ini membuat orang-orang akan masuk ke contact list jika mereka benar-benar mengisi sebuah formulir registrasi (sign-up form). Meskipun cara ini jauh lebih baik dibanding optout, namun tetap ada kekurangannya. Orang yang Anda targetkan bisa saja mendaftarkan teman atau anggota keluarga tanpa seizin mereka. Dengan begitu Anda akan mengirim email ke orang-orang yang tidak pernah mendengar Anda. Biasanya, mereka tidak akan senang.

3. Confirmed Opt-in

Metode ini mirip dengan metode single optin, tetapi setelah seseorang mendaftar untuk contact list, Anda akan mengirimi mereka email konfirmasi yang umumnya berisi ucapan terima kasih dan memuat sebuah link untuk unsubscribe dari list Anda (sebagai antisipasi jika mereka didaftarkan oleh orang lain tanpa seizin mereka).

Secara umum, metode ini terlihat jauh lebih baik dibanding single optin, karena orang bisa keluar jika memang mereka tidak pernah mendaftar untuk list Anda. Tetapi coba pikirkan. Jika seseorang mendaftarkan Anda untuk sebuah list yang tidak pernah Anda dengar, dan Anda mendapatkan email konfirmasi begitu saja, memangnya Anda akan membuka dan membaca email tersebut? Sebagian orang bisa saja langsung menandai email Anda sebagai spam karena mereka tidak mengenal Anda.

4. Double Opt-in

Seseorang mendaftar untuk masuk ke list, lalu Anda mengirim email konfirmasi dengan sebuah link yang harus mereka klik sebelum mereka masuk ke dalam contact list Anda. Jika mereka tidak meng-klik link tersebut, mereka tidak akan masuk ke dalam list. Menurut pendapat kami, ini merupakan cara terbaik untuk menangani contact list Anda. Kelebihan pendekatan ini antara lain :

– Hanya orang yang benar-benar tertarik mendengar pesan dari Anda yang akan melakukan double optin, sehingga persentase click-through rate (tingkat keterbukaan) terhadap email yang dikirim akan jauh lebih tinggi (ada perbedaan 20% lebih tinggi dengan double opt-in).

– Karena audiens Anda benar-benar ingin mendengar pesan dari Anda, Anda bisa mengisi email dengan lebih banyak iklan yang bisa Anda jual.

– Pesaing Anda tidak akan mampu mendaftar ke dalam contact list Anda, lalu melaporkan Anda sebagai tukang spam, karena Anda memiliki bukti bahwa mereka double opt-in. Oh ya, ini memang sering terjadi.

Kekurangan? Beberapa pelaku marketing khawatir kalau orang akan merasa metode ini terlalu ribet dan tidak akan pernah mengklik link konfirmasi yang dikirim.

Tetapi kita harus memikirkan ini: Jika seseorang terlalu malas atau tidak rela (atau tidak kompeten) untuk mengklik link konfirmasi yang sederhana, apakah Anda pikir mereka benar-benar akan membaca email Anda, atau bahkan meresponnya? Anda tahu sendiri jawabannya.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

5
May2015
9 Alasan untuk Tidak Membeli Contact List Email
9 Alasan untuk Tidak Membeli Contact List Email

Email marketing sangat penting bagi keberhasilan strategi marketing online. Survei membuktikan, email marketing memiliki nilai ROI (laba atas investasi) di atas 4300%. Sayangnya, sangat mudah bagi pelaku marketing baru untuk membuat kesalahan fatal yang bisa merusak keseluruhan program sekaligus reputasi perusahaan dengan membeli atau menyewa contact list email.

Membeli contact list terlihat sebagai cara instan agar email marketing Anda sukses. Karena itu metode ini sangat menarik bagi pelaku marketing baru tetapi buruk bagi mereka yang sudah berpengalaman.

Sebelum melihat lebih jauh mengapa tidak disarankan membeli atau menyewa contact list, coba kita pahami dulu 3 cara untuk mendapatkan contact list :

  1. Membeli contact list. Ada ratusan website dan perusahaan yang menjual contact list. List ini umumnya mencakup nama, alamat email, dan informasi personal lainnya serta sering dikelompokkan berdasarkan karakteristik demografis.
  2. Menyewa contact list. Menyewa contact list sama dengan “meminjam” sebuah contact list dari penyedia list atau mungkin dari rekan perusahaan Anda.
  3. Membangun contact list secara sistematis. Ini merupakan satu-satunya cara untuk membuat program email marketing yang sehat. Pertama, Anda bisa mendaftar kepada salah satu ESP (Email Service Provider) seperti DocoBlast dan kemudian Anda membangun sebuah list yang optin.

Sebuah list optin muncul ketika orang-orang dengan senang hati mendaftar untuk mendapatkan email dari Anda.

Mungkin Anda berpikir mengapa saya tidak beli saja contact list daripada harus membuatnya sendiri?

Jawabannya sederhana: Audiens yang Anda “beli” tidak mengenal Anda dan kemungkinan email Anda ditandai spam sangat besar. Fyi, mengirim spam adalah perbuatan melanggar hukum.

Coba kita lihat 9 alasan untuk tidak pernah membeli contact list email :

  1. List yang dijual, dibangun dengan metode-metode yang masih dipertanyakan.

Pikirkan tentang ini : perusahaan-perusahaan yang bereputasi tidak akan pernah menjual contact list mereka. Kalau begitu dari mana si penjual mendapatkan alamat-alamat email untuk membangun list yang akan dijual?

Salah satu metodenya adalah tipuan iklan banner. Jika Anda pernah mendapatkan iklan yang berbunyi seperti “Menangkan iPad gratis” atau “Dapatkan Voucher Liburan Gratis”, maka Anda telah menyaksikan metode seperti ini.

Orang yang mengklik iklan-iklan ini harus menjawab serangkaian pertanyaan dan memberikan informasi personal yang cukup rinci untuk mendapatkan “kesempatan menang”. Sayang sekali, biasanya tidak ada peluang sedikit pun untuk menang, dan orang yang memasukkan informasi mereka seringkali berakhir dalam contact list. Ini tentu bukan target ideal Anda.

Cara populer lainnya untuk mengumpulkan alamat email adalah melalui email harvesting, dimana para penjual contact list menggunakan bots untuk menelusuri website tertentu, jejaring sosial, dan forum-forum serta menyimpan alamat-alamat yang dikumpulkan dalam sebuah database. Database ini kemudian menjadi contact list yang bisa Anda beli.

  1. Penjualan contact list diiklankan dengan curang.

Para penjual contact list telah menguasai permainan memancing para pelaku-pelaku email marketing yang baru. Mereka ahli dalam membuat Anda merasa seperti baru saja menemukan sebuah “rahasia” untuk keberhasilan email marketing secara instan.

Sayangnya, keahlian mereka tidak mencakup dampak-dampak negatif dari mengirim email ke contact list yang dibeli.

Contact list yang dibeli tidak pernah optin (orang-orang di list tersebut tidak mendaftar untuk mendapatkan update email dari siapapun) dan mereka pastinya tidak ditargetkan secara akurat.

Banyak dari penjual contact list menggunakan kata-kata seperti “optin”, “target yang tepat”, dan “bersih” yang bisa membuat Anda percaya begitu saja. Namun sayang, kenyataannya tidak sebagus kedengarannya.

  1. Mengirim email ke contact list yang dibeli akan Merusak Sender Score Anda.

Sender Score adalah indikator reputasi IP Anda. Setiap alamat IP, atau sumber email, mendapatkan rating Sender Score dengan skala 0-100. Angka ini, yang dibuat dengan algoritma kompleks, dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk deliverability & laporan spam.

List yang dibeli umumnya memiliki bounce rate dan laporan spam yang sangat tinggi dan bisa merusak Sender Score Anda. Sender Score yang rendah tidak hanya akan membatasi kemampuan untuk menyampaikan email ke dalam inbox penerima, tetapi juga mencegah Anda untuk bekerja dengan ESP bereputasi.

Jika Sender Score Anda sudah sangat rendah karena tingginya bounce rate dan laporan spam, maka ada kemungkinan alamat IP Anda akan di-blacklist.

  1. Reputasi perusahaan Anda akan rusak.

Ketika Sender Score Anda menurun drastis dan Anda ada didalam blacklist, biasanya dibutuhkan bertahun-tahun sebelum Anda bisa mendapatkan kembali reputasi yang baik. Jelas bahwa membeli contact list adalah cara yang buruk.

  1. ESP yang bereputasi akan menendang Anda.

Jika Anda menggunakan layanan email marketing yang bereputasi atau berencana menggunakan jasanya, Anda tidak boleh menggunakan list yang dibeli, disewa, atau list pihak ketiga dengan jenis apapun.

Sekalipun Anda menemukan ESP yang mau mengirim ke contact list belian, Anda akan tetap membuat Sender Score yang rendah.

Ada alasan mengapa ESP yang baik tidak mau mengirim ke list yang dibeli. Mereka mempertahankan integritas dengan memungkinkan perusahaan tetap terhindar dari blacklist dan menjaga reputasi IP tetap solid.

Setiap ESP yang memperbolehkan tukang spam untuk mengirim tidak akan mempertahankan tingkat deliverability yang tinggi.

  1. Orang-orang dalam list yang dibeli tidak mengenal Anda.

Alamat-alamat email yang ada dalam sebuah list yang dibeli terhubung dengan orang sesungguhnya yang tidak mengharapkan komunikasi dari Anda dan tidak memiliki pengetahuan siapa Anda.

Bahkan jika list Anda penuh dengan orang-orang sungguhan, bayangkan betapa terganggunya mereka ketika mereka mendapatkan email Anda yang sama sekali tidak mereka kenal. Ini tentunya bukan cara yang baik untuk memperkenalkan perusahaan Anda.

  1. Menyewakan email adalah cara curang

Bagaimana cara kerja list sewaan? Perusahaan menjual peluang untuk mengirim email ke contact list mereka. Kedengaran curang, bukan? Memang benar.

Jika seseorang mendaftar untuk sebuah email dari sebuah perusahaan, apakah Anda pikir mereka benar-benar mau menerima email dari perusahaan lain? Tidak sama sekali.

  1. Contact list tidak bernilai jika tidak dibangun sendiri

Contact list  yang baik sangat bernilai sehingga tidak akan ada orang waras yang akan menjualnya dan menyia-nyiakan hubungan yang telah dibangun dengan susah payah.

Pikirkan tentang itu. Sebuah contact list yang sehat memiliki perhatian orang-orang di dalamnya dan hubungan yang Anda punya dengan orang-orang tersebut.

  1. Anda membuat kesan negatif tentang brand Anda

Bahkan jika Anda mendapatkan list ajaib dan emailemail Anda terkirim, pikirkanlah tentang kemungkinan respon negatif dari para penerima email Anda.

List yang dibeli berisi orang-orang yang tidak Anda kenal. Ketika mereka mendapatkan email dari perusahaan Anda secara misterius, bagaimana menurut Anda reaksi mereka?

Mereka bisa mengirim email Anda ke folder spam atau yang lebih buruk dengan menyebarkan tentang perusahaan Anda di media sosial. Pikirkanlah kembali jika mau mengirim email ke orang-orang yang tidak Anda kenal.

Satu-satunya cara untuk membangun contact list yang sehat, tepat sasaran, dan bersih adalah dengan membangunnya sendiri.

Membangun contact list yang terdiri dari para subscriber aktif memang memerlukan waktu dan usaha, tetapi contact list yang sehat akan menghasilkan laba atas investasi (ROI) di atas 4300%, it’s totally worth it.

Mulai kampanye email Anda dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim !

30
April2015

Logo Klinik lightHOUSEKlinik lightHOUSE adalah klinik yang ditujukan bagi masyarakat yang berjuang melawan kelebihan lemak dan nafsu makan, untuk mencapai berat dan bentuk tubuh ideal, dan mampu mengontrol diri. Dengan program yang komprehensif dilengkapi dengan pola makan yang gampang diikuti, terapi dan obat yang efektif dan program simulasi yang menarik dan dibawah pengawasan medis.

Continue reading Klinik lightHOUSE

24
April2015

Logo AlfaonlineAlfaonline adalah sebuah terobosan dalam industri ritel di Indonesia yang berakar dari jaringan minimarket Alfamart. Berdiri pada 18 Februari 2013, dengan tujuan agar masyarakat Indonesia dapat berbelanja lebih praktis dan mudah.

Jaringan minimarket Alfamart memiliki dua layanan yakni toko offline dan toko online. Toko offline Alfamart telah menyebar luas dan melayani masyarakat Indonesia selama 15 tahun. Sedangkan toko online merupakan sebuah layanan berbelanja baru yang praktis dan mudah bagi masyarakat di dunia maya. Alfaonline menjadi toko virtual yang dapat diakses tanpa meninggalkan tempat duduk.

Smart and Easy Shopping merupakan slogan dari Alfaonline yang memberikan kemudahan akses pada website dengan berbagai pilihan metode pembayaran, serta pilihan pengantaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Terima kasih kepada Alfaonline yang telah mempercayakan kampanye email marketing Anda kepada kami.

24
April2015

Majalah Tambang LogoMajalah ini memberikan informasi yang rinci dan komprehensif tentang masalah pertambangan di Indonesia dan Dunia . Majalah ini diterbitkan setiap bulan dan ditujukan untuk berbagai pembaca melalui tampilan yang sederhana dan mudah dimengerti.

Vision :

To Be The Best Mining Magazine in indonesia

Mission :

  • To give acurate, dependable and trusted information which is needed by mining community.
  • To become source of information and communication to all mining stakeholders for the sake of sustainability and development of mining activities in Indonesia.
  • To become source of solutions for mining issues.

Terima kasih kepada Majalah Tambang yang telah mempercayakan kampanye email marketing Anda kepada kami.

24
April2015

Pharma-ProPT Pharma-Pro memulai bisnis mereka sebagai Event Organizer Konferensi Kedokteran (MCO®) pada tahun 2000. Sejak tahun 2005, Pharma-Pro ® telah diperluas untuk layanan industri perawatan kesehatan. Karena itu mereka lebih dikenal sebagai “Penyedia Layanan Untuk Industri Kesehatan “.

Pharma-Pro ® sekarang menjadi sebuah perusahaan dari empat divisi:

  1. Event Organizer Konferensi Kedokteran (MCO®) – Sebuah divisi khusus untuk memberikan Organisasi Konferensi Kedokteran
  2. Pro-Research® – Menyediakan jasa untuk riset pasar farmasi
  3. Pro-Motion® – Menyediakan kebutuhan perusahaan kesehatan.

ES-Pro® menyediakan layanan untuk pencarian bakat dibidang industri farmasi dan peralatan medis Produk baru, meluncurkan Pertemuan Ahli / KOL dari (Dokter dan Apoteker), Penjualan & Pemasaran kegiatan untuk industri kesehatan Seminar public, dan lain-lain.

  1. Edu-Pro® – A Pharmaceutical Marketing Academy
  • PEW: Pharmaceutical Enhancement Week
  • Lokakarya Manajemen Produk
  • Lokakarya Manajemen Penjualan
  • Pharmaceutical Marketing Research Workshop
  • Marketing Plan Workshop
  • Message Development Framework Workshop
  • Disease Treatment Prescription Analysis Framework (DTPAF)
  • Konsultasi Manajemen Industri Kesehatan

Terima kasih kepada Pharma Pro yang telah mempercayakan kampanye email marketing Anda kepada kami.

24
April2015

faims-logo-980x280Pada tahun 2009 FAIMS Media didirikan sebagai Perusahaan Pemasaran Social Media yang mendedikasikan diri dengan mengembangkan dan memaksimalkan digital branding, terutama melalui platform Facebook. Hanya dalam 3 tahun, FAIMS Media telah berkembang pesat disebagian besar negara di Asia Tenggara .

Pada 2013 FAIMS Media juga meluncurkan Software Signature Content Management yang menawarkan rangkaian lengkap tools DIY (Do It Your Self) untuk praktek terbaik Social Media Marketing .

FAIMS Media berkantor pusat di Singapura dan memiliki kantor dan perwakilan pemasaran di Indonesia, Thailand, Filipina dan Malaysia.

Terima kasih kepada Faims Media yang telah mempercayakan kampanye email marketing Anda kepada kami.

22
April2015
Tips Email Marketing untuk Pemula
Tips Email Marketing untuk Pemula

Email marketing merupakan cara yang sangat menjanjikan untuk menjangkau customers Anda dimanapun mereka berada tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Tapi, ini juga merupakan tanggung jawab besar – orang tidak memberikan alamat email mereka kepada sembarang orang. Jika Anda baru mulai membuat kampanye lewat email perusahaan, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

  1. Mudahkan orang untuk subscribe.Tampilkan formulir subscribe di homepage, blog, halaman Facebook, dan ditempat lain dimana customer dan fans Anda aktif. Anda mungkin ingin mengumpulkan informasi lainnya (untuk memberikan penawaran khusus atau giveaway), tetapi jangan berlebihan dengan isian-isian yang wajib diisi. Formulir subscribe yang terlalu panjang bisa membuat orang malah tidak jadi mendaftar.
  1. Jelaskan kepada subscriber apa yang akan mereka dapatkan. Mungkin Anda berencana mengirim update perusahaan, newsletter, penjualan e-commerce, atau deal harian. Apapun itu, penting untuk menjelaskan kepada pembaca apa yang akan mereka dapatkan dan seberapa sering. Berikan mereka informasi yang jelas pada formulir subscribe, sehingga mereka bisa memutuskan apakah mereka ingin ada di dalam list Anda atau tidak.
  1. Kirim welcome emailMengingatkan orang mengapa mereka masuk dalam list Anda dan menjamin mereka akan mendapatkan manfaat adalah langkah yang sangat baik. Anda bahkan bisa mengirimkan penawaran khusus atau konten eksklusif kepada subscriber Anda, sebagai cara untuk berterima kasih atas loyalitas mereka.
  1. Desain newsletter harus serasi dengan brand. Newsletter atau kampanye-kampanye email yang Anda buat harus serasi dengan tampilan brand. Jika Anda menggunakan sebuah template, Anda bisa mengeditnya dengan menggunakan warna-warna perusahaan dan logo di bagian header. Jika email Anda konsisten dengan konten lainnya, maka pembaca akan merasa lebih familiar sejak awal.
  1. Buat email yang scannablePara subscriber Anda adalah orang-orang sibuk yang menerima banyak kiriman email tiap harinya, jadi bisa diasumsikan bahwa Anda tidak akan mendapatkan perhatian khusus dari mereka. Ketimbang mengirim konten panjang, lebih baik memecah konten Anda menjadi paragraf-paragraf singkat, atau menyertakan gambar untuk memandu pembaca.

Jika Anda mengirim sebuah artikel yang panjang, pertimbangkan untuk menyisipkan tautan “read more…” sehingga orang bisa membaca selengkapnya jika mereka merasa perlu. Subject email harus tothepoint dan mudah dicerna. Anda juga bisa menggunakan A/B Test pada subject email untuk melihat yang mana yang lebih menarik.

  1. Kirim konten yang diinginkan orang. Layanan newsletter email umumnya menawarkan fitur-fitur seperti grup dan segmentasi untuk membantu Anda menyajikan konten yang relevan bagi pembaca. Jika Anda mengirim beberapa email berbeda untuk setiap kelompok berbeda (misalnya sebuah perusahaan mengirim email yang terpisah kepada relawan, donor, dan direktur), maka Anda bisa meminta orang untuk mencentang sebuah kotak untuk mengikuti grup tertentu pada formulir subscribe.

Anda juga bisa melakukan segmentasi berdasarkan aktivitas, klien email, data e-commerce, dan lain-lain. Mengirim konten yang relevan akan menjaga engagement tetap terbangun dengan para pembaca, dan mereka akan menanti newsletter Anda bahkan membaginya dengan teman-teman mereka.

  1. Perhatikan jadwal pengiriman. Newsletter yang dikirim secara reguler adalah sebuah komitmen. Jika lewat beberapa bulan tanpa mengirim apapun, maka subscriber akan lupa pada Anda, dan besar kemungkinan akan menghapus email berikutnya, atau lebih buruk lagi, menandainya sebagai spam. Siapkan waktu untuk merencanakan, menulis, mendesain, dan mengirim newsletter secara teratur.
  1. Edit. Even editors need editors. Ketika Anda merancang jadwal pengiriman, siapkan banyak waktu untuk pengeditan dan proses revisi. Ketika Anda mengirim sebuah kampanye email, itu akan langsung masuk ke inbox, dan Anda tidak bisa menariknya kembali dan meng-update-nya. Newsletter mengandung konten yang bermakna, dan newsletter yang ceroboh akan terlihat buruk. Perlu diperhatikan bahwa tata bahasa dan gaya penulisan untuk email sama pentingnya bagi website dan blog.
  1. Tes email Anda sebelum dikirim. Layanan email yang berbeda dan perangkat mobile yang berbeda akan menampilkan email secara berbeda pula. Kirimkan email percobaan kepada rekan-rekan, atau gunakan program tes untuk memastikan bahwa email Anda benar-benar akan terlihat bagus pada layar besar maupun kecil. Tes akan menunjukkan kesalahan desain sebelum terlambat, dan program-program pengetes bisa memprediksi apakah sebuah kampanye akan ditangkap oleh filter spam atau tidak.
  1. Pikirkan tentang perangkat mobileJika sebuah kampanye tidak muncul pada perangkat-perangkat mobile, maka kampanye tersebut tidak akan bekerja dengan baik.
  1. Ketahui aturan spamBanyak orang tidak sadar mengirim spam karena mereka tidak tahu. Baca CAN-SPAM Act sebagai referensi. Sederhananya, Anda diperbolehkan mengirim email massal hanya kepada orang-orang yang telah dimintai izin secara khusus untuk ada dalam mailing list.

Jika Anda mengumpulkan alamat-alamat email untuk giveaway atau ajakan event, maka Anda tidak punya izin untuk mengirim email marketing selama Anda tidak memperjelas hal tersebut saat mereka mendaftarkan email mereka. Cantumkan link unsubscribe yang jelas di setiap email, dan jangan lupa untuk mengingatkan para subscriber bagaimana mereka ada dalam list Anda.

  1. Buat agar dapat di-shareKirim konten yang ingin dibagikan orang, dan mudahkan bagi mereka untuk melakukan itu. Pertimbangkan juga untuk memasukkan link Twitter dan Facebook ke newsletter Anda, sehingga pembaca bisa membagikan konten Anda di sosial media mana mereka aktif.
  1. Pantau hasil kampanye Anda. Kebanyakan layanan newsletter email menawarkan laporan-laporan gratis yang mengandung informasi bermanfaat. Pelajari bagaimana membaca laporan-laporan tersebut, sehingga Anda bisa menggunakan statistik untuk meningkatkan kampanye ke depannya. Perhatikan open rate dan click rate, dan identifikasi jika ada pola yang membuat angka tersebut naik atau turun. Jika sebuah kampanye mendapatkan jumlah unsubscribe yang tinggi, maka cobalah sesuatu yang berbeda berikutnya.
  1. Bersikap ramah. Jangan sungkan untuk menggunakan gaya bahasa santai di email yang Anda kirim. Orang-orang mengharapkan gaya bahasa ‘manusia’ dalam inbox mereka. Jika Anda mengumpulkan nama pertama subscriber Anda saat pendaftaran, Anda bisa memasukkan nama mereka dalam sapaan di email.
  1. Jangan kirim email yang tidak penting. Kelihatannya hal ini sudah sangat jelas, tetapi faktanya ada banyak perusahaan yang memulai kampanye email tanpa rencana dan tidak ada hal penting untuk disampaikan. Perlu diingat kembali bahwa email hanya sebuah cara untuk mempublikasikan konten, karena itu konten harus diutamakan. Sebelum memulai kampanye, pastikan konten adalah komitmen yang akan membantu Anda mencapai tujuan-tujuan bisnis. Jika tidak, Anda akan menghabiskan waktu subscriber Anda dan waktu Anda sendiri.

Baru dalam email marketing? Let us help you!