23
November2021

Dulu, email hanya dapat digunakan untuk mengirimkan pesan berbasis teks dengan sisipan media berupa gambar.

Namun, dewasa ini, canggihnya teknologi membuat email marketing dapat menjadi lebih interaktif dan kaya akan fitur.

Dengan menuliskan beberapa baris kode html saja, atau menggunakan shortcode, email kini dapat disisipkan beragam macam jenis konten, mulai dari newsletter, content showcase, hingga survey.

Beberapa tahun silam, pengiriman survey lewat email hanya dapat dilakukan dengan embed link survey pada text atau CTA button. Tetapi, kini survey dapat di-embed, langsung ditampilkan dalam email, dan diisi langsung oleh user.

Jadi bagaimana cara membuat email survey beserta contohnya yang baik dan bisa diterapkan? Mari kita bahas.

Daftar Isi

  • Cara Membuat Email Survey
  • Tips Membuat Email Survey
    • Gunakan pengantar pesan yang singkat dan menjelaskan fungsi email survey
    • Tampilkan pertanyaan satu per satu
    • Jangan memberikan terlalu banyak pertanyaan
    • Integrasikan ke dalam customer journey
  • Keuntungan Menggunakan Email Survey
  • Kesimpulan

 

Cara Membuat Email Survey

Umumnya, ketika kamu mengirimkan survey dalam email, kamu akan menggunakan link pada teks atau button, yang ketika diklik akan menuju ke browser dan membuka laman survey tersebut.

Namun, beberapa penyedia layanan survey menyediakan kode html yang bisa di-embed dalam email, sehingga survey dapat langsung nampak dalam email dan diisi.

Untuk membuat survey seperti itu, kamu harus:

  1. Membuat survey dari penyedia layanan yang mendukung embed html
  2. Memilih opsi share dalam bentuk html
  3. Membuka html editor pada panel mail builder, seperti pada DocoBlast
  4. Menyisipkan baris kode html survey pada content block yang diinginkan pada html editor
  5. Melakukan preview dan testing

 

Tips Membuat Email Survey

Namun, membuat email survey yang baik itu ada caranya. Sama halnya dengan konten email marketing pada umumnya, selalu ada resep yang tepat guna menciptakan open rate, CTR, dan engagement yang tinggi.

Bagaimana caranya? Berikut 4 tips membuat email survey beserta contohnya.

 

Gunakan pengantar pesan yang singkat dan menjelaskan fungsi email survey

Sama halnya dengan survey pada umumnya, email survey juga memerlukan deskripsi singkat yang menjelaskan survey apa ini, untuk apa, dan apa yang harus user lakukan untuk mengisi survey itu.

Deskripsi yang terlalu panjang akan berpotensi membuat user enggan membaca instruksi lebih lanjut atau bahkan urung mengisi survey.

Namun, deskripsi yang terlalu singkat juga bisa jadi kurang spesifik dalam menjelaskan apa yang ingin dijelaskan.

Jadi, seberapa takaran yang tepat untuk membuat pesan pembuka ini? Ada 3 aspek penting yang bisa kamu jadikan acuan dalam penentuan porsi pesan pembuka survey, yaitu:

  • Konten yang jelas dan berukuran bite-sized
  • Satu ide pokok untuk satu kalimat
  • Maksimal 2 baris untuk 1 paragraf

Dengan mengacu pada formula tersebut, beberapa hal yang harus kamu cantumkan adalah:

  1. Identitasmu atau perusahaan
  2. Tujuan atau apa yang ingin digali dengan survey
  3. Untuk apa hasil survey, se-signifikan apa hasil surveynya, dan/atau apa perubahan serta permasalahan yang ingin dipecahkan dengan survey
  4. Bagaimana user dapat berpartisipasi dalam tujuan itu dan mengisi survey, serta berapa estimasi waktu yang dibutuhkan atau jumlah pertanyaan yang ada
  5. Kebijakan privasi dan keamanan data

Berikut contoh pembuka survey sebagai referensimu:

Tampilkan pertanyaan satu per satu

Pembuatan email survey akan berbeda dengan web-based atau mobile-based survey. Terlebih jika dibandingkan dengan web-based.

Dalam web-based survey, seperti contohnya menggunakan Google Forms, menampilkan beberapa pertanyaan dalam satu laman merupakan hal yang biasa. Asalkan tidak terlalu banyak, maka tidak akan mengurangi experience yang didapat.

Namun, menampilkan lebih dari satu pertanyaan dalam email survey berpotensi mengurangi user experience. Prinsipnya sama dengan membaca email yang terlalu panjang.

Untuk itu, sangat disarankan untuk menampilkan satu per satu pertanyaan saja. Kabar baiknya, email survey dapat menampilkan pertanyaan satu persatu, sehingga ketika user sudah menjawab satu pertanyaan, maka slide pertanyaan berikutnya akan muncul

Dan, disarankan juga menggunakan font yang berukuran besar. Contohnya seperti ini:

Jangan memberikan terlalu banyak pertanyaan

Pada web-based survey saja, banyak user yang malas ketika menghabiskan waktu mengisi survey dengan jumlah pertanyaan yang banyak. Terlebih yang berformat open-ended.

Apalagi jika survey tersebut disebarkan dan diisi melalui email, yang mana kebanyakan orang tidak menghabiskan banyak waktu membaca satu email.

Maka dari itu, penting untuk tidak menyertakan terlalu banyak pertanyaan dan berfokus pada pertanyaan-pertanyaan yang benar-benar penting saja.

Namun, kendati demikian, user bisa saja berasumsi bahwa pertanyaan yang diajukan dalam survey sangatlah banyak.

Untuk meminimalisir asumsi tersebut, ada beberapa cara yang dapat diterapkan baik pada kata-kata pembuka maupun pada survey.

Yang pertama, kamu bisa menuliskan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mengisi sebuah survey. Biasanya, 5 menit adalah waktu terlama yang secara sukarela mau dialokasikan user untuk mengisi sebuah survey.

Namun, dewasa ini semakin banyak survey yang diestimasikan hanya membutuhkan kurang dari 2 atau 1 menit untuk diselesaikan.

Selain itu, beberapa elemen yang dapat dicantumkan guna memberikan kepastian jumlah pertanyaan dalam sebuah survey untuk user adalah:

Progress bar

Completion status

Page indicator

Integrasikan ke dalam customer journey

Jika kamu berharap user akan melakukan action tambahan setelah mengisi survey, maka kamu bisa mengintegrasikan survey tersebut ke dalam customer journey yang kamu rencanakan.

Caranya adalah dengan membuat survey sebagai CTA.

Konteks penggunaannya ialah, sebagai contoh, kamu ingin menanyakan kebutuhan utama dari customermu terkait layanan yang ia gunakan. Maka, kamu bisa membuat tiap opsi jawaban survey sebagai CTA button yang menuju ke masing-masing page.

Seperti contoh di bawah ini.

Meskipun begitu, kamu sebaiknya mempertimbangkan lebih lanjut ketika menggunakan cara ini. Sebabnya, cara ini bisa jadi tidak sesuai untuk beberapa kondisi tertentu.

Seperti, misalnya, kamu menyatakan bahwa kamu hanya ingin mengetahui pendapat dan opini dari customermu, namun di akhir survey mereka justru diarahkan ke laman pembelian.

 

Keuntungan Menggunakan Email Survey

Ternyata, menggunakan survey yang bisa langsung diisi pada email dibandingkan dengan survey yang tersemat pada text maupun CTA menunjukkan hasil yang berbeda.

Dan perbedaannya pun signifikan.

Dilansir dari ujicoba yang dilakukan oleh Survey Monkey, ada 2 hal yang menunjukkan hasil signifikan, yakni dari segi CTR dan rata-rata kumulatif penyelesaian survey.

 

 

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sebesar 5.8% pada CTR dan 4.7% pada rata-rata kumulatif penyelesaian survey.

Dari dua faktor tersebut, survey yang langsung dapat diisi pada email menunjukkan hasil yang lebih baik, dengan perbedaan hasil yang, secara statistik, signifikan.

 

Kesimpulan: Tips Membuat Email Survey

Kesimpulan dari tips membuat email survey yang bisa kamu terapkan adalah:

  • Gunakan pengantar pesan yang singkat dan menjelaskan fungsi email survey
  • Tampilkan pertanyaan satu per satu
  • Jangan memberikan terlalu banyak pertanyaan
  • Integrasikan ke dalam customer journey

Cara-cara tersebut dapat diimplementasikan pada berbagai jenis email survey seperti CSAT, NPS, rating dan review pascapembelian, trial feedback, post-event, dan banyak lagi.

Leave a Reply