18
October2021

7 Cara Membuat Email Marketing yang Menarik, Mudah Diterapkan!

Siapa yang suka membaca email marketing yang membosankan?

Dibaca tidak, dihapus iya.

Namun, siapa yang tidak suka membaca email marketing yang menarik?

Rasa-rasanya, user akan lebih tertarik untuk berinteraksi dengan email, jika memang email tersebut dianggap menarik.

Lalu, seperti apa email marketing yang menarik? Dan bagaimana cara membuat email marketing yang menarik?

Mari kita bahas.

 

Daftar Isi

  • Cara Membuat Email Marketing yang Menarik
    • Pikirkan topik dan penulisannya berdasarkan benefit untuk penerima
    • Tulis subject email yang singkat dan menarik
    • Gunakan visual dan kata-kata yang menjual untuk header email
    • Bagi layout email ke beberapa bagian variatif
    • Buat CTA button kontras dengan background
    • Personalisasikan email
    • Jadikan tampilan email lebih responsif
  • Kesimpulan

 

Cara Membuat Email Marketing yang Menarik

Email marketing dapat dikatakan menarik jika ia bisa memenuhi 2 aspek utama, yakni menarik secara konten dan juga visual.

Pasalnya, email yang secara visual nampak monoton dan hampa akan membuat user bosan, bahkan sebelum membacanya isinya.

Dan, email yang secara konten membosankan juga akan membuat user enggan menamatkan isinya.

Anggap saja, email marketing adalah nasi ayam geprek.

Secara konten, atau rasa, ia memang sedap.

Namun, kalau secara tampilan penyajian atau visual ia tidak menggugah selera, maka sama saja percuma. Dan begitupun sebaliknya.

Jadi, harus seperti apa email marketing yang baik? Dan bagaimana cara membuat email marketing yang menarik?

Berikut langkah yang bisa Anda terapkan untuk meramunya.

 

Pikirkan topik dan penulisannya berdasarkan benefit untuk penerima

Ketika seseorang membeli suatu produk atau menggunakan layanan tertentu, ada kebutuhan yang ingin ia penuhi.

Atau, dengan kata lain, ada permasalahan yang ingin ia selesaikan dengan produk atau layanan tersebut. Ada benefit yang ia cari.

Sama halnya dengan ketika seseorang memutuskan untuk membaca email marketing.

Ada kebutuhan tertentu yang diharapkan dapat dipenuhi. Ada permasalahan yang menunggu diselesaikan. Ada benefit yang ingin didapatkan.

Jika Anda menulis email marketing tidak berorientasikan pada hal ini, besar kemungkinan email Anda akan ditinggalkan begitu saja.

Tanpa adanya benefit yang memang dibutuhkan guna menyelesaikan permasalahan tertentu, user tidak akan peduli dengan email Anda.

User Anda menerima terlalu banyak email setiap harinya, dan tanpa ada penawaran yang benar-benar menguntungkan bagi mereka, email Anda hanya akan dilewatkan begitu saja.

Terlepas dari sebagus apapun promo yang Anda berikan.

Yang harus Anda lakukan ketika hendak membuat email marketing adalah pikirkan matang-matang apa yang menarik bagi user.

Apa yang benar-benar mereka butuhkan, bukan yang Anda rasa mereka butuhkan.

Apa benefit yang benar-benar mereka cari, bukan yang Anda rasa mereka cari.

Untuk itu, penting bagi Anda melakukan riset marketing dan mengenali target Anda terlebih dahulu.

 

Tulis subject email yang singkat dan menarik

Saat pertama kali user melihat email, salah satu hal yang pasti mereka baca ialah subject email.

Ketika subjectnya tidak menarik dan tidak menjual, maka besar kemungkinan email Anda diabaikan.

33% user memutuskan untuk menghapus dan mengabaikan email karena subjectnya jelek.

Bahkan, ada user yang memutuskan untuk unsubscribe karena subject email mengindikasikan spam.

Karenanya, mengirimkan email marketing dengan subject yang tidak menarik adalah kerugian besar, harga yang seharusnya tidak Anda bayarkan.

Untuk menulis subject email yang menjual, ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan.

Semuanya kami rangkum dalam artikel ini.

 

Gunakan visual dan kata-kata yang menjual untuk header email

Ketika user pertama kali membuka email, yang langsung nampak adalah bagian header email.

Jika header yang nampak tidak menarik, besar kemungkinan user malas untuk lanjut membaca konten selanjutnya.

Namun, jika secara tampilan header pun menarik, user akan lebih antusias untuk mengetahui apa isi dari email yang Anda kirimkan.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan.

Yang pertama, gunakan layouting yang tepat untuk peletakan elemen grafis dan teks.

Orang Indonesia membaca sedang moda scan dari kiri ke kanan. Kadang polanya Z, kadang F.

Kesamaan dari kedua pola itu ialah semuanya dimulai dari pojok kiri atas, berpindah ke pojok kanan atas, lalu kembali lagi ke bagian tengah sebelah kiri.

Sebagai saran, letakkan logo atau branding di pojok kiri atas, tagline di bawah logo atau pojok kanan atas.

Letakkan konten header utama di bagian kiri. Disarankan berupa teks.

Kedua, gunakan teks yang singkat, namun menjual.

Jangan basa-basi menggunakan jargon. Lebih baik gunakan teks yang catchy, atau yang spesifik dengan angka.

 

Contoh:

  • Hemat pangkal hebat (catchy)
  • Diskon 70% semua produk! (spesifik)

 

Ketiga, buat warna latar belakang header dengan teks dan elemen grafis kontras.

Tujuannya untuk mengarahkan fokus user ke bagian paling penting dalam header.

Keempat, tambahkan teks deskripsi singkat, 1 – 2 kalimat berukuran kecil, di bawah teks utama dalam header.

Hal ini digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan, seperti rangkuman, terkait apa yang ada pada email marketing Anda.

 

Bagi layout email ke beberapa bagian variatif

Meskipun Anda hanya menggunakan single column agar tampilan menjadi optimal di mobile, layout tetap harus diperhatikan.

Email marketing yang hanya berisi teks dari ujung satu ke ujung lainnya akan sangat membosankan untuk dilihat.

Maka dari itu, bagi layout ke dalam beberapa content block.

Lalu, berikan jenis konten yang berbeda pada masing-masing content block.

Misal, 1 paragraf singkat, 1 icon dengan deskripsi pendek, 1 banner, dan seterusnya.

Penggunaan layout yang beragam ini akan membuat mata tidak jenuh ketika memandang konten email marketing.

Namun, jangan membuat layout yang terlalu rumit juga karena ini akan berpengaruh pada user experience.

Dalam proses layouting, Anda bisa menggunakan template email yang disediakan email marketing service provider Anda, seperti DocoBlast.

Untuk contohnya, Anda bisa melihatnya di sini.

 

Buat CTA button kontras dengan background

Membuat email marketing tanpa CTA yang jelas adalah perbuatan yang sia-sia.

Pasalnya, CTA membantu Anda mengarahkan user ke proses selanjutnya setelah membaca email.

Entah melakukan pembelian, mendaftar webinar, atau melakukan aksi tertentu.

Agar journey yang dilakukan user menjadi jelas, baiknya Anda menyusun funnel terlebih dahulu sebelum membuat dan mengirim email marketing.

Pun, setelah itu, Anda juga harus memikirkan di mana sebaiknya CTA diletakkan.

Ada 3 opsi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, yakni di (1) header, (2) mid content, dan (3) sebelum footer.

Dan, yang paling penting, buat CTA button memiliki warna dan elemen yang cukup kontras dengan latar belakangnya.

Jika CTA tidak dibuat semenonjol mungkin, efektivitasnya kemungkinan besar akan turun dan tidak dianggap penting oleh pengguna.

 

Personalisasikan email

Email yang dipersonalisasi memberikan peluang open rate yang besar.

Ada dua hal yang dimaksud dalam personalisasi email marketing, yakni:

  • Konten yang personal, baik di awal konten maupun pada subject email.
  • Pengirim yang personal, menggunakan pengirim yang juga user (contoh: doddy@docoblast.com) daripada pengirim non-user (contoh: marketing@docoblast.com)

 

Email marketing yang personalized menghadirkan sentuhan yang lebih dekat, hangat, dan personal pada user.

Hal ini dapat membuat mereka merasa lebih dispesialkan dibandingkan ketika mereka menerima email dari non-user.

Ditambah lagi, personalisasi tidak hanya membuat email marketing lebih menarik.

Namun, dari segi efektivitas, terbukti bahwa email marketing yang personalized menghasilkan lebih banyak open rate daripada yang biasa saja.

 

Jadikan tampilan email lebih responsif

Jika Anda sudah melakukan segala cara di atas, namun tampilan email Anda tidak responsif, maka jadinya percuma saja.

Apalagi jika beberapa elemen email nampak bertumpuk, keluar batasan konten, menyisakan space yang tidak diperlukan, dan lain sebagainya.

Umumnya, permasalahan tampilan responsif ini ada pada email yang dibuka pada smartphone (mobile device).

Untuk membuat tampilan yang lebih responsif, Anda bisa menggunakan layout template berformat single column.

Anda bisa juga menyesuaikan ukuran font dan elemen grafis yang bisa berubah, bergantung pada ukuran layar.

Atau tetapkan ukuran font universal yang nyaman untuk penggunaan di desktop, tablet, dan mobile.

Guna memastikan email Anda sudah responsif, jangan lupa untuk melakukan testing terlebih dahulu di email client dan device yang berbeda-beda.

 

Kesimpulan: Cara Membuat Email Marketing yang Menarik

Kesimpulan cara membuat email marketing yang menarik adalah:

  • Pikirkan topik dan penulisannya berdasarkan benefit untuk penerima
  • Tulis subject email yang singkat dan menarik
  • Gunakan visual dan kata-kata yang menjual untuk header email
  • Bagi layout email ke beberapa bagian variatif
  • Buat CTA button kontras dengan background
  • Personalisasikan email
  • Jadikan tampilan email lebih responsif

Semua cara di atas dapat dengan mudah Anda terapkan, terlebih jika didukung dengan email marketing tool yang ramah penggunaan juga.

Seperti DocoBlast.

Jika Anda ingin menggunakan DocoBlast atau mencoba terlebih dahulu, hubungi kami di sini.

Leave a Reply