7
September2021
Kenapa Ada Bendera Merah Pada Email Marketing?
Kenapa Ada Bendera Merah Pada Email Marketing?

Pernah menemukan adanya bendera merah pada email marketing yang Anda gunakan saat ini? Anda pasti bertanya-tanya apa maksud bendera merah ini.

Secara umum tanda bendera merah ini bisa dibilang sebagai red flag pada email marketing yang merupakan indikator bahwa Anda melakukan spam pada email marketing tersebut.

Jika email Anda mendapatkan red flag maka lebih baik Anda mencari tahu apa yang membuat email tersebut mendapatkan red flag.

Bisa saja Anda mengirimkan email marketing yang terlalu sering atau pun bisa saja email marketing di report oleh customer Anda.

BACA JUGA: Bisakah Menghilangkan Status Blacklist Email Marketing?

Perlu Anda ketahui, bisnis yang terkena red flag tidak serta merta langsung terblacklist yah. Bisa dibilang red flag merupakan pemberitahuan atau himbauan untuk Anda.

Sehingga jika email marketing Anda sudah mendapatkan status red flag, ada baiknya langsung melakukan perbaikan dari berbagai sisi.

Email marketing sendiri saat ini memang masih sangat diandalkan sebagai platform komunikasi dengan customer.

Bisa dibilang email marketing merupakan salah satu platform yang bisa dipilih saat ini untuk bisnis Anda.

Walau begitu, masih banyak orang-orang yang meremehkan email marketing sebagai platform komunikasi dalam bisnis mereka.

Namun, menurut data yang ada saat ini generasi Z sendiri masih sangat membutuhkan email dan platform ini menjadi platform pilihan mereka untuk komunikasi.

BACA JUGA: Ini Hal Yang Bisa Mempengaruhi Tingkat Pengiriman Dalam Email Marketing!

Di Indonesia menggunakan email marketing dalam bisnis sebenarnya sudah tidak sulit untuk dilakukan.

Tersedia banyak penyedia layanan email marketing yang bisa diandalkan untuk menggunakan email marketing dalam bisnis seperti DocoBlast.

Nah, jadi Anda sudah paham bukan apa itu bendera merah email marketing yang ada saat ini?

Jika Anda ingin tahu informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi DocoBlast.com yah!

Leave a Reply