8
July2015
Tips Sederhana Membuat Email
Tips Sederhana Membuat Email

Apakah Anda termasuk orang yang mengalami rutinitas sebagai berikut. Setiap pagi, hari dimulai dengan bangun, dan sebelum keluar dari tempat tidur mengambil gadget lalu mengecek email. Kemudian mengeceknya lagi saat sedang sarapan, dan lagi saat dalam perjalanan menuju tempat kerja. Rata-rata setiap pagi, email dicek tiga atau empat kali sehari bahkan sebelum menyalakan komputer. Continue reading 5 Tips Sederhana Membuat Email Mobile Friendly

3
July2015

Rip_Email-01

Sebagai seorang pelaku email marketing yang andal, tidak ada yang lebih menggeramkan dari “fakta-fakta” yang menyesatkan. Tentunya yang dimaksud di sini bukan jenis artikel yang bernada “email sudah mati” yang sangat sering muncul, tetapi justru yang dimaksud adalah artikel-artikel yang menyebutkan bahwa email marketing hanya cocok untuk perusahaan-perusahaan besar, bahwa Anda tidak boleh mengirim lebih dari 1 email marketing sepekan dan bahwa unsubscribe link tidak baik untuk bisnis. Continue reading 5 Mitos Email Marketing yang Membunuh Kampanye Anda

2
July2015
Menyelidiki Masalah Keterkiriman Email
Menyelidiki Masalah Keterkiriman Email

Mungkin Anda menemukan bahwa tingkat keterkiriman (deliverability) email Anda rendah dan Anda tidak tahu harus bagaimana. Sebelum Anda panik, ingatlah bahwa keterkiriman email adalah sebuah perkara yang rumit. Terima saja fakta bahwa selalu ada peluang dimana salah satu kampanye Anda akan menjadi korban folder spam. Bahkan pengirim yang terbaik sekalipun masih bisa mengalami kegagalan pengiriman. Continue reading Tanyakan 5 Pertanyaan Ini Ketika Menyelidiki Masalah Keterkiriman Email

2
July2015
Membangun Engagement dan Mempertahankan Customer Baru
Membangun Engagement dan Mempertahankan Customer Baru

Tetap terhubung dengan customer merupakan hal yang sangat penting untuk menumbuhkan bisnis. Mungkin kita berpikir bahwa sudah menginvestasikan banyak waktu dan sumber daya untuk marketing, namun kita mungkin belum begitu yakin dengan hasil yang didapatkan. Continue reading 5 Langkah untuk Membangun Engagement dan Mempertahankan Customer Baru

30
June2015
Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List
Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List

Tidak banyak prinsip dalam marketing efektif yang sama pentingnya seperti segmentasi. Coba pikirkan: perbedaan kebutuhan, karakteristik, dan perilaku para customer Anda akan membentuk setiap bagian dari marketing Anda. Faktor-faktor ini mempengaruhi kreatifitas kampanye, saluran kampanye, dan bahkan mempengaruhi desain produk. Continue reading 3 Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List

26
June2015

Strategi_Marketing

Tulisan ini adalah tentang fakta bahwa, seperti halnya ketika kita lihat delapan tahun yang lalu saat bola internet pertama bergulir, tekanan finansial sekarang memaksa perusahaan-perusahaan untuk melakukan perubahan. Dan seperti halnya di masa lalu, perubahan-perubahan ini meletakkan dasar untuk periode yang baru dan lebih efisien dari pertumbuhan internet.

Ketika penurunan bisnis dimulai, bisnis mulai menggeser beberapa dari anggaran marketing mereka ke periklanan search engine. Hal itu lebih dapat diukur dan lebih tertargetkan dibanding periklanan tampilan di media cetak atau televisi, sehingga cukup menarik bagi para pelaku marketing yang punya anggaran ketat.

Ketika kita memasuki era bisnis Internet kedua, bisnis lagi-lagi mencari efisiensi. Mereka menggeser anggaran keluar dari periklanan mesin pencari berbayar, dan menuju optimisasi, konten, dan media sosial yang membantu mereka bisa ditemukan dalam hasil pencarian organik.

Perubahan-perubahan ini meletakkan dasar bagi sebuah era marketing baru di web, yaitu era Inbound Marketing.

Apa itu Inbound Marketing?

Inbound Marketing adalah strategi marketing yang difokuskan pada bagaimana agar para customer menemukan sebuah bisnis.

Dalam marketing tradisional (outbound marketing), perusahaan berfokus pada mencari customer. Mereka menggunakan teknik-teknik yang tidak menargetkan dengan baik dan teknik-teknik yang justru mengganggu orang. Mereka menggunakan panggilan telepon, periklanan cetak, periklanan televisi, surat, spam, dan ekshibisi.

Teknologi telah menjadikan teknik-teknik ini semakin tidak efektif dan semakin mahal. Keberadaan Caller ID bisa memblokir panggilan, TiVo (perekam acara televisi) membuat periklanan televisi kurang efektif, dan alat-alat seperti RSS menjadikan periklanan cetak dan display semakin kurang efektif. Masih ada kemungkinan untuk menyebarkan pesan lewat saluran-saluran ini, tetapi biayanya lebih mahal.

Pelaku Inbound Marketing telah Merevolusi Outbound Marketing.

Daripada mengganggu orang dengan iklan-iklan televisi, para pelaku inbound marketing membuat video yang ingin dilihat oleh para customer potensial. Daripada membeli iklan-iklan display di media cetak, para pelaku inbound marketing membuat blog bisnis mereka sendiri yang orang-orang melakukan subscribe terhadapnya dan menanti untuk membacanya. Daripada melakukan panggilan, para pelaku inbound marketing membuat konten bermanfaat sehingga customer menghubungi mereka untuk mencari lebih banyak informasi.

Daripada mengarahkan pesan kepada kerumunan orang dari waktu ke waktu, inbound marketing justru menarik customer yang potensial ke dalam bisnis mereka seperti sebuah magnet.

Inbound_Marketing

Kampanye-kampanye inbound marketing yang paling berhasil memiliki tiga komponen kunci:

  1. Konten: Pembuatan konten adalah inti dari setiap kampanye inbound marketing. Ini adalah informasi atau alat yang menarik customer potensial ke situs atau bisnis Anda.
  1. Pengoptimalan Search Engine: Pengoptimalan search engine menjadikan para customer potensial lebih mudah untuk menemukan konten Anda. Ini adalah sebuah bentuk pembangunan situs dan link inbound ke situs Anda untuk memaksimalkan ranking di search engine, dimana kebanyakan customer memulai proses pembelian mereka.
  1. Media sosial: Media sosial memperkuat dampak konten Anda. Ketika konten Anda disebarkan dan dibahas di jejaring-jejaring sosial, maka ia menjadi lebih otentik dan bernuansa, dan lebih besar kemungkinan menarik customer berkualifikasi ke situs Anda.

Mengapa Inbound Marketing Menjadi Masuk Akal

Ketika perekonomian menjadi lesu, perusahaan-perusahaan beralih ke inbound marketing karena ini adalah cara yang lebih efektif untuk mengalokasikan sumberdaya-sumberdaya marketing dibanding strategi marketing tradisional atau outbound marketing.

Ada tiga hal yang membuat inbound marketing lebih efisien dari marketing tradisional:

  1. Biayanya lebih murah: Outbound marketing (strategi marketing tradisional) berarti Anda mengeluarkan uang – apakah dengan membeli iklan, atau menyewa booth besar sebagai pertunjukan dagang atau pameran. Berbeda dengan itu, inbound marketing berarti membuat konten dan membicarakannya. Tidak ada biaya untuk membuat sebuah blog. Akun Twitter pun gratis. Keduanya bisa menarik ribuan customer ke situs Anda. ROI marketing dari kampanye inbound akan lebih tinggi.
  1. Penargetan lebih baik: Teknik-teknik seperti melakukan panggilan misterius dan pengiriman surat massal merupakan strategi yang sangat tidak tertargetkan. Anda menjangkau individu-individu karena satu atau dua atribut dalam sebuah database. Ketika Anda melakukan inbound marketing, Anda hanya melakukan pendekatan ke orang-orang yang memang dengan sendirinya memenuhi kualifikasi. Mereka menunjukkan minat terhadap konten Anda, sehingga mereka besar kemungkinan tertarik dengan produk Anda.
  1. Ini adalah Investasi, bukan pengeluaran terus menerus: Ketika Anda membeli periklanan pay-per-click di mesin pencari, nilainya akan hilang ketika Anda sudah membayarnnya. Untuk mempertahankan posisi teratas di hasil berbayar Google, Anda harus tetap membayar. Akan tetapi, jika Anda menginvestasikan sumberdaya Anda dalam membuat konten yang berkualitas yang menempati ranking bagus di hasil pencarian Google, maka Anda akan tetap berada di posisi tersebut sampai ada yang menggeser posisi Anda.

Akar-akar Web Inbound

Barulah dalam satu setengah tahun terakhir teknologi, peralatan, dan penggunaan keduanya secara publik telah berkembang sampai ke titik dimana inbound marketing menjadi semakin praktis.

Pada pertengahan 1990an, ketika balon internet yang pertama menggelembung, perusahaan-perusahaan mulai mengikuti para customer mereka secara online. Peralatan untuk penerbitan independen masih lemah, sehingga eksistensi online perusahaan-perusahaan ditandai dengan eksistensi offline mereka. Mereka menebar iklan di situs-situs media massa dan berharap ada beberapa customer potensial yang akan melihatnya.

Ketika balon “dot-com” menggelembung di tahun 2001, para pelaku marketing mulai mengevaluasi kembali efektifitas pendekatan tebar-dan-berdoa mereka. Mereka melihat bahwa konsumen dan pembeli bisnis memulai proses pembelian mereka lebih sedikit pada situs-situs media massa, dan lebih banyak pada mesin pencari. Mereka menemukan bahwa pada banyak kasus, periklanan mesin pencari yang tertargetkan jauh lebih efektif dibanding periklanan display pada situs-situs media skala besar.

Ketika pengeluaran dialokasikan bagi search marketing, maka era baru pertumbuhan internet pun dimulai. Selain perubahan internet marketing, fase pertumbuhan ini – Web 2.0 – menghasilkan perubahan signifikan dalam hal cara kita menggunakan web, yaitu bergeser dari platform read-only menjadi platform dimana seseorang bisa menerbitkan konten, terhubung dengan teman, dan membagikan konten tersebut.

Sekarang, seiring kita memasuki penurunan ekonomi yang baru, para pelaku marketing online tengah menggunakan alat-alat dari fase web yang baru ini untuk menjadi lebih efisien. Mereka menggunakan media sosial, mereka menerbitkan konten, dan mereka mengoptimalkannya. Mereka telah menjadi pelaku inbound marketing.

Rahasia Inbound Marketing? Pemberdayaan!

Dengan alat-alat marketing yang telah menjadi mainstream dalam dua hingga tiga tahun terakhir, skala bisa menjadi tidak terbatas. Jika Anda memiliki sebuah produk hebat dan keterampilan untuk berkomunikasi dengan customer, maka Anda bisa berkompetisi dengan budget perilkanan terbesar sekalipun.

Ini tentu menyenangkan, dan bagi bisnis-bisnis kecil, ini benar-benar memberdayakan.

Mari mulai strategi inbound marketing Anda dengan menggunakan free email marketing dari DocoBlast

25
June2015
Tips Desain Email
Tips Desain Email

Desain menjadi semakin penting dalam menghasilkan pengalaman yang menyenangkan dan bahkan diterima bagi sebagian besar pengguna internet sekarang ini. Tren ini tidak akan hilang. Sebaliknya, seiring pengguna menjadi lebih cerdas dan terbiasa dengan desain yang ramah, maka grafik desain berkualitas akan terus meningkat. Oleh sebab itu, perlu dipelajari bagaimana tips desain email yang menarik. Continue reading 5 Tips Desain untuk Keterkiriman Email yang Optimal

25
June2015

6 Hal penting reputasi email marketing

Langkah pertama untuk membantu memastikan deliverability email adalah reputasi. Dalam dunia email marketing, reputasi pengiriman mengacu pada sekumpulan perhitungan spesifik yang secara langsung berhubungan dengan praktik pengiriman email Anda. Email dari pengirim dengan reputasi yang baik dapat terkirim dan pengirim dengan reputasi yang buruk diblokir atau email yang dikirimkan jatuh dalam folder “sampah”.

Reputasi pengiriman yang kuat, seperti branding atau reputasi personal yang hebat dibangun dalam waktu yang lama. Dalam rangka membangun reputasi yang kuat, amati dan patuhi 6 hal berikut:

  1. Relevan, Format email yang baik: Mengirim email marketing berkualitas yang ingin diterima oleh subscribers Anda adalah dasar dari reputasi pengiriman (dan branding) yang baik. Pastikan bahwa recipients Anda ingin menerima email Anda dengan menerapkan opt-in yang jelas selama proses subscriptions dan pastikan untuk mengirim konten yang relevan dan menarik. Jadi, pastikan HTML Anda sudah sesuai format. 
  1. Jumlah yang Konsisten: Berapa banyak email yang Anda kirim? Apakah Anda mengirimi jumlah email yang sama setiap minggu atau setiap bulan, ataukah jadwal pengiriman email Anda sudah tertata? Jumlah konsistensi yang berbasiskan preferensi subscriber adalah kunci pertimbangan bagi ISP. 
  1. Sedikit Komplain: Apakah subscribers Anda mengkomplain atau menandai email Anda sebagai “sampah” atau “spam”? Biarpun hanya sedikit peningkatan komplain dapat menyebabkan sender score email Anda turun yang kemudian dapat membuat email Anda diblokir oleh ISP. Menjaga rating komplain Anda tetap rendah (kurang dari 0,1% dari email yang dikirim dan diterima oleh ISP) sangatlah penting. 
  1. Hindari Jebakan Spam: Mengirim, bahkan hanya pada satu jebakan spam atau “honey pot” dapat secara langsung menjatuhkan reputasi Anda dan menyebabkan masalah deliverability. Jika Anda mengirim ke sebuah jebakan spam (sebuah alamat email diaktifkan oleh ISP untuk menangkap pelaku spam), itu artinya Anda ikut andil dalam email address harvesting (sebuah praktik ilegal) atau kebersihan contact list email Anda lemah. Melakukan segala cara agar terhindar dari jebakan spam sangatlah penting – membangun contact list email, menjaganya agar tetap bersih dan tidak membeli contact list email adalah permulaan yang paling baik. 
  1. Bounce Rate Rendah: Reputasi yang baik juga berarti bahwa hanya sepersekian persen dari email Anda yang kena bounce kembali atau dikembalikan oleh ISP karena akun tersebut sudah lama tidak aktif, kotak surat sedang penuh, atau penerima sedang tidak di tempat. Jika email Anda banyak yang di bounce kembali, itu artinya subscribers Anda tidak tertarik dengan Anda dan Anda tidak memiliki waktu yang tepat dengan mereka. Ini juga memiliki tanda bahwa praktik dari kebersihan contact list email Anda tidak sesuai dengan standar industri pada umumnya. Ini membuat email Anda terlihat seperti spam bagi ISP dan akhirnya email Anda tidak dikirim. Menjaga bounce rate tetap rendah dengan mengimplementasi prosedur agar segera menghilangkan alamat email yang tidak valid sangatlah perlu. 
  1. Tidak Masuk Pada Blacklist atau Daftar Hitam: Muncul hanya pada salah satu daftar hitam terkemuka sudah cukup membuat Anda diblokir oleh beberapa ISP. Pengirim dengan sedikit komplain, yang sama sekali jauh dari jebakan spam, dan yang mengirim email secara konsisten pada umumnya tidak akan didaftar-hitamkan. Bagaimanapun, jika Anda ternyata terkena daftar hitam, memiliki reputasi pengiriman email yang baik akan membantu Anda meyakinkan administrator untuk menghapus IP Anda dari daftar hitam mereka.

Reputasi email tentunya sangat peting untuk masa depan bisnis Anda. Tingkatkan reputasi email marketing Anda dan kirim kampanye Anda dengan free email marketing dari DocoBlast.

24
June2015
Tips Agar Subscriber atau customer Tertarik Membuka Email Anda
Tips Agar Subscriber atau customer Tertarik Membuka Email Anda

Jika Anda ingin menjadi email marketer yang sukses, tentu saja sangat penting apakah subscriber atau customer Anda membuka email Anda atau tidak. Selain itu, jika saja subscriber Anda tidak membuka email Anda, tentu saja mereka tidak akan melakukan sesuatu seperti membuka link yang menuju website Anda ataupun melakukan penawaran. Cara Anda melakukan follow up kepada subscriber baru pun sangat penting dalam hal ini.

Lalu, bagaimana membuat mereka untuk bersedia membuka email Anda? Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

  1. Selesaikan Masalah

Jika Anda menjadi seorang customer dan Anda tahu bahwa ada email marketing newsletter yang bisa menolong Anda dalam menyelesaikan sebuah masalah, pastinya Anda akan menjadi subscriber itu, kan? Jika si pengirim meyakinkan Anda dan menjanjikan bahwa dengan setiap email yang dikirim akan mengantarkan Anda lebih dekat ke penyelesaian sebuah masalah, pastinya Anda akan tertarik untuk membukanya, kan?

Jadi, pastikan bahwa email yang Anda kirim bisa membantu masalah-masalah customer Anda.

  1. Selamatkan Uang Mereka

Email marketing harian yang menawarkan para subscriber mereka untuk menghemat uangnya sekarang kian menjamur. Contohnya, memberikan kata-kata “gratis”, “potongan harga”, “bebas biaya pengiriman” dan yang lainnya. Tentu saja mereka tetap harus mengeluarkan uangnya, tetapi tawaran bahwa mereka bisa lebih menghemat uang yang akan mereka keluarkan tentu akan sangat menarik.

Untuk email marketing Anda, cobalah  menawarkan tawaran yang berbeda. Karena terkadang kata-kata seperti “bebas biaya pengiriman” lebih menarik jika dibandingkan dengan pemberian potongan harga yang berdasarkan presentase.

  1. Buat Mereka Semakin Pintar

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Untuk memperbanyak atau mempertajam skill, kita terbiasa untuk terus membaca ataupun mengikuti sebuah kursus. Banyak marketers yang memanfaatkan hasrat untuk menjadi lebih pintar itu dengan mengirimkan emailemail yang bisa mewujudkan hal tersebut.

Intinya adalah, jika selama ini email yang Anda kirimkan hanya tentang menjual produk Anda, maka ubahlah hal itu segera. Cobalah untuk memberikan informasi-informasi yang menarik bagi subscriber Anda. Don’t Sell, Just Inform.

  1. Hibur Mereka

Banyak email yang menyertakan komponen-komponen hiburan untuk menarik perhatian para subscribers. Karena, tentu saja konten yang menghibur dapat meningkatkan minat pembaca yang hasilnya bisa meningkatkan angka penjualan.

Setelah melihat tips-tips yang diberikan di atas, coba tengoklah sejenak email marketing Anda yang sebelumnya telah Anda kirim. Dalam email tersebut, apakah ada alasan para subscriber Anda untuk membuka dan membaca email tersebut?

Lebih dekatkan bisnis Anda dengan para customer dan kirim kampanye Anda dengan free email marketing sekaligus Unlimited Contact yang bisa Anda bangun.