Category Archives: Deliverability

Membahas semua hal yang berhubungan dan memengaruhi hasil pengiriman email marketing

25
May2015
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing

Di dunia digital marketing, strategi email marketing memang sangat menjanjikan. Walaupun belakangan ini kampanye melalui social media juga sedang naik daun, apalagi bisnis yang menargetkan konsumen-konsumen muda. Tetapi faktanya,  kampanye dengan strategi email marketing masih merupakan cara yang paling efektif.

Mengapa demikian?

Konsumen muda yang kebanyakan berada diumur 17 sampai dengan 25 tahun, lambat namun pasti, merasa semakin tidak nyaman dengan social media marketing. Mereka merasa tidak nyaman saat Facebook feed atau  timeline Twitter mereka dipenuhi oleh iklan-iklan yang tidak mereka ketahui. Ditambah lagi dengan maraknya akun bot Twitter yang berupa akun auto-reply atau auto-retweet yang menggangu kenyamanan pengguna social media.

Itulah mengapa email marketing masih mempunyai keunggulan karena email yang berisi kampanye dan promosi-promosi tersebut hanya dikirim ke mereka yang memang menginginkan dan mengizinkannya.

Namun sayangnya, masih banyak pelaku marketing—pemula maupun sudah bertahun-tahun—yang masih ceroboh dan melakukan kesalahan-kesalahan dasar saat menjalankan email marketing mereka, dan tentu saja membuat kampanye yang dikirim menjadi sia-sia.

Oleh karena itu kesalahan-kesalahan dasar berikut ini harus dihindari untuk memaksimalkan email marketing Anda :

1.     Kesalahan dalam memilih subject email

Subject email adalah “pintu masuk” pada sebuah email dan kuncinya adalah struktur kata-kata yang menarik, yang memancing customer untuk membuka email tersebut. Kesalahan pemilihan kata-kata dapat membuat customer tidak tertarik membuka email Anda. Lebih buruk lagi, kesalahan pemilihan kata dapat membuat email Anda ditandai sebagai spam.

2.    Contact List email yang tidak tertarget dengan jelas.

Ada beberapa orang yang percaya bahwa membeli contact list email adalah rahasia kesuksesan secara instan yang membuat email marketing Anda sukses. Faktanya, seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, membeli contact list email sangatlah beresiko. Dengan membeli contact list email, sama saja Anda mengirim email marketing ke orang-orang yang tidak menginginkanya. Hal tersebut bisa merusak reputasi perusahaan sekaligus brand Anda.

3.    Desain yang tidak responsif

Di era smartphone ini, sebagian orang sudah membuka email mereka dengan menggunakan perangkat mobile. Menggunakan desain yang tidak responsif membuat orang yang menerima email Anda akan segera menutup email tersebut karena tidak nyaman dilihat dari smartphone mereka.

Jadi, pastikanlah desain email Anda responsive. Bukan hanya nyaman dilihat saat dibuka dari PC, tetapi juga nyaman saat dilihat dari tablet atau smartphone.

4.    Konten yang tidak menarik

Content is the king. Jangan pernah mengirim email yang hanya memberitahukan bahwa Anda “exist” di dunia ini tanpa memikirkan apakah email yang Anda kirim menarik atau tidak. Pikirkanlah konten yang menarik dan informatif karena itulah yang diinginkan customer Anda. Semakin menarik konten yang Anda berikan, semakin positif image dari brand Anda akan terbentuk.

Tidak mau mengulang kesalahan yang sama? Mulai kampanye Anda sekarang dengan free email marketing !

19
May2015
Perbedaan hard bounce dan soft bounce
Perbedaan hard bounce dan soft bounce

Jika Anda baru mempelajari tentang email marketing, Anda akan menemukan begitu banyaknya istilah baru yang perlu dipelajari. Beberapa dari istilah yang mungkin paling sering dibicarakan dan penting untuk dipahami adalah “hard bounces” dan “soft bounces”.

Dari namanya saja Anda akan tahu bahwa istilah-istilah ini berkaitan dengan deliverability email. Yang satunya buruk permanen, dan satunya buruk juga, tapi tidak permanen. Seringkali kedua istilah ini dicampurkan satu sama lain tanpa memberikan pembedaan yang tepat.

Karena hard bounces dan soft bounces adalah dua dari satuan ukuran (metrik) email marketing yang paling penting untuk ditelusuri, maka berikut penjelasan singkat terhadap kedua istilah email marketing ini.

Hard Bounces vs. Soft Bounces: Apa bedanya? 

Ketika sebuah email mengalami bounce (terpantul) secara umum, maka itu berarti bahwa email tersebut tidak terkirim ke inbox yang dituju. Istilah “Hard” dan “Soft” mengindikasikan dua pengelompokkan dari ketidakterkiriman tersebut, yang satu permanen, yang satu tidak permanen.

  1. Hard Bounce adalah sebuah email yang tidak bisa terkirim karena alasan permanen. Penyebab umumnya adalah alamat email yang dituju palsu, domain email bukan domain yang sebenarnya, atau mungkin server penerima email tidak menerima email. Ada banyak alasan mengapa email bisa mengalami hard bounce, tetapi intinya adalah bahwa email tersebut tidak terkirim karena kegagalan permanen. Anda perlu segera menghapus semua alamat email yang mengalami hard bounce dari contact list Anda.
  2. Soft Bounce adalah keadaan ketika email tidak bisa terkirim karena masalah sementara. Penyebab umumnya adalah inbox yang dituju penuh atau file email yang terlalu besar, dan beberapa alasan lainnya. Jika Email Service Provider (ESP) mendapatkan soft bounces pada sebuah email yang dikirim, kebanyakan ESP akan berhenti mencoba mengirim email ke alamat tersebut dalam beberapa hari. Tetapi Anda harus terus mengawasi alamat-alamat email ini – jika Anda menemukan bahwa masalah yang sama terus terjadi dari waktu ke waktu, maka sebaiknya alamat-alamat email tersebut dihapus.

Tip : Cobalah untuk mempertahankan total bounce rate di bawah 2% — jika jauh lebih tinggi dari itu maka Anda mempunyai masalah dalam deliverability.

Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa Hard bounces = kegagalan pengiriman permanen. Soft bounces = kegagalan pengiriman sementara.

Menjaga angka mereka tetap rendah tidak sesulit kelihatannya, bukan? Tetapi jangan kemudian digampangkan begitu saja, karena isu bounce adalah hal yang krusial untuk keberhasilan email marketing Anda.

Cukup untuk teori, saatnya untuk praktek. Pelajari hasil kampanye email Anda sendiri menggunakan free email marketing !

5
May2015
9 Alasan untuk Tidak Membeli Contact List Email
9 Alasan untuk Tidak Membeli Contact List Email

Email marketing sangat penting bagi keberhasilan strategi marketing online. Survei membuktikan, email marketing memiliki nilai ROI (laba atas investasi) di atas 4300%. Sayangnya, sangat mudah bagi pelaku marketing baru untuk membuat kesalahan fatal yang bisa merusak keseluruhan program sekaligus reputasi perusahaan dengan membeli atau menyewa contact list email.

Membeli contact list terlihat sebagai cara instan agar email marketing Anda sukses. Karena itu metode ini sangat menarik bagi pelaku marketing baru tetapi buruk bagi mereka yang sudah berpengalaman.

Sebelum melihat lebih jauh mengapa tidak disarankan membeli atau menyewa contact list, coba kita pahami dulu 3 cara untuk mendapatkan contact list :

  1. Membeli contact list. Ada ratusan website dan perusahaan yang menjual contact list. List ini umumnya mencakup nama, alamat email, dan informasi personal lainnya serta sering dikelompokkan berdasarkan karakteristik demografis.
  2. Menyewa contact list. Menyewa contact list sama dengan “meminjam” sebuah contact list dari penyedia list atau mungkin dari rekan perusahaan Anda.
  3. Membangun contact list secara sistematis. Ini merupakan satu-satunya cara untuk membuat program email marketing yang sehat. Pertama, Anda bisa mendaftar kepada salah satu ESP (Email Service Provider) seperti DocoBlast dan kemudian Anda membangun sebuah list yang optin.

Sebuah list optin muncul ketika orang-orang dengan senang hati mendaftar untuk mendapatkan email dari Anda.

Mungkin Anda berpikir mengapa saya tidak beli saja contact list daripada harus membuatnya sendiri?

Jawabannya sederhana: Audiens yang Anda “beli” tidak mengenal Anda dan kemungkinan email Anda ditandai spam sangat besar. Fyi, mengirim spam adalah perbuatan melanggar hukum.

Coba kita lihat 9 alasan untuk tidak pernah membeli contact list email :

  1. List yang dijual, dibangun dengan metode-metode yang masih dipertanyakan.

Pikirkan tentang ini : perusahaan-perusahaan yang bereputasi tidak akan pernah menjual contact list mereka. Kalau begitu dari mana si penjual mendapatkan alamat-alamat email untuk membangun list yang akan dijual?

Salah satu metodenya adalah tipuan iklan banner. Jika Anda pernah mendapatkan iklan yang berbunyi seperti “Menangkan iPad gratis” atau “Dapatkan Voucher Liburan Gratis”, maka Anda telah menyaksikan metode seperti ini.

Orang yang mengklik iklan-iklan ini harus menjawab serangkaian pertanyaan dan memberikan informasi personal yang cukup rinci untuk mendapatkan “kesempatan menang”. Sayang sekali, biasanya tidak ada peluang sedikit pun untuk menang, dan orang yang memasukkan informasi mereka seringkali berakhir dalam contact list. Ini tentu bukan target ideal Anda.

Cara populer lainnya untuk mengumpulkan alamat email adalah melalui email harvesting, dimana para penjual contact list menggunakan bots untuk menelusuri website tertentu, jejaring sosial, dan forum-forum serta menyimpan alamat-alamat yang dikumpulkan dalam sebuah database. Database ini kemudian menjadi contact list yang bisa Anda beli.

  1. Penjualan contact list diiklankan dengan curang.

Para penjual contact list telah menguasai permainan memancing para pelaku-pelaku email marketing yang baru. Mereka ahli dalam membuat Anda merasa seperti baru saja menemukan sebuah “rahasia” untuk keberhasilan email marketing secara instan.

Sayangnya, keahlian mereka tidak mencakup dampak-dampak negatif dari mengirim email ke contact list yang dibeli.

Contact list yang dibeli tidak pernah optin (orang-orang di list tersebut tidak mendaftar untuk mendapatkan update email dari siapapun) dan mereka pastinya tidak ditargetkan secara akurat.

Banyak dari penjual contact list menggunakan kata-kata seperti “optin”, “target yang tepat”, dan “bersih” yang bisa membuat Anda percaya begitu saja. Namun sayang, kenyataannya tidak sebagus kedengarannya.

  1. Mengirim email ke contact list yang dibeli akan Merusak Sender Score Anda.

Sender Score adalah indikator reputasi IP Anda. Setiap alamat IP, atau sumber email, mendapatkan rating Sender Score dengan skala 0-100. Angka ini, yang dibuat dengan algoritma kompleks, dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk deliverability & laporan spam.

List yang dibeli umumnya memiliki bounce rate dan laporan spam yang sangat tinggi dan bisa merusak Sender Score Anda. Sender Score yang rendah tidak hanya akan membatasi kemampuan untuk menyampaikan email ke dalam inbox penerima, tetapi juga mencegah Anda untuk bekerja dengan ESP bereputasi.

Jika Sender Score Anda sudah sangat rendah karena tingginya bounce rate dan laporan spam, maka ada kemungkinan alamat IP Anda akan di-blacklist.

  1. Reputasi perusahaan Anda akan rusak.

Ketika Sender Score Anda menurun drastis dan Anda ada didalam blacklist, biasanya dibutuhkan bertahun-tahun sebelum Anda bisa mendapatkan kembali reputasi yang baik. Jelas bahwa membeli contact list adalah cara yang buruk.

  1. ESP yang bereputasi akan menendang Anda.

Jika Anda menggunakan layanan email marketing yang bereputasi atau berencana menggunakan jasanya, Anda tidak boleh menggunakan list yang dibeli, disewa, atau list pihak ketiga dengan jenis apapun.

Sekalipun Anda menemukan ESP yang mau mengirim ke contact list belian, Anda akan tetap membuat Sender Score yang rendah.

Ada alasan mengapa ESP yang baik tidak mau mengirim ke list yang dibeli. Mereka mempertahankan integritas dengan memungkinkan perusahaan tetap terhindar dari blacklist dan menjaga reputasi IP tetap solid.

Setiap ESP yang memperbolehkan tukang spam untuk mengirim tidak akan mempertahankan tingkat deliverability yang tinggi.

  1. Orang-orang dalam list yang dibeli tidak mengenal Anda.

Alamat-alamat email yang ada dalam sebuah list yang dibeli terhubung dengan orang sesungguhnya yang tidak mengharapkan komunikasi dari Anda dan tidak memiliki pengetahuan siapa Anda.

Bahkan jika list Anda penuh dengan orang-orang sungguhan, bayangkan betapa terganggunya mereka ketika mereka mendapatkan email Anda yang sama sekali tidak mereka kenal. Ini tentunya bukan cara yang baik untuk memperkenalkan perusahaan Anda.

  1. Menyewakan email adalah cara curang

Bagaimana cara kerja list sewaan? Perusahaan menjual peluang untuk mengirim email ke contact list mereka. Kedengaran curang, bukan? Memang benar.

Jika seseorang mendaftar untuk sebuah email dari sebuah perusahaan, apakah Anda pikir mereka benar-benar mau menerima email dari perusahaan lain? Tidak sama sekali.

  1. Contact list tidak bernilai jika tidak dibangun sendiri

Contact list  yang baik sangat bernilai sehingga tidak akan ada orang waras yang akan menjualnya dan menyia-nyiakan hubungan yang telah dibangun dengan susah payah.

Pikirkan tentang itu. Sebuah contact list yang sehat memiliki perhatian orang-orang di dalamnya dan hubungan yang Anda punya dengan orang-orang tersebut.

  1. Anda membuat kesan negatif tentang brand Anda

Bahkan jika Anda mendapatkan list ajaib dan emailemail Anda terkirim, pikirkanlah tentang kemungkinan respon negatif dari para penerima email Anda.

List yang dibeli berisi orang-orang yang tidak Anda kenal. Ketika mereka mendapatkan email dari perusahaan Anda secara misterius, bagaimana menurut Anda reaksi mereka?

Mereka bisa mengirim email Anda ke folder spam atau yang lebih buruk dengan menyebarkan tentang perusahaan Anda di media sosial. Pikirkanlah kembali jika mau mengirim email ke orang-orang yang tidak Anda kenal.

Satu-satunya cara untuk membangun contact list yang sehat, tepat sasaran, dan bersih adalah dengan membangunnya sendiri.

Membangun contact list yang terdiri dari para subscriber aktif memang memerlukan waktu dan usaha, tetapi contact list yang sehat akan menghasilkan laba atas investasi (ROI) di atas 4300%, it’s totally worth it.

Mulai kampanye email Anda dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim !

13
April2015
Bounced Email
Bounced Email

Semua sudah Anda lakukan. Anda merancang kampanye, membuat newsletter, lalu mengirimnya… dan kemudian ketika Anda mengecek laporan email, Anda melihat bahwa email tersebut “terpantul”, atau seringnya disebut bounce email.

Jika demikian, itu berarti email Anda tidak pernah mencapai inbox penerima yang diinginkan.

Continue reading 6 Alasan Mengapa Email Anda Mengalami “Bounce” (Dan Bagaimana Cara Mengurangi Bounce Rate)

13
April2015
SPAM
SPAM

Anda bukan tukang spam email. Anda menghargai hubungan dengan customers dan bekerja keras untuk membangun rasa percaya dengan customers Anda.

Tapi meskipun Anda sudah berusaha keras, kadang Anda masih saja mendapati banyak keluhan spam ketika mengirim kampanye email marketing dan mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana menghindarinya.

Cara menghindari agar tidak ditandai sebagai spam

Karena laporan spam email biasanya hanya didasarkan pada pendapat si penerima email, yakni seseorang yang menerima email dari Anda, kemudian memutuskan bahwa email itu tidak diinginkannya, kemudian mengklik “lapor sebagai spam”, maka sangat sulit untuk mengetahui apa yang salah dengan email Anda.

Tapi kabar baiknya, ada beberapa tanda peringatan yang bisa diwaspadai saat mengirim kampanye email Anda berikutnya.

Berikut ini adalah 6 kesalahan umum yang harus Anda hindari:

  1. Tidak meminta izin

Orang membuka email dari orang-orang yang mereka kenal, dan mereka akan menghapus atau memberi tanda spam untuk email dari orang-orang yang tidak mereka kenal. Sesederhana itu.

Email marketing yang berbasis-izin merupakan rute terbaik untuk membangun hubungan email marketing yang bertahan lama. Ketika Anda meminta izin, Anda bisa membangun daftar orang-orang yang tertarik dengan bisnis Anda dan senang mendengar berita/informasi dari Anda. Mereka mempunyai peluang lebih besar untuk membuka email, kecil kemungkinan menandainya sebagai spam, dan akan tetap bersama Anda dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding kontak yang tidak disertai dengan izin (seperti membeli atau menyewa contact list).

Meminta izin juga membuat Anda selalu patuh pada peraturan perundangan seperti UU CAN-Spam (Controlling the Assault of Non-Solicited Pornography and Marketing).

  1. Menyembunyikan identitas

Bahkan jika Anda sudah meminta izin, jika orang tidak bisa mengenali bahwa email yang mereka terima datang dari Anda, mereka masih bisa menandai email Anda sebagai spam.

Salah satu solusi mudah bagi masalah ini adalah menggunakan nama pengirim dan alamat email pengirim yang lazim. Jika Anda memiliki alamat email yang menggunakan website bisnis, pilih alamat email tersebut ketimbang email dari akun pribadi.

Solusi mudah lainnya adalah menambahkan branding Anda ke dalam email yang Anda kirim. Cantumkan logo perusahaan Anda di lokasi yang menonjol pada bagian atas email dan pilih warna yang merepresentasikan bisnis Anda.

  1. Mengirim konten yang tidak relevan

Konten email Anda tidak harus konten yang buruk atau ofensif untuk bisa masuk ke dalam kotak spam. Seringkali, pelanggaran terburuk yang bisa Anda lakukan adalah memasukkan konten yang tidak menarik atau tidak relevan bagi orang-orang yang coba Anda jangkau lewat email.

Bahkan jika orang-orang tidak menandai email Anda sebagai spam, jika mereka tidak tertarik dengan apa yang Anda kirim, mereka akan mengirim email Anda ke kotak sampah tanpa berpikir dua kali.

Perhatikan konten apa yang disukai oleh para audiens Anda. Lihat laporan email untuk mengetahui konten mana yang mendapatkan jumlah klik tertinggi. Jika Anda masih belum yakin konten apa yang audiens sukai, tanyakan kepada mereka!

Anda bisa menggunakan survei online untuk mengumpulkan feedback dari audiens Anda atau perbaharui sign-up form dan masukkan opsi-opsi yang bisa dipilih orang ketika mereka mendaftar.

  1. Tidak memenuhi janji

Ketika seseorang mendaftar untuk menerima komunikasi email Anda, mereka melakukan itu dengan harapan akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Jika Anda tidak menyampaikan secara jelas tentang manfaat tersebut – atau jika mereka mendaftar untuk sesuatu namun menerima sesuatu yang lain – maka sama saja Anda membuat risiko untuk diri Anda sendiri.

Berikan ekspektasi yang jelas kepada para subscriber sebelum mereka memberikan alamat email-nya. Biarkan mereka tahu seberapa sering mereka akan mendapat berita/informasi dari Anda, jenis informasi apa yang akan mereka terima, dan mengapa mereka perlu subscribe.

Selanjutnya, buat welcome email untuk menegaskan kembali keputusan mereka dan mengingatkan mereka tentang apa yang akan mereka terima.

  1. Membanjiri audiens dengan email

Menjual produk atau jasa merupakan bagian penting dari email marketing, tetapi jika Anda mengirim terlalu banyak bahan promosi Anda justru bisa membuat orang menjauh.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk menemukan keseimbangan pada jenis konten yang Anda kirim. Sebagai standar, dianjurkan untuk mengirim konten dengan proporsi 80% konten informatif/bermanfaat dan 20% promosi.

Ketika Anda memasukkan konten promosi, pastikan bahwa konten itu dikirim pada momen yang tepat dan relevan dengan orang yang Anda sedang coba untuk jangkau. Orang cenderung lebih terbuka terhadap promosi jika itu membantu mereka memecahkan sebuah masalah yang mereka hadapi pada saat itu.

Terakhir, tetap awasi frekuensi mengirim Anda secara keseluruhan. Bahkan beberapa email yang disusun rapi dengan konten bermanfaat bisa dianggap sebagai spam jika Anda mengirimnya terlalu sering.

  1. Mempersulit untuk berhenti belangganan

Seringkali, orang-orang akan menandai email sebagai spam karena mereka hanya ingin berhenti berlangganan dan keluar dari contact list.

Walaupun kurang menyenangkan, orang-orang yang tidak tertarik menerima email Anda lebih baik diberi pilihan untuk berhenti berlangganan ketimbang mencoba untuk mempertahankan mereka pada contact list Anda.

Di dalam sebagian besar email marketing yang dikirim, terdapat tautan unsubscribe yang umumnya berada di bawah pesan. Selain itu, pastikan Anda memantau inbox dari alamat yang Anda gunakan untuk mengirim kampanye email, karena mungkin ada beberapa orang yang meminta untuk dikeluarkan dari daftar penerima email Anda. Sekali lagi, membiarkan beberapa orang keluar dari daftar email Anda jauh lebih baik daripada Anda ditandai sebagai tukang spam.

Jika Anda berfokus untuk memberikan manfaat/nilai kepada audiens email Anda dan telah mengambil tindakan-tindakan yang tepat untuk meminta izin, maka Anda sudah di jalur yang benar untuk menghindari keluhan spam.

Bukan DocoBlast customers? Mulai kampanye email Anda dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim !

13
April2015
Bounce Emails
Bounce Emails

Bounce email dalam email marketing diibaratkan seperti piring-piring kotor yang menumpuk di dapur. Kita tidak bisa mengabaikannya sejenak pun karena cepat atau lambat jumlahnya akan semakin banyak menumpuk. Meskipun penanganan bounce email mungkin bukan bagian yang paling menyenangkan dari strategi online marketing, namun memelihara contact list yang bersih sangat penting agar kampanye digital kita berjalan sukses dengan tingkat respons yang baik. Continue reading Semua Hal yang Perlu Diketahui Seputar Bounce Email

7
November2013

Sebagai pengguna email tentunya sudah tidak asing lagi (atau mungkin bosan) dengan kiriman email spam. Spam mailatau email spam adalah email yang berisi pesan-pesan yang tidak berhubungan yang umumnya berisi iklan promosi dll. Terkadang email spam tersebut dapat berjumlah sangat banyak sehingga cukup merepotkan untuk menghapus mereka setiap hari terlebih karena email mereka digabung dengan email asli kita.
Selain anda harus memahami CAN-Spam Act dan alasan-alasan mengapa email anda masuk spam. Pada tulisan ini juga akan dibahas cara – cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah atau setidaknya meminimalisir masuknya email anda ke dalam kategori spam.

Continue reading Cara Mudah mencegah Email anda tidak masuk SPAM

6
November2013

spamSpam atau bisa juga berbentuk junk mail adalah penyalahgunaan sistem pesan elektronik untuk mengirim berita iklan dan keperluan lainnya secara massal. Umumnya, spam menampilkan berita secara bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh penerimanya. Pada akhirnya, spam dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web. Orang yang menciptakan spam elektronik disebut spammers.
Mengapa email Anda masuk folder spam sehingga pemilik email tidak akan mengetahui kalau anda telah mengirimkan sebuah email? Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan email anda masuk spam folder.
Penyebab Email Masuk Spam
1. Email Masuk Spam karena IP Masuk Spam Blacklist
2. Email Masuk Spam Akibat Terjerat Konten Filter
3. Email Masuk Spam karena Email Filter

Continue reading MENGAPA EMAIL ANDA MASUK SPAM?