Category Archives: Deliverability

Membahas semua hal yang berhubungan dan memengaruhi hasil pengiriman email marketing

22
February2016
Mengenal Istilah DKIM dalam Dunia Email
Mengenal Istilah DKIM dalam Dunia Email

Pernah mendengar istilah DKIM? Masih bingung dengan istilah DKIM? Dalam dunia email, istilah DKIM bukanlah hal yang asing. Mari kita bahas apa itu istilah DKIM. DKIM itu singkatan dari DomainKeys Identified Mail yang artinya adalah metode autentitas email yang dirancang untuk mendeteksi email spoofing. Email spoofing adalah pemalsuan header email sehingga pesan tampaknya berasal dari seseorang atau tempat lain selain sumber yang sebenarnya. Dengan mekanisme yang memungkinkan mail exchanger untuk memeriksa email yang masuk dari domain yang diizinkan oleh administrator domain tersebut, DKIM mampu mendeteksi email spoofing. Continue reading Mengenal Istilah DKIM dalam Dunia Email

8
January2016
Tips untuk Meningkatkan Email Deliverability
Tips untuk Meningkatkan Email Deliverability

Kita bekerja sangat keras untuk menciptakan kampanye email marketing setiap bulannya. Hal terakhir yang kita inginkan adalah memiliki email yang walaupun sudah ditandai sebagai spam, tetapi tetap tidak terlihat sebagai spam oleh pelanggan baru yang ingin mencoba untuk berlangganan. Jika memiliki pelanggan setia yang loyal, kita beruntung! Jadi, kita perlu mengurangi poin atau fitur yang kurang menarik untuk memastikan email kita sesuai dengan apa yang pelanggan butuhkan. Selain itu, ada juga beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk menjaga laporan spam yang rendah dan memastikan newsletter dan pengumuman bisa dikirim dengan lancar. Continue reading Tips untuk Meningkatkan Email Deliverability

2
July2015
Menyelidiki Masalah Keterkiriman Email
Menyelidiki Masalah Keterkiriman Email

Mungkin Anda menemukan bahwa tingkat keterkiriman (deliverability) email Anda rendah dan Anda tidak tahu harus bagaimana. Sebelum Anda panik, ingatlah bahwa keterkiriman email adalah sebuah perkara yang rumit. Terima saja fakta bahwa selalu ada peluang dimana salah satu kampanye Anda akan menjadi korban folder spam. Bahkan pengirim yang terbaik sekalipun masih bisa mengalami kegagalan pengiriman. Continue reading Tanyakan 5 Pertanyaan Ini Ketika Menyelidiki Masalah Keterkiriman Email

25
June2015
Tips Desain Email
Tips Desain Email

Desain menjadi semakin penting dalam menghasilkan pengalaman yang menyenangkan dan bahkan diterima bagi sebagian besar pengguna internet sekarang ini. Tren ini tidak akan hilang. Sebaliknya, seiring pengguna menjadi lebih cerdas dan terbiasa dengan desain yang ramah, maka grafik desain berkualitas akan terus meningkat. Oleh sebab itu, perlu dipelajari bagaimana tips desain email yang menarik. Continue reading 5 Tips Desain untuk Keterkiriman Email yang Optimal

25
June2015

6 Hal penting reputasi email marketing

Langkah pertama untuk membantu memastikan deliverability email adalah reputasi. Dalam dunia email marketing, reputasi pengiriman mengacu pada sekumpulan perhitungan spesifik yang secara langsung berhubungan dengan praktik pengiriman email Anda. Email dari pengirim dengan reputasi yang baik dapat terkirim dan pengirim dengan reputasi yang buruk diblokir atau email yang dikirimkan jatuh dalam folder “sampah”.

Reputasi pengiriman yang kuat, seperti branding atau reputasi personal yang hebat dibangun dalam waktu yang lama. Dalam rangka membangun reputasi yang kuat, amati dan patuhi 6 hal berikut:

  1. Relevan, Format email yang baik: Mengirim email marketing berkualitas yang ingin diterima oleh subscribers Anda adalah dasar dari reputasi pengiriman (dan branding) yang baik. Pastikan bahwa recipients Anda ingin menerima email Anda dengan menerapkan opt-in yang jelas selama proses subscriptions dan pastikan untuk mengirim konten yang relevan dan menarik. Jadi, pastikan HTML Anda sudah sesuai format. 
  1. Jumlah yang Konsisten: Berapa banyak email yang Anda kirim? Apakah Anda mengirimi jumlah email yang sama setiap minggu atau setiap bulan, ataukah jadwal pengiriman email Anda sudah tertata? Jumlah konsistensi yang berbasiskan preferensi subscriber adalah kunci pertimbangan bagi ISP. 
  1. Sedikit Komplain: Apakah subscribers Anda mengkomplain atau menandai email Anda sebagai “sampah” atau “spam”? Biarpun hanya sedikit peningkatan komplain dapat menyebabkan sender score email Anda turun yang kemudian dapat membuat email Anda diblokir oleh ISP. Menjaga rating komplain Anda tetap rendah (kurang dari 0,1% dari email yang dikirim dan diterima oleh ISP) sangatlah penting. 
  1. Hindari Jebakan Spam: Mengirim, bahkan hanya pada satu jebakan spam atau “honey pot” dapat secara langsung menjatuhkan reputasi Anda dan menyebabkan masalah deliverability. Jika Anda mengirim ke sebuah jebakan spam (sebuah alamat email diaktifkan oleh ISP untuk menangkap pelaku spam), itu artinya Anda ikut andil dalam email address harvesting (sebuah praktik ilegal) atau kebersihan contact list email Anda lemah. Melakukan segala cara agar terhindar dari jebakan spam sangatlah penting – membangun contact list email, menjaganya agar tetap bersih dan tidak membeli contact list email adalah permulaan yang paling baik. 
  1. Bounce Rate Rendah: Reputasi yang baik juga berarti bahwa hanya sepersekian persen dari email Anda yang kena bounce kembali atau dikembalikan oleh ISP karena akun tersebut sudah lama tidak aktif, kotak surat sedang penuh, atau penerima sedang tidak di tempat. Jika email Anda banyak yang di bounce kembali, itu artinya subscribers Anda tidak tertarik dengan Anda dan Anda tidak memiliki waktu yang tepat dengan mereka. Ini juga memiliki tanda bahwa praktik dari kebersihan contact list email Anda tidak sesuai dengan standar industri pada umumnya. Ini membuat email Anda terlihat seperti spam bagi ISP dan akhirnya email Anda tidak dikirim. Menjaga bounce rate tetap rendah dengan mengimplementasi prosedur agar segera menghilangkan alamat email yang tidak valid sangatlah perlu. 
  1. Tidak Masuk Pada Blacklist atau Daftar Hitam: Muncul hanya pada salah satu daftar hitam terkemuka sudah cukup membuat Anda diblokir oleh beberapa ISP. Pengirim dengan sedikit komplain, yang sama sekali jauh dari jebakan spam, dan yang mengirim email secara konsisten pada umumnya tidak akan didaftar-hitamkan. Bagaimanapun, jika Anda ternyata terkena daftar hitam, memiliki reputasi pengiriman email yang baik akan membantu Anda meyakinkan administrator untuk menghapus IP Anda dari daftar hitam mereka.

Reputasi email tentunya sangat peting untuk masa depan bisnis Anda. Tingkatkan reputasi email marketing Anda dan kirim kampanye Anda dengan free email marketing dari DocoBlast.

12
June2015
10 Tips Dasar untuk Menghindari Folder Spam
10 Tips Dasar untuk Menghindari Folder Spam

Ketika Anda menelusuri blog ini, Anda akan sering menemukan topik tentang deliverabilitiy email. Mengapa kami terus mengungkit hal ini, karena deliverability merupakan poin yang sangat krusial bagi kesuksesan email marketing, baik jangka panjang maupun pendek. Mirip dengan Google yang terus meningkatkan algoritma pencariannya untuk memberikan hasil terbaik, kami juga terus membenahi deliverability dan memastikan bahwa email klien sudah terkirim. Karena itu, kami membagikan beberapa petunjuk untuk membantu memastikan bahwa email Anda mencapai Inbox.

Continue reading 10 Tips Dasar Untuk Menghidari Folder Spam

11
June2015
Cara Membuat Email Anda Lebih Personal
Cara Membuat Email Anda Lebih Personal

Korespondensi email personal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat penerima, akan memberikan tingkat kepuasan lebih kepada customer dan tentunya hasil bisnis yang lebih baik bagi perusahaan.

Kampanye email marketing yang dipersonalisasikan sesuai kebutuhan customer akan mempunyai persentase yang lebih tinggi dalam hal open rate email (kemungkinan dibukanya email). CTR (click through rates) dan dalam persentase konversi email. Hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap kembalinya hasil investasi atau ROI (Return On Invest).

Sortir atau segmetasikan dengan baik costumer pada list Anda sebelum Anda mempersonalisasikan email bisnis Anda

Salah satu cara yang paling efektif untuk membuat email personal adalah dengan cara mensegmentasi contact list email Anda dan kirimkan konten email yang sesuai dengan masing-masing grup. Sebelum mensortir contact list email Anda, Anda harus mengumpulkan informasi tambahan tentang kontak yang Anda miliki. Gunakan 1 dari 5 cara berikut untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dari pengguna layanan Anda.

1. Sign Up (Mendaftar)

Anda dapat menyertakan field tambahan pada halaman pendaftaran Anda, dimana setelah customer Anda selesai mengisikan data, maka kontak mereka akan dipisahkan kedalam beberapa segmen. Sebagai contoh, Anda dapat menyertakan pertanyaan apakah customer ingin menerima newsletter setiap minggu atau setiap bulan. Tapi jangan melebih-lebihkan panjang halaman dari form pendaftaran Anda.

2. Form Untuk Memperbarui Profil

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang minat, kebutuhan, kebiasaan, jenis kelamin, umur, lokasi, pekerjaan dan data lainnya dari customer Anda, buatlah sebuah form untuk memperbarui profil. Setelah customer mendaftar untuk berlangganan email Anda hanya dengan memasukan nama dan alamat email, undang mereka untuk mengisi form agar Anda bisa mendapatkan tambahan informasi agar Anda dapat mengirimkan mereka email yang sudah dipersonalisasikan.

3. Survei Secara Online

Dapatkan tambahan informasi tentang customer Anda dengan cara survei secara online. Dengan survei secara online ini Anda dapat membuat segmentasi secara otomatis berdasarkan pada respon customer terhadap survei tersebut.

4. Segmentasi atau sortir Email Anda Berdasarkan Aktivitas Customer

Anda dapat mengirimkan email personal kepada grup yang berbeda. Contohnya, kepada mereka yang sudah lama tidak membuka newsletter Anda atau mereka yang membuka namun tidak pernah mengklik link pada email Anda.

5. Unsubscribing (Berhenti berlangganan)

Jika customer Anda ingin berhenti untuk menerima newsletter lebih lanjut, itu bukanlah akhir dari segalanya. Setelah mengklik tombol berhenti berlangganan, arahkan mereka untuk mengunjungi halaman yang dapat mereka pilih. Contohnya, pilihan untuk menerima email lebih jarang atau untuk menerima email hanya berdasarkan topik yang menarik bagi mereka.

Personlisasikan Email Anda Berdasarkan Kepada Target Customer Anda

Setelah Anda mensortir database contact list Anda, sangat penting untuk membuat sebuah tujuan komunikasi, agar terciptanya sebuah email personal yang relevan untuk customer yang menjadi target market Anda.

Pelanggan potensial:

  • Dorong customer Anda untuk melakukan pembelian pertama
  • Beri tahu lebih lanjut tentang produk dan layanan yang Anda miliki
  • Berikan informasi tentang perusahaan dan industri yang Anda geluti

Pelanggan Biasa:

  • Kirimkan terima kasih Anda atas pembelian yang mereka lakukan
  • Pastikan support dan segala jenis layanan customer lainnya setelah pembelian
  • Tawarkan pada mereka produk atau service tambahan
  • Tawarkan program loyalitas kepada customer Anda
  • Tanyakan pendapat mereka tentang produk Anda
  • Undang mereka untuk membagikan informasi tentang produk Anda kepada rekan-rekan mereka

Pelanggan tidak aktif:

  • Kirimkan kampanye dengan penawaran menarik kepada mereka
  • Kenalkan pada mereka tentang produk atau layanan baru yang Anda miliki

Personalisasikan Konten Email Anda

Sapa Customer Anda Menggunakan Nama Mereka

Gunakan kata sapaan menggunakan nama panggilan dari customer Anda pada awal newsletter yang Anda kirimkan, untuk lebih memberikan sentuhan personal pada email marketing Anda. Anda juga dapat menggunakan kata sapaan pada baris subjek dari email Anda untuk lebih menarik perhatian mereka.

Konten yang Dinamis

Jika Anda tidak ingin membuat beberapa newsletter yang berbeda untuk masing-masing segmen pasar Anda, tetapi masih tetap ingin mengirimkan email dengan sentuhan personal, Anda dapat membuat sebuah konten yang dinamis. Anda tidak perlu membuat kampanye email yang berbeda, Anda hanya perlu membuat beberapa versi konten yang berbeda dari kampanye tersebut, dimana Anda dapat menyesuaikannya dengan segmentasi pasar Anda. Setelah kampanye tersebut dikirimkan, masing-masing customer akan membuka email Anda dan melihat konten yang berbeda berdasarkan kondisi awal yang didefinisikan. Tidak hanya terpaku pada teks, namun Anda juga dapat mempersonalisasikan gambar dan sebagainya.

Kesimpulan

Kini mempersonalisasikan email marketing adalah salah satu metode paling efektif untuk meningkatkan ketertarikan dan kesetiaan konsumen di era dimana mereka terserang oleh berbagai macam informasi dan penawaran. Anda harus meluangkan waktu dan mensegmentasikan database Anda untuk dapat membuat sebuah email personal yang relevan, tepat sasaran yang akan meningkatkan ROI (Return On Invest) dari email marketing Anda.

Segera mulai kampanye email marketing Anda menggunakan free email marketing dan personalisasikan sesuai kebutuhan customer Anda.

5
June2015
Waktu Terbaik untuk Mengirim Email Marketing
Waktu Terbaik untuk Mengirim Email Marketing

Sebagian orang mungkin akan memikirkan pertanyaan ini, yaitu kapan waktu terbaik untuk mengirimkan email marketing? Apakah waktu pengiriman memiliki dampak yang besar seperti postingan di social media?

Jawaban sebenarnya adalah tidak ada waktu yang benar-benar sama dan tepat untuk mengirimkan email marketing. Mengapa? Tentu karena ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Apa yang berjalan baik bagi perusahaan lain belum tentu akan berjalan baik juga untuk perusahaan kita.

Pembahasan Waktu Terbaik Pengiriman Email

Berikut ini adalah beberapa faktor yang berpengaruh jika kita membahas waktu terbaik untuk mengirimkan email marketing:

  1. Sektor bisnis yang digeluti oleh penerima email (sektor keuangan, media, konstruksi, publik, kesehatan, dan sebagainya)
  2. Apakah penerima email adalah seorang wirausaha
  3. Usia penerima email
  4. Jenis kelamin
  5. Lokasi dari penerima email
  6. Status ekonomi dari kekurangan hingga kekayaan dan segala sesuatu di antaranya
  7. Status pendidikan
  8. Status pekerjaan dan jabatan
  9. Status pernikahan dan apakah penerima email tersebut sudah memiliki anak atau belum
  10. Pandangan politik dari sasaran email marketing yang akan kita kirim
  11. Ras dan suku bangsa
  12. Agama dan kepercayaan. Berbeda agama maka berbeda pula hari rayanya dan ini juga akan memengaruhi kapan meraka akan mengecek email mereka

Beberapa hal di atas adalah faktor yang relatif stabil. Lalu, akan ada pengaruh lingkungan secara luas; waktu dalam satu tahun, kondisi emosional penerima email, cuaca atau bahkan bencana alam. Semua faktor tersebut memberikan simpulan bahwa tidak ada waktu yang benar-benar tepat untuk mengirimkan email marketing kepada target market dari produk kita.

Aturan Praktis dalam Mengirimkan Email Marketing

Berikut ini adalah beberapa aturan praktis dalam mengirimkan email marketing:

  1. Jangan mengirimkan email marketing pada Senin pagi karena biasanya kotak masuk email kebanyakan orang akan penuh dan menumpuk pada Senin.
  2. Kemungkinan email kita akan dibuka oleh penerima akan jatuh persentasinya hingga 50% setelah satu jam dari waktu pengirimannya.
  3. Sangat sedikit email yang dikirimkan pada saat akhir pekan sehingga ada kemungkinan kita akan mendapatkan target market secara domestik ketika mereka sedang menikmati hari liburannya atau target market bisnis ketika mereka mengecek email pada saat akhir pekan. It might be work!
  4. CTR (Click Through Rate) paling tinggi untuk email B2B (Business to Business) terjadi pada Jumat. Mungkin karena email tersebut dibaca saat berkumpul bersama rekan kerja pada Jumat malam atau dibaca pada saat menjelang akhir pekan.
  5. Kampanye email marketing terbaik dilaksanakan pada Selasa sampai Kamis, baik untuk pelanggan B2B (Business to Business) maupun B2C (Business to Consumer).
  6. Untuk pengguna yang mengecek email mereka melalui mobile phone, ada empat waktu “jitu” yang memungkinkan email akan dibaca dan mendapatkan feedback:
    • 08.00 – 09.00 (Saat perjalanan menuju tempat kerja)
    • 12.00 – 14.00 (Waktu makan siang)
    • 17.00 – 19.00 (Saat perjalanan pulang dari tempat kerja)
    • 23.00 – 00.00 (Waktu istirahat malam)
  7. Keberhasilan email marketing kita bargantung pada target dan pendekatan yang digunakan untuk kampanye kita. Berarti kita harus membuat tahap segmentasi dan percobaan.

Tahap Segmentasi

Pada tahap ini, kita harus menyortir daftar dari pelanggan email marketing kita. Kita dapat menyortir target email kita menggunakan kriteria sebagai berikut:

  1. Pisahkan pelanggan B2B dengan pelanggan B2C dan targetkan mereka pada waktu dan hari yang tepat.
  2. Pastikan kita mengirimkan konten yang sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh pelanggan kita. Tidak ada gunanya mengirimkan konten berbahasa Jepang kepada pelanggan yang menggunakan bahasa Korea.
  3. Sortir pula akun pelanggan kita berdasarkan zona waktu dan budaya (contoh: perbedaan hari libur dalam seminggu, ada yang libur Minggu, ada juga yang liburnya Jumat).

Tahap Testing

Demi mendapatkan rumus yang tepat untuk kampanye yang kita jalankan, kita harus melakukan tes secara keseluruhan dan di situlah kita membutuhkan A/B Split Testing. A/B Split Testing sebenarnya adalah sesuatu yang mudah, yaitu kita mengirimkan dua versi dari email marketing yang sama. Email tersebut haruslah sama persis kecuali untuk satu faktor, misalkan hanya memiliki perbedaan subject email, perbedaan CTA (Call to Action), dsb. Kemudian, kita dapat memantau email mana yang lebih sukses. Misalnya, email mana yang mempunyai tingkat open rate atau CTR (Click Through Rate) yang tinggi dan gunakan hasil tersebut untuk kampanye selanjutnya.

Namun, mau bagaimanapun juga kita tidak akan bisa menentukan mana faktor yang paling memengaruhi email marketing bisnis kita, atau kapan waktu yang benar-benar tepat untuk dikirimkan email jika kita tidak pernah mencobanya sama sekali.

Tentukan timing dan lakukan testing dengan menggunakan free email marketing untuk mengembangkan bisnis yang sudah lama dijalani itu!

1
June2015
Indikator Yang Harus Ditelusuri Oleh Semua Pelaku Email Marketing
Indikator Yang Harus Ditelusuri Oleh Semua Pelaku Email Marketing

Ada banyak hal yang bisa dibicarakan ketika berurusan dengan cara melakukan email marketing yang baik. Kita bisa menghabiskan berhari-hari membicarakan tentang komponen-komponen paling penting dari email marketing, kesalahan-kesalahan email marketing yang umum dilakukan, dan contoh-contoh email marketing yang hebat. Tapi pada akhirnya, tidak ada artinya seberapa hebat email Anda jika Anda tidak bisa melihat hasil dari upaya yang telah Anda lakukan.

Karena itu, mari kita lihat beberapa indikator yang perlu ditelusuri oleh setiap pelaku email marketing.

1) Click-through Rate

Click-through rate (CTR) mungkin adalah jawaban pertama yang akan Anda dapat ketika bertanya kepada seorang pelaku email marketing, indikator apa yang mereka telusuri. Sebagian orang menyebutnya indikator email marketing “harian”, karena indikator ini memungkinkan Anda menghitung kinerja setiap email yang Anda kirim. Dari sana, Anda bisa menelusuri bagaimana CTR Anda berubah dari waktu ke waktu.

CTR merupakan indikator yang sangat penting karena memberikan pengetahuan langsung tentang berapa banyak orang dalam contact list Anda yang  membentuk engagement dengan konten Anda dan tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang brand atau penawaran Anda.

2) Tingkat Konversi

Setelah seorang penerima email mengklik sebuah link dalam email Anda, tujuan berikutnya adalah membuat mereka tertarik pada penawaran Anda – dengan kata lain, mengambil tindakan yang telah disarankan oleh email Anda. Sehingga jika Anda mengirim sebuah email untuk menawarkan peluang bagi audiens Anda untuk men-download, misalnya ebook gratis, maka Anda bisa mempertimbangkan setiap orang yang benar-benar men-download ebook tersebut sebagai sebuah konversi.

Karena definisi sebuah konversi terkait langsung dengan call-to-action pada email Anda, dan call-to-action Anda harus terkait langsung pada tujuan keseluruhan email marketing Anda, maka tingkat konversi merupakan salah satu indikator paling penting untuk menentukan sejauh mana Anda telah mencapai tujuan-tujuan Anda.

3) Bounce Rate

Bounce rate mengukur persentase total email terkirim yang tidak bisa masuk ke dalam inbox penerima. Ada dua jenis bounce email yang perlu ditelusuri, yaitu hard bounces dan soft bounces.

Soft bounces adalah akibat dari sebuah masalah sementara pada alamat email yang valid, seperti inbox penuh atau masalah dengan server penerima. Server penerima biasanya menampung dahulu email ini untuk kemudian dikirimkan kembali setelah masalah teratasi. Anda juga bisa mencoba mengirim ulang pesan email Anda ke alamat yang mengalami soft bounces.

Hard bounces adalah akibat dari alamat email yang tidak valid, tertutup, atau justru tidak ada. Emails seperti ini tidak akan pernah berhasil terkirim. Anda harus segera menghapus alamat-alamat email yang mengalami hard bounces dari contact list Anda, karena penyedia layanan internet (ISP) menggunakan bounces rate sebagai salah satu faktor kunci untuk menentukan reputasi IP pengirim email. Dengan memiliki begitu banyak hard bounces bisa membuat perusahaan Anda terlihat seperti tukang spam di mata ISP.

4) Tingkat Pertumbuhan List

Selain indikator call-to-action (CTR, tingkat konversi), Anda juga perlu memperhatikan pertumbuhan dan kehilangan dalam list Anda. Tentu tujuan Anda adalah menumbuhkan contact list untuk memperluas jangkauan, mengekspansi audiens, dan memposisikan diri Anda sebagai seorang pemimpin industri yang kuat. Tetapi faktanya, secara alami akan ada alamat email tertentu yang menjadi “layu” dalam list Anda, dan akan kadaluwarsa sekitar 25% setiap tahun – yang berarti bahwa lebih penting untuk memperhatikan pertumbuhan list subscriber Anda dan mempertahankannya pada ukuran yang sehat.

5) Tingkat Email Sharing/Forwarding

Persentase dimana penerima email Anda mem-forward atau membagikan email Anda dengan orang lain mungkin tidak tampak begitu signifikan, tetapi ini merupakan salah satu indikator terpenting yang perlu ditelusuri.

Mengapa? Karena dengan inilah Anda menghasilkan kontak-kontak baru. Kumpulan orang dalam contact list Anda sudah otomatis masuk dalam database. Sehingga ketika konversi masih menjadi fokus utama, ini tidak akan membantu Anda dalam menarik leads baru. Dorong para pembaca Anda untuk meneruskan email Anda ke seorang teman atau rekan jika mereka menganggap kontennya bermanfaat, dan mulailah telusuri berapa banyak orang baru yang bisa Anda tambahkan ke database Anda dengan cara ini.

6) ROI (Laba atas investasi) keseluruhan

Seperti halnya setiap marketing channel, Anda harus mampu menentukan nilai ROI (laba atas investasi) keseluruhan dari email marketing Anda. Jika Anda belum melakukannya, buatlah sebuah sistem dimana Anda memberikan nilai-nilai berbeda kepada berbagai tipe leads berdasarkan kemungkinan mereka menghasilkan pendapatan untuk perusahaan Anda.

Berapa banyak dari setiap tipe leads ini yang Anda hasilkan lewat email marketing? Bagaimana ini bisa diterjemahkan menjadi pendapatan potensial? Pendapatan aktual? Ini adalah jenis-jenis indikator yang akan membantu menunjukkan kepada bos dan tim penjualan Anda seberapa bernilai email marketing.

Tentukan Indikator Yang Mau Digunakan

Apapun tujuan Anda (dan tentunya bisa lebih dari satu), hal berikutnya yang Anda perlu lakukan adalah menentukan indikator mana yang akan Anda gunakan untuk meraih tujuan email marketing.

Telusuri semua indikator ini dalam pekerjaan Anda, dan mulailah dengan free email marketing.

29
May2015
Penjelasan tentang sender score
Penjelasan tentang sender score

Sekilas email marketing kelihatan seperti hal yang mudah dilakukan bagi strategi inbound marketing Anda. Tulis email yang bagus, tambahkan beberapa gambar menarik, kirimkan ke contact list optin Anda, dan perhatikan customer berdatangan.

Bahkan jika semudah itu, tahapan yang sering diremehkan oleh para pelaku marketing adalah betapa sulitnya untuk mendapatkan email yang benar-benar masuk ke dalam inbox penerima. Kelihatannya sepele, tetapi ada puluhan bagian yang terlibat dalam keterkiriman email, dan bagian yang paling besar adalah reputasi IP pengirim email.

Untungnya, ada sebuah layanan yang memiliki  sebuah sistem bernama Sender Score (Skor Pengirim), yang memberikan Anda informasi tentang reputasi IP Anda sebagai seorang pengirim email.

Sudahkah Anda memeriksa Sender Score Anda? Jika Anda tahu Sender Score Anda, apakah Anda mengerti apa artinya bagi reputasi Anda sebagai pelaku email marketing? Jika Anda tertarik dengan reputasi Anda sebagai pengirim email, teruslah baca artikel ini untuk mempelajari segala sesuatunya yang Anda perlu ketahui tentang Sender Score.

Apa itu Sender Score?

Sender Score adalah sebuah layanan gratis, dimana algoritma Sender Score memberi rating terhadap reputasi setiap alamat IP server mail dengan skala 0-100. Dengan mengumpulkan data dari lebih 60 juta mailbox di ISP-ISP besar mereka merekam apakah orang sering melakukan unsubscribe atau melaporkan spam dari pengirim email tertentu, dan kemudian memberikan skor pengirim berdasarkan pemantauan tersebut. Sender Score Anda akan terus berubah tergantung pada kebiasaan mengirim email Anda dan respon dari para penerima.

Sender Score adalah sebuah angka penting untuk tetap berada di posisi teratas, karena mail servers akan sering memeriksa Sender Score Anda sebelum memutuskan apa yang akan mereka lakukan terhadap email Anda. Semakin rendah Sender Score Anda, maka semakin sulit untuk email Anda masuk ke inbox seseorang. Ada banyak hal yang bisa berdampak pada keterkiriman email Anda, tetapi laporannya menyatakan bahwa 83% email tidak terkirim ke inbox, disebabkan karena reputasi pengirim yang buruk.

Bahkan jika sebuah jaringan email atau ISP tidak menelusuri Sender Score Anda untuk menentukan apakah mereka akan mengirimemail Anda atau tidak, namun faktor-faktor yang digunakan dalam menentukan Sender Score Anda mirip dengan yang digunakan oleh jaringan-jaringan email dan ISP untuk menentukan reputasi pengirim Anda. Oleh karena itu, skor ini merupakan alat reputasi pengirim email yang sangat baik dan gratis untuk memastikan Anda menyadari dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki setiap masalah keterkiriman.

Bagaimana Menginterpretasi Skor?

Skor dihitung rata-rata 30-hari dan mengindikasikan ranking sebuah alamat IP terhadap alamat IP lainnya. Semakin skor Anda mendekati 0, maka semakin buruk reputasi Anda, dan jika skor Anda mendekat 100, maka itu berarti reputasi Anda sangat baik.  Sekarang mari kita uraikan item-item yang dijadikan dasar dalam menilai skor Anda:

  • Keluhan: Bagaimana keluhan-keluhan tentang sebuah alamat IP dibanding dengan semua alamat IP lainnya. Tingkat keluhan dihitung sebagai jumlah keluhan dibagi dengan jumlah email yang diterima, dan skor keluhan adalah ranking yang didasarkan pada tingkat keluhan yang Anda terima.
  • Volume: Meskipun bukan satu-satunya indikasi bahwa reputasi pengirim baik atau buruk, namun ini adalah bagian penting dari algoritma keseluruhan. Sebagai contoh, sebuah alamat IP yang mengirim 100 pesan dan menerima 99 keluhan mungkin baik-baik saja.
  • Reputasi Eksternal: Bagaimana kinerja alamat IP dibanding semua alamat IP lainnya dalam hal beragam blacklist dan whitelist eksternal.
  • Pengguna yang tidak diketahui: Tingkat pengguna yang tidak diketahui diambil langsung dari log SMTP masuk dari ISP-ISP yang berpartisipasi, dengan menelusuri seberapa sering alamat IP mencoba mengirim sebuah pesan ke alamat email yang tidak ada.
  • Ditolak: Ini merepresentasikan seberapa sering email mengalami bounce dibanding dengan alamat IP lain.
  • Diterima: Jumlah pesan email yang diterima untuk pengiriman, jumlah ini dinyatakan sebagai jumlah pesan yang dilihat dikurangi jumlah pesan yang ditolak.
  • Persentase Diterima: Rasio alamat email yang diterima untuk pengiriman dibandingkan dengan pesan-pesan email yang dicoba untuk dikirim. Ini adalah jumlah pesan yang diterima untuk pengiriman, dibagi dengan jumlah pesan yang dilihat.
  • Persentase Pengguna Yang Tidak Diketahui: Rasio antara pengguna yang tidak diketahui, atau alamat email yang tidak valid, dibandingkan dengan jumlah email yang dilihat.

Jadi, skor yang baik itu seperti apa? Jika skor Anda di atas 90, maka selamat! Itu adalah Sender Score yang sangat baik. Jika skor Anda antara 50 – 80, maka ada sesuatu yang tidak beres. Jika skor Anda kurang dari 50, berarti kemungkinan besar Anda adalah tukang spam.

Apa yang Harus Dilakukan jika Memiliki Sender Score yang Buruk?

Penjelasan Tentang Sender Score
Apa yang Dilakukan Saat Memiliki Sender Score yang Buruk

Langkah pertama adalah mengetahui berapa skor Anda. Mungkin butuh beberapa beberapa bulan atau beberapa tahun untuk memperbaiki Sender Score yang rendah, sehingga semakin cepat Anda mengetahui masalahnya maka semakin baik. Ada beberapa aspek dari email marketing yang perlu Anda periksa dan mungkin perlu diubah untuk memperbaiki Sender Score dan tingkat keterkiriman email, berikut beberapa hal yang dipertimbangkan oleh Sender Score:

  • Volume Pengiriman Email Tidak Konsisten
    Jika volume pengiriman email meningkat konstan, skor akan mempertahankan angka yang baik. Akan tetapi, jika Anda mengirim 5.000 email pada hari Senin, 200 pada hari Jumat, dan tidak ada selama seminggu, dan kemudian 15.000, maka Anda kemungkinan besar akan dikategorikan mengirim volume email yang tidak konsisten.
  • Frekuensi Mengirim
    Seperti halnya volume kiriman yang harus konsisten, begitu juga dengan frekuensi email Anda diterima. Mengirim email setiap hari, setiap dua hari, setiap minggu – seberapapun yang Anda butuhkan, Pastikan Anda tidak hanya terjun satu kali lalu meninggalkannya selama satu bulan, lalu kemudian muncul kembali dan berharap tidak mendapatkan hukuman. Ketika Anda menyempurnakan email marketing Anda, Anda akan mampu mengetes frekuensi pengiriman email yang optimal untuk para penerima Anda.
  • Alamat IP Yang “Dingin”
    Jika Anda baru dalam email marketing, Anda mungkin telah mengabaikan untuk menghangatkan alamat IP Anda. Mulailah email marketing dengan sebuah alamat IP baru dengan kumpulan-kumpulan kecil yang terdiri dari orang-orang terbaik dalam contact  list Anda – Anda tahu, orang-orang yang suka dengan Anda dan tidak akan menandai Anda sebagai SPAM atau unsubscribe dari komunikasi-komunikasi dengan Anda. Perlahan-lahan tingkatkan jumlah orang yang Anda kirimi email untuk menghangatkan IP Anda dan buktikan Anda adalah pengirim yang aman.
  • Blacklist
    Ada sekitar 50 blacklister  di luar sana yang telah diketahui sebagai alamat IP penebar spam. Return Path juga menyediakan layanan untuk melihat apakah Anda ada di dalam blacklist tersebut.Dengan mengasumsikan Anda adalah pelaku email marketing kompeten yang tidak mengetahui beberapa aturan untuk keterkiriman email yang baik, silakan kunjungi situs-situs yang mem-blacklist Anda untuk berkonsultasi tentang apa yang diperlukan untuk melepaskan Anda dari blacklist. Jika Anda menghubungi mereka untuk penghapusan dari blacklist, mereka akan membantu Anda memahami mengapa Anda di-blacklist dan apa yang Anda dapat lakukan untuk meningkatkan metode-metode email marketing.
  • Terjebak dalam Perangkap Spam
    Jebakan spam adalah sebuah alamat email yang dulunya valid, tetapi sekarang tidak lagi, sehingga akan mengumpulkan pemberitahuan hard bounce ketika Anda mengirimkan email kepada mereka. Akan tetapi, ketika sebuah server email kecil melihat trafik yang konsisten menuju email mati tersebut, maka mereka bisa mengubah email tersebut menjadi jebakan spam yang akan berhenti mengembalikan hard bounce, tetap menerima pesan lalu melaporkan pengirim sebagai penebar spam.Pesan moralnya adalah jika Anda tidak memantau hard bounce Anda dan tidak menghapusnya dari contact  list aktif Anda, maka Anda bisa dipersepsi sebagai tukang spam.
  • Laporan SPAM
    Terakhir, jika para penerima email menganggap Anda adalah tukang spam dan mengidentifikasi Anda melalui sebuah laporan SPAM, maka reputasi pengirim Anda akan rusak. Periksa seberapa sering email Anda ditandai sebagai SPAM – biasanya yang masih bisa diterima adalah 1 diantara setiap 1000 pengiriman email.

Ada beberapa faktor lain untuk membuat email Anda masuk ke dalam inbox penerima seperti konten email Anda, infrastruktur email dan lainnya. Tetapi jika Anda ingin memulai email marketing secara tepat, pembentukan dan penjagaan reputasi pengirim email  yang  baik merupakan salah satu kualitas paling penting dalam program email marketing Anda.

Bukan DocoBlast customers? Mulai kampanye Anda dengan free email marketing sekaligus Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!