Category Archives: Contact List

Semua informasi yang berkaitan dengan daftar kontak untuk penggunaan email marketing

26
April2017
Email marketing sebagai kunci e-commerce Anda

Istilah email marketing awalnya tidak begitu populer bila dibandingkan dengan saat ini. Saat ini, semua orang menggunakan email. Mengisi formulir untuk suatu produk misalnya, pasti akan ada kolom di mana Anda diminta untuk menulis alamat email. Hal itu karena email pelanggan sangatlah penting. Itu bisa menjadi cara untuk tetap keep in touch dan melakukan follow up dengan para pelanggan Anda dari waktu ke waktu dan membangun hubungan.

Email list merupakan sesuatu yang Anda jual bersama dengan bisnis Anda, karena email list dapat menambah nilai yang signifikan untuk bisnis Anda dalam beberapa hal. Hal tersebut memungkinkan adanya kontak langsung dengan orang-orang yang telah baik yang sudah menghabiskan uang pada bisnis Anda, tertarik pada produk atau sangat bersemangat tentang industri Anda. Berikut adalah 5 alasan kenapa email marketing dapat menjadi kunci keberhasilan e-commerce Anda:

  1. Email akan terus menerus unggul dibanding channel media sosial lainnya

Semua tahu bahwa media sosial adalah sebuah media yang besar untuk mendistribusikan konten dan marketing messages. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa email marketing 40x lebih efektif dibandingkan dengan platform media sosial lainnya untuk meningkatkan sebuah penjualan. Ini dikarenakan dengan email, Anda bisa melakukan percakapan dengan pelanggan di tempat yang lebih privasi, yaitu inbox email.

  1. Email menjadi marketing channel yang lebih efektif

Mengirim email ke ratusan pelanggan? Anda pasti akan menghawatirkan waktu yang akan banyak terbuang. Tenang, jika Anda menggunakan email marketing software seperti DocoBlast tentu hal itu tidak akan menjadi masalah. Anda akan lebih hemat waktu dan biaya.

  1. Email memberikan traffic dan sales

Dengan mengirimkan pesan Anda pada segmen tertentu dalam email list Anda, Anda dapat menggunakan email list untuk menjangkau pelanggan dalam berbagai cara.

Anda bisa menggunakan newsletter yang  menyajikan berbagai macam info terbaru mengenai produk-produk terupdate. Selain itu, Anda juga bisa memberikan reward kepada pelanggan setia berupa diskon eksklusif misalnya.

  1. Email adalah sahabat dari content marketing

Content marketing adalah strategi pemasaran dimana kita merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten yang mampu menarik audiens yang tepat sasaran, kemudian mendorong mereka menjadi kustomer. Bisnis dapat menarik lebih banyak perhatian para pelanggan dengan memberikan konten email yang relevan dan mengedukasi.

  1. Pelanggan lama akan mendatangkan keuntungan dibandingkan pelanggan baru

Pelanggan lama dapat dijadikan sebagai kunci untuk profit bagi bisnis Anda. Mereka sudah percaya dengan bisnis Anda, sehingga Anda tidak perlu bersusah payah menyakinkan mereka kembali untuk melakukan pembelian dari Anda lagi. Maka dari itu, untuk menjaga agar mereka tetap melakukan pembelian ke bisnis Anda secara rutin, maka Anda harus menjaga hubungan yang telah dibangun.

Email menjadi channel terbaik untuk pemasaran via digitalmarketer.id

Itulah beberapa alasan yang menjadikan email marketing sebagai salah satu kunci keberhasilan bisnis Anda. Hingga saat ini, email masih mejadi channel terbaik untuk meningkatkan penjualan. Anda juga bisa mencoba free email marketing Docoblast agar email marketing Anda berjalan sempurna.

 

30
June2015
Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List
Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List

Tidak banyak prinsip dalam marketing efektif yang sama pentingnya seperti segmentasi. Coba pikirkan: perbedaan kebutuhan, karakteristik, dan perilaku para customer Anda akan membentuk setiap bagian dari marketing Anda. Faktor-faktor ini mempengaruhi kreatifitas kampanye, saluran kampanye, dan bahkan mempengaruhi desain produk. Continue reading 3 Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List

1
June2015
Indikator Yang Harus Ditelusuri Oleh Semua Pelaku Email Marketing
Indikator Yang Harus Ditelusuri Oleh Semua Pelaku Email Marketing

Ada banyak hal yang bisa dibicarakan ketika berurusan dengan cara melakukan email marketing yang baik. Kita bisa menghabiskan berhari-hari membicarakan tentang komponen-komponen paling penting dari email marketing, kesalahan-kesalahan email marketing yang umum dilakukan, dan contoh-contoh email marketing yang hebat. Tapi pada akhirnya, tidak ada artinya seberapa hebat email Anda jika Anda tidak bisa melihat hasil dari upaya yang telah Anda lakukan.

Karena itu, mari kita lihat beberapa indikator yang perlu ditelusuri oleh setiap pelaku email marketing.

1) Click-through Rate

Click-through rate (CTR) mungkin adalah jawaban pertama yang akan Anda dapat ketika bertanya kepada seorang pelaku email marketing, indikator apa yang mereka telusuri. Sebagian orang menyebutnya indikator email marketing “harian”, karena indikator ini memungkinkan Anda menghitung kinerja setiap email yang Anda kirim. Dari sana, Anda bisa menelusuri bagaimana CTR Anda berubah dari waktu ke waktu.

CTR merupakan indikator yang sangat penting karena memberikan pengetahuan langsung tentang berapa banyak orang dalam contact list Anda yang  membentuk engagement dengan konten Anda dan tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang brand atau penawaran Anda.

2) Tingkat Konversi

Setelah seorang penerima email mengklik sebuah link dalam email Anda, tujuan berikutnya adalah membuat mereka tertarik pada penawaran Anda – dengan kata lain, mengambil tindakan yang telah disarankan oleh email Anda. Sehingga jika Anda mengirim sebuah email untuk menawarkan peluang bagi audiens Anda untuk men-download, misalnya ebook gratis, maka Anda bisa mempertimbangkan setiap orang yang benar-benar men-download ebook tersebut sebagai sebuah konversi.

Karena definisi sebuah konversi terkait langsung dengan call-to-action pada email Anda, dan call-to-action Anda harus terkait langsung pada tujuan keseluruhan email marketing Anda, maka tingkat konversi merupakan salah satu indikator paling penting untuk menentukan sejauh mana Anda telah mencapai tujuan-tujuan Anda.

3) Bounce Rate

Bounce rate mengukur persentase total email terkirim yang tidak bisa masuk ke dalam inbox penerima. Ada dua jenis bounce email yang perlu ditelusuri, yaitu hard bounces dan soft bounces.

Soft bounces adalah akibat dari sebuah masalah sementara pada alamat email yang valid, seperti inbox penuh atau masalah dengan server penerima. Server penerima biasanya menampung dahulu email ini untuk kemudian dikirimkan kembali setelah masalah teratasi. Anda juga bisa mencoba mengirim ulang pesan email Anda ke alamat yang mengalami soft bounces.

Hard bounces adalah akibat dari alamat email yang tidak valid, tertutup, atau justru tidak ada. Emails seperti ini tidak akan pernah berhasil terkirim. Anda harus segera menghapus alamat-alamat email yang mengalami hard bounces dari contact list Anda, karena penyedia layanan internet (ISP) menggunakan bounces rate sebagai salah satu faktor kunci untuk menentukan reputasi IP pengirim email. Dengan memiliki begitu banyak hard bounces bisa membuat perusahaan Anda terlihat seperti tukang spam di mata ISP.

4) Tingkat Pertumbuhan List

Selain indikator call-to-action (CTR, tingkat konversi), Anda juga perlu memperhatikan pertumbuhan dan kehilangan dalam list Anda. Tentu tujuan Anda adalah menumbuhkan contact list untuk memperluas jangkauan, mengekspansi audiens, dan memposisikan diri Anda sebagai seorang pemimpin industri yang kuat. Tetapi faktanya, secara alami akan ada alamat email tertentu yang menjadi “layu” dalam list Anda, dan akan kadaluwarsa sekitar 25% setiap tahun – yang berarti bahwa lebih penting untuk memperhatikan pertumbuhan list subscriber Anda dan mempertahankannya pada ukuran yang sehat.

5) Tingkat Email Sharing/Forwarding

Persentase dimana penerima email Anda mem-forward atau membagikan email Anda dengan orang lain mungkin tidak tampak begitu signifikan, tetapi ini merupakan salah satu indikator terpenting yang perlu ditelusuri.

Mengapa? Karena dengan inilah Anda menghasilkan kontak-kontak baru. Kumpulan orang dalam contact list Anda sudah otomatis masuk dalam database. Sehingga ketika konversi masih menjadi fokus utama, ini tidak akan membantu Anda dalam menarik leads baru. Dorong para pembaca Anda untuk meneruskan email Anda ke seorang teman atau rekan jika mereka menganggap kontennya bermanfaat, dan mulailah telusuri berapa banyak orang baru yang bisa Anda tambahkan ke database Anda dengan cara ini.

6) ROI (Laba atas investasi) keseluruhan

Seperti halnya setiap marketing channel, Anda harus mampu menentukan nilai ROI (laba atas investasi) keseluruhan dari email marketing Anda. Jika Anda belum melakukannya, buatlah sebuah sistem dimana Anda memberikan nilai-nilai berbeda kepada berbagai tipe leads berdasarkan kemungkinan mereka menghasilkan pendapatan untuk perusahaan Anda.

Berapa banyak dari setiap tipe leads ini yang Anda hasilkan lewat email marketing? Bagaimana ini bisa diterjemahkan menjadi pendapatan potensial? Pendapatan aktual? Ini adalah jenis-jenis indikator yang akan membantu menunjukkan kepada bos dan tim penjualan Anda seberapa bernilai email marketing.

Tentukan Indikator Yang Mau Digunakan

Apapun tujuan Anda (dan tentunya bisa lebih dari satu), hal berikutnya yang Anda perlu lakukan adalah menentukan indikator mana yang akan Anda gunakan untuk meraih tujuan email marketing.

Telusuri semua indikator ini dalam pekerjaan Anda, dan mulailah dengan free email marketing.

29
May2015
Penjelasan tentang sender score
Penjelasan tentang sender score

Sekilas email marketing kelihatan seperti hal yang mudah dilakukan bagi strategi inbound marketing Anda. Tulis email yang bagus, tambahkan beberapa gambar menarik, kirimkan ke contact list optin Anda, dan perhatikan customer berdatangan.

Bahkan jika semudah itu, tahapan yang sering diremehkan oleh para pelaku marketing adalah betapa sulitnya untuk mendapatkan email yang benar-benar masuk ke dalam inbox penerima. Kelihatannya sepele, tetapi ada puluhan bagian yang terlibat dalam keterkiriman email, dan bagian yang paling besar adalah reputasi IP pengirim email.

Untungnya, ada sebuah layanan yang memiliki  sebuah sistem bernama Sender Score (Skor Pengirim), yang memberikan Anda informasi tentang reputasi IP Anda sebagai seorang pengirim email.

Sudahkah Anda memeriksa Sender Score Anda? Jika Anda tahu Sender Score Anda, apakah Anda mengerti apa artinya bagi reputasi Anda sebagai pelaku email marketing? Jika Anda tertarik dengan reputasi Anda sebagai pengirim email, teruslah baca artikel ini untuk mempelajari segala sesuatunya yang Anda perlu ketahui tentang Sender Score.

Apa itu Sender Score?

Sender Score adalah sebuah layanan gratis, dimana algoritma Sender Score memberi rating terhadap reputasi setiap alamat IP server mail dengan skala 0-100. Dengan mengumpulkan data dari lebih 60 juta mailbox di ISP-ISP besar mereka merekam apakah orang sering melakukan unsubscribe atau melaporkan spam dari pengirim email tertentu, dan kemudian memberikan skor pengirim berdasarkan pemantauan tersebut. Sender Score Anda akan terus berubah tergantung pada kebiasaan mengirim email Anda dan respon dari para penerima.

Sender Score adalah sebuah angka penting untuk tetap berada di posisi teratas, karena mail servers akan sering memeriksa Sender Score Anda sebelum memutuskan apa yang akan mereka lakukan terhadap email Anda. Semakin rendah Sender Score Anda, maka semakin sulit untuk email Anda masuk ke inbox seseorang. Ada banyak hal yang bisa berdampak pada keterkiriman email Anda, tetapi laporannya menyatakan bahwa 83% email tidak terkirim ke inbox, disebabkan karena reputasi pengirim yang buruk.

Bahkan jika sebuah jaringan email atau ISP tidak menelusuri Sender Score Anda untuk menentukan apakah mereka akan mengirimemail Anda atau tidak, namun faktor-faktor yang digunakan dalam menentukan Sender Score Anda mirip dengan yang digunakan oleh jaringan-jaringan email dan ISP untuk menentukan reputasi pengirim Anda. Oleh karena itu, skor ini merupakan alat reputasi pengirim email yang sangat baik dan gratis untuk memastikan Anda menyadari dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki setiap masalah keterkiriman.

Bagaimana Menginterpretasi Skor?

Skor dihitung rata-rata 30-hari dan mengindikasikan ranking sebuah alamat IP terhadap alamat IP lainnya. Semakin skor Anda mendekati 0, maka semakin buruk reputasi Anda, dan jika skor Anda mendekat 100, maka itu berarti reputasi Anda sangat baik.  Sekarang mari kita uraikan item-item yang dijadikan dasar dalam menilai skor Anda:

  • Keluhan: Bagaimana keluhan-keluhan tentang sebuah alamat IP dibanding dengan semua alamat IP lainnya. Tingkat keluhan dihitung sebagai jumlah keluhan dibagi dengan jumlah email yang diterima, dan skor keluhan adalah ranking yang didasarkan pada tingkat keluhan yang Anda terima.
  • Volume: Meskipun bukan satu-satunya indikasi bahwa reputasi pengirim baik atau buruk, namun ini adalah bagian penting dari algoritma keseluruhan. Sebagai contoh, sebuah alamat IP yang mengirim 100 pesan dan menerima 99 keluhan mungkin baik-baik saja.
  • Reputasi Eksternal: Bagaimana kinerja alamat IP dibanding semua alamat IP lainnya dalam hal beragam blacklist dan whitelist eksternal.
  • Pengguna yang tidak diketahui: Tingkat pengguna yang tidak diketahui diambil langsung dari log SMTP masuk dari ISP-ISP yang berpartisipasi, dengan menelusuri seberapa sering alamat IP mencoba mengirim sebuah pesan ke alamat email yang tidak ada.
  • Ditolak: Ini merepresentasikan seberapa sering email mengalami bounce dibanding dengan alamat IP lain.
  • Diterima: Jumlah pesan email yang diterima untuk pengiriman, jumlah ini dinyatakan sebagai jumlah pesan yang dilihat dikurangi jumlah pesan yang ditolak.
  • Persentase Diterima: Rasio alamat email yang diterima untuk pengiriman dibandingkan dengan pesan-pesan email yang dicoba untuk dikirim. Ini adalah jumlah pesan yang diterima untuk pengiriman, dibagi dengan jumlah pesan yang dilihat.
  • Persentase Pengguna Yang Tidak Diketahui: Rasio antara pengguna yang tidak diketahui, atau alamat email yang tidak valid, dibandingkan dengan jumlah email yang dilihat.

Jadi, skor yang baik itu seperti apa? Jika skor Anda di atas 90, maka selamat! Itu adalah Sender Score yang sangat baik. Jika skor Anda antara 50 – 80, maka ada sesuatu yang tidak beres. Jika skor Anda kurang dari 50, berarti kemungkinan besar Anda adalah tukang spam.

Apa yang Harus Dilakukan jika Memiliki Sender Score yang Buruk?

Penjelasan Tentang Sender Score
Apa yang Dilakukan Saat Memiliki Sender Score yang Buruk

Langkah pertama adalah mengetahui berapa skor Anda. Mungkin butuh beberapa beberapa bulan atau beberapa tahun untuk memperbaiki Sender Score yang rendah, sehingga semakin cepat Anda mengetahui masalahnya maka semakin baik. Ada beberapa aspek dari email marketing yang perlu Anda periksa dan mungkin perlu diubah untuk memperbaiki Sender Score dan tingkat keterkiriman email, berikut beberapa hal yang dipertimbangkan oleh Sender Score:

  • Volume Pengiriman Email Tidak Konsisten
    Jika volume pengiriman email meningkat konstan, skor akan mempertahankan angka yang baik. Akan tetapi, jika Anda mengirim 5.000 email pada hari Senin, 200 pada hari Jumat, dan tidak ada selama seminggu, dan kemudian 15.000, maka Anda kemungkinan besar akan dikategorikan mengirim volume email yang tidak konsisten.
  • Frekuensi Mengirim
    Seperti halnya volume kiriman yang harus konsisten, begitu juga dengan frekuensi email Anda diterima. Mengirim email setiap hari, setiap dua hari, setiap minggu – seberapapun yang Anda butuhkan, Pastikan Anda tidak hanya terjun satu kali lalu meninggalkannya selama satu bulan, lalu kemudian muncul kembali dan berharap tidak mendapatkan hukuman. Ketika Anda menyempurnakan email marketing Anda, Anda akan mampu mengetes frekuensi pengiriman email yang optimal untuk para penerima Anda.
  • Alamat IP Yang “Dingin”
    Jika Anda baru dalam email marketing, Anda mungkin telah mengabaikan untuk menghangatkan alamat IP Anda. Mulailah email marketing dengan sebuah alamat IP baru dengan kumpulan-kumpulan kecil yang terdiri dari orang-orang terbaik dalam contact  list Anda – Anda tahu, orang-orang yang suka dengan Anda dan tidak akan menandai Anda sebagai SPAM atau unsubscribe dari komunikasi-komunikasi dengan Anda. Perlahan-lahan tingkatkan jumlah orang yang Anda kirimi email untuk menghangatkan IP Anda dan buktikan Anda adalah pengirim yang aman.
  • Blacklist
    Ada sekitar 50 blacklister  di luar sana yang telah diketahui sebagai alamat IP penebar spam. Return Path juga menyediakan layanan untuk melihat apakah Anda ada di dalam blacklist tersebut.Dengan mengasumsikan Anda adalah pelaku email marketing kompeten yang tidak mengetahui beberapa aturan untuk keterkiriman email yang baik, silakan kunjungi situs-situs yang mem-blacklist Anda untuk berkonsultasi tentang apa yang diperlukan untuk melepaskan Anda dari blacklist. Jika Anda menghubungi mereka untuk penghapusan dari blacklist, mereka akan membantu Anda memahami mengapa Anda di-blacklist dan apa yang Anda dapat lakukan untuk meningkatkan metode-metode email marketing.
  • Terjebak dalam Perangkap Spam
    Jebakan spam adalah sebuah alamat email yang dulunya valid, tetapi sekarang tidak lagi, sehingga akan mengumpulkan pemberitahuan hard bounce ketika Anda mengirimkan email kepada mereka. Akan tetapi, ketika sebuah server email kecil melihat trafik yang konsisten menuju email mati tersebut, maka mereka bisa mengubah email tersebut menjadi jebakan spam yang akan berhenti mengembalikan hard bounce, tetap menerima pesan lalu melaporkan pengirim sebagai penebar spam.Pesan moralnya adalah jika Anda tidak memantau hard bounce Anda dan tidak menghapusnya dari contact  list aktif Anda, maka Anda bisa dipersepsi sebagai tukang spam.
  • Laporan SPAM
    Terakhir, jika para penerima email menganggap Anda adalah tukang spam dan mengidentifikasi Anda melalui sebuah laporan SPAM, maka reputasi pengirim Anda akan rusak. Periksa seberapa sering email Anda ditandai sebagai SPAM – biasanya yang masih bisa diterima adalah 1 diantara setiap 1000 pengiriman email.

Ada beberapa faktor lain untuk membuat email Anda masuk ke dalam inbox penerima seperti konten email Anda, infrastruktur email dan lainnya. Tetapi jika Anda ingin memulai email marketing secara tepat, pembentukan dan penjagaan reputasi pengirim email  yang  baik merupakan salah satu kualitas paling penting dalam program email marketing Anda.

Bukan DocoBlast customers? Mulai kampanye Anda dengan free email marketing sekaligus Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

25
May2015
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing

Di dunia digital marketing, strategi email marketing memang sangat menjanjikan. Walaupun belakangan ini kampanye melalui social media juga sedang naik daun, apalagi bisnis yang menargetkan konsumen-konsumen muda. Tetapi faktanya,  kampanye dengan strategi email marketing masih merupakan cara yang paling efektif.

Mengapa demikian?

Konsumen muda yang kebanyakan berada diumur 17 sampai dengan 25 tahun, lambat namun pasti, merasa semakin tidak nyaman dengan social media marketing. Mereka merasa tidak nyaman saat Facebook feed atau  timeline Twitter mereka dipenuhi oleh iklan-iklan yang tidak mereka ketahui. Ditambah lagi dengan maraknya akun bot Twitter yang berupa akun auto-reply atau auto-retweet yang menggangu kenyamanan pengguna social media.

Itulah mengapa email marketing masih mempunyai keunggulan karena email yang berisi kampanye dan promosi-promosi tersebut hanya dikirim ke mereka yang memang menginginkan dan mengizinkannya.

Namun sayangnya, masih banyak pelaku marketing—pemula maupun sudah bertahun-tahun—yang masih ceroboh dan melakukan kesalahan-kesalahan dasar saat menjalankan email marketing mereka, dan tentu saja membuat kampanye yang dikirim menjadi sia-sia.

Oleh karena itu kesalahan-kesalahan dasar berikut ini harus dihindari untuk memaksimalkan email marketing Anda :

1.     Kesalahan dalam memilih subject email

Subject email adalah “pintu masuk” pada sebuah email dan kuncinya adalah struktur kata-kata yang menarik, yang memancing customer untuk membuka email tersebut. Kesalahan pemilihan kata-kata dapat membuat customer tidak tertarik membuka email Anda. Lebih buruk lagi, kesalahan pemilihan kata dapat membuat email Anda ditandai sebagai spam.

2.    Contact List email yang tidak tertarget dengan jelas.

Ada beberapa orang yang percaya bahwa membeli contact list email adalah rahasia kesuksesan secara instan yang membuat email marketing Anda sukses. Faktanya, seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, membeli contact list email sangatlah beresiko. Dengan membeli contact list email, sama saja Anda mengirim email marketing ke orang-orang yang tidak menginginkanya. Hal tersebut bisa merusak reputasi perusahaan sekaligus brand Anda.

3.    Desain yang tidak responsif

Di era smartphone ini, sebagian orang sudah membuka email mereka dengan menggunakan perangkat mobile. Menggunakan desain yang tidak responsif membuat orang yang menerima email Anda akan segera menutup email tersebut karena tidak nyaman dilihat dari smartphone mereka.

Jadi, pastikanlah desain email Anda responsive. Bukan hanya nyaman dilihat saat dibuka dari PC, tetapi juga nyaman saat dilihat dari tablet atau smartphone.

4.    Konten yang tidak menarik

Content is the king. Jangan pernah mengirim email yang hanya memberitahukan bahwa Anda “exist” di dunia ini tanpa memikirkan apakah email yang Anda kirim menarik atau tidak. Pikirkanlah konten yang menarik dan informatif karena itulah yang diinginkan customer Anda. Semakin menarik konten yang Anda berikan, semakin positif image dari brand Anda akan terbentuk.

Tidak mau mengulang kesalahan yang sama? Mulai kampanye Anda sekarang dengan free email marketing !

15
May2015
Statistik Double Opt-in vs. Single Opt-in
Statistik Double Opt-in vs. Single Opt-in

Ada perdebatan panjang di antara pelaku email marketing tentang konfirmasi subscriber ke dalam list dengan cara double optin (dua langkah) atau single optin (satu langkah). Pada akhirnya, para pengirim email harus memilih antara kuantitas atau kualitas list. Sebagai salah satu Email Service Provider (ESP), kami cenderung peduli tentang kualitas list Anda, karena reputasi IP yang digunakan untuk mengirim menjadi taruhannya.

Banyaknya alamat email buruk dalam contact list Anda bisa merusak jutaan alamat email yang baik. Itulah sebabnya mengapa Anda akan mendengar dari para ESP begitu banyak tentang konfirmasi list double optin. Sebelum melanjutkan, jika Anda merasa bingung tentang apa yang dibicarakan di sini, lebih baik Anda membaca terlebih dahulu tentang pengertian apa itu single optin atau double optin.

Ketika berbicara tentang double optin, kita cenderung mendengar customer mengatakan, “Mengapa saya harus menyulitkan orang untuk subscribe dengan list saya?” Bisa dimengerti. Tetapi, double optin tidak mengharuskan orang yang ingin menerima email dari Anda untuk membuka email tersebut. Ini hanya tahapan ekstra yang saja dilakukan Anda. Kekurangan-kekurangan dalam pengumpulan list cenderung menghasilkan bounce, blacklisting, jebakan spam, dan hal licik lainnya.

Pertanyaannya adalah, apakah penggunaan double optin benar-benar akan meningkatkan statistik yang penting, yaitu : open rate, click through rate, bounces, dan unsubscribe?

Berikut ini adalah statistik dari sebuah sampel acak dalam database yang terdiri dari 30.000 pengguna yang telah mengirim sekurangnya 10 kampanye. Para pengguna ini memiliki list yang berisi antara 500 sampai 1,5 juta. Beberapa diantaranya mengirim setiap hari, dan beberapa lagi mengirim beberapa kali dalam sebulan.

Statistik yang Lebih Tinggi

Seperti yang bisa Anda lihat, list double optin memiliki open rate (jumlah buka) yang lebih baik.

Statistik unique open
Statistik unique open

Penting untuk diingat bahwa ini adalah unique open. Itu berarti kami hanya menghitung open pertama per subscriber. Terlihat bahwa meskipun double optin memiliki peningkatan jumlah unique open 72,2%, namun mereka memiliki 75,6% peningkatan total open rate. Sehingga list double optin tidak hanya mendapatkan open rate yang lebih banyak, tetapi juga mendapatkan lebih banyak jumlah buka per subscriber.

Grafik berikut menunjukkan bahwa list double optin memiliki 114% peningkatan jumlah klik dibandingkan dengan list single optin.

Statistik jumlah klik
Statistik jumlah klik

 

Statistik Lebih Rendah

Ada beberapa statistik yang semakin rendah akan semakin bagus. Yang pertama adalah bounce rate. Dengan menggunakan list double optin Anda bisa mengurangi bounce rate sebesar 48,3%.

statistik soft bounce
statistik soft bounce
hard bounce
statistik hard bounce

 

Terakhir, Anda akan sangat tertarik dengan jumlah unsubscribe.  Statistik membuktikan list double optin memiliki jumlah unsubscriber  7% lebih rendah dibandingkan dengan list single optin. Kita tidak akan menyebut itu sebagai angka yang ajaib, tetapi angka tersebut memberikan sedikit ruang bernapas. Angka ini juga membuktikan bahwa banyak dari subscriber single optin yang tidak menginginkan email Anda.

Ingatlah, mempermudah proses unsubscribe adalah cara yang jauh lebih baik daripada audiens Anda menekan tombol spam dan melupakan tentang Anda. Jika memungkinkan, mari kita hindari hal tersebut.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

13
May2015
Apa Itu Email Transaksional?
Apa Itu Email Transaksional?

Banyak profesional marketing yang sangat terampil dalam mengirim email kepada calon customers, lalu membuat mereka menjadi seorang customer aktif atau loyalis brand. Akan tetapi, untuk mereka yang baru dalam dunia marketing dan bahkan beberapa pelaku marketing yang sudah lama berkecimpung pun belum sepenuhnya memahami bagaimana membuat email transaksional yang efektif.

Jika Anda bingung, baik karena Anda tidak yakin apa itu email transaksional atau Anda tidak yakin apa perbedaan email transaksional dengan email lainnya, maka tulisan ini sangat tepat untuk Anda.

Apa sebenarnya email transaksional itu? Mengapa email transaksional merupakan bagian penting dari email marketing?

Pertama-tama, email transaksional tidak hanya terkait dengan pelaku marketing e-commerce (ini persepsi yang umum yang salah). Email transaksional adalah email yang dikirim perusahaan kepada kontak, leads, atau customer untuk membantu memfasilitasi atau menindaklanjuti suatu jenis tindakan yang telah dilakukan oleh pengguna di website mereka.

Tetapi jenis tindakan apa yang kita sedang bicarakan di sini? Ya, tindakan itu bisa salah satu dari banyak tindakan. Berikut tindakan-tindakan paling umum yang bisa memicu sebuah email transaksional:

  • Konfirmasi order
  • Email tindak-lanjut setelah men-download sebuah konten – seperti whitepaper atau ebook
  • Email terima kasih karena telah menyelesaikan sebuah tindakan – seperti pengisian sign-up form

Beberapa email transaksional bisa mendorong penerima untuk segera melakukan tindakan, sementara beberapa lainnya hanya berfungsi sebagai konfirmasi dan tidak memerlukan tindakan. Pesan-pesan seperti ini hanya merupakan cara untuk mengkonfirmasi bahwa sesuatu telah terjadi sebagai akibat tindakan pengguna, terkadang bahkan menyampaikan informasi tambahan yang terkait dengan tindakan yang mereka lakukan.

Misalnya, seseorang bisa menggabungkan antara email terima-kasih dengan email untuk promosi – dan bahkan memasukkan upsell, crosssell, atau informasi lain yang membantu menggerakkan penerima lebih jauh ke bawah corong penjualan.

Email Transaksional Memberikan Peluang Marketing yang Besar

Banyak pebisnis mengasumsikan bahwa mereka hanya boleh mengirim email transaksional ke customer ketika customer membeli sesuatu dari bisnis tersebut. Tetapi ingat, Anda tidak harus menjadi seorang pelaku marketing e-commerce untuk mengirim sebuah email transaksional – email seperti ini bisa dikirim untuk setiap transaksi, tidak tergantung pada apakah ada uang yang terlibat atau tidak.

Di situlah dimana peluang besar ada dengan sendirinya bagi pelaku marketing. Email transaksional biasanya dikirim setelah ada tindakan berarti yang dilakukan oleh seorang pengunjung ke website Anda. Sebuah tindakan yang mengindikasikan bahwa mereka mempercayai Anda, tertarik dengan Anda. Inilah sebabnya mengapa emailemail transaksional merupakan salah satu dari email yang memiliki open rate paling tinggi karena penerima tertarik terhadap konten email tersebut.

Jika para penerima membuka emailemail transaksional Anda, maka itu adalah peluang yang sangat besar untuk memberikan informasi tambahan yang Anda ingin beri tahu kepada para pembaca tersebut tentang perusahaan Anda.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

12
May2015
Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in
Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in

Jika Anda baru dalam email marketing, Anda mungkin tidak memahami perbedaan antara list yang opt-in, opt-out, double opt-in, dan confirmed opt-in. Berikut adalah daftar singkat bagaimana masing-masing metode ini bekerja, ditambah sejumlah pro dan kontra-nya :

1. Opt-out

Ini adalah cara lama untuk membangun contact list dimana Anda biasanya memiliki suatu formulir untuk diisi orang-orang. Pada bagian dasar halaman ditempatkan sebuah box kecil yang telah diberi tanda centang, dengan tulisan seperti, “Ya, tolong daftarkan saya untuk newsletter email Anda!”

Ini bisa dikategorikan sebagai cara yang curang, tetapi secara teknis tindakan ini dianggap legal. Kami sangat menganjurkan untuk tidak melakukan ini, karena hasilnya Anda akan mendapatkan orang-orang yang sebenarnya tidak paham mengapa mereka bisa masuk ke dalam contact list Anda, yang kecil kemungkinan membuka dan membaca email Anda, dan lebih buruk akan menandai email Anda sebagai spam untuk membuat server Anda di blacklist. Oleh karena itu, jauhilah cara ini.

2. Opt-in / Single Opt-in

Metode ini membuat orang-orang akan masuk ke contact list jika mereka benar-benar mengisi sebuah formulir registrasi (sign-up form). Meskipun cara ini jauh lebih baik dibanding optout, namun tetap ada kekurangannya. Orang yang Anda targetkan bisa saja mendaftarkan teman atau anggota keluarga tanpa seizin mereka. Dengan begitu Anda akan mengirim email ke orang-orang yang tidak pernah mendengar Anda. Biasanya, mereka tidak akan senang.

3. Confirmed Opt-in

Metode ini mirip dengan metode single optin, tetapi setelah seseorang mendaftar untuk contact list, Anda akan mengirimi mereka email konfirmasi yang umumnya berisi ucapan terima kasih dan memuat sebuah link untuk unsubscribe dari list Anda (sebagai antisipasi jika mereka didaftarkan oleh orang lain tanpa seizin mereka).

Secara umum, metode ini terlihat jauh lebih baik dibanding single optin, karena orang bisa keluar jika memang mereka tidak pernah mendaftar untuk list Anda. Tetapi coba pikirkan. Jika seseorang mendaftarkan Anda untuk sebuah list yang tidak pernah Anda dengar, dan Anda mendapatkan email konfirmasi begitu saja, memangnya Anda akan membuka dan membaca email tersebut? Sebagian orang bisa saja langsung menandai email Anda sebagai spam karena mereka tidak mengenal Anda.

4. Double Opt-in

Seseorang mendaftar untuk masuk ke list, lalu Anda mengirim email konfirmasi dengan sebuah link yang harus mereka klik sebelum mereka masuk ke dalam contact list Anda. Jika mereka tidak meng-klik link tersebut, mereka tidak akan masuk ke dalam list. Menurut pendapat kami, ini merupakan cara terbaik untuk menangani contact list Anda. Kelebihan pendekatan ini antara lain :

– Hanya orang yang benar-benar tertarik mendengar pesan dari Anda yang akan melakukan double optin, sehingga persentase click-through rate (tingkat keterbukaan) terhadap email yang dikirim akan jauh lebih tinggi (ada perbedaan 20% lebih tinggi dengan double opt-in).

– Karena audiens Anda benar-benar ingin mendengar pesan dari Anda, Anda bisa mengisi email dengan lebih banyak iklan yang bisa Anda jual.

– Pesaing Anda tidak akan mampu mendaftar ke dalam contact list Anda, lalu melaporkan Anda sebagai tukang spam, karena Anda memiliki bukti bahwa mereka double opt-in. Oh ya, ini memang sering terjadi.

Kekurangan? Beberapa pelaku marketing khawatir kalau orang akan merasa metode ini terlalu ribet dan tidak akan pernah mengklik link konfirmasi yang dikirim.

Tetapi kita harus memikirkan ini: Jika seseorang terlalu malas atau tidak rela (atau tidak kompeten) untuk mengklik link konfirmasi yang sederhana, apakah Anda pikir mereka benar-benar akan membaca email Anda, atau bahkan meresponnya? Anda tahu sendiri jawabannya.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

11
May2015
10 Alasan mengapa anda harus membangun contact list
10 Alasan mengapa anda harus membangun contact list

Baik Anda seorang pelaku marketing, pebisnis lokal, mahasiswa atau siapapun, Anda pasti mempunyai email. Tahukah Anda mengapa Facebook meminta alamat email ketika mendaftar? Demikian juga dengan Twitter, LinkedIn, Instagram, dsb? Mereka menginginkan alamat email Anda untuk dijadikan contact list yang berguna bagi bisnis mereka.

Dalam bahasa sederhana :

Jika Anda tidak punya contact list, sama saja anda membuang-buang tenaga dan menunda datangnya uang ke meja Anda. 

Contact list adalah sekumpulan alamat email dengan rincian personal seperti nama atau nomor telepon, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan subscribers kapan saja dan dimana saja.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Anda HARUS mempunyai contact list.

  1. Contact list adalah milik Anda sepenuhnya

Mungkin Anda punya akun di sosial media seperti Google+, grup Facebook atau fan page. Tapi apakah para followers di jejaring-jejaring sosial ini adalah milik Anda? Maksudnya, bisakah Anda berkomunikasi dengan mereka secara langsung?

Tentu saja tidak.

Tetapi, jika Anda punya contact list, Anda bisa berkomunikasi dengan para followers secara langsung melalui email. Ada 4 alasan mengapa email sangat efektif sebagai alat komunikasi dengan customers :

  • Email bersifat personal. Karena itu Anda bisa mempersonalisasi pesan Anda dengan santai dan ramah — cara yang sangat baik untuk membangun kepercayaan orang-orang.
  • Email bersifat langsung. Tidak ada perantara. Pesan Anda disampaikan langsung dari Anda ke audience .
  • Email bersifat pribadi. Dengan email orang bisa menjadi diri mereka sendiri dan secara terus terang menceritakan tentang apa yang mereka hadapi, apa yang mereka inginkan, atau pertanyaan yang mereka miliki. Berbeda dengan komentar-komentar publik di sosial media.
  • Email tidak punya batas: Anda bisa mengirim eBook, panduan dalam bentuk PDF, bahkan tutorial video yang bisa di-download langsung ke inbox subscriber.
  1. Email bukan cara yang kuno

Jika Anda berpikir tidak semua orang membuka email mereka dan pemasaran melalui email adalah hal yang kuno, coba Anda pikirkan lagi : mengapa perusahaan-perusahaan besar masih meminta alamat email ketika seseorang mendaftar di situs mereka? Apa yang Facebook minta ketika Anda mendaftar?

Jawabannya adalah email merupakan medium yang ampuh untuk berkomunikasi satu sama lain.

Kebanyakan orang yang punya email akan mengecek akun-akun mereka setiap hari. Saat ini diperkirakan ada 3,9 milyar akun email di seluruh dunia, bahkan jumlah tersebut diproyeksikan mencapai 4,9 milyar sampai 2017. Rasanya email masih jauh dari kata kuno.

Jika Anda tidak tertarik dengan ide membangun contact list karena merasa sudah ketinggalan zaman, maka Anda peru berpikir ulang.

  1. Email Marketing memiliki nilai ROI terbaik

Tidak jadi masalah industri apa yang Anda geluti, email marketing memiliki nilai ROI terbaik. Tidak ada yang bisa mengalahkannya.

ROI (Return On Investment atau laba atas investasi) email marketing adalah 4300%.

Fakta yang mengagumkan tentang angka ini adalah, ketika Anda telah memperoleh leads, Anda akan mendapatkan laba selama Anda mempertahankan subscribers tersebut.

Sekarang pikirkan, apakah ada metode marketing yang memiliki tingkat komunikasi dan ROI yang lebih baik dari email marketing?

  1. Bisa menjangkau banyak orang dalam sekejap dan tepat waktu

Kelebihan lain dari memiliki contact list adalah Anda bisa menjangkau customercustomer Anda dengan sangat cepat dan tepat waktu dengan menggunakan email blast.

Banyak orang membaca email di pagi hari. Dengan demikian, Anda bisa menjadwalkan pesan-pesan Anda untuk dikirimkan pukul 08.00 – 09.00 ke inbox email para subscriber berdasarkan waktu lokal mereka.

Memang Anda juga bisa menjadwalkan pesan di sosial media dengan menggunakan tools seperti Hootsuite. Tetapi, tidak ada peluang pesan tersebut bisa mencapai 100% follower akun sosial media Anda.

Jika Anda baru memulai marketing online, maka Anda mungkin menemukan bahwa sangat sulit untuk membangun engagement dengan semua audiens dari sosial media Anda, karena mereka memiliki minat berbeda-beda atau bahkan menggunakan bahasa yang berbeda.

  1. Bisa mendirikan atau membangun kembali setiap bisnis di setiap waktu

Inilah mengapa banyak pelaku marketing bersemangat meningkatkan jumlah subscriber. Mereka tahu bahwa contact list adalah emas. Ketika mereka ingin meningkatkan traffic ke mana saja atau ingin menghasilkan uang, mereka hanya mengirim email ke para subscriber mereka.

  1. Mengarahkan traffic instan kemana saja

Anda sudah tahu bahwa Facebook dan beberapa situs jejaring sosial lainnya telah membatasi jangkauan postingan-postingan Anda. Anda tidak dapat memprediksi secara pasti berapa banyak orang yang akan melihat postingan Anda di newsfeed Facebook mereka. Tetapi, jika Anda menggunakan email marketing sebagai taktik untuk mengarahkan traffic ke website Anda atau produk yang Anda jual, maka Anda bisa melihat result dari angka-angka click through rate dan siapa saja yang tidak menerima pesan Anda.

  1. Mendidik dan membangun engagement dengan customers potensial

Mendidik pembaca merupakan satu hal yang tidak bisa Anda lakukan dengan mudah. Anda mungkin ingin memiliki audience yang akan melakukan apa yang Anda suruh seperti membeli produk-produk Anda, atau sekedar mendatangi website perusahaan Anda.

Dengan email, Anda bisa membangun engagement dengan sangat mudah. Inilah mengapa email marketing bisa mengubah audiens pasif menjadi customer yang mau membeli produk Anda. Anda hanya perlu memiliki contact list dan mendorong audiens untuk subscribe, kemudian buat sebuah email lanjutan dan mengarahkan orang-orang yang ada dalam daftar Anda.

  1. Engagement yang lebih tinggi

Jika Anda memiliki contact list, Anda bisa meningkatkan engagement dengan mengirimkan pesan yang berisi informasi atau konten yang bermanfaat bagi audiens Anda . Dengan isi yang baik, Anda tidak harus melakukan banyak hal  karena engagement akan terbentuk secara otomatis.

  1. Dapatkan daya tarik yang layak diperoleh pesan Anda
    Jika Anda ingin menyebarkan pesan melalui digital marketing, dan memilih jejaring sosial yang padat seperti Twitter, Anda tidak akan bisa menjangkau setiap audiens potensial Anda.

Karena itulah, email marketing adalah solusi sederhana untuk berkomunikasi dengan target Anda.

  1. Membuat pengguna bertindak

Ketika Anda memiliki orang-orang yang aktif dalam contact list Anda, Anda bisa melakukan apa saja dengan list tersebut. Contohnya membagikan tulisan blog Anda, membagikan promosi khusus, sampai membuat pengumuman sebuah event dan mengajak orang-orang di list Anda untuk ikut serta.

Lalu apa langkah selanjutnya? Bangun contact list Anda !

Jika Anda sudah mempunyai contact list, Anda selangkah lebih maju dari orang lain. Jika Anda tidak memiliki contact list, jangan khawatir. Anda masih belum terlambat untuk membuat contact list pertama Anda.

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan hal yang baik.

Bukan DocoBlast customer? Gunakan free email marketing dan bangun unlimited contact list Anda sekarang!

5
May2015
9 Alasan untuk Tidak Membeli Contact List Email
9 Alasan untuk Tidak Membeli Contact List Email

Email marketing sangat penting bagi keberhasilan strategi marketing online. Survei membuktikan, email marketing memiliki nilai ROI (laba atas investasi) di atas 4300%. Sayangnya, sangat mudah bagi pelaku marketing baru untuk membuat kesalahan fatal yang bisa merusak keseluruhan program sekaligus reputasi perusahaan dengan membeli atau menyewa contact list email.

Membeli contact list terlihat sebagai cara instan agar email marketing Anda sukses. Karena itu metode ini sangat menarik bagi pelaku marketing baru tetapi buruk bagi mereka yang sudah berpengalaman.

Sebelum melihat lebih jauh mengapa tidak disarankan membeli atau menyewa contact list, coba kita pahami dulu 3 cara untuk mendapatkan contact list :

  1. Membeli contact list. Ada ratusan website dan perusahaan yang menjual contact list. List ini umumnya mencakup nama, alamat email, dan informasi personal lainnya serta sering dikelompokkan berdasarkan karakteristik demografis.
  2. Menyewa contact list. Menyewa contact list sama dengan “meminjam” sebuah contact list dari penyedia list atau mungkin dari rekan perusahaan Anda.
  3. Membangun contact list secara sistematis. Ini merupakan satu-satunya cara untuk membuat program email marketing yang sehat. Pertama, Anda bisa mendaftar kepada salah satu ESP (Email Service Provider) seperti DocoBlast dan kemudian Anda membangun sebuah list yang optin.

Sebuah list optin muncul ketika orang-orang dengan senang hati mendaftar untuk mendapatkan email dari Anda.

Mungkin Anda berpikir mengapa saya tidak beli saja contact list daripada harus membuatnya sendiri?

Jawabannya sederhana: Audiens yang Anda “beli” tidak mengenal Anda dan kemungkinan email Anda ditandai spam sangat besar. Fyi, mengirim spam adalah perbuatan melanggar hukum.

Coba kita lihat 9 alasan untuk tidak pernah membeli contact list email :

  1. List yang dijual, dibangun dengan metode-metode yang masih dipertanyakan.

Pikirkan tentang ini : perusahaan-perusahaan yang bereputasi tidak akan pernah menjual contact list mereka. Kalau begitu dari mana si penjual mendapatkan alamat-alamat email untuk membangun list yang akan dijual?

Salah satu metodenya adalah tipuan iklan banner. Jika Anda pernah mendapatkan iklan yang berbunyi seperti “Menangkan iPad gratis” atau “Dapatkan Voucher Liburan Gratis”, maka Anda telah menyaksikan metode seperti ini.

Orang yang mengklik iklan-iklan ini harus menjawab serangkaian pertanyaan dan memberikan informasi personal yang cukup rinci untuk mendapatkan “kesempatan menang”. Sayang sekali, biasanya tidak ada peluang sedikit pun untuk menang, dan orang yang memasukkan informasi mereka seringkali berakhir dalam contact list. Ini tentu bukan target ideal Anda.

Cara populer lainnya untuk mengumpulkan alamat email adalah melalui email harvesting, dimana para penjual contact list menggunakan bots untuk menelusuri website tertentu, jejaring sosial, dan forum-forum serta menyimpan alamat-alamat yang dikumpulkan dalam sebuah database. Database ini kemudian menjadi contact list yang bisa Anda beli.

  1. Penjualan contact list diiklankan dengan curang.

Para penjual contact list telah menguasai permainan memancing para pelaku-pelaku email marketing yang baru. Mereka ahli dalam membuat Anda merasa seperti baru saja menemukan sebuah “rahasia” untuk keberhasilan email marketing secara instan.

Sayangnya, keahlian mereka tidak mencakup dampak-dampak negatif dari mengirim email ke contact list yang dibeli.

Contact list yang dibeli tidak pernah optin (orang-orang di list tersebut tidak mendaftar untuk mendapatkan update email dari siapapun) dan mereka pastinya tidak ditargetkan secara akurat.

Banyak dari penjual contact list menggunakan kata-kata seperti “optin”, “target yang tepat”, dan “bersih” yang bisa membuat Anda percaya begitu saja. Namun sayang, kenyataannya tidak sebagus kedengarannya.

  1. Mengirim email ke contact list yang dibeli akan Merusak Sender Score Anda.

Sender Score adalah indikator reputasi IP Anda. Setiap alamat IP, atau sumber email, mendapatkan rating Sender Score dengan skala 0-100. Angka ini, yang dibuat dengan algoritma kompleks, dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk deliverability & laporan spam.

List yang dibeli umumnya memiliki bounce rate dan laporan spam yang sangat tinggi dan bisa merusak Sender Score Anda. Sender Score yang rendah tidak hanya akan membatasi kemampuan untuk menyampaikan email ke dalam inbox penerima, tetapi juga mencegah Anda untuk bekerja dengan ESP bereputasi.

Jika Sender Score Anda sudah sangat rendah karena tingginya bounce rate dan laporan spam, maka ada kemungkinan alamat IP Anda akan di-blacklist.

  1. Reputasi perusahaan Anda akan rusak.

Ketika Sender Score Anda menurun drastis dan Anda ada didalam blacklist, biasanya dibutuhkan bertahun-tahun sebelum Anda bisa mendapatkan kembali reputasi yang baik. Jelas bahwa membeli contact list adalah cara yang buruk.

  1. ESP yang bereputasi akan menendang Anda.

Jika Anda menggunakan layanan email marketing yang bereputasi atau berencana menggunakan jasanya, Anda tidak boleh menggunakan list yang dibeli, disewa, atau list pihak ketiga dengan jenis apapun.

Sekalipun Anda menemukan ESP yang mau mengirim ke contact list belian, Anda akan tetap membuat Sender Score yang rendah.

Ada alasan mengapa ESP yang baik tidak mau mengirim ke list yang dibeli. Mereka mempertahankan integritas dengan memungkinkan perusahaan tetap terhindar dari blacklist dan menjaga reputasi IP tetap solid.

Setiap ESP yang memperbolehkan tukang spam untuk mengirim tidak akan mempertahankan tingkat deliverability yang tinggi.

  1. Orang-orang dalam list yang dibeli tidak mengenal Anda.

Alamat-alamat email yang ada dalam sebuah list yang dibeli terhubung dengan orang sesungguhnya yang tidak mengharapkan komunikasi dari Anda dan tidak memiliki pengetahuan siapa Anda.

Bahkan jika list Anda penuh dengan orang-orang sungguhan, bayangkan betapa terganggunya mereka ketika mereka mendapatkan email Anda yang sama sekali tidak mereka kenal. Ini tentunya bukan cara yang baik untuk memperkenalkan perusahaan Anda.

  1. Menyewakan email adalah cara curang

Bagaimana cara kerja list sewaan? Perusahaan menjual peluang untuk mengirim email ke contact list mereka. Kedengaran curang, bukan? Memang benar.

Jika seseorang mendaftar untuk sebuah email dari sebuah perusahaan, apakah Anda pikir mereka benar-benar mau menerima email dari perusahaan lain? Tidak sama sekali.

  1. Contact list tidak bernilai jika tidak dibangun sendiri

Contact list  yang baik sangat bernilai sehingga tidak akan ada orang waras yang akan menjualnya dan menyia-nyiakan hubungan yang telah dibangun dengan susah payah.

Pikirkan tentang itu. Sebuah contact list yang sehat memiliki perhatian orang-orang di dalamnya dan hubungan yang Anda punya dengan orang-orang tersebut.

  1. Anda membuat kesan negatif tentang brand Anda

Bahkan jika Anda mendapatkan list ajaib dan emailemail Anda terkirim, pikirkanlah tentang kemungkinan respon negatif dari para penerima email Anda.

List yang dibeli berisi orang-orang yang tidak Anda kenal. Ketika mereka mendapatkan email dari perusahaan Anda secara misterius, bagaimana menurut Anda reaksi mereka?

Mereka bisa mengirim email Anda ke folder spam atau yang lebih buruk dengan menyebarkan tentang perusahaan Anda di media sosial. Pikirkanlah kembali jika mau mengirim email ke orang-orang yang tidak Anda kenal.

Satu-satunya cara untuk membangun contact list yang sehat, tepat sasaran, dan bersih adalah dengan membangunnya sendiri.

Membangun contact list yang terdiri dari para subscriber aktif memang memerlukan waktu dan usaha, tetapi contact list yang sehat akan menghasilkan laba atas investasi (ROI) di atas 4300%, it’s totally worth it.

Mulai kampanye email Anda dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim !