Category Archives: Permission-based Marketing

Berisi semua informasi yang berkaitan dengan email marketing berbasis izin

28
May2015
4 hal yang harus dilakukan oleh wekcme email atau email selamat datang
Pentingnya welcome email dalam email marketing

Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu tahu betapa pentingnya “first impression” dari bisnis Anda. Apakah itu kali pertama seseorang memasuki toko Anda, kali pertama seseorang menelpon kantor Anda, atau kali pertama seseorang mencari bisnis Anda di internet, Anda berupaya keras untuk memastikan para pelanggan pergi dengan berpikir positif tentang bisnis Anda.

Tetapi bagaimana dengan kesan pertama yang akan diperoleh seorang customer melalui email marketing bisnis Anda?

Manfaat “welcome email”                            

Kita cenderung lupa bahwa setiap kali seorang customer membuka email dari organisasi Anda, mereka benar-benar mengalami pengalaman yang bisa berimbas pada cara pandang mereka terhadap bisnis Anda.

Seperti ketika seseorang memutuskan untuk naik ke mobilnya dan mengunjungi toko Anda, ketika seseorang memutuskan mendaftar untuk menerima rangkaian email Anda, mereka melakukan itu dengan ekspektasi yang pasti. Ekspektasi-ekspektasi tersebut akan datang dari pengalaman awal yang dimiliki oleh pembaca dengan bisnis Anda – jadi Anda tahu ekspektasi tersebut akan tinggi.

Itulah sebabnya sangat mengherankan bahwa banyak bisnis sekarang ini yang memberikan perhatian sangat kecil kepada “welcome email” yang mereka kirim.

Kekeliruan sebagian besar bisnis

“Welcome email” merupakan respon otomatis yang diterima customer ketika mereka mendaftar untuk mendapatkan newsletter email sebuah bisnis.

Karena “welcome email” adalah email yang diotomatisasi dan kebanyakan layanan email menyediakan konten siap kirim bagi bisnis untuk digunakan, maka banyak pemilik bisnis yang bahkan tidak tahu seperti apa pengalaman pertama yang mereka berikan kepada para pembaca mereka.

Ini adalah masalah besar, khususnya mengingat open rate untuk “welcome email” jauh lebih tinggi dibanding email biasa. (Rata-rata openrate untuk “welcome email” adalah 50-60%).

Jumlah ini menunjukkan banyaknya orang yang disuguhi dengan kesan pertama yang kurang optimal. Bahkan lebih buruk lagi, akan ada banyak orang yang memiliki ekspektasi rendah untuk email yang akan mereka dapatkan dari organisasi Anda di masa mendatang.

Ada hal-hal tertentu yang bisa dan harus dimiliki oleh semua “welcome email”. Berikut 4 diantaranya:

  1. Menegaskan kembali bahwa mereka telah mengambil keputusan tepat

Faktanya adalah, bahkan customer yang mencintai bisnis Anda bisa saja merasa enggan untuk memberikan alamat email mereka, khususnya jika mereka masih baru bagi bisnis Anda dan belum membangun hubungan yang kuat dengan Anda.

Bagi customer yang memutuskan untuk subscribe, mereka akan ingin mengetahui sejak awal bahwa mereka telah mengambil keputusan yang tepat.

Berikut 3 cara untuk melakukan ini:

  • Ingat tips-tips menulis subject email.
    Hanya karena “welcome email” dikirim secara otomatis, bukan berarti Anda tidak perlu memperhatikan tips-tips terbaik yang telah Anda lakukan dalam email marketing. Subject email dari “welcome email” harus menarik perhatian pembaca, berterima kasih karena telah mendaftar, dan memberi mereka alasan untuk membuka email Anda. Cobalah sesuatu seperti “Terima kasih telah mendaftar. Selanjutnya apa?”, atau mempelajari tips membuat subject email lainnya.
  • Biarkan mereka tahu bahwa mereka telah menjadi bagian dari sebuah komunitas.
    Jangan takut untuk memamerkan keberhasilan Anda sebagai pelaku email marketing. Membiarkan pembaca tahu berapa banyak orang yang menerima newsletter Anda setiap bulan adalah cara yang sangat ampuh untuk menegaskan kembali keputusan mereka melakukan subscribe dengan list Anda.
  • Buat mereka merasa aman
    Orang biasanya cenderung bersikap protektif terhadap informasi mereka di dunia online. Dengan memberitahukan kepada customer sejak awal bahwa Anda berencana melindungi kerahasiaan alamat email mereka adalah cara yang sangat baik untuk membuat mereka merasa aman.
  1. Beritahu mereka apa yang akan diterima dalam email selanjutnya

Ketika Anda telah menegaskan kembali keputusan pembaca untuk melakukan subscribe dengan mailing list, selanjutnya Anda perlu menawarkan gambaran umum tentang apa saja yang akan mereka dapatkan selanjutnya.

Penting agar apa yang Anda sampaikan kepada pembaca dalam “welcome email” konsisten dengan apa yang dijanjikan pada saat mendaftar. Anda tentu bukan orang yang menawarkan kupon dan deals tertentu untuk membuat orang mendaftar dan kemudian mengatakan kepada para pembaca bahwa apa yang akan mereka dapatkan adalah update berita.

Luangkan waktu untuk memeriksa kembali apa yang Anda tawarkan kepada pembaca saat mendaftar. Jangan lupa untuk memasukkan rincian-rincian tentang jenis konten yang akan Anda kirim, dan seberapa sering Anda berencana akan mengirimnya.

  1. Pastikan email berikutnya sampai (di inbox bukan folder spam)

Bahkan pelaku email marketing yang paling berpengalaman sekalipun terkadang masih bisa menjadi korban filter SPAM.

Jika Anda DocoBlast customer, Anda bisa mengecek apakah kata-kata yang akan Anda gunakan berpotensi masuk ke folder spam atau tidak.

Anda perlu menggunakan “welcome email” sebagai cara agar pesan Anda tidak ditandai spam, dan juga untuk meningkatkan peluang Anda untuk diperhatikan di dalam inbox pembaca.

Salah satu cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan meminta mereka untuk menambahkan bisnis Anda ke dalam kontak mereka. Dengan begitu, email Anda tidak hanya sampai dengan selamat di kontak inbox (lolos dari folder spam) tetapi juga lebih besar kemungkinan dikenali oleh pembaca.

  1. Mendorong pembaca untuk bergabung dengan jejaring sosial Anda

Jika Anda melakukan segala sesuatunya dengan benar sampai titik ini, pembaca-pembaca Anda akan merasa lebih senang dibanding sebelumnya ketika mendapatkan email dari bisnis Anda.

Inilah saat yang sempurna untuk mengembangkan hubungan ini di luar inbox – pada semua jejaring sosial Anda.

Ini adalah “win-win solution” untuk Anda dan customer Anda. Anda memiliki peluang untuk mengubah setiap subscriber baru menjadi seorang fan atau pengikut, dan para customer Anda diberikan lebih banyak opsi tentang bagaimana mereka ingin terhubung dengan brand Anda secara online.

Anda bisa (dan sebaiknya) bertindak selangkah lebih maju, dengan memberikan alamat email dan nomor telepon yang mereka bisa gunakan untuk menghubungi Anda jika ada pertanyaan atau kekhawatiran.

Ingat ini adalah “welcome email” Anda

Melakukan personalisasi pada email selamat datang tidak hanya akan meningkatkan kesan pertama yang bisa Anda berikan bagi para pembaca, tetapi juga akan membantu Anda lebih unggul dari para pesaing.

Kebanyakan bisnis mengirimkan “welcome email” dengan pesan yang kaku dan tidak menarik, namun Anda akan memberikan sebuah pengalaman yang akan membentuk apa yang dipikirkan oleh customer tentang brand Anda.

Lakukan tahap-tahap yang diberikan kepada Anda dalam tulisan ini dan ingat ini adalah “welcome email” Anda. Ini adalah peluang Anda untuk memperkenalkan email marketing dan memperkenalkan kembali bisnis Anda kepada target audiens. Pastikan “welcome email” ditulis dengan kata-kata Anda sendiri dan pastikan bahwa email selamat datang ini mencerminkan pengalaman personal yang rencananya akan Anda berikan kepada para pembaca Anda.

Buat “welcome email” Anda mengesankan.

Bagaimana cara Anda membentuk first-impression yang baik dengan para customers? Tahukah Anda, bahwa Anda bisa menggunakan free email marketing untuk mengirim “welcome email”?

25
May2015
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing

Di dunia digital marketing, strategi email marketing memang sangat menjanjikan. Walaupun belakangan ini kampanye melalui social media juga sedang naik daun, apalagi bisnis yang menargetkan konsumen-konsumen muda. Tetapi faktanya,  kampanye dengan strategi email marketing masih merupakan cara yang paling efektif.

Mengapa demikian?

Konsumen muda yang kebanyakan berada diumur 17 sampai dengan 25 tahun, lambat namun pasti, merasa semakin tidak nyaman dengan social media marketing. Mereka merasa tidak nyaman saat Facebook feed atau  timeline Twitter mereka dipenuhi oleh iklan-iklan yang tidak mereka ketahui. Ditambah lagi dengan maraknya akun bot Twitter yang berupa akun auto-reply atau auto-retweet yang menggangu kenyamanan pengguna social media.

Itulah mengapa email marketing masih mempunyai keunggulan karena email yang berisi kampanye dan promosi-promosi tersebut hanya dikirim ke mereka yang memang menginginkan dan mengizinkannya.

Namun sayangnya, masih banyak pelaku marketing—pemula maupun sudah bertahun-tahun—yang masih ceroboh dan melakukan kesalahan-kesalahan dasar saat menjalankan email marketing mereka, dan tentu saja membuat kampanye yang dikirim menjadi sia-sia.

Oleh karena itu kesalahan-kesalahan dasar berikut ini harus dihindari untuk memaksimalkan email marketing Anda :

1.     Kesalahan dalam memilih subject email

Subject email adalah “pintu masuk” pada sebuah email dan kuncinya adalah struktur kata-kata yang menarik, yang memancing customer untuk membuka email tersebut. Kesalahan pemilihan kata-kata dapat membuat customer tidak tertarik membuka email Anda. Lebih buruk lagi, kesalahan pemilihan kata dapat membuat email Anda ditandai sebagai spam.

2.    Contact List email yang tidak tertarget dengan jelas.

Ada beberapa orang yang percaya bahwa membeli contact list email adalah rahasia kesuksesan secara instan yang membuat email marketing Anda sukses. Faktanya, seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, membeli contact list email sangatlah beresiko. Dengan membeli contact list email, sama saja Anda mengirim email marketing ke orang-orang yang tidak menginginkanya. Hal tersebut bisa merusak reputasi perusahaan sekaligus brand Anda.

3.    Desain yang tidak responsif

Di era smartphone ini, sebagian orang sudah membuka email mereka dengan menggunakan perangkat mobile. Menggunakan desain yang tidak responsif membuat orang yang menerima email Anda akan segera menutup email tersebut karena tidak nyaman dilihat dari smartphone mereka.

Jadi, pastikanlah desain email Anda responsive. Bukan hanya nyaman dilihat saat dibuka dari PC, tetapi juga nyaman saat dilihat dari tablet atau smartphone.

4.    Konten yang tidak menarik

Content is the king. Jangan pernah mengirim email yang hanya memberitahukan bahwa Anda “exist” di dunia ini tanpa memikirkan apakah email yang Anda kirim menarik atau tidak. Pikirkanlah konten yang menarik dan informatif karena itulah yang diinginkan customer Anda. Semakin menarik konten yang Anda berikan, semakin positif image dari brand Anda akan terbentuk.

Tidak mau mengulang kesalahan yang sama? Mulai kampanye Anda sekarang dengan free email marketing !

18
May2015
Tips untuk Menulis Email yang Dibuka, Dibaca, dan Diklik
Tips untuk Menulis Email yang Dibuka, Dibaca, dan Diklik

Apakah terasa seperti tantangan besar untuk membuat orang membuka dan membaca email Anda? Dan kemudian melanjutkan dengan mengklik?

Seharusnya tidak sesulit itu. Berikut ini adalah tips penting untuk menulis emailemail yang akan dibuka, dibaca, dan diklik.

Siap?

Bagaimana membuat email yang ditunggu-tunggu

Pertanyaan cepat:

Email mana yang paling Anda nantikan untuk terima: sebuah email dari teman terbaik Anda atau sebuah email dari suatu perusahaan? Dan yang mana diantara dua email ini yang Anda lebih pilih untuk dibaca?

Pilihan mudah, bukan?

Jadi, ketika Anda mengirim email ke orang-orang yang ada dalam list Anda, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda menulis seolah-olah Anda sedang menyapa kerumunan orang yang begitu banyak? Apakah Anda menulis sama seperti yang dilakukan oleh bagian marketing perusahaan secara masif?

Jika Anda ingin para subscriber menantikan emailemail Anda, maka Anda harus mempertimbangkan untuk berperilaku lebih seperti seorang teman.

Anda kenal, suka, dan mempercayai teman Anda, bukan?

Cobalah menulis email yang sedikit berbeda dengan email perusahaan, dan buat desain email yang minimalis. Buat tulisan dengan gaya bahasa yang lebih casual namun tetap menjaga respek.

Ikuti 8 langkah esensial berikut ini untuk menulis email yang ramah dan tidak sabar dinanti oleh pembaca.

  1. Jangan bicarakan tentang list Anda. Berhenti membicarakan tentang para subscriber Anda. Menulislah seolah-olah Anda sedang mengirim email ke satu orang saja. Hal itu akan membuat email Anda lebih personal.
  2. Berhenti membuang-buang waktu orang. Kirim email hanya jika Anda punya sesuatu yang benar-benar bernilai atau bermanfaat untuk disampaikan.
  3. Bermanfaat. Jangan mengirim email hanya saat Anda butuh sesuatu dari pembaca Anda. Jadilah orang yang bermanfaat, murah hati, ramah, dan seperti teman sejati.
  4. Gunakan nama asli Anda sebagai pengirim. Cantumkan nama dan reputasi pada bagian nama pengirim. Itu tentu lebih bersifat personal, bukan?
  5. Bisa dipercaya. Biarkan orang tahu apa yang Anda harapkan. Ya, pesan-pesan penjualan harus menjadi bagian dari email marketing Anda, itu tidak jadi masalah. Perjelas tentang itu ketika mereka melakukan pendaftaran.
  6. Jangan terkesan berlebihan. Jangan merasa sungkan untuk mempersonalisasi email, tetapi jangan mengulang-ulang nama orang terlalu sering, karena itu membuat Anda terdengar seperti robot call center.
  7. Berada di pihak pembaca. Ingatkan orang bahwa mereka tidak sendiri. Katakan kepada mereka Anda memahami masalah-masalah mereka. Berempatilah dengan mereka, dan tanyakan bagaimana Anda bisa membantu mereka.
  8. Berikan reward karena membaca. Pastikan orang mendapatkan manfaat dari membaca emailemail Anda. Bagaimana caranya? Bagikan tips yang bermanfaat. Buat mereka merasa lebih baik. Buat mereka terinspirasi.

Bagaimana membuat email Anda dibuka

menulis email yang akan dibuka
menulis email yang akan dibuka

Kebanyakan inbox selalu penuh dengan emailemail yang tidak menarik dan membosankan.

Emailemail yang Anda kirim akan mudah tenggelam dalam inbox yang selalu dipenuhi kiriman email dari seluruh dunia. Dan fitur Gmail tabs telah menjadikan Anda lebih sulit lagi untuk bisa diperhatikan.

Satu-satunya cara adalah bagaimana Anda menulis subject email menarik yang membuat Anda menonjol, yang memikat orang untuk membuka email Anda.

Subject email perlu menarik perhatian, sama seperti headline. Berikut 8 tips tentang hal tersebut:

  1. Janjikan sesuatu yang baik.Jika orang tahu secara khusus apa yang akan mereka pelajari atau bagaimana Anda akan membuat mereka lebih senang, lebih informan, atau lebih baik dalam bisnis, maka mereka akan penasaran untuk membaca lebih lanjut.
  2. Gunakan kata-kata berenergi. Kata-kata yang bersifat emosional akan menarik perhatian, dan membuat subject email Anda menonjol diantara emails lain dalam inbox.
  3. Gunakan angka. Karena angka-angka seperti 7 atau 33 akan menyita penglihatan.
  4. Rasa penasaran. Jangan takut untuk sesekali menggunakan kata-kata yang tidak biasa. Gelitik rasa ingin tahu pembaca maka mereka akan senang untuk mencari tahu lebih lanjut.
  5. Tekankan kesalahan-kesalahan umum. Karena tidak ada orang yang mau dianggap bodoh.
  6. Berhenti berusaha terlihat pintar. Subject email yang spefisik dan sederhana selalu mengalahkan alternatif-alternatif yang terlihat pintar.
  7. Eksperimen. Jangan selalu menurut pada apa yang sudah ada. Cobalah sesuatu yang baru. Berani tampil beda. Anda akan dikejutkan dengan apa yang berfungsi dan apa yang tidak.
  8. Belajar dari para master. Daftar ke contact list yang hebat dan analisa subject email mereka. Dijamin Anda akan mempelajari sesuatu yang baru.

Anda juga bisa membaca lebih jauh mengenai tips menulis subject email yang baik.

Bagaimana menulis email yang membangun engagement

Menulis email yang membangun engagement
Menulis email yang membangun engagement

Jadi, Anda telah berhasil membuat orang membuka emailemail Anda. Selanjutnya apa? Bagaimana Anda menjaga perhatian mereka? Bagaimana Anda membuat mereka tetap membaca emailemail Anda kata demi kata?

Ikuti 9 tips berikut untuk emailemail yang akan menawan para pembaca:

17. Menulis cepat. Karena dengan menulis cepat antusiasme dan personalitas Anda yang sesungguhnya akan keluar.

18. Singkat. Edit email Anda dengan sangat hati-hati. Email yang panjang dan berat akan menghilangkan minat pembaca. Tantang diri Anda untuk memotong naskah sampai setengahnya di waktu berikutnya Anda mengedit.

19. Tanyakan pertanyaan. Bayangkan melakukan percakapan tatap-muka dengan pembaca Anda. Anda akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan pada situasi tersebut, bukan

20. Tambahkan sentuhan personal. Karena Anda sedang mencoba untuk membuat pembaca tahu, suka, dan mempercayai Anda, bukan?

21. Jangan menggunakan salam yang terlihat otomatis. Cobalah gunakan ungkapan-ungkapan seperti salam hangathormat saya, atau jabat erat. Memvariasikan ucapan salam Anda akan membuat Anda terkesan lebih personal.

22. Buat gaya menulis yang natural. Berhenti memikirkan tentang email marketing. Anggap emailemail Anda sebagai sebuah cara untuk berbicara dengan para customer atau pembaca Anda.

23. Tambahkan personalitas. Gunakan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang bisa Anda gunakan saja. Berperilakulah seperti manusia sesungguhnya.

24. Berhenti membosankan. Pahami tanda-tanda dari tulisan yang membosankan. Tulis kalimat yang pendek dan kuat. Upayakan to the point. Dan jangan terpaku pada kaidah-kaidah penulisan formal.

25. Jangan egois. Pedulilah dengan kebutuhan para pembaca Anda.

Bagaimana menjual dalam emailemail Anda

Menjual Dengan Email
Menjual Dengan Email

Anda tidak hanya menulis email untuk bersenangsenang, bukan? Sebagai pemilik bisnis Anda harus menjual untuk bisa bertahan dalam bisnis (suka atau tidak).

Jadi bagaimana cara terbaik untuk menjual tanpa terlihat berlebihan?

Ikuti 8 tips ini untuk mengubah lebih banyak pembaca email menjadi pembeli :

26. Jangan menjual sebelum prospek siap.Jadilah seorang teman dan sumber informasi terpercaya terlebih dahulu; dan pembaca Anda akan lebih siap membeli dari Anda.

27. Soroti manfaat. Jangan menjual produk. Tetapi, juallah manfaat yang ditawarkan kepada customer Anda.

28. Tunjukkan apa yang tidak akan diperoleh pembaca. Kebanyakan orang menghindari risiko. Mereka ingin menghindari ketidaknyamanan, kesalahan, dan komplikasi. Pertimbangkan untuk merumuskan ulang manfaat dari penawaran Anda sebagai sebuah solusi.

29. Bekerja demi tujuan. Ceritakan cerita-cerita menarik yang mengarah ke pesan penjualan Anda.

30. Memberikan tenggat yang jelas. Ini mencegah orang menunda-nunda.

31. Sisipkan banyak link (pada halaman yang sama). Karena ini meningkatkan peluang orang mengklik link tersebut.

32. Memiliki call-to-action yang jelas. Katakan kepada pembaca secara tepat apa yang Anda harap mereka lakukan selanjutnya, dan ingatkan mereka mengapa mereka akan tertarik untuk membeli.

33. Gunakan NB yang kuat. Ingatkan atau ulangi apa yang akan mereka lewatkan jika mereka tidak mengambil penawaran Anda.

Fakta tentang email Anda

Inbox setiap orang selalu menerima banyak email. Tidak ada yang suka menerima lebih banyak email.

Anda seharusnya bangga bahwa orang telah dengan senang hati bergabung dengan list Anda dan senang menerima pesan-pesan Anda. Setiap subscriber telah memberi Anda kepercayaan yang sulit didapat.

Tetapi berhati-hatilah. Jangan pernah mengabaikan perhatian siapapun. Karena waktu setiap orang sangat berharga.

Dari waktu ke waktu, Anda harus membuktikan nilai Anda kepada para subscriber email Anda. Kenali para pembaca Anda dengan sangat baik sehingga Anda bisa berempati dengan masalah-masalah mereka. Tanyakan pertanyaan dan tawarkan bantuan.

Tulislah email seolah-olah Anda sedang mengirim email kepada seorang teman baik, karena di situlah bagaimana orang akan mengetahui Anda, menyukai Anda, dan mempercayai Anda..

Ketika Anda telah mendapatkan ketiga hal ini, berarti Anda telah mendapatkan kemampuan untuk menumbuhkan bisnis Anda.

Siap mencoba langsung? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

15
May2015
Statistik Double Opt-in vs. Single Opt-in
Statistik Double Opt-in vs. Single Opt-in

Ada perdebatan panjang di antara pelaku email marketing tentang konfirmasi subscriber ke dalam list dengan cara double optin (dua langkah) atau single optin (satu langkah). Pada akhirnya, para pengirim email harus memilih antara kuantitas atau kualitas list. Sebagai salah satu Email Service Provider (ESP), kami cenderung peduli tentang kualitas list Anda, karena reputasi IP yang digunakan untuk mengirim menjadi taruhannya.

Banyaknya alamat email buruk dalam contact list Anda bisa merusak jutaan alamat email yang baik. Itulah sebabnya mengapa Anda akan mendengar dari para ESP begitu banyak tentang konfirmasi list double optin. Sebelum melanjutkan, jika Anda merasa bingung tentang apa yang dibicarakan di sini, lebih baik Anda membaca terlebih dahulu tentang pengertian apa itu single optin atau double optin.

Ketika berbicara tentang double optin, kita cenderung mendengar customer mengatakan, “Mengapa saya harus menyulitkan orang untuk subscribe dengan list saya?” Bisa dimengerti. Tetapi, double optin tidak mengharuskan orang yang ingin menerima email dari Anda untuk membuka email tersebut. Ini hanya tahapan ekstra yang saja dilakukan Anda. Kekurangan-kekurangan dalam pengumpulan list cenderung menghasilkan bounce, blacklisting, jebakan spam, dan hal licik lainnya.

Pertanyaannya adalah, apakah penggunaan double optin benar-benar akan meningkatkan statistik yang penting, yaitu : open rate, click through rate, bounces, dan unsubscribe?

Berikut ini adalah statistik dari sebuah sampel acak dalam database yang terdiri dari 30.000 pengguna yang telah mengirim sekurangnya 10 kampanye. Para pengguna ini memiliki list yang berisi antara 500 sampai 1,5 juta. Beberapa diantaranya mengirim setiap hari, dan beberapa lagi mengirim beberapa kali dalam sebulan.

Statistik yang Lebih Tinggi

Seperti yang bisa Anda lihat, list double optin memiliki open rate (jumlah buka) yang lebih baik.

Statistik unique open
Statistik unique open

Penting untuk diingat bahwa ini adalah unique open. Itu berarti kami hanya menghitung open pertama per subscriber. Terlihat bahwa meskipun double optin memiliki peningkatan jumlah unique open 72,2%, namun mereka memiliki 75,6% peningkatan total open rate. Sehingga list double optin tidak hanya mendapatkan open rate yang lebih banyak, tetapi juga mendapatkan lebih banyak jumlah buka per subscriber.

Grafik berikut menunjukkan bahwa list double optin memiliki 114% peningkatan jumlah klik dibandingkan dengan list single optin.

Statistik jumlah klik
Statistik jumlah klik

 

Statistik Lebih Rendah

Ada beberapa statistik yang semakin rendah akan semakin bagus. Yang pertama adalah bounce rate. Dengan menggunakan list double optin Anda bisa mengurangi bounce rate sebesar 48,3%.

statistik soft bounce
statistik soft bounce
hard bounce
statistik hard bounce

 

Terakhir, Anda akan sangat tertarik dengan jumlah unsubscribe.  Statistik membuktikan list double optin memiliki jumlah unsubscriber  7% lebih rendah dibandingkan dengan list single optin. Kita tidak akan menyebut itu sebagai angka yang ajaib, tetapi angka tersebut memberikan sedikit ruang bernapas. Angka ini juga membuktikan bahwa banyak dari subscriber single optin yang tidak menginginkan email Anda.

Ingatlah, mempermudah proses unsubscribe adalah cara yang jauh lebih baik daripada audiens Anda menekan tombol spam dan melupakan tentang Anda. Jika memungkinkan, mari kita hindari hal tersebut.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

12
May2015
Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in
Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in

Jika Anda baru dalam email marketing, Anda mungkin tidak memahami perbedaan antara list yang opt-in, opt-out, double opt-in, dan confirmed opt-in. Berikut adalah daftar singkat bagaimana masing-masing metode ini bekerja, ditambah sejumlah pro dan kontra-nya :

1. Opt-out

Ini adalah cara lama untuk membangun contact list dimana Anda biasanya memiliki suatu formulir untuk diisi orang-orang. Pada bagian dasar halaman ditempatkan sebuah box kecil yang telah diberi tanda centang, dengan tulisan seperti, “Ya, tolong daftarkan saya untuk newsletter email Anda!”

Ini bisa dikategorikan sebagai cara yang curang, tetapi secara teknis tindakan ini dianggap legal. Kami sangat menganjurkan untuk tidak melakukan ini, karena hasilnya Anda akan mendapatkan orang-orang yang sebenarnya tidak paham mengapa mereka bisa masuk ke dalam contact list Anda, yang kecil kemungkinan membuka dan membaca email Anda, dan lebih buruk akan menandai email Anda sebagai spam untuk membuat server Anda di blacklist. Oleh karena itu, jauhilah cara ini.

2. Opt-in / Single Opt-in

Metode ini membuat orang-orang akan masuk ke contact list jika mereka benar-benar mengisi sebuah formulir registrasi (sign-up form). Meskipun cara ini jauh lebih baik dibanding optout, namun tetap ada kekurangannya. Orang yang Anda targetkan bisa saja mendaftarkan teman atau anggota keluarga tanpa seizin mereka. Dengan begitu Anda akan mengirim email ke orang-orang yang tidak pernah mendengar Anda. Biasanya, mereka tidak akan senang.

3. Confirmed Opt-in

Metode ini mirip dengan metode single optin, tetapi setelah seseorang mendaftar untuk contact list, Anda akan mengirimi mereka email konfirmasi yang umumnya berisi ucapan terima kasih dan memuat sebuah link untuk unsubscribe dari list Anda (sebagai antisipasi jika mereka didaftarkan oleh orang lain tanpa seizin mereka).

Secara umum, metode ini terlihat jauh lebih baik dibanding single optin, karena orang bisa keluar jika memang mereka tidak pernah mendaftar untuk list Anda. Tetapi coba pikirkan. Jika seseorang mendaftarkan Anda untuk sebuah list yang tidak pernah Anda dengar, dan Anda mendapatkan email konfirmasi begitu saja, memangnya Anda akan membuka dan membaca email tersebut? Sebagian orang bisa saja langsung menandai email Anda sebagai spam karena mereka tidak mengenal Anda.

4. Double Opt-in

Seseorang mendaftar untuk masuk ke list, lalu Anda mengirim email konfirmasi dengan sebuah link yang harus mereka klik sebelum mereka masuk ke dalam contact list Anda. Jika mereka tidak meng-klik link tersebut, mereka tidak akan masuk ke dalam list. Menurut pendapat kami, ini merupakan cara terbaik untuk menangani contact list Anda. Kelebihan pendekatan ini antara lain :

– Hanya orang yang benar-benar tertarik mendengar pesan dari Anda yang akan melakukan double optin, sehingga persentase click-through rate (tingkat keterbukaan) terhadap email yang dikirim akan jauh lebih tinggi (ada perbedaan 20% lebih tinggi dengan double opt-in).

– Karena audiens Anda benar-benar ingin mendengar pesan dari Anda, Anda bisa mengisi email dengan lebih banyak iklan yang bisa Anda jual.

– Pesaing Anda tidak akan mampu mendaftar ke dalam contact list Anda, lalu melaporkan Anda sebagai tukang spam, karena Anda memiliki bukti bahwa mereka double opt-in. Oh ya, ini memang sering terjadi.

Kekurangan? Beberapa pelaku marketing khawatir kalau orang akan merasa metode ini terlalu ribet dan tidak akan pernah mengklik link konfirmasi yang dikirim.

Tetapi kita harus memikirkan ini: Jika seseorang terlalu malas atau tidak rela (atau tidak kompeten) untuk mengklik link konfirmasi yang sederhana, apakah Anda pikir mereka benar-benar akan membaca email Anda, atau bahkan meresponnya? Anda tahu sendiri jawabannya.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

11
May2015
10 Alasan mengapa anda harus membangun contact list
10 Alasan mengapa anda harus membangun contact list

Baik Anda seorang pelaku marketing, pebisnis lokal, mahasiswa atau siapapun, Anda pasti mempunyai email. Tahukah Anda mengapa Facebook meminta alamat email ketika mendaftar? Demikian juga dengan Twitter, LinkedIn, Instagram, dsb? Mereka menginginkan alamat email Anda untuk dijadikan contact list yang berguna bagi bisnis mereka.

Dalam bahasa sederhana :

Jika Anda tidak punya contact list, sama saja anda membuang-buang tenaga dan menunda datangnya uang ke meja Anda. 

Contact list adalah sekumpulan alamat email dengan rincian personal seperti nama atau nomor telepon, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan subscribers kapan saja dan dimana saja.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Anda HARUS mempunyai contact list.

  1. Contact list adalah milik Anda sepenuhnya

Mungkin Anda punya akun di sosial media seperti Google+, grup Facebook atau fan page. Tapi apakah para followers di jejaring-jejaring sosial ini adalah milik Anda? Maksudnya, bisakah Anda berkomunikasi dengan mereka secara langsung?

Tentu saja tidak.

Tetapi, jika Anda punya contact list, Anda bisa berkomunikasi dengan para followers secara langsung melalui email. Ada 4 alasan mengapa email sangat efektif sebagai alat komunikasi dengan customers :

  • Email bersifat personal. Karena itu Anda bisa mempersonalisasi pesan Anda dengan santai dan ramah — cara yang sangat baik untuk membangun kepercayaan orang-orang.
  • Email bersifat langsung. Tidak ada perantara. Pesan Anda disampaikan langsung dari Anda ke audience .
  • Email bersifat pribadi. Dengan email orang bisa menjadi diri mereka sendiri dan secara terus terang menceritakan tentang apa yang mereka hadapi, apa yang mereka inginkan, atau pertanyaan yang mereka miliki. Berbeda dengan komentar-komentar publik di sosial media.
  • Email tidak punya batas: Anda bisa mengirim eBook, panduan dalam bentuk PDF, bahkan tutorial video yang bisa di-download langsung ke inbox subscriber.
  1. Email bukan cara yang kuno

Jika Anda berpikir tidak semua orang membuka email mereka dan pemasaran melalui email adalah hal yang kuno, coba Anda pikirkan lagi : mengapa perusahaan-perusahaan besar masih meminta alamat email ketika seseorang mendaftar di situs mereka? Apa yang Facebook minta ketika Anda mendaftar?

Jawabannya adalah email merupakan medium yang ampuh untuk berkomunikasi satu sama lain.

Kebanyakan orang yang punya email akan mengecek akun-akun mereka setiap hari. Saat ini diperkirakan ada 3,9 milyar akun email di seluruh dunia, bahkan jumlah tersebut diproyeksikan mencapai 4,9 milyar sampai 2017. Rasanya email masih jauh dari kata kuno.

Jika Anda tidak tertarik dengan ide membangun contact list karena merasa sudah ketinggalan zaman, maka Anda peru berpikir ulang.

  1. Email Marketing memiliki nilai ROI terbaik

Tidak jadi masalah industri apa yang Anda geluti, email marketing memiliki nilai ROI terbaik. Tidak ada yang bisa mengalahkannya.

ROI (Return On Investment atau laba atas investasi) email marketing adalah 4300%.

Fakta yang mengagumkan tentang angka ini adalah, ketika Anda telah memperoleh leads, Anda akan mendapatkan laba selama Anda mempertahankan subscribers tersebut.

Sekarang pikirkan, apakah ada metode marketing yang memiliki tingkat komunikasi dan ROI yang lebih baik dari email marketing?

  1. Bisa menjangkau banyak orang dalam sekejap dan tepat waktu

Kelebihan lain dari memiliki contact list adalah Anda bisa menjangkau customercustomer Anda dengan sangat cepat dan tepat waktu dengan menggunakan email blast.

Banyak orang membaca email di pagi hari. Dengan demikian, Anda bisa menjadwalkan pesan-pesan Anda untuk dikirimkan pukul 08.00 – 09.00 ke inbox email para subscriber berdasarkan waktu lokal mereka.

Memang Anda juga bisa menjadwalkan pesan di sosial media dengan menggunakan tools seperti Hootsuite. Tetapi, tidak ada peluang pesan tersebut bisa mencapai 100% follower akun sosial media Anda.

Jika Anda baru memulai marketing online, maka Anda mungkin menemukan bahwa sangat sulit untuk membangun engagement dengan semua audiens dari sosial media Anda, karena mereka memiliki minat berbeda-beda atau bahkan menggunakan bahasa yang berbeda.

  1. Bisa mendirikan atau membangun kembali setiap bisnis di setiap waktu

Inilah mengapa banyak pelaku marketing bersemangat meningkatkan jumlah subscriber. Mereka tahu bahwa contact list adalah emas. Ketika mereka ingin meningkatkan traffic ke mana saja atau ingin menghasilkan uang, mereka hanya mengirim email ke para subscriber mereka.

  1. Mengarahkan traffic instan kemana saja

Anda sudah tahu bahwa Facebook dan beberapa situs jejaring sosial lainnya telah membatasi jangkauan postingan-postingan Anda. Anda tidak dapat memprediksi secara pasti berapa banyak orang yang akan melihat postingan Anda di newsfeed Facebook mereka. Tetapi, jika Anda menggunakan email marketing sebagai taktik untuk mengarahkan traffic ke website Anda atau produk yang Anda jual, maka Anda bisa melihat result dari angka-angka click through rate dan siapa saja yang tidak menerima pesan Anda.

  1. Mendidik dan membangun engagement dengan customers potensial

Mendidik pembaca merupakan satu hal yang tidak bisa Anda lakukan dengan mudah. Anda mungkin ingin memiliki audience yang akan melakukan apa yang Anda suruh seperti membeli produk-produk Anda, atau sekedar mendatangi website perusahaan Anda.

Dengan email, Anda bisa membangun engagement dengan sangat mudah. Inilah mengapa email marketing bisa mengubah audiens pasif menjadi customer yang mau membeli produk Anda. Anda hanya perlu memiliki contact list dan mendorong audiens untuk subscribe, kemudian buat sebuah email lanjutan dan mengarahkan orang-orang yang ada dalam daftar Anda.

  1. Engagement yang lebih tinggi

Jika Anda memiliki contact list, Anda bisa meningkatkan engagement dengan mengirimkan pesan yang berisi informasi atau konten yang bermanfaat bagi audiens Anda . Dengan isi yang baik, Anda tidak harus melakukan banyak hal  karena engagement akan terbentuk secara otomatis.

  1. Dapatkan daya tarik yang layak diperoleh pesan Anda
    Jika Anda ingin menyebarkan pesan melalui digital marketing, dan memilih jejaring sosial yang padat seperti Twitter, Anda tidak akan bisa menjangkau setiap audiens potensial Anda.

Karena itulah, email marketing adalah solusi sederhana untuk berkomunikasi dengan target Anda.

  1. Membuat pengguna bertindak

Ketika Anda memiliki orang-orang yang aktif dalam contact list Anda, Anda bisa melakukan apa saja dengan list tersebut. Contohnya membagikan tulisan blog Anda, membagikan promosi khusus, sampai membuat pengumuman sebuah event dan mengajak orang-orang di list Anda untuk ikut serta.

Lalu apa langkah selanjutnya? Bangun contact list Anda !

Jika Anda sudah mempunyai contact list, Anda selangkah lebih maju dari orang lain. Jika Anda tidak memiliki contact list, jangan khawatir. Anda masih belum terlambat untuk membuat contact list pertama Anda.

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan hal yang baik.

Bukan DocoBlast customer? Gunakan free email marketing dan bangun unlimited contact list Anda sekarang!

13
April2015
Inbound Marketing vs Outbound Marketing
Inbound Marketing vs Outbound Marketing

Ketika kita bertanya kepada kebanyakan pelaku marketing sekarang ini bagaimana mereka menghasilkan calon customers, maka kebanyakan dari mereka akan menjawab dengan mengadakan pameran-pameran penjualan, seminar, metode panggilan, dan periklanan. Metode-metode seperti ini bisa disebut sebagai “outbound marketing” dimana seorang pelaku marketing menyebarluaskan pesan dengan harapan dapat menemukan jarum di dalam tumpukan jerami.

Banyak yang menganggap bahwa teknik-teknik outbound marketing sudah semakin tidak efektif dari waktu ke waktu karena dua alasan.

Pertama, rata-rata manusia sekarang ini digempur dengan lebih dari 2000 interupsi outbound marketing per hari dan mereka telah menemukan semakin banyak cara untuk mengabaikan interupsi-interupsi ini.

Kedua, koordinasi seputar pembelajaran sesuatu yang baru atau berbelanja sesuatu yang baru dengan menggunakan internet (search engine, blog, dan media sosial), biayanya sudah jauh lebih rendah dibanding—misalnya—pergi ke seminar di Marriott atau terbang ke Paris untuk shopping.

Ketimbang melakukan outbound marketing kepada audiens yang mencoba memblokir Anda, dianjurkan untuk melakukan “inbound marketing” dimana Anda membantu diri Anda sendiri untuk “ditemukan” oleh orang yang sebelumnya telah belajar dan berbelanja di industri yang Anda geluti. Untuk melakukan ini, Anda perlu membuat website yang menarik para pelanggan secara natural melalui search engine, dunia blog, dan media sosial.

Inbound marketing berfokus pada pembuatan konten berkualitas yang menarik orang datang ke perusahaan dan produk Anda, dimana mereka melakukan itu secara natural karena ketertarikan murni. Dengan menyesuaikan konten yang Anda terbitkan dengan minat para pelanggan, Anda secara natural telah menarik trafik inbound yang kemudian bisa dikonversi dari waktu ke waktu.

Mengapa inbound marketing lebih baik daripada outbound marketing ?

Kebanyakan pelaku marketing sekarang ini menghabiskan 90% upaya mereka untuk melakukan outbound marketing dan 10% untuk inbound marketing. Padahal, sangat dianjurkan agar rasio tersebut dibalik.

Alasan lain mengapa inbound marketing lebih unggul adalah karena biayanya lebih rendah dibanding teknik marketing tradisional (outbound marketing).

Mengapa mencoba untuk membeli customers dengan “outbound marketing” yang tradisional ketika mereka bahkan tidak memberi perhatian?

Berikut beberapa statistik dari infografik berikut.

  • 44% surat langsung tidak pernah dibuka. Ini hanya buang-buang waktu, biaya kirim, dan kertas.
  • 86% orang melewatkan tayangan iklan televisi
  • 84% orang yang berumur 25-34 tahun mengklik sebuah website karena “iklan yang tidak relevan atau mengganggu.”
  • Biaya per calon pelanggan pada outbound marketing lebih mahal dibanding untuk inbound marketing.

Inbound marketing berfokus pada bagaimana mendapatkan perhatian seseorang, bukan membeli perhatian seseorang, yang selama ini dilakukan melalui iklan tv, majalah, radio, atau koran.

Konten yang menarik, infomatif, dan menambah nilai, akan menghasilkan koneksi positif dimata pelanggan, sehingga membuat mereka lebih besar kemungkinan berinteraksi dengan brand Anda dan membeli produk. Sehingga biayanya lebih rendah dan memiliki ROI (laba atas investasi) yang lebih baik.

13
April2015
Tips membangun contact list
Tips membangun contact list

Membangun contact list yang solid mungkin adalah hal terpenting yang perlu Anda lakukan sebagai pelaku email marketing. List ini harus seluruhnya bisa dikirim sekaligus, memuat subscriber yang memang ingin selalu menanti berita/informasi dari Anda, dan mencakup sejumlah bukti – tertulis atau digital – yang menunjukkan dimana dan bagaimana Anda mendapatkan setiap alamat email.

Lalu bagaimana cara membangun contact list? Panduan-panduan seperti apa yang perlu diikuti?

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk membangun sebuah contact list berbasis izin dari pemilik email:

  1. Gunakan Sign Up Form di website Anda

Gunakan Sign Up Form dan pasang di website Anda agar customers bisa mendaftar disana. Tempatkan Sign Up Form Anda pada setiap halaman, sebagai antisipasi jika customers mendarat di halaman-halaman tersebut setelah melakukan pencarian di search engine dan bukan datang dari home page.

  1. Mendapatkan izin

Mungkin kedengarannya tidak masuk akal, but let’s face it: godaan untuk membeli, menyewa, atau mengeruk contact list yang sudah ada di internet memang sangat menggiurkan. Akan tetapi, cara-cara tersebut hanya akan merugikan bisnis Anda.

Jadi buatlah sendiri Sign Up Form di website Anda dan gunakan itu untuk mengumpulkan alamat email dan membangun list Anda sendiri.

  1. Rencana jangka panjang

Ketika Anda menambahkan subscriber, buatlah rencana jangka panjang yang tetap menjaga mereka berada dalam list selama mungkin. Ini bisa berupa strategi untuk mendapatkan sebanyak mungkin feedback dari customers tentang apa yang mereka ingin lihat lebih banyak di website atau di toko Anda.

  1. Konfirmasi-ulang customers Anda

Jika Anda bekerja dengan contact list yang sudah lama tidak digunakan atau mengandung alamat-alamat email yang tidak aktif karena expired, konfirmasi-ulang customers Anda.

Bagaimana cara melakukannya? Kirim email konfirmasi-ulang yang meminta mereka untuk subscribe ulang ke newsletter atau bisnis Anda. Isi email-nya bisa seperti ini:

————————————————————————————————————————-

Yth Bapak Rico, kami sedang memperbaharui database subscriber untuk newsletter email mingguan kami—konten yang akan Anda sukai. Silakan klik link berikut ini untuk menerima update mingguan kami tentang produk-produk dan jasa yang Anda butuhkan untuk tempat tinggal Anda.

————————————————————————————————————————-

Kirim beberapa gelombang email konfirmasi-ulang kepada para customers Anda karena beberapa dari mereka biasanya tidak akan melihat email gelombang pertama Anda. Akan tetapi, jika orang yang sama tidak juga mengklik link setelah beberapa kali dikirimi email, maka unsubscribe saja mereka, karena yang bersangkutan mungkin tidak lagi tertarik menerima newsletter Anda.

Manfaat lain dari email konfirmasi-ulang adalah kita bisa melihat email mana yang mengalami bounce dan mana yang tidak lagi aktif. Bersihkan kontak-kontak tersebut dari list dan fokus pada customers yang mengkonfirmasi-ulang subcription mereka.

  1. Kumpulkan alamat email ketika customers melakukan pembelian

Strategi ini sangat berguna bila Anda mempunyai online shop. Saat proses transaksi, masukkan sebuah isian dimana customers bisa menambahkan alamat email mereka dan mendaftar untuk newsletter atau email Anda. Pastikan Anda memberitahu mereka seberapa sering mereka akan melihat newsletter Anda di inbox dan konten apa yang akan mereka terima.

Jika Anda masih belum memutuskan seberapa sering Anda akan mengirim email, samarkan info tersebut dan berfokuslah pada info apa yang akan mereka dapatkan dalam newsletter Anda.

  1. Gunakan opsi forward

Cantumkan link forward  pada semua email Anda. Orang suka saling bertukar email – ini opsi komunikasi yang mudah dan cepat – jadi jangan hilangkan fitur ini ketika Anda mengirim email.

  1. Iklankan newsletter Anda di newsletter orang lain

Jika yang Anda mau bagikan adalah newsletter, coba iklankan newsletter Anda di newsletter orang lain.

Strategi yang sering diremehkan ini bisa menghasilkan banyak alamat email dalam waktu singkat. Jika Anda mengetahui sebuah newsletter perlengkapan outdoor yang populer dan Anda memiliki toko yang menjual peralatan berkemah, belilah sebuah iklan pada newsletter tersebut dengan link yang mengarah ke Sign Up Form Anda. Selain membeli, Anda juga bisa menawarkan barter satu link di website Anda dengan satu link di newsletter mereka.

Ingat, jika goal Anda mendapatkan alamat email yang banyak, cari newsletter dengan jumlah customers tinggi.

  1. Manfaatkan pameran-pameran penjualan dan event khusus untuk mendapatkan subscriber

Buat Sign Up Form dalam bentuk kertas untuk event khusus saat Anda memperkirakan akan ada banyak orang berkumpul di satu tempat. Tempatkan formulir-formulir ini di tempat dengan visibilitas tinggi, seperti di meja pendaftaran, dekat tempat pembayaran atau di samping pintu depan stand Anda.

Pastikan para customers Anda tahu bahwa mendaftar tidak wajib, tetapi cantumkan checkbox di formulir-formulir tersebut yang menandakan bahwa mereka tahu apa yang mereka lakukan dengan mengisi formulir.

Membangun contact list yang kuat memang tidak selamanya mudah, tetapi hasilnya sangat besar. Ikuti tips di atas untuk membangun contact list Anda sendiri, manjakan para subscribers dan tingkatkan profit Anda melalui email marketing.

8
April2015

Ada banyak cara baru untuk memasarkan bisnis sekarang ini, dan beberapa diantaranya – khususnya email marketing – adalah salah satu cara yang paling efektif.

Mengirim email ke subscriber yang telah memutuskan untuk dimasukkan dalam sistem marketing konten Anda, adalah salah satu cara untuk menyalurkan informasi tepat sasaran kepada customers potensial yang ingin mendengar pesan-pesan dari Anda.

Berikut beberapa statistik yang menjelaskan mengapa email marketing sangat menjanjikan:

Statistik email marketing
Statistik email marketing

Konsumen tidak mengabaikan email. Justru, mereka memberikan prioritas dan perhatian kepada emails yang masuk ke inbox mereka dengan seizin mereka – yang umumnya, telah mereka berikan melalui sebuah website atau newsletter.

Permintaan atas email bahkan lebih tinggi ketika Anda memiliki penawaran khusus, diskon, dan kupon. Permintaan juga meningkat ketika Anda mengutamakan content marketing, yaitu mengirimkan emails yang memberikan nasehat yang membantu serta pengetahuan tentang masalah atau situasi tertentu.

Ini khususnya berlaku untuk email marketing B2B (business-to-business) yang dirancang untuk menargetkan para pemimpin bisnis dan para decision maker  yang memiliki masalah-masalah unik yang perlu dipecahkan.

Pertimbangkan Email Marketing sebagai Bagian dari Bisnis Anda

Jika Anda belum pernah mencoba email marketing, mungkin sekaranglah waktunya. Bisnis-bisnis sekarang mengalokasikan lebih banyak biaya pada email marketing setiap tahun, dan dengan penekanan yang tinggi pada media sosial dan content marketing, perusahaan-perusahaan telah menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan informasi yang bermanfaat kepada para customers potensial mereka.

Pikirkan tentang bagaimana email marketing bisa melayani organisasi Anda – dan lihat bagaimana Anda bisa mengambil manfaat dari metode yang sangat efektif ini.

14
August2013

Inbound Marketing
Melakukan perubahan itu memang sulit. Kebanyakan orang pada dasarnya akan melawan perubahan tersebut. Tetapi, agar sebuah perusahaan bisa tetap mengikuti dunia bisnis yang cepat berubah, perubahan sangat perlu dilakukan – dan para pemimpin perlu membuat perubahan tersebut menjadi nyaman untuk dirangkul oleh para karyawan juga. Setiap orang yang pernah mengadopsi program inbound marketing tahu bahwa mendukung lingkungan perubahan ini sangat penting untuk keberhasilan. Dalam pengalaman penulis, cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan membuat ekspektasi-ekspektasi sejak awal tentang akan bagaimana kondisi transisi tersebut dalam empat hingga enam pekan pertama sehingga star awal bisa berjalan mulus.

Continue reading Transisi Inbound Marketing: Sebuah Resep untuk Keberhasilan Jangka Panjang