Category Archives: Permission-based Marketing

Berisi semua informasi yang berkaitan dengan email marketing berbasis izin

23
August2016
poin-poin penting email marketing
poin-poin penting email marketing

Setiap pebisnis berharap dengan menggunakan email marketing ada hasil positif yang mereka dapatkan dari calon konsumen mereka sebagai timbal balik dari apa yang telah mereka lakukan melalui penyajian konten email marketing yang baik (baca juga: 5 Cara Membuat Konten Email Marketing Yang Menarik). Akan tetapi sebelum berharap untuk mendapatkan feedback dari calon konsumen, seharusnya pebisnis harus mengetahui apa poin-poin penting email marketing yang bisa meyakinkan konsumen terhadap email marketing yang pebisnis kirimkan. Untuk itu, pada artikel ini, kita akan coba membantu para pebisnis untuk mengetahui apa poin-poin penting email marketing. Simaklah penjelasan poin-poin penting email marketing di bawah ini.

  1. Menjaga kualitas email yang dikirimkan

Tak bisa kita pungkiri bahwa konten yang akan Anda tuliskan menjadi alat pemikat untuk menarik minat calon konsumen. Karenanya pastikan bila Anda tidak membuat kesalahan sekecil apapun dalam menuliskan konten email yang akan Anda kirim kepada calon konsumen. Buatlah judul yang menarik untuk memancing rasa penasaran para konsumen, dan buatlah konten yang interaktif agar konsumen tak merasa bosan menerima email marketing dari Anda.
Continue reading Poin Email Marketing Yang Harus Diketahui

5
August2015
retention email atau email pengingat
Retention Email atau Email Pengingat

Membuat email marketing yang efektif berfokus pada retensi customer (retention email) adalah tugas yang berdasarkan pada data ekstensi dengan menjalin hubungan bisnis yang berkesinambungan. Email memiliki salah satu ROI (Return on Investment) tertinggi dari semua platform digital yang ada. Email itu sangat kuat efeknya terhadap brand apabila kita mengelolanya secara benar. Ketika berada dalam posisi pembaca (customer yang sudah ada), kita memiliki jembatan komunikasi langsung dengan customer kita dan kemungkinan besar dapat memaksimalkan ROI. Continue reading Strategi Retention Email

2
July2015
Membangun Engagement dan Mempertahankan Customer Baru
Membangun Engagement dan Mempertahankan Customer Baru

Tetap terhubung dengan customer merupakan hal yang sangat penting untuk menumbuhkan bisnis. Mungkin kita berpikir bahwa sudah menginvestasikan banyak waktu dan sumber daya untuk marketing, namun kita mungkin belum begitu yakin dengan hasil yang didapatkan. Continue reading 5 Langkah untuk Membangun Engagement dan Mempertahankan Customer Baru

18
June2015

Resending Email

Metode resending email pernah melalui sebuah test, hasilnya menunjukkan bahwa email kedua dapat mencapai 53,2% orang lebih dan mendapati 32,6% unique opens. Statistik yang mengesankan memang, tapi jangan besar kepala dulu. Memang benar bahwa statistik tidak dapat berbohong, tapi bayangkan jika semua pemain marketing memakai strategi ini? Akan ada dunia di mana inbox sudah penuh sesak dan spam traps lebih efisien daripada sebelumnya. Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa tim marketing Anda perlu untuk berpikir dua kali sebelum mengirim email ulang (resending email). Continue reading Resending Email: Ide yang Baik atau Buruk?

18
June2015
Fitur Unsubscribe
Fitur Unsubscribe

Jangan Pernah Meremehkan Unsubscribe Link

Jika pelanggan kita mengeklik tautan untuk berhenti berlangganan, hampir bisa dipastikan bahwa kita akan kehilangan pelanggan. Namun, hal itu juga dapat membuat kita berpikir lebih dalam tentang mengapa banyak pelanggan yang melakukan unsubscribe terhadap layanan yang tersedia. Ada banyak cara untuk menghindari opt-out (nama lain berhenti berlangganan – pen), tetapi tidak ada cara yang benar-benar tepat untuk menempatkan (atau bahkan menghilangkan) unsubscribe link yang dapat menyelamatkan kita dari klien yang mulai hilang ketertarikan pada servis atau produk kita. Continue reading Pentingnya Unsubscribe Link

15
June2015
Tes Contact List
Tes Contact List

Contact list email itu jika diibaratkan susu, keduanya sama-sama tidak tahan lama. Bahkan pada kenyataannya, contact list yang membusuk (usang) bisa menyebabkan banyak hal buruk, berbeda dengan susu basi yang mungkin hanya menyebabkan mual-mual. Contact list yang buruk bisa membuat pesan-pesan kita menjadi hampir tidak mungkin masuk ke dalam inbox para customer potensial.

Continue reading Seberapa Sehat Contact List Kita?

12
June2015
10 Tips Dasar untuk Menghindari Folder Spam
10 Tips Dasar untuk Menghindari Folder Spam

Ketika Anda menelusuri blog ini, Anda akan sering menemukan topik tentang deliverabilitiy email. Mengapa kami terus mengungkit hal ini, karena deliverability merupakan poin yang sangat krusial bagi kesuksesan email marketing, baik jangka panjang maupun pendek. Mirip dengan Google yang terus meningkatkan algoritma pencariannya untuk memberikan hasil terbaik, kami juga terus membenahi deliverability dan memastikan bahwa email klien sudah terkirim. Karena itu, kami membagikan beberapa petunjuk untuk membantu memastikan bahwa email Anda mencapai Inbox.

Continue reading 10 Tips Dasar Untuk Menghidari Folder Spam

1
June2015
Cara Melakukan Follow Up Kepada Subscriber Baru
Cara Melakukan Follow Up Kepada Subscriber Baru

Bagi banyak bisnis, menjangkau customer baru adalah prioritas teratas. Karena itu, bagaimana melakukan follow up kepada subscriber baru adalah hal yang sangat penting untuk dibicarakan.

Anda ingin sekali memperluas audiens Anda, membangun koneksi-koneksi baru, dan hingga akhirnya menumbuhkan bisnis Anda.

Tapi ada satu pertanyaan penting: Ketika bisnis Anda telah menjangkau satu customer baru, atau bahkan jika Anda sebelumnya telah membagikan pengalaman mengesankan kepada seorang customer pertama kali, apa yang Anda lakukan untuk membuat customer baru Anda kembali ke bisnis Anda?

Hubungan tidak terjadi dalam satu hari.

Meskipun kesan pertama yang hebat adalah salah satu langkah penting menuju hubungan yang berlangsung lama, namun Anda perlu maju selangkah lagi untuk menunjukkan kepada customer seberapa penting mereka bagi Anda dan mendapatkan loyalitas mereka.

Ketika Anda berinvestasi dalam membangun hubungan dengan customers Anda melalui email marketing, mereka membayar upaya Anda dengan kembali ke bisnis Anda.

Jika Anda belum mulai mengumpulkan alamat email di toko Anda atau melalui formulir pendaftaran online, maka mulailah menjangkau customer dengan informasi yang Anda tahu akan bermanfaat bagi para customer Anda.

Butuh inspirasi? Berikut tujuh ide untuk melakukan follow up dengan customers baru:

  1. Memberikan welcome email yang hangat

Salah satu cara termudah untuk menjaga momentum yang sedang terjadi adalah dengan mengirim welcome email. Pertimbangkan juga untuk memasukkan 4 elemen berikut ke dalam welcome email Anda:

  • Perkenalan yang hangat dan ramah
  • Rangkuman apa yang akan diperoleh pada emails berikutnya
  • Jaminan privasi dan keamanan data
  • Signature personal dengan rincian kontak
  1. Berterima kasih atas bisnis mereka (dan menawarkan insentif untuk datang kembali)

Berterima kasih kepada customer baru melalui thank you email adalah salah satu cara untuk menunjukkan bahwa mereka penting bagi Anda. Ucapan terima kasih yang terbaik adalah yang bersifat personal dan menawarkan customer sebuah insentif untuk datang kembali.

Pikirkan bagaimana Anda bisa menawarkan sebuah ucapan terima kasih yang original. Pertimbangkan membuat video berdurasi 30-detik untuk menunjukkan apresiasi Anda, atau mencantumkan sebuah foto ceria Anda dan staf Anda.

Kemudian, temukan sejumlah ide untuk mendorong para customer melakukan bisnis dengan Anda lagi. Berikan penawaran terbatas atau deadline yang ketat untuk mendorong mereka melakukan bisnis dengan Anda lagi.

  1. Memelihara hubungan baru dengan serangkaian Autoresponder

Autoresponder adalah alat yang memungkinkan Anda membuat serangkaian email otomatis yang dikirim ke sebuah kontak setelah mereka masuk ke dalam list. Mirip dengan welcome email, manfaat autoresponder ini adalah Anda bisa “membuatnya di awal dan tidak memikirkannya lagi kemudian”. Anda menetukan frekuensi untuk menjangkau kontak-kontak Anda, merancang sekumpulan email, dan menambahkan kontak-kontak relevan ke list ini.

Autoresponder sangat bermanfaat bagi kontak-kontak baru karena dengan itu Anda memastikan mereka mendapatkan perkenalan yang sangat berkesan tentang bisnis Anda sejak awal. Ini adalah kesempatan Anda untuk menjelaskan profil bisnis Anda, memberikan informasi bermanfaat yang membeberkan keahlian Anda, dan secara reguler mengingatkan mereka tentang cara-cara mudah untuk terhubung dengan Anda.

  1. Menawarkan bantuan

Bahkan setelah mendapatkan pengalaman pertama yang mengesankan dengan bisnis Anda, ada peluang customer Anda tidak mengetahui beragam produk atau jasa yang Anda tawarkan. Berikan orang dorongan untuk kembali dengan memberi mereka lebih banyak informasi tentang kelebihan bisnis Anda.

Apakah Anda menawarkan jasa atau produk musiman yang bisa membantu seorang customer memecahkan masalah selama periode waktu tertentu? Pertimbangkan untuk menawarkan jasa-jasa ini dengan diskon kepada customers baru atau buat paket “permulaan” yang khusus ditujukan untuk customer baru.

Ingat, gaya bahasa yang digunakan tidak boleh terlalu promosional dan lebih banyak tentang bagaimana Anda berupaya untuk membantu customer Anda mengatasi masalah-masalah, kebutuhan, atau minat spesifik mereka.

  1. Minta feedback

Sebagai pemilik bisnis, Anda ingin memastikan bahwa Anda melakukan segala sesuatu yang Anda bisa untuk memberikan kesan pertama yang kuat dan bertahan lama. Lakukan follow up dengan survei-survei online, tunjukkan kepada customers baru bahwa Anda berkomitmen terhadap pengalaman yang berkesan dan Anda menghargai opini mereka.

Ini juga peluang yang sangat baik untuk menanyakan sejumlah pertanyaan yang akan memberikan Anda pengetahuan tentang siapa customer Anda, mereka tertarik pada hal-hal apa, dan cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk terhubung dengan mereka.

  1. Ajak mereka kembali

Events merupakan cara yang sangat baik untuk membawa kembali orang-orang ke bisnis Anda. Ini juga cara yang sangat ampuh bagi customers baru untuk bertemu orang-orang yang telah mereka kenal dan menyukai bisnis Anda.

Periksa kembali kalender Anda dan mulailah memikirkan tentang apa yang akan datang berikutnya untuk bisnis Anda dalam beberapa pekan ke depan. Kemudian, pikirkan tentang bagaimana Anda bisa melibatkan audiens baru Anda pada setiap acara yang akan datang.

Apakah Anda memutuskan untuk melakukan open house, membawa pembicara tamu yang menurut Anda akan disukai para customer, atau bermitra dengan nirlaba favorit Anda untuk sebuah event, pastikan customers baru Anda mengetahuinya.

  1. Memperlihatkan sisi sosial Anda

Mempromosikan media sosial Anda kepada customers baru akan membuat mereka membaca konten dan mengetahui aktivitas-aktivitas terbaru bisnis Anda. Itulah sebabnya, walaupun mereka belum terbiasa dengan bisnis Anda, mereka akan memiliki gambaran yang lebih baik tentang apa bidang yang digeluti bisnis Anda.

Media sosial juga merupakan tempat yang sangat baik bagi customers baru untuk melihat apa yang dikatakan orang lain tentang bisnis Anda. Bagaimana Anda berinteraksi dengan para customers di media sosial akan memberikan mereka gambaran yang baik.

Dengan membagikan link ke website dan jejaring sosial, Anda akan mengarahkan trafik dan pengikut, yang berarti lebih banyak mata yang melihat informasi yang telah Anda buat atau bagikan.

Email dan media sosial bekerja paling baik jika digunakan bersama-sama. Karena itu, tambahkan tombol-tombol ke media sosial pada bagian bawah masing-masing email yang Anda kirim.

Santap saat hidangan masih panas.

Dengan 7 ide ini, Anda siap untuk menjangkau customer baru dan terus menawarkan kepada mereka pengalaman yang tidak bisa disaingi oleh para pesaing Anda.

Pilih satu ide dari daftar ini dan buat akun DocoBlast Anda sekarang! Psst, Anda juga bisa menggunakan free email marketing bila Anda mau.

29
May2015
Penjelasan tentang sender score
Penjelasan tentang sender score

Sekilas email marketing kelihatan seperti hal yang mudah dilakukan bagi strategi inbound marketing Anda. Tulis email yang bagus, tambahkan beberapa gambar menarik, kirimkan ke contact list optin Anda, dan perhatikan customer berdatangan.

Bahkan jika semudah itu, tahapan yang sering diremehkan oleh para pelaku marketing adalah betapa sulitnya untuk mendapatkan email yang benar-benar masuk ke dalam inbox penerima. Kelihatannya sepele, tetapi ada puluhan bagian yang terlibat dalam keterkiriman email, dan bagian yang paling besar adalah reputasi IP pengirim email.

Untungnya, ada sebuah layanan yang memiliki  sebuah sistem bernama Sender Score (Skor Pengirim), yang memberikan Anda informasi tentang reputasi IP Anda sebagai seorang pengirim email.

Sudahkah Anda memeriksa Sender Score Anda? Jika Anda tahu Sender Score Anda, apakah Anda mengerti apa artinya bagi reputasi Anda sebagai pelaku email marketing? Jika Anda tertarik dengan reputasi Anda sebagai pengirim email, teruslah baca artikel ini untuk mempelajari segala sesuatunya yang Anda perlu ketahui tentang Sender Score.

Apa itu Sender Score?

Sender Score adalah sebuah layanan gratis, dimana algoritma Sender Score memberi rating terhadap reputasi setiap alamat IP server mail dengan skala 0-100. Dengan mengumpulkan data dari lebih 60 juta mailbox di ISP-ISP besar mereka merekam apakah orang sering melakukan unsubscribe atau melaporkan spam dari pengirim email tertentu, dan kemudian memberikan skor pengirim berdasarkan pemantauan tersebut. Sender Score Anda akan terus berubah tergantung pada kebiasaan mengirim email Anda dan respon dari para penerima.

Sender Score adalah sebuah angka penting untuk tetap berada di posisi teratas, karena mail servers akan sering memeriksa Sender Score Anda sebelum memutuskan apa yang akan mereka lakukan terhadap email Anda. Semakin rendah Sender Score Anda, maka semakin sulit untuk email Anda masuk ke inbox seseorang. Ada banyak hal yang bisa berdampak pada keterkiriman email Anda, tetapi laporannya menyatakan bahwa 83% email tidak terkirim ke inbox, disebabkan karena reputasi pengirim yang buruk.

Bahkan jika sebuah jaringan email atau ISP tidak menelusuri Sender Score Anda untuk menentukan apakah mereka akan mengirimemail Anda atau tidak, namun faktor-faktor yang digunakan dalam menentukan Sender Score Anda mirip dengan yang digunakan oleh jaringan-jaringan email dan ISP untuk menentukan reputasi pengirim Anda. Oleh karena itu, skor ini merupakan alat reputasi pengirim email yang sangat baik dan gratis untuk memastikan Anda menyadari dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki setiap masalah keterkiriman.

Bagaimana Menginterpretasi Skor?

Skor dihitung rata-rata 30-hari dan mengindikasikan ranking sebuah alamat IP terhadap alamat IP lainnya. Semakin skor Anda mendekati 0, maka semakin buruk reputasi Anda, dan jika skor Anda mendekat 100, maka itu berarti reputasi Anda sangat baik.  Sekarang mari kita uraikan item-item yang dijadikan dasar dalam menilai skor Anda:

  • Keluhan: Bagaimana keluhan-keluhan tentang sebuah alamat IP dibanding dengan semua alamat IP lainnya. Tingkat keluhan dihitung sebagai jumlah keluhan dibagi dengan jumlah email yang diterima, dan skor keluhan adalah ranking yang didasarkan pada tingkat keluhan yang Anda terima.
  • Volume: Meskipun bukan satu-satunya indikasi bahwa reputasi pengirim baik atau buruk, namun ini adalah bagian penting dari algoritma keseluruhan. Sebagai contoh, sebuah alamat IP yang mengirim 100 pesan dan menerima 99 keluhan mungkin baik-baik saja.
  • Reputasi Eksternal: Bagaimana kinerja alamat IP dibanding semua alamat IP lainnya dalam hal beragam blacklist dan whitelist eksternal.
  • Pengguna yang tidak diketahui: Tingkat pengguna yang tidak diketahui diambil langsung dari log SMTP masuk dari ISP-ISP yang berpartisipasi, dengan menelusuri seberapa sering alamat IP mencoba mengirim sebuah pesan ke alamat email yang tidak ada.
  • Ditolak: Ini merepresentasikan seberapa sering email mengalami bounce dibanding dengan alamat IP lain.
  • Diterima: Jumlah pesan email yang diterima untuk pengiriman, jumlah ini dinyatakan sebagai jumlah pesan yang dilihat dikurangi jumlah pesan yang ditolak.
  • Persentase Diterima: Rasio alamat email yang diterima untuk pengiriman dibandingkan dengan pesan-pesan email yang dicoba untuk dikirim. Ini adalah jumlah pesan yang diterima untuk pengiriman, dibagi dengan jumlah pesan yang dilihat.
  • Persentase Pengguna Yang Tidak Diketahui: Rasio antara pengguna yang tidak diketahui, atau alamat email yang tidak valid, dibandingkan dengan jumlah email yang dilihat.

Jadi, skor yang baik itu seperti apa? Jika skor Anda di atas 90, maka selamat! Itu adalah Sender Score yang sangat baik. Jika skor Anda antara 50 – 80, maka ada sesuatu yang tidak beres. Jika skor Anda kurang dari 50, berarti kemungkinan besar Anda adalah tukang spam.

Apa yang Harus Dilakukan jika Memiliki Sender Score yang Buruk?

Penjelasan Tentang Sender Score
Apa yang Dilakukan Saat Memiliki Sender Score yang Buruk

Langkah pertama adalah mengetahui berapa skor Anda. Mungkin butuh beberapa beberapa bulan atau beberapa tahun untuk memperbaiki Sender Score yang rendah, sehingga semakin cepat Anda mengetahui masalahnya maka semakin baik. Ada beberapa aspek dari email marketing yang perlu Anda periksa dan mungkin perlu diubah untuk memperbaiki Sender Score dan tingkat keterkiriman email, berikut beberapa hal yang dipertimbangkan oleh Sender Score:

  • Volume Pengiriman Email Tidak Konsisten
    Jika volume pengiriman email meningkat konstan, skor akan mempertahankan angka yang baik. Akan tetapi, jika Anda mengirim 5.000 email pada hari Senin, 200 pada hari Jumat, dan tidak ada selama seminggu, dan kemudian 15.000, maka Anda kemungkinan besar akan dikategorikan mengirim volume email yang tidak konsisten.
  • Frekuensi Mengirim
    Seperti halnya volume kiriman yang harus konsisten, begitu juga dengan frekuensi email Anda diterima. Mengirim email setiap hari, setiap dua hari, setiap minggu – seberapapun yang Anda butuhkan, Pastikan Anda tidak hanya terjun satu kali lalu meninggalkannya selama satu bulan, lalu kemudian muncul kembali dan berharap tidak mendapatkan hukuman. Ketika Anda menyempurnakan email marketing Anda, Anda akan mampu mengetes frekuensi pengiriman email yang optimal untuk para penerima Anda.
  • Alamat IP Yang “Dingin”
    Jika Anda baru dalam email marketing, Anda mungkin telah mengabaikan untuk menghangatkan alamat IP Anda. Mulailah email marketing dengan sebuah alamat IP baru dengan kumpulan-kumpulan kecil yang terdiri dari orang-orang terbaik dalam contact  list Anda – Anda tahu, orang-orang yang suka dengan Anda dan tidak akan menandai Anda sebagai SPAM atau unsubscribe dari komunikasi-komunikasi dengan Anda. Perlahan-lahan tingkatkan jumlah orang yang Anda kirimi email untuk menghangatkan IP Anda dan buktikan Anda adalah pengirim yang aman.
  • Blacklist
    Ada sekitar 50 blacklister  di luar sana yang telah diketahui sebagai alamat IP penebar spam. Return Path juga menyediakan layanan untuk melihat apakah Anda ada di dalam blacklist tersebut.Dengan mengasumsikan Anda adalah pelaku email marketing kompeten yang tidak mengetahui beberapa aturan untuk keterkiriman email yang baik, silakan kunjungi situs-situs yang mem-blacklist Anda untuk berkonsultasi tentang apa yang diperlukan untuk melepaskan Anda dari blacklist. Jika Anda menghubungi mereka untuk penghapusan dari blacklist, mereka akan membantu Anda memahami mengapa Anda di-blacklist dan apa yang Anda dapat lakukan untuk meningkatkan metode-metode email marketing.
  • Terjebak dalam Perangkap Spam
    Jebakan spam adalah sebuah alamat email yang dulunya valid, tetapi sekarang tidak lagi, sehingga akan mengumpulkan pemberitahuan hard bounce ketika Anda mengirimkan email kepada mereka. Akan tetapi, ketika sebuah server email kecil melihat trafik yang konsisten menuju email mati tersebut, maka mereka bisa mengubah email tersebut menjadi jebakan spam yang akan berhenti mengembalikan hard bounce, tetap menerima pesan lalu melaporkan pengirim sebagai penebar spam.Pesan moralnya adalah jika Anda tidak memantau hard bounce Anda dan tidak menghapusnya dari contact  list aktif Anda, maka Anda bisa dipersepsi sebagai tukang spam.
  • Laporan SPAM
    Terakhir, jika para penerima email menganggap Anda adalah tukang spam dan mengidentifikasi Anda melalui sebuah laporan SPAM, maka reputasi pengirim Anda akan rusak. Periksa seberapa sering email Anda ditandai sebagai SPAM – biasanya yang masih bisa diterima adalah 1 diantara setiap 1000 pengiriman email.

Ada beberapa faktor lain untuk membuat email Anda masuk ke dalam inbox penerima seperti konten email Anda, infrastruktur email dan lainnya. Tetapi jika Anda ingin memulai email marketing secara tepat, pembentukan dan penjagaan reputasi pengirim email  yang  baik merupakan salah satu kualitas paling penting dalam program email marketing Anda.

Bukan DocoBlast customers? Mulai kampanye Anda dengan free email marketing sekaligus Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!