Category Archives: Campaign

Semua informasi yang berkaitan dengan pengiriman email secara massal

13
April2015

Tingkatkan open rate dengan sederhana

Anda telah melakukan segala sesuatunya dengan benar. Anda telah membuat konten email marketing yang menarik, menambahkan call-to-action yang efektif dan sudah menemukan formula yang tepat untuk subject email. Akan tetapi, masih ada sesuatu yang salah! Open rate  email (persentase terbacanya email) belum juga mengalami peningkatan dan bahkan mulai terasa bahwa ada sejumlah kontak yang tidak pernah membuka email Anda.

Continue reading Tingkatkan Open Rate Email dengan Cara yang Sederhana

13
April2015
Inbound Marketing vs Outbound Marketing
Inbound Marketing vs Outbound Marketing

Ketika kita bertanya kepada kebanyakan pelaku marketing sekarang ini bagaimana mereka menghasilkan calon customers, maka kebanyakan dari mereka akan menjawab dengan mengadakan pameran-pameran penjualan, seminar, metode panggilan, dan periklanan. Metode-metode seperti ini bisa disebut sebagai “outbound marketing” dimana seorang pelaku marketing menyebarluaskan pesan dengan harapan dapat menemukan jarum di dalam tumpukan jerami.

Banyak yang menganggap bahwa teknik-teknik outbound marketing sudah semakin tidak efektif dari waktu ke waktu karena dua alasan.

Pertama, rata-rata manusia sekarang ini digempur dengan lebih dari 2000 interupsi outbound marketing per hari dan mereka telah menemukan semakin banyak cara untuk mengabaikan interupsi-interupsi ini.

Kedua, koordinasi seputar pembelajaran sesuatu yang baru atau berbelanja sesuatu yang baru dengan menggunakan internet (search engine, blog, dan media sosial), biayanya sudah jauh lebih rendah dibanding—misalnya—pergi ke seminar di Marriott atau terbang ke Paris untuk shopping.

Ketimbang melakukan outbound marketing kepada audiens yang mencoba memblokir Anda, dianjurkan untuk melakukan “inbound marketing” dimana Anda membantu diri Anda sendiri untuk “ditemukan” oleh orang yang sebelumnya telah belajar dan berbelanja di industri yang Anda geluti. Untuk melakukan ini, Anda perlu membuat website yang menarik para pelanggan secara natural melalui search engine, dunia blog, dan media sosial.

Inbound marketing berfokus pada pembuatan konten berkualitas yang menarik orang datang ke perusahaan dan produk Anda, dimana mereka melakukan itu secara natural karena ketertarikan murni. Dengan menyesuaikan konten yang Anda terbitkan dengan minat para pelanggan, Anda secara natural telah menarik trafik inbound yang kemudian bisa dikonversi dari waktu ke waktu.

Mengapa inbound marketing lebih baik daripada outbound marketing ?

Kebanyakan pelaku marketing sekarang ini menghabiskan 90% upaya mereka untuk melakukan outbound marketing dan 10% untuk inbound marketing. Padahal, sangat dianjurkan agar rasio tersebut dibalik.

Alasan lain mengapa inbound marketing lebih unggul adalah karena biayanya lebih rendah dibanding teknik marketing tradisional (outbound marketing).

Mengapa mencoba untuk membeli customers dengan “outbound marketing” yang tradisional ketika mereka bahkan tidak memberi perhatian?

Berikut beberapa statistik dari infografik berikut.

  • 44% surat langsung tidak pernah dibuka. Ini hanya buang-buang waktu, biaya kirim, dan kertas.
  • 86% orang melewatkan tayangan iklan televisi
  • 84% orang yang berumur 25-34 tahun mengklik sebuah website karena “iklan yang tidak relevan atau mengganggu.”
  • Biaya per calon pelanggan pada outbound marketing lebih mahal dibanding untuk inbound marketing.

Inbound marketing berfokus pada bagaimana mendapatkan perhatian seseorang, bukan membeli perhatian seseorang, yang selama ini dilakukan melalui iklan tv, majalah, radio, atau koran.

Konten yang menarik, infomatif, dan menambah nilai, akan menghasilkan koneksi positif dimata pelanggan, sehingga membuat mereka lebih besar kemungkinan berinteraksi dengan brand Anda dan membeli produk. Sehingga biayanya lebih rendah dan memiliki ROI (laba atas investasi) yang lebih baik.

13
April2015
Tips membangun contact list
Tips membangun contact list

Membangun contact list yang solid mungkin adalah hal terpenting yang perlu Anda lakukan sebagai pelaku email marketing. List ini harus seluruhnya bisa dikirim sekaligus, memuat subscriber yang memang ingin selalu menanti berita/informasi dari Anda, dan mencakup sejumlah bukti – tertulis atau digital – yang menunjukkan dimana dan bagaimana Anda mendapatkan setiap alamat email.

Lalu bagaimana cara membangun contact list? Panduan-panduan seperti apa yang perlu diikuti?

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk membangun sebuah contact list berbasis izin dari pemilik email:

  1. Gunakan Sign Up Form di website Anda

Gunakan Sign Up Form dan pasang di website Anda agar customers bisa mendaftar disana. Tempatkan Sign Up Form Anda pada setiap halaman, sebagai antisipasi jika customers mendarat di halaman-halaman tersebut setelah melakukan pencarian di search engine dan bukan datang dari home page.

  1. Mendapatkan izin

Mungkin kedengarannya tidak masuk akal, but let’s face it: godaan untuk membeli, menyewa, atau mengeruk contact list yang sudah ada di internet memang sangat menggiurkan. Akan tetapi, cara-cara tersebut hanya akan merugikan bisnis Anda.

Jadi buatlah sendiri Sign Up Form di website Anda dan gunakan itu untuk mengumpulkan alamat email dan membangun list Anda sendiri.

  1. Rencana jangka panjang

Ketika Anda menambahkan subscriber, buatlah rencana jangka panjang yang tetap menjaga mereka berada dalam list selama mungkin. Ini bisa berupa strategi untuk mendapatkan sebanyak mungkin feedback dari customers tentang apa yang mereka ingin lihat lebih banyak di website atau di toko Anda.

  1. Konfirmasi-ulang customers Anda

Jika Anda bekerja dengan contact list yang sudah lama tidak digunakan atau mengandung alamat-alamat email yang tidak aktif karena expired, konfirmasi-ulang customers Anda.

Bagaimana cara melakukannya? Kirim email konfirmasi-ulang yang meminta mereka untuk subscribe ulang ke newsletter atau bisnis Anda. Isi email-nya bisa seperti ini:

————————————————————————————————————————-

Yth Bapak Rico, kami sedang memperbaharui database subscriber untuk newsletter email mingguan kami—konten yang akan Anda sukai. Silakan klik link berikut ini untuk menerima update mingguan kami tentang produk-produk dan jasa yang Anda butuhkan untuk tempat tinggal Anda.

————————————————————————————————————————-

Kirim beberapa gelombang email konfirmasi-ulang kepada para customers Anda karena beberapa dari mereka biasanya tidak akan melihat email gelombang pertama Anda. Akan tetapi, jika orang yang sama tidak juga mengklik link setelah beberapa kali dikirimi email, maka unsubscribe saja mereka, karena yang bersangkutan mungkin tidak lagi tertarik menerima newsletter Anda.

Manfaat lain dari email konfirmasi-ulang adalah kita bisa melihat email mana yang mengalami bounce dan mana yang tidak lagi aktif. Bersihkan kontak-kontak tersebut dari list dan fokus pada customers yang mengkonfirmasi-ulang subcription mereka.

  1. Kumpulkan alamat email ketika customers melakukan pembelian

Strategi ini sangat berguna bila Anda mempunyai online shop. Saat proses transaksi, masukkan sebuah isian dimana customers bisa menambahkan alamat email mereka dan mendaftar untuk newsletter atau email Anda. Pastikan Anda memberitahu mereka seberapa sering mereka akan melihat newsletter Anda di inbox dan konten apa yang akan mereka terima.

Jika Anda masih belum memutuskan seberapa sering Anda akan mengirim email, samarkan info tersebut dan berfokuslah pada info apa yang akan mereka dapatkan dalam newsletter Anda.

  1. Gunakan opsi forward

Cantumkan link forward  pada semua email Anda. Orang suka saling bertukar email – ini opsi komunikasi yang mudah dan cepat – jadi jangan hilangkan fitur ini ketika Anda mengirim email.

  1. Iklankan newsletter Anda di newsletter orang lain

Jika yang Anda mau bagikan adalah newsletter, coba iklankan newsletter Anda di newsletter orang lain.

Strategi yang sering diremehkan ini bisa menghasilkan banyak alamat email dalam waktu singkat. Jika Anda mengetahui sebuah newsletter perlengkapan outdoor yang populer dan Anda memiliki toko yang menjual peralatan berkemah, belilah sebuah iklan pada newsletter tersebut dengan link yang mengarah ke Sign Up Form Anda. Selain membeli, Anda juga bisa menawarkan barter satu link di website Anda dengan satu link di newsletter mereka.

Ingat, jika goal Anda mendapatkan alamat email yang banyak, cari newsletter dengan jumlah customers tinggi.

  1. Manfaatkan pameran-pameran penjualan dan event khusus untuk mendapatkan subscriber

Buat Sign Up Form dalam bentuk kertas untuk event khusus saat Anda memperkirakan akan ada banyak orang berkumpul di satu tempat. Tempatkan formulir-formulir ini di tempat dengan visibilitas tinggi, seperti di meja pendaftaran, dekat tempat pembayaran atau di samping pintu depan stand Anda.

Pastikan para customers Anda tahu bahwa mendaftar tidak wajib, tetapi cantumkan checkbox di formulir-formulir tersebut yang menandakan bahwa mereka tahu apa yang mereka lakukan dengan mengisi formulir.

Membangun contact list yang kuat memang tidak selamanya mudah, tetapi hasilnya sangat besar. Ikuti tips di atas untuk membangun contact list Anda sendiri, manjakan para subscribers dan tingkatkan profit Anda melalui email marketing.

13
April2015
SPAM
SPAM

Anda bukan tukang spam email. Anda menghargai hubungan dengan customers dan bekerja keras untuk membangun rasa percaya dengan customers Anda.

Tapi meskipun Anda sudah berusaha keras, kadang Anda masih saja mendapati banyak keluhan spam ketika mengirim kampanye email marketing dan mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana menghindarinya.

Cara menghindari agar tidak ditandai sebagai spam

Karena laporan spam email biasanya hanya didasarkan pada pendapat si penerima email, yakni seseorang yang menerima email dari Anda, kemudian memutuskan bahwa email itu tidak diinginkannya, kemudian mengklik “lapor sebagai spam”, maka sangat sulit untuk mengetahui apa yang salah dengan email Anda.

Tapi kabar baiknya, ada beberapa tanda peringatan yang bisa diwaspadai saat mengirim kampanye email Anda berikutnya.

Berikut ini adalah 6 kesalahan umum yang harus Anda hindari:

  1. Tidak meminta izin

Orang membuka email dari orang-orang yang mereka kenal, dan mereka akan menghapus atau memberi tanda spam untuk email dari orang-orang yang tidak mereka kenal. Sesederhana itu.

Email marketing yang berbasis-izin merupakan rute terbaik untuk membangun hubungan email marketing yang bertahan lama. Ketika Anda meminta izin, Anda bisa membangun daftar orang-orang yang tertarik dengan bisnis Anda dan senang mendengar berita/informasi dari Anda. Mereka mempunyai peluang lebih besar untuk membuka email, kecil kemungkinan menandainya sebagai spam, dan akan tetap bersama Anda dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding kontak yang tidak disertai dengan izin (seperti membeli atau menyewa contact list).

Meminta izin juga membuat Anda selalu patuh pada peraturan perundangan seperti UU CAN-Spam (Controlling the Assault of Non-Solicited Pornography and Marketing).

  1. Menyembunyikan identitas

Bahkan jika Anda sudah meminta izin, jika orang tidak bisa mengenali bahwa email yang mereka terima datang dari Anda, mereka masih bisa menandai email Anda sebagai spam.

Salah satu solusi mudah bagi masalah ini adalah menggunakan nama pengirim dan alamat email pengirim yang lazim. Jika Anda memiliki alamat email yang menggunakan website bisnis, pilih alamat email tersebut ketimbang email dari akun pribadi.

Solusi mudah lainnya adalah menambahkan branding Anda ke dalam email yang Anda kirim. Cantumkan logo perusahaan Anda di lokasi yang menonjol pada bagian atas email dan pilih warna yang merepresentasikan bisnis Anda.

  1. Mengirim konten yang tidak relevan

Konten email Anda tidak harus konten yang buruk atau ofensif untuk bisa masuk ke dalam kotak spam. Seringkali, pelanggaran terburuk yang bisa Anda lakukan adalah memasukkan konten yang tidak menarik atau tidak relevan bagi orang-orang yang coba Anda jangkau lewat email.

Bahkan jika orang-orang tidak menandai email Anda sebagai spam, jika mereka tidak tertarik dengan apa yang Anda kirim, mereka akan mengirim email Anda ke kotak sampah tanpa berpikir dua kali.

Perhatikan konten apa yang disukai oleh para audiens Anda. Lihat laporan email untuk mengetahui konten mana yang mendapatkan jumlah klik tertinggi. Jika Anda masih belum yakin konten apa yang audiens sukai, tanyakan kepada mereka!

Anda bisa menggunakan survei online untuk mengumpulkan feedback dari audiens Anda atau perbaharui sign-up form dan masukkan opsi-opsi yang bisa dipilih orang ketika mereka mendaftar.

  1. Tidak memenuhi janji

Ketika seseorang mendaftar untuk menerima komunikasi email Anda, mereka melakukan itu dengan harapan akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Jika Anda tidak menyampaikan secara jelas tentang manfaat tersebut – atau jika mereka mendaftar untuk sesuatu namun menerima sesuatu yang lain – maka sama saja Anda membuat risiko untuk diri Anda sendiri.

Berikan ekspektasi yang jelas kepada para subscriber sebelum mereka memberikan alamat email-nya. Biarkan mereka tahu seberapa sering mereka akan mendapat berita/informasi dari Anda, jenis informasi apa yang akan mereka terima, dan mengapa mereka perlu subscribe.

Selanjutnya, buat welcome email untuk menegaskan kembali keputusan mereka dan mengingatkan mereka tentang apa yang akan mereka terima.

  1. Membanjiri audiens dengan email

Menjual produk atau jasa merupakan bagian penting dari email marketing, tetapi jika Anda mengirim terlalu banyak bahan promosi Anda justru bisa membuat orang menjauh.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk menemukan keseimbangan pada jenis konten yang Anda kirim. Sebagai standar, dianjurkan untuk mengirim konten dengan proporsi 80% konten informatif/bermanfaat dan 20% promosi.

Ketika Anda memasukkan konten promosi, pastikan bahwa konten itu dikirim pada momen yang tepat dan relevan dengan orang yang Anda sedang coba untuk jangkau. Orang cenderung lebih terbuka terhadap promosi jika itu membantu mereka memecahkan sebuah masalah yang mereka hadapi pada saat itu.

Terakhir, tetap awasi frekuensi mengirim Anda secara keseluruhan. Bahkan beberapa email yang disusun rapi dengan konten bermanfaat bisa dianggap sebagai spam jika Anda mengirimnya terlalu sering.

  1. Mempersulit untuk berhenti belangganan

Seringkali, orang-orang akan menandai email sebagai spam karena mereka hanya ingin berhenti berlangganan dan keluar dari contact list.

Walaupun kurang menyenangkan, orang-orang yang tidak tertarik menerima email Anda lebih baik diberi pilihan untuk berhenti berlangganan ketimbang mencoba untuk mempertahankan mereka pada contact list Anda.

Di dalam sebagian besar email marketing yang dikirim, terdapat tautan unsubscribe yang umumnya berada di bawah pesan. Selain itu, pastikan Anda memantau inbox dari alamat yang Anda gunakan untuk mengirim kampanye email, karena mungkin ada beberapa orang yang meminta untuk dikeluarkan dari daftar penerima email Anda. Sekali lagi, membiarkan beberapa orang keluar dari daftar email Anda jauh lebih baik daripada Anda ditandai sebagai tukang spam.

Jika Anda berfokus untuk memberikan manfaat/nilai kepada audiens email Anda dan telah mengambil tindakan-tindakan yang tepat untuk meminta izin, maka Anda sudah di jalur yang benar untuk menghindari keluhan spam.

Bukan DocoBlast customers? Mulai kampanye email Anda dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim !

13
April2015
Bounce Emails
Bounce Emails

Bounce email dalam email marketing diibaratkan seperti piring-piring kotor yang menumpuk di dapur. Kita tidak bisa mengabaikannya sejenak pun karena cepat atau lambat jumlahnya akan semakin banyak menumpuk. Meskipun penanganan bounce email mungkin bukan bagian yang paling menyenangkan dari strategi online marketing, namun memelihara contact list yang bersih sangat penting agar kampanye digital kita berjalan sukses dengan tingkat respons yang baik. Continue reading Semua Hal yang Perlu Diketahui Seputar Bounce Email

8
April2015

Ada banyak cara baru untuk memasarkan bisnis sekarang ini, dan beberapa diantaranya – khususnya email marketing – adalah salah satu cara yang paling efektif.

Mengirim email ke subscriber yang telah memutuskan untuk dimasukkan dalam sistem marketing konten Anda, adalah salah satu cara untuk menyalurkan informasi tepat sasaran kepada customers potensial yang ingin mendengar pesan-pesan dari Anda.

Berikut beberapa statistik yang menjelaskan mengapa email marketing sangat menjanjikan:

Statistik email marketing
Statistik email marketing

Konsumen tidak mengabaikan email. Justru, mereka memberikan prioritas dan perhatian kepada emails yang masuk ke inbox mereka dengan seizin mereka – yang umumnya, telah mereka berikan melalui sebuah website atau newsletter.

Permintaan atas email bahkan lebih tinggi ketika Anda memiliki penawaran khusus, diskon, dan kupon. Permintaan juga meningkat ketika Anda mengutamakan content marketing, yaitu mengirimkan emails yang memberikan nasehat yang membantu serta pengetahuan tentang masalah atau situasi tertentu.

Ini khususnya berlaku untuk email marketing B2B (business-to-business) yang dirancang untuk menargetkan para pemimpin bisnis dan para decision maker  yang memiliki masalah-masalah unik yang perlu dipecahkan.

Pertimbangkan Email Marketing sebagai Bagian dari Bisnis Anda

Jika Anda belum pernah mencoba email marketing, mungkin sekaranglah waktunya. Bisnis-bisnis sekarang mengalokasikan lebih banyak biaya pada email marketing setiap tahun, dan dengan penekanan yang tinggi pada media sosial dan content marketing, perusahaan-perusahaan telah menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan informasi yang bermanfaat kepada para customers potensial mereka.

Pikirkan tentang bagaimana email marketing bisa melayani organisasi Anda – dan lihat bagaimana Anda bisa mengambil manfaat dari metode yang sangat efektif ini.

7
April2015
apa itu email marketing
apa itu email marketing

Nyaris semua orang saat ini, pasti pernah menjadi target dari email marketing, sekalipun belum memahami apa pengertian dari email marketing itu sendiri. Seperti namanya, email marketing adalah penggunaan email dalam komunikasi marketing.

Jenis email seperti apa?

Secara umum, istilah ini mencakup setiap email yang Anda kirim ke customers. Email marketing juga biasanya digunakan untuk:

  • Mengirim email  promosi dan mendapatkan customers baru, atau membujuk existing customers  untuk membeli kembali.
  • Mengirim email yang dirancang untuk meningkatkan dan menjaga hubungan dengan customers.
  • Menempatkan pesan-pesan marketing atau iklan dalam email yang dikirim oleh orang lain.

Dari poin-poin diatas, kita bisa menyimpulkan kalau email marketing adalah versi elektronik dari:

  • Pengiriman surat langsung.
  • Mengirimkan newsletter cetak.
  • Memasang iklan di majalah dan surat kabar.

Sejarah email marketing

Sejarah dari email marketing
evolusi dari email marketing

Sudah 42 tahun sejak Ray Tomlinson mengirim email yang pertama. Sejarah email itu sendiri adalah satu hal, tetapi evolusi pemasaran email adalah hal lain. Selama 42 tahun terakhir, email telah berkembang menjadi salah satu biaya yang paling efektif untuk sebuah strategi marketing. Tidak hanya metode cepat dan murah, tetapi telah membuka pintu untuk bagaimana marketers dapat memantau dan bereaksi terhadap perilaku konsumen dengan cara yang tidak pernah sebelumnya mungkin.

Diberikan label sebagai ‘Bapak Spam’ Gary Thuerk, Marketing Manager di Digital Equipment Corp memulai pengiriman email komersial dengan mengirimkan email massal pertama. (Ok, itu hanya beberapa ratus tapi di saat itu, itu adalah surat massal).

Tepatnya pada tahun 1978, Thuerk mengirim email mempromosikan mesin DEC kepada 400 pengguna melalui Arpanet. Hal tersebut kemudian menjadi hal baru yang untuk penerimanya (menerima pesan penjualan / pemasaran langsung ke inbox komputer mereka) menghasilkan $ 13.000.000 senilai penjualan untuk mesin DEC. Sejak awal, email meluncurkan dirinya sebagai saluran yang efektif untuk pemasaran langsung.

Mengapa email marketing begitu populer?

Megapa email marketing menjadi populer
Megapa email marketing menjadi populer

Email marketing menjadi populer karena:

  • Mengirim email biayanya jauh lebih murah dibanding kebanyakan bentuk komunikasi lainnya.
  • Email memungkinkan Anda mengirim pesan ke orang-orang (berbeda dengan website, dimana orang harus datang ke pesan yang Anda ingin sampaikan).
  • Email marketing telah terbukti berhasil untuk mereka yang melakukannya dengan benar.

Kelebihan:

  • ROI (Return on investment) dapat dilacak dengan tepat dan telah terbukti tinggi bila dilakukan dengan benar. Email marketing sering dilaporkan sebagai taktik pemasaran online yang paling efektif.
  • Email marketing secara signifikan lebih murah dan lebih cepat daripada surat tradisional, terutama karena biaya tinggi dan waktu yang dibutuhkan dalam kampanye surat tradisional.
  • Pengiklan dapat mencapai sejumlah besar pelanggan email yang telah melakukan subscribe untuk menerima komunikasi email pada hal yang menarik bagi mereka.
  • Hampir setengah dari pengguna internet memeriksa atau mengirim email pada hari-hari biasa, dengan ledakan email yang dikirimkan 01:00-05:00 mengalahkan pengiriman pada waktu lain.
  • Email sangat populer dengan para digital marketer, naik sekitar 15% pada tahun 2009 dan tentunya naik setiap tahunnya.
  • Jika dibandingkan dengan email standar, pemasaran email langsung menghasilkan tingkat respons yang lebih tinggi dan rata-rata lebih tinggi nilai untuk bisnis e-commerce.

Kekurangan:

Laporan yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan layanan jasa email, deliverability email pada pertengahan 2008 masih menjadi masalah bagi para marketer. Menurut laporan itu, server email yang sah rata-rata tingkat pengiriman 56%, 20% dari pesan ditolak, dan delapan persen disaring.

Perusahaan mempertimbangkan penggunaan program email marketing harus memastikan bahwa program mereka tidak melanggar hukum spam contohnya seperti Controlling the Assault of Non-Solicited Pornography and Marketing Act (CAN-SPAM Act)

Apa saja jenis-jenis email marketing?

Jenis_email_marketing
Jenis-jenis email marketing
Direct Email

Direct email adalah pengiriman sebuah pesan promosi dalam bentuk email, yang sifatnya mendorong pembaca untuk melakukan tindakan tertentu (membeli sesuatu, mendaftar untuk sesuatu, dll). Bisa berupa pengumuman atau penawaran khusus.

Retention Email

Selain email yang dirancang hanya untuk mendorong customer melakukan tindakan, Anda juga bisa mengirim retention email yang sifatnya pengingat.

Retention email  biasanya berbentuk newsletter  yang berisi promosi dan iklan, tetapi tujuannya menghasilkan dampak jangka panjang kepada pembaca. Newsletter  perlu memberikan nilai kepada pembaca, yang berarti lebih dari sekadar promosi. Newsletter perlu mengandung informasi, entertaining, atau bermanfaat bagi pembaca.

Email Transaksional

Jenis email ini biasanya dipicu berdasarkan tindakan customer dengan perusahaan. Contohnya konfirmasi transaksi yang sudah dilakukan customer, email yang berisi order status , sampai thank you email.

Tujuan utama dari email transaksional adalah menyampaikan informasi dari tindakan yang sudah dilakukan customer, sehingga jenis email ini harus bersifat memfasilitasi atau mengkonfirmasi.

Beriklan pada email orang lain

Jika yang ingin Anda bagikan adalah newsletter, selain membuat sendiri, Anda bisa mencari newsletter yang diterbitkan orang lain dan membayar mereka. Anda bisa mencantumkan iklan, atau link yang mengarah ke website Anda dalam email yang mereka kirim ke subscriber. Bahkan, ada banyak newsletter email yang dibuat hanya untuk tujuan ini—untuk menjual ruang iklan bagi orang lain.

Dimana target Anda?

Dimana_target_sasaran
Target email marketing

Strategi ini kedengaran sangat menjanjikan. Bayangkan betapa sangat murah mengirim sebuah pesan ke ribuan alamat email!

Yup, marketing menggunakan email akan relatif lebih murah dan tepat sasaran jika Anda juga memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi pengiriman sebuah pesan. Selain kompleksitas perancangan dan pengiriman email ke ribuan customers yang dituju, Anda juga harus benar-benar membuat konten yang mau dibuka dan dibaca oleh customers. Berarti selain harus berisi konten yang berguna, tampilan pesan Anda juga harus menarik.

Selain itu, Anda juga harus mengukur dan menganalisis hasil pengiriman, berapa banyak email yang sukses masuk ke customers inbox, berapa banyak email yang “terpantul” dan tidak masuk ke customers inbox, dan lebih jauh lagi berapa banyak email yang sukses dibuka customers.

Jika Anda masih baru di dalam penggunaan email marketing, sangat disarankan untuk menggunakan jasa ESP (Email Service Provider), seperti DocoBlast, yang menyediakan layanan email marketing sekaligus memberikan laporan hasil pengiriman email Anda.

Apa itu “permission”?

email marketing berbasis izin
email marketing berbasis izin

Email marketing yang bertanggung jawab, didasarkan pada gagasan permission  atau email marketing berbasis izin. Ini adalah isu yang kompleks dan telah menjadi topik perdebatan dalam komunitas marketing.

Pada intinya, Anda butuh izin pemilik alamat email sebelum Anda bisa mengirim email komersial kepada mereka. Jika Anda tidak mendapatkan izin ini, maka penerima email mungkin akan menganggap pesan Anda sebagai spam.

Jika Anda dituduh mengirim spam, maka akun email Anda bisa ditutup, website Anda bisa dimatikan, dan reputasi Anda hancur. Bahkan di beberapa negara, mengirim konten spam bisa dianggap melanggar hukum, salah satunya CANSPAM Act of 2003.

Jadi bisa dikatakan bahwa keberhasilan hubungan jangka panjang email marketing dengan para customer hanya bisa dicapai jika didasarkan pada izin tadi.

Salah satu contoh izin adalah ketika customer Anda membeli sesuatu dari toko online Anda dan juga mencentang sebuah kotak dialog yang bertuliskan “mohon kirimkan saya berita tentang update produk via email”. Dengan begitu Anda sudah punya “izin” untuk mengirimi orang tersebut update produk lewat email, dengan catatan Anda juga memberi mereka peluang untuk membatalkan izin tersebut kapan saja.

Mendidik diri sendiri

Menggunakan email marketing dapat mendidik diri sendiri
Menggunakan email marketing dapat mendidik diri sendiri

Penting untuk ditekankan bahwa siapapun yang mempertimbangkan email marketing harus mengetahui semua hal tentang izin dan spam . Jika Anda tidak memahami pentingnya izin dan mengabaikannya, maka Anda beresiko menghancurkan bisnis Anda sendiri.

Selain itu Anda juga harus memahami email deliverability seperti bounce, karena tentu saja, Anda tidak mau mengirim ribuan email yang ternyata tidak masuk ke inbox  target Anda.

But the most challenging task, adalah bagaimana membangun contact list Anda sendiri dan mengumpulkan calon customers. Karena membeli atau menyewa contact list adalah dead-end bagi bisnis Anda.

Tapi jangan khawatir, karena membangun contact list—berbasis izin tentu saja—relatif mudah. Telusuri blog ini untuk menemukan info-info tentang email marketing yang Anda butuhkan, dan segera mulai kampanye Anda, bahkan dengan free email marketing jika Anda mau mencoba terlebih dahulu.

9
January2014

email marketing campaignMusim liburan akhir tahun sudah semakin dekat, dan otomatis kebutuhan yang kuat untuk membelanjakan uang secara online maupun offline juga kuat.

Jangan biarkan customer Anda begitu saja! Gunakan pemasaran via e-mail terhadap customer Anda dan ciptakan citra yang positif bagi perusahaan Anda hingga akhir tahun dan songsong tahun depan dengan ceria. Berikut ini kami berikan 5 (lima) tips pendukung kampanye pemasaran jenis ini, yaitu : Continue reading Manfaatkan Kampanye Email Awal atau Akhir Tahun

3
December2013

selamat-natalKita telah memasuki bulan Desember dan tahun 2012 akan segera berganti. Saat ini adalah kesempatan bagi bisnis anda, terutama bagi sektor Retail, Service Provider, Hiburan/Pariwisata, Kuliner, serta Industri Kreatif untuk menciptakan penjualan. Sedangkan bagi sektor lain, bulan Desember juga momen yang tepat untuk membangun merk dan meningkatkan citra perusahaan anda.

Inilah yang bisa anda lakukan : Continue reading Bisnis Menjelang Natal dan Pergantian Tahun

15
November2013

Kesalahan Email MarketingEmail marketing merupakan bagian dari strategi pemasaran online yang saat ini masih cukup populer, terutama karena jaman sekarang banyak orang merasa harus memiliki paling tidak satu alamat email bahkan untuk urusan sepele seperti membuat akun jejaring sosial untuk bersenang-senang.

Bagi yang tidak bisa melakukan sendiri metode ini, ada banyak jas email marketing baik lokal maupun internasional untuk dicoba. Continue reading 6 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari dalam Email Marketing