All posts by Ahmad Havizri

9
June2015
Indikator Email Marketing
Indikator Email Marketing

Sangat penting bagi semua pelaku email marketing untuk memahami beberapa indikator dasar yang perlu ditelusuri. Memahami indikator dasar dapat mengoptimalkan keseluruhan program email marketing yang sedang dijalankan. Akan tetapi, setelah memahami indikator dasar, apa yang harus dilakukan? Berhentilah sesaat dan tanyakan kepada diri sendiri: apa tujuan dari email marketing saya? Apakah untuk menumbuhkan subscribers database? Menghasilkan lebih banyak leads? Ataukah mengonversi leads yang ada menjadi customers?

Continue reading Indikator Email Marketing yang Perlu Ditelusuri dan yang Tidak Perlu Ditelusuri

5
June2015
Waktu Terbaik untuk Mengirim Email Marketing
Waktu Terbaik untuk Mengirim Email Marketing

Sebagian orang mungkin akan memikirkan pertanyaan ini, yaitu kapan waktu terbaik untuk mengirimkan email marketing? Apakah waktu pengiriman memiliki dampak yang besar seperti postingan di social media?

Jawaban sebenarnya adalah tidak ada waktu yang benar-benar sama dan tepat untuk mengirimkan email marketing. Mengapa? Tentu karena ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Apa yang berjalan baik bagi perusahaan lain belum tentu akan berjalan baik juga untuk perusahaan kita.

Pembahasan Waktu Terbaik Pengiriman Email

Berikut ini adalah beberapa faktor yang berpengaruh jika kita membahas waktu terbaik untuk mengirimkan email marketing:

  1. Sektor bisnis yang digeluti oleh penerima email (sektor keuangan, media, konstruksi, publik, kesehatan, dan sebagainya)
  2. Apakah penerima email adalah seorang wirausaha
  3. Usia penerima email
  4. Jenis kelamin
  5. Lokasi dari penerima email
  6. Status ekonomi dari kekurangan hingga kekayaan dan segala sesuatu di antaranya
  7. Status pendidikan
  8. Status pekerjaan dan jabatan
  9. Status pernikahan dan apakah penerima email tersebut sudah memiliki anak atau belum
  10. Pandangan politik dari sasaran email marketing yang akan kita kirim
  11. Ras dan suku bangsa
  12. Agama dan kepercayaan. Berbeda agama maka berbeda pula hari rayanya dan ini juga akan memengaruhi kapan meraka akan mengecek email mereka

Beberapa hal di atas adalah faktor yang relatif stabil. Lalu, akan ada pengaruh lingkungan secara luas; waktu dalam satu tahun, kondisi emosional penerima email, cuaca atau bahkan bencana alam. Semua faktor tersebut memberikan simpulan bahwa tidak ada waktu yang benar-benar tepat untuk mengirimkan email marketing kepada target market dari produk kita.

Aturan Praktis dalam Mengirimkan Email Marketing

Berikut ini adalah beberapa aturan praktis dalam mengirimkan email marketing:

  1. Jangan mengirimkan email marketing pada Senin pagi karena biasanya kotak masuk email kebanyakan orang akan penuh dan menumpuk pada Senin.
  2. Kemungkinan email kita akan dibuka oleh penerima akan jatuh persentasinya hingga 50% setelah satu jam dari waktu pengirimannya.
  3. Sangat sedikit email yang dikirimkan pada saat akhir pekan sehingga ada kemungkinan kita akan mendapatkan target market secara domestik ketika mereka sedang menikmati hari liburannya atau target market bisnis ketika mereka mengecek email pada saat akhir pekan. It might be work!
  4. CTR (Click Through Rate) paling tinggi untuk email B2B (Business to Business) terjadi pada Jumat. Mungkin karena email tersebut dibaca saat berkumpul bersama rekan kerja pada Jumat malam atau dibaca pada saat menjelang akhir pekan.
  5. Kampanye email marketing terbaik dilaksanakan pada Selasa sampai Kamis, baik untuk pelanggan B2B (Business to Business) maupun B2C (Business to Consumer).
  6. Untuk pengguna yang mengecek email mereka melalui mobile phone, ada empat waktu “jitu” yang memungkinkan email akan dibaca dan mendapatkan feedback:
    • 08.00 – 09.00 (Saat perjalanan menuju tempat kerja)
    • 12.00 – 14.00 (Waktu makan siang)
    • 17.00 – 19.00 (Saat perjalanan pulang dari tempat kerja)
    • 23.00 – 00.00 (Waktu istirahat malam)
  7. Keberhasilan email marketing kita bargantung pada target dan pendekatan yang digunakan untuk kampanye kita. Berarti kita harus membuat tahap segmentasi dan percobaan.

Tahap Segmentasi

Pada tahap ini, kita harus menyortir daftar dari pelanggan email marketing kita. Kita dapat menyortir target email kita menggunakan kriteria sebagai berikut:

  1. Pisahkan pelanggan B2B dengan pelanggan B2C dan targetkan mereka pada waktu dan hari yang tepat.
  2. Pastikan kita mengirimkan konten yang sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh pelanggan kita. Tidak ada gunanya mengirimkan konten berbahasa Jepang kepada pelanggan yang menggunakan bahasa Korea.
  3. Sortir pula akun pelanggan kita berdasarkan zona waktu dan budaya (contoh: perbedaan hari libur dalam seminggu, ada yang libur Minggu, ada juga yang liburnya Jumat).

Tahap Testing

Demi mendapatkan rumus yang tepat untuk kampanye yang kita jalankan, kita harus melakukan tes secara keseluruhan dan di situlah kita membutuhkan A/B Split Testing. A/B Split Testing sebenarnya adalah sesuatu yang mudah, yaitu kita mengirimkan dua versi dari email marketing yang sama. Email tersebut haruslah sama persis kecuali untuk satu faktor, misalkan hanya memiliki perbedaan subject email, perbedaan CTA (Call to Action), dsb. Kemudian, kita dapat memantau email mana yang lebih sukses. Misalnya, email mana yang mempunyai tingkat open rate atau CTR (Click Through Rate) yang tinggi dan gunakan hasil tersebut untuk kampanye selanjutnya.

Namun, mau bagaimanapun juga kita tidak akan bisa menentukan mana faktor yang paling memengaruhi email marketing bisnis kita, atau kapan waktu yang benar-benar tepat untuk dikirimkan email jika kita tidak pernah mencobanya sama sekali.

Tentukan timing dan lakukan testing dengan menggunakan free email marketing untuk mengembangkan bisnis yang sudah lama dijalani itu!

1
June2015
Cara Melakukan Follow Up Kepada Subscriber Baru
Cara Melakukan Follow Up Kepada Subscriber Baru

Bagi banyak bisnis, menjangkau customer baru adalah prioritas teratas. Karena itu, bagaimana melakukan follow up kepada subscriber baru adalah hal yang sangat penting untuk dibicarakan.

Anda ingin sekali memperluas audiens Anda, membangun koneksi-koneksi baru, dan hingga akhirnya menumbuhkan bisnis Anda.

Tapi ada satu pertanyaan penting: Ketika bisnis Anda telah menjangkau satu customer baru, atau bahkan jika Anda sebelumnya telah membagikan pengalaman mengesankan kepada seorang customer pertama kali, apa yang Anda lakukan untuk membuat customer baru Anda kembali ke bisnis Anda?

Hubungan tidak terjadi dalam satu hari.

Meskipun kesan pertama yang hebat adalah salah satu langkah penting menuju hubungan yang berlangsung lama, namun Anda perlu maju selangkah lagi untuk menunjukkan kepada customer seberapa penting mereka bagi Anda dan mendapatkan loyalitas mereka.

Ketika Anda berinvestasi dalam membangun hubungan dengan customers Anda melalui email marketing, mereka membayar upaya Anda dengan kembali ke bisnis Anda.

Jika Anda belum mulai mengumpulkan alamat email di toko Anda atau melalui formulir pendaftaran online, maka mulailah menjangkau customer dengan informasi yang Anda tahu akan bermanfaat bagi para customer Anda.

Butuh inspirasi? Berikut tujuh ide untuk melakukan follow up dengan customers baru:

  1. Memberikan welcome email yang hangat

Salah satu cara termudah untuk menjaga momentum yang sedang terjadi adalah dengan mengirim welcome email. Pertimbangkan juga untuk memasukkan 4 elemen berikut ke dalam welcome email Anda:

  • Perkenalan yang hangat dan ramah
  • Rangkuman apa yang akan diperoleh pada emails berikutnya
  • Jaminan privasi dan keamanan data
  • Signature personal dengan rincian kontak
  1. Berterima kasih atas bisnis mereka (dan menawarkan insentif untuk datang kembali)

Berterima kasih kepada customer baru melalui thank you email adalah salah satu cara untuk menunjukkan bahwa mereka penting bagi Anda. Ucapan terima kasih yang terbaik adalah yang bersifat personal dan menawarkan customer sebuah insentif untuk datang kembali.

Pikirkan bagaimana Anda bisa menawarkan sebuah ucapan terima kasih yang original. Pertimbangkan membuat video berdurasi 30-detik untuk menunjukkan apresiasi Anda, atau mencantumkan sebuah foto ceria Anda dan staf Anda.

Kemudian, temukan sejumlah ide untuk mendorong para customer melakukan bisnis dengan Anda lagi. Berikan penawaran terbatas atau deadline yang ketat untuk mendorong mereka melakukan bisnis dengan Anda lagi.

  1. Memelihara hubungan baru dengan serangkaian Autoresponder

Autoresponder adalah alat yang memungkinkan Anda membuat serangkaian email otomatis yang dikirim ke sebuah kontak setelah mereka masuk ke dalam list. Mirip dengan welcome email, manfaat autoresponder ini adalah Anda bisa “membuatnya di awal dan tidak memikirkannya lagi kemudian”. Anda menetukan frekuensi untuk menjangkau kontak-kontak Anda, merancang sekumpulan email, dan menambahkan kontak-kontak relevan ke list ini.

Autoresponder sangat bermanfaat bagi kontak-kontak baru karena dengan itu Anda memastikan mereka mendapatkan perkenalan yang sangat berkesan tentang bisnis Anda sejak awal. Ini adalah kesempatan Anda untuk menjelaskan profil bisnis Anda, memberikan informasi bermanfaat yang membeberkan keahlian Anda, dan secara reguler mengingatkan mereka tentang cara-cara mudah untuk terhubung dengan Anda.

  1. Menawarkan bantuan

Bahkan setelah mendapatkan pengalaman pertama yang mengesankan dengan bisnis Anda, ada peluang customer Anda tidak mengetahui beragam produk atau jasa yang Anda tawarkan. Berikan orang dorongan untuk kembali dengan memberi mereka lebih banyak informasi tentang kelebihan bisnis Anda.

Apakah Anda menawarkan jasa atau produk musiman yang bisa membantu seorang customer memecahkan masalah selama periode waktu tertentu? Pertimbangkan untuk menawarkan jasa-jasa ini dengan diskon kepada customers baru atau buat paket “permulaan” yang khusus ditujukan untuk customer baru.

Ingat, gaya bahasa yang digunakan tidak boleh terlalu promosional dan lebih banyak tentang bagaimana Anda berupaya untuk membantu customer Anda mengatasi masalah-masalah, kebutuhan, atau minat spesifik mereka.

  1. Minta feedback

Sebagai pemilik bisnis, Anda ingin memastikan bahwa Anda melakukan segala sesuatu yang Anda bisa untuk memberikan kesan pertama yang kuat dan bertahan lama. Lakukan follow up dengan survei-survei online, tunjukkan kepada customers baru bahwa Anda berkomitmen terhadap pengalaman yang berkesan dan Anda menghargai opini mereka.

Ini juga peluang yang sangat baik untuk menanyakan sejumlah pertanyaan yang akan memberikan Anda pengetahuan tentang siapa customer Anda, mereka tertarik pada hal-hal apa, dan cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk terhubung dengan mereka.

  1. Ajak mereka kembali

Events merupakan cara yang sangat baik untuk membawa kembali orang-orang ke bisnis Anda. Ini juga cara yang sangat ampuh bagi customers baru untuk bertemu orang-orang yang telah mereka kenal dan menyukai bisnis Anda.

Periksa kembali kalender Anda dan mulailah memikirkan tentang apa yang akan datang berikutnya untuk bisnis Anda dalam beberapa pekan ke depan. Kemudian, pikirkan tentang bagaimana Anda bisa melibatkan audiens baru Anda pada setiap acara yang akan datang.

Apakah Anda memutuskan untuk melakukan open house, membawa pembicara tamu yang menurut Anda akan disukai para customer, atau bermitra dengan nirlaba favorit Anda untuk sebuah event, pastikan customers baru Anda mengetahuinya.

  1. Memperlihatkan sisi sosial Anda

Mempromosikan media sosial Anda kepada customers baru akan membuat mereka membaca konten dan mengetahui aktivitas-aktivitas terbaru bisnis Anda. Itulah sebabnya, walaupun mereka belum terbiasa dengan bisnis Anda, mereka akan memiliki gambaran yang lebih baik tentang apa bidang yang digeluti bisnis Anda.

Media sosial juga merupakan tempat yang sangat baik bagi customers baru untuk melihat apa yang dikatakan orang lain tentang bisnis Anda. Bagaimana Anda berinteraksi dengan para customers di media sosial akan memberikan mereka gambaran yang baik.

Dengan membagikan link ke website dan jejaring sosial, Anda akan mengarahkan trafik dan pengikut, yang berarti lebih banyak mata yang melihat informasi yang telah Anda buat atau bagikan.

Email dan media sosial bekerja paling baik jika digunakan bersama-sama. Karena itu, tambahkan tombol-tombol ke media sosial pada bagian bawah masing-masing email yang Anda kirim.

Santap saat hidangan masih panas.

Dengan 7 ide ini, Anda siap untuk menjangkau customer baru dan terus menawarkan kepada mereka pengalaman yang tidak bisa disaingi oleh para pesaing Anda.

Pilih satu ide dari daftar ini dan buat akun DocoBlast Anda sekarang! Psst, Anda juga bisa menggunakan free email marketing bila Anda mau.

25
May2015
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing

Di dunia digital marketing, strategi email marketing memang sangat menjanjikan. Walaupun belakangan ini kampanye melalui social media juga sedang naik daun, apalagi bisnis yang menargetkan konsumen-konsumen muda. Tetapi faktanya,  kampanye dengan strategi email marketing masih merupakan cara yang paling efektif.

Mengapa demikian?

Konsumen muda yang kebanyakan berada diumur 17 sampai dengan 25 tahun, lambat namun pasti, merasa semakin tidak nyaman dengan social media marketing. Mereka merasa tidak nyaman saat Facebook feed atau  timeline Twitter mereka dipenuhi oleh iklan-iklan yang tidak mereka ketahui. Ditambah lagi dengan maraknya akun bot Twitter yang berupa akun auto-reply atau auto-retweet yang menggangu kenyamanan pengguna social media.

Itulah mengapa email marketing masih mempunyai keunggulan karena email yang berisi kampanye dan promosi-promosi tersebut hanya dikirim ke mereka yang memang menginginkan dan mengizinkannya.

Namun sayangnya, masih banyak pelaku marketing—pemula maupun sudah bertahun-tahun—yang masih ceroboh dan melakukan kesalahan-kesalahan dasar saat menjalankan email marketing mereka, dan tentu saja membuat kampanye yang dikirim menjadi sia-sia.

Oleh karena itu kesalahan-kesalahan dasar berikut ini harus dihindari untuk memaksimalkan email marketing Anda :

1.     Kesalahan dalam memilih subject email

Subject email adalah “pintu masuk” pada sebuah email dan kuncinya adalah struktur kata-kata yang menarik, yang memancing customer untuk membuka email tersebut. Kesalahan pemilihan kata-kata dapat membuat customer tidak tertarik membuka email Anda. Lebih buruk lagi, kesalahan pemilihan kata dapat membuat email Anda ditandai sebagai spam.

2.    Contact List email yang tidak tertarget dengan jelas.

Ada beberapa orang yang percaya bahwa membeli contact list email adalah rahasia kesuksesan secara instan yang membuat email marketing Anda sukses. Faktanya, seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, membeli contact list email sangatlah beresiko. Dengan membeli contact list email, sama saja Anda mengirim email marketing ke orang-orang yang tidak menginginkanya. Hal tersebut bisa merusak reputasi perusahaan sekaligus brand Anda.

3.    Desain yang tidak responsif

Di era smartphone ini, sebagian orang sudah membuka email mereka dengan menggunakan perangkat mobile. Menggunakan desain yang tidak responsif membuat orang yang menerima email Anda akan segera menutup email tersebut karena tidak nyaman dilihat dari smartphone mereka.

Jadi, pastikanlah desain email Anda responsive. Bukan hanya nyaman dilihat saat dibuka dari PC, tetapi juga nyaman saat dilihat dari tablet atau smartphone.

4.    Konten yang tidak menarik

Content is the king. Jangan pernah mengirim email yang hanya memberitahukan bahwa Anda “exist” di dunia ini tanpa memikirkan apakah email yang Anda kirim menarik atau tidak. Pikirkanlah konten yang menarik dan informatif karena itulah yang diinginkan customer Anda. Semakin menarik konten yang Anda berikan, semakin positif image dari brand Anda akan terbentuk.

Tidak mau mengulang kesalahan yang sama? Mulai kampanye Anda sekarang dengan free email marketing !

22
May2015
9 Faktor Penting untuk mengoptimalkan Email Marketing
9 Faktor Penting untuk mengoptimalkan Email Marketing

Sebagai seorang pelaku marketing, mengirim email seharusnya menjadi salah satu alat favorit Anda. Mengirim email bukan hanya cara yang sangat baik untuk berkomunikasi dengan audiens Anda  dan menjaga daftar kontak Anda tetap sehat, tetapi email marketing juga bisa (dan seharusnya) digunakan sebagai sebuah jalur untuk menghasilkan leads.

Namun untuk mendapatkan lebih banyak leads dari email marketing, Anda terlebih dahulu harus memastikan bahwa pembaca membuka emailemail Anda, dan mengklik linklink yang ada di dalam email. Inilah sebabnya mengapa sebagai seorang pelaku marketing, kita semua terobsesi dengan open rate dan click-through rate – karena peningkatan variabel-variabel ini akan memberikan lebih banyak peluang untuk mengkonversi para pembaca menjadi leads.

Tapi bagaimana cara membuat email yang sempurna? Bagaimana Anda mendorong para pembaca untuk membuka email Anda ketika mereka ada banyak email lain di dalam inbox mereka? Bagaimana Anda membuat penawaran yang menarik dan cukup memikat untuk mendorong mereka mengklik dan mengunjungi landing page yang Anda buat? Terlepas dari apakah Anda baru saja memulai strategi email marketing, ataukah Anda telah melakukannya selama bertahun-tahun, ada 9 komponen email yang penting untuk Anda selalu perhatikan. Mari kita lihat satu per satu.

1.     Subject Email

Mengapa subject email penting:

Anda perlu merebut perhatian pembaca. Subject email Anda adalah apa yang akan dilihat oleh para penerima email sebelum mereka membuka email Anda. Yang lebih penting, subject email adalah satu dari sedikit informasi yang akan mereka perhitungkan ketika memutuskan apakah harus membuka email Anda terlebih dahulu atau tidak.

Bagaimana Mengoptimalkannya:

Pertama, subject email harus relevan dengan audiens. Subject email harus berkaitan dengan hal-hal yang diminati pembaca. Jika Anda mengirim email ke sebuah list yang berisi para pelaku marketing kelas-menengah dan Anda tahu bahwa salah satu dari penyebab stres utama mereka adalah tidak cukupnya waktu dalam keseharian mereka, maka Anda bisa menggunakan subject email yang mengatakan, “Siap menghemat waktu marketing Anda?”

Coba gunakan kalimat yang menawarkan bantuan atau manfaat bagi audiens Anda.  Menawarkan solusi membuat mereka terpikat dan ingin mencari tahu bagaimana Anda bisa membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi.

Cara lain untuk mengoptimalkan subject email adalah membuatnya lebih personal. Misalnya, memasukkan nama pertama penerima atau nama perusahaannya. Sebagian besar orang akan selalu membuka sebuah email yang memiliki subject email seperti “Bagaimana marketing Docotel bisa lebih efesien” daripada subject email yang mengatakan “Bagaimana marketing perusahaan Anda bisa lebih efisien” karena email tersebut terasa dikhususkan bagi mereka.

2.     Nama Pengirim

Mengapa nama pengirim penting:

Anda perlu membangun trust dengan para pembaca. Nama yang Anda gunakan untuk mengirim email adalah komponen lain yang akan dilihat penerima sebelum membuka email, dan ini berpengaruh bagi mereka dalam membuat keputusan apakah membuka email tersebut atau tidak. Mengoptimalkan pemilihan nama pengirim, dan menggunakan nama tersebut secara konsisten akan membantu membangun rasa percaya terhadap nama tersebut dan memungkinkan para pembaca mengenali emailemail Anda secara lebih mudah ke depannya.

Bagaimana mengoptimalkannya:

Email marketing harus dipersonalisasi – kirim emailemail Anda dari nama seseorang yang sebenarnya dan masukan juga signature di bagian bawah setiap email. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk memasukkan gambar kecil pengirim dengan signature nya jika Anda merasa nyaman dengan ide tersebut; ini dapat membantu dalam menghasilkan kesan ramah dan sangat personal dan memperkuat dugaan bahwa emailemail yang datang benar-benar berasal dari orang, bukan robot atau mesin marketing yang tidak memiliki emosi.

Anda juga bisa mengetes beberapa nama pengirim di email Anda untuk melihat yang mana yang paling baik. Mungkin mengirim email dari CEO perusahaan Anda merupakan yang paling efektif, atau mungkin para pembaca Anda suka menerima email tentang ebook baru Anda dari penulis ebook itu sendiri, bersama dengan nama perusahaan untuk membantu pembaca agar lebih baik dalam mengidentifikasi penulis email yang belum dikenal. Cobalah beberapa variasi dan lihat yang mana yang mana yang paling baik.

3.     Personalisasi

Mengapa personalisasi penting:

Salah satu cara terbaik untuk membuat email Anda tampak lebih relevan bagi pembaca adalah dengan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda mengetahui sesuatu tentang para pembaca tersebut – bahwa Anda mengenal siapa mereka, dimana mereka bekerja, apa yang menarik bagi mereka. Tentunya dengan cara yang tidak berlebihan, tetapi dengan cara yang baik seperti “Saya memahami apa masalah Anda, dan saya bisa membantu Anda memecahkannya.” Anda bisa melakukan ini dengan personalisasi.

Bagaimana mengoptimalkan:

Personalisasi lebih dari sekadar mengalamatkan email ke nama pertama seseorang. Manfaatkan data-data demografi dan perilaku yang Anda miliki tentang para pembaca Anda dengan memasukkannya dalam emailemail Anda. Anda bisa menggunakan nama perusahaan mereka, lokasi mereka, peran mereka di perusahaan, halaman-halaman yang mereka buka di website Anda, itemitem yang sebelumnya mereka telah beli, dan banyak lagi. Cobalah untuk keratif! Marketing massal tidak efektif lagi. Temukan cara-cara untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa Anda mengkhususkan pesan Anda kepada mereka.

4.     Konten

Mengapa konten penting:

Anda perlu membuat emailemail Anda singkat dan menarik. Ini sering menjadi komponen yang mendapatkan fokus paling banyak dari para pelaku marketing ketika mencoba untuk mengoptimalkan emailemail mereka. Bagaimana membuatnya kedengaran menarik? Bagaimana membuat penawaran lebih meyakinkan? Penting untuk menggunakan bahasa, nada, dan layout yang tepat untuk meningkatkan kemungkinan pembaca akan mengklik untuk mengambil manfaat dari penawaran Anda.

Bagaimana Mengoptimalkannya:

Pertama dan terutama, Anda perlu memastikan bahwa isi email Anda jelas menyampaikan apa penawaran Anda dan mengapa penawaran itu berharga. Ikatkan kembali dengan proposisi nilai Anda. Ketika menulis isi yang baik, Anda membutuhkan bahasa yang singkat dan menarik. Misalnya, dalam sebuah email yang dikirim untuk ebook tentang bagaimana menggunakan Twitter untuk bisnis, bisa dimulai dengan “Cara kita menggunakan Twitter keliru”.

Jadikan isi email Anda singkat, memikat, dan menarik. Ceritakan sebuah cerita, gunakan statistik untuk menekankan sebuah poin, dan jangan takut menggunakan bahasa yang kuat.

Juga penting agar Anda menggunakan paragraf-paragraf pendek dan poin-poin untuk memvariasikan teks secara visual, sehingga tidak terlihat monoton. Sekarang ini tidak ada lagi orang yang punya waktu untuk membaca esai, dan jika email Anda terlihat agak padat secara visual, maka pembaca akan kehilangan minat. Pertahankan agar tetap terlihat ringan.

5.     Gambar

Mengapa gambar penting:

Seperti halnya setiap aset marketing lainnya, email Anda harus memikat secara visual. Meskipun email teks biasa lebih bagus kinerjanya dibanding emailemail berbasis HTML, namun gambar masih bisa memegang peran penting dalam menarik perhatian pembaca ketika mereka membuka emailemail Anda. Gambar juga bisa membantu isi email Anda menyampaikan informasi tentang penawaran Anda

Bagaimana mengoptimalkan:

Gunakan gambar-gambar yang relevan. Gambar yang tidak deskriptif tidak akan menjelaskan apa yang ada dalam email Anda, atau apa yang Anda tawarkan kepada pembaca. Jauh lebih efektif jika menggunakan gambar yang serasi dengan penawaran Anda. Jika penawaran Anda adalah ebook, misalnya, Anda bisa cukup menggunakan gambar sampul ebook, yang bisa menjelaskan kepada pembaca bahwa “Ini adalah sebuah ebook dan bisa Anda miliki.”

6.     Call-to-Action

Mengapa penting:

Anda ingin para pembaca Anda melakukan klik dan berubah menjadi customer. Call-to-action merupakan komponen terpenting dalam email-email Anda, karena tujuan akhir dari email Anda adalah agar para pembaca mengklik dan melakukan tindakan. Bahkan, alasan mengapa Anda mengoptimalkan emailemail Anda adalah agar lebih banyak dari pembaca yang mengklik pada call-to-action tersebut untuk mengarahkan mereka ke landing page yang telah Anda buat, dimana mereka kemudian bisa dikonversi menjadi leads.

Bagaimana mengoptimalkan:

Untuk memulai, pertama-tama Anda harus memilih satu call-to-action utama yang akan menjadi fokus. Kerucutkan ke satu tindakan utama yang Anda ingin dilakukan oleh pembaca.

Kemudian, buat call-to-action Anda. Apakah itu berupa tombol atau sebuah link, Anda perlu memastikan bahwa call-to-action Anda menonjol dan impresif secara visual. Ini harus menjadi fokus dari email Anda, jadi buat menonjol dan menarik perhatian pembaca.

Disarankan untuk menempatkan call-to-action di bagian atas, sehingga langsung terlihat tanpa pembaca harus melakukan scroll jauh ke bawah.

Anda juga perlu megoptimalkan bahasa yang Anda gunakan dalam call-to-action. Anda perlu menggunakan isi yang jelas dan berorientasi tindakan (“download“, “daftar”, “shop now”), penting (“sekarang”), dan ramah (“bergabung dengan kami”, “dapatkan…”).

Terakhir, cara yang baik untuk mengoptimalkan call-to-action Anda adalah dengan memasukkan banyak link dan tombol dalam email Anda yang semuanya akan mengarahkan pembaca ke landing page yang sama.Tujuannya untuk menawarkan lebih banyak peluang kepada pembaca untuk segera mengklik.

7.     Link Berbagi ke Media Sosial

Mengapa link berbagi ke media sosial penting:

Anda ingin mendorong para pembaca untuk membagikan konten-konten yang Anda kirim. Dengan memudahkan pembaca email untuk membagikan penawaran-penawaran Anda dengan jejaring mereka, Anda tidak hanya memperluas audiens dan jangkauan, tetapi Anda juga memperluas peluang untuk menghasilkan leads baru.

Bagaimana mengoptimalkannya:

Masukkan link berbagi ke media sosial dalam semua email Anda! Dan jangan takut untuk memberikan opsi-opsi kepada pembaca – setiap orang memiliki jejaring sosial favorit mereka sendiri. Masukkan link untuk Facebook, Twitter, LinkedIn, Pinterest, atau Google+.

Tips lain untuk mengoptimalkan link berbagi ke media sosial ini adalah mengkustomisasi mereka dengan isi email Anda sendiri. Tidak perlu menggunakan salinan tweet autopopulated – Anda bisa menulisnya sendiri! Merupakan ide yang baik juga untuk mengoptimalkan meta description dari landing page, karena salinan tersebut adalah apa yang akan ditampilkan oleh Facebook dan LinkedIn ketika orang membagikan tautan-tautan yang menuju ke halaman-halaman tersebut.

Apapun yang Anda lakukan, buat mudah bagi pembaca Anda untuk membagikan konten Anda, dan berikan alasan bahwa mereka memang perlu membagikannya

8.     Link Unsubscribe

Mengapa link unsbscribe penting:

Pertama-tama, perlu diketahui bahwa tidak memasukkan link unsubscribe dalam email yang dikirim merupakan tindakan ilegal.

Selain masalah hukum, perlu diingat juga jika mereka tidak tertarik mendapatkan emailemail Anda, jangan memaksa mereka untuk tetap ada dalam list. Berikan mereka opsi untuk unsubscribe. Ini akan membuat open rates dan clickthrough rate Anda lebih akurat, karena Anda hanya fokus pada orang-orang yang memang ingin ada dalam list Anda.

Bagaimana Mengoptimalkan:

Mudahkan para pembaca untuk menemukan link unsubscribe. Tidak berarti link ini harus ditonjolkan sama seperti call-to-action, namun jangan juga menyembunyikannya. Jika pembaca ingin unsubscribe dari email Anda tetapi tidak bisa menemukan tombol unsubscribe maka bisa saja mereka akan menandai email Anda sebagai spam, dan itu lebih buruk akibatnya karena akan merusak reputasi IP Anda.

Taktik marketing yang baik lainnya adalah mengisi halaman unsubscribe secara personal. Buat halaman tersebut menyenangkan, lucu, memikat, dan mencoba untuk membuat pembaca berubah pikiran agar tetap bertahan dalam list Anda – atau paling tidak lakukan engagement dengan mereka melalui media sosial atau sarana lainnya. Dengan ini, Anda mengurangi kemungkinan mereka meninggalkan daftar Anda, walaupun Anda memberikan opsi tersebut kepada mereka.

9.     Optimisasi Mobile

Mengapa optimisasi mobile penting:

Terkadang jika seseorang membuka email di ponsel ada kalanya teks yang tampil terlalu besar atau terlalu kecil atau terlalu penjang, dan scrolling tidak bisa dilakukan.

Anda tidak ingin para pembaca Anda mengalami hal tersebut ketika membaca email dari Anda. Email Anda harus tampil cantik pada semua perangkat.

Bagaimana mengoptimalkan:

Rancang email Anda untuk bisa beradaptasi dengan perangkat manapun yang digunakan pembaca. Gunakan templatetemplate yang dioptimisasi untuk perangkat mobile, dan optimalkan untuk mendapatkan visual mobile yang paling baik. Dengan itu Anda tidak akan kehilangan peluang untuk mengkonversi sebuah leads hanya karena mereka menggunakan perangkat yang tidak menampilkan email Anda secara sempurna.

Banyak pelaku marketing cenderung merasa kesulitan ketika berurusan dengan optimisasi email, tetapi kenyataannya tidak demikian! Selama Anda tahu elemen-elemen apa yang perlu diperhatikan dan bagaimana mengoptimalkannya, maka Anda telah berada pada jalur yang tepat untuk meningkatkan click-through rate dan jumlah konversi tanpa harus menghabiskan banyak waktu.

Siap mencoba langsung? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

22
May2015
Bisnis Anda membutuhkan email service provider
Bisnis Anda membutuhkan email service provider

Email sebagai salah satu metode komunikasi primer sudah sepantasnya diprioritaskan; menggunakannya untuk membangun hubungan dengan customers adalah sebuah keharusan. Tetapi Anda tidak bisa hanya “menebar benih lalu berdoa” – mengirim ratusan email ke sebuah daftar alamat email, dengan berharap beberapa dari customers Anda akan membuka email tersebut dan mengambil tindakan yang dianjurkan.

Konten Anda, penyampaian, dan strategi harus relevan dengan subscribers, dan sebuah layanan penyedia email (ESP) bisa membantu Anda dalam kelima hal ini:

1. Personalisasi

Personalisasi adalah sesuatu yang diharapkan para customer Anda. Coba bayangkan, setiap hari mereka dijejali dengan pesan-pesan yang didasarkan pada pekerjaan mereka, apa yang mereka suka lakukan, dimana mereka tinggal dan pesan-pesan yang berisi informasi tentang mereka dari berbagai perusahaan.

Sebuah ESP yang berkualitas akan memberi Anda kemampuan untuk menambahkan unsur-unsur personalisasi ke dalam setiap kampanye email, termasuk informasi pribadi, geografis, dan psikografis subscriber. Salah satunya dengan membuatkan Anda sebuah list yang tersegmentasi, sehingga memungkinkan Anda menargetkan subscriber dan mengirimkan mereka informasi, deals dan konten lain yang sifatnya custom bagi mereka.

2. Kreatif dan desain

Penyedia layanan email (ESP) tidak hanya mampu mensegmentasi list Anda, mereka juga akan membuat atau membantu Anda mendesain template email untuk kampanye-kampanye sebanyak yang Anda butuhkan, termasuk welcome email, thank you email, email transaksional, dan email lainnya untuk membangun engagement. Anda bebas memberi nama segmen-segmen tersebut, dan ESP standar akan memiliki tim yang bisa membangun dan menjadwalkannya untuk dikirim. Emailemail ini akan dirancang secara custom sesuai konten dan brand Anda, serta dioptimalkan untuk tampil layak pada perangkat mobile.

3. Pelaporan

Karena email dimaksudkan untuk membangun hubungan dengan para customers, bagaimana Anda tahu segala sesuatunya sudah benar dilakukan jika Anda tidak menelusuri hasil kampanye-kampanye Anda? Sebuah ESP akan menyediakan fitur untuk mengukur kampanye-kampanye email Anda dan melaporkan statistik seperti subscribe, unsubscribe, dan CTR (click-through rate) sehingga Anda bisa melihat email apa atau bagian-bagian email mana yang paling disukai dan tidak disukai para customer Anda dan dengan begitu Anda bisa menyesuaikan frekuensi mengirim email-email tersebut.

4. Pengiriman / Infrastruktur

Suka atau tidak, ada beberapa kaidah yang harus Anda ikuti ketika mengirim email. Beberapa diantara adalah aturan yang ditetapkan oleh CANSPAM Act, dan beberapa lainnya adalah aturan-aturan yang berlaku hanya bagi ISP tertentu (seperti Gmail, Yahoo, dll). ESP memiliki karyawan berdedikasi penuh-waktu yang sudah terbiasa dengan semua aturan-aturan ini, dan selalu mengetahui perubahan-perubahan dan tren-tren dalam dunia pengiriman email untuk memastikan bahwa Anda mengikuti aturan-aturan yang ada dan membantu mengatasi keluhan-keluhan spam dan isu-isu pengiriman lainnya.

Memang mudah mengatakan “Saya akan menyediakan segala sesuatunya”, tetapi sudahkah Anda mempertimbangkan kompleksitas, waktu, upaya dan sumberdaya yang diperlukan untuk menjaga agar IP Anda tetap bersih, memastikan pemantauan reputasi pengirim secara teratur dan pemantauan penempatan inbox, aplikasi untuk mengelola dan mengklasifikasikan bounces Anda, atau mengoperasikan software MTA tingkat-perusahaan untuk memastikan bahwa tidak jadi masalah apakah Anda mengirim 100 atau 100.000 email sekaligus. Dan apa semua email itu akan terkirim dengan tepat waktu?

Ini adalah faktor-faktor esensial yang perlu dipertimbangkan, karena email hanya akan bermanfaat ketika customer Anda atau customer potensial bisa membuka dan menjalin engagement dengan pesan Anda. Dengan keahlian ESP dalam pengiriman dan infrastruktur yang ditujukan untuk Anda, Anda bisa yakin bahwa pesan Anda akan sampai pada audiens yang ditargetkan.

5. Manajemen akun

ESP biasanya menawarkan pengelola akun khusus untuk layanan dan isu-isu teknis. Para profesional email ini membantu Anda dengan menganalisis kampanye-kampanye email Anda dan menawarkan nasihat tentang bagaimana kampanye-kampanye tersebut bisa mendatangkan lebih banyak pendapatan. Para pengelola akun memberikan analisis menyeluruh yang kontinyu tentang program email Anda, menyusun strategi dan membuat perencanaan dengan tim Anda untuk memastikan Anda memenuhi tujuan dan target. Pengeloma akun pada dasarnya adalah teman terbaik email marketing Anda.

ESP standar akan menghadirkan kelima fitur ini ke dalam kampanye-kampanye email Anda. Tetapi ruang digital marketing  terus tumbuh hingga mencakup lebih banyak saluran selain email – sosial, mobile, dan web juga merupakan sarana penting untuk menjangkau dan mempertahankan hubungan dengan customer. Berinteraksi dengan para customer di media sosial juga sebuah cara untuk mempertahankan dan membangun hubungan-hubungan yang baik dengan customers.

Seberapa besar manfaat ESP bagi bisnis Anda? Coba sendiri melalui free email marketing yang bisa Anda gunakan dalam semua aspek industri. 

18
May2015
Tips untuk Menulis Email yang Dibuka, Dibaca, dan Diklik
Tips untuk Menulis Email yang Dibuka, Dibaca, dan Diklik

Apakah terasa seperti tantangan besar untuk membuat orang membuka dan membaca email Anda? Dan kemudian melanjutkan dengan mengklik?

Seharusnya tidak sesulit itu. Berikut ini adalah tips penting untuk menulis emailemail yang akan dibuka, dibaca, dan diklik.

Siap?

Bagaimana membuat email yang ditunggu-tunggu

Pertanyaan cepat:

Email mana yang paling Anda nantikan untuk terima: sebuah email dari teman terbaik Anda atau sebuah email dari suatu perusahaan? Dan yang mana diantara dua email ini yang Anda lebih pilih untuk dibaca?

Pilihan mudah, bukan?

Jadi, ketika Anda mengirim email ke orang-orang yang ada dalam list Anda, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda menulis seolah-olah Anda sedang menyapa kerumunan orang yang begitu banyak? Apakah Anda menulis sama seperti yang dilakukan oleh bagian marketing perusahaan secara masif?

Jika Anda ingin para subscriber menantikan emailemail Anda, maka Anda harus mempertimbangkan untuk berperilaku lebih seperti seorang teman.

Anda kenal, suka, dan mempercayai teman Anda, bukan?

Cobalah menulis email yang sedikit berbeda dengan email perusahaan, dan buat desain email yang minimalis. Buat tulisan dengan gaya bahasa yang lebih casual namun tetap menjaga respek.

Ikuti 8 langkah esensial berikut ini untuk menulis email yang ramah dan tidak sabar dinanti oleh pembaca.

  1. Jangan bicarakan tentang list Anda. Berhenti membicarakan tentang para subscriber Anda. Menulislah seolah-olah Anda sedang mengirim email ke satu orang saja. Hal itu akan membuat email Anda lebih personal.
  2. Berhenti membuang-buang waktu orang. Kirim email hanya jika Anda punya sesuatu yang benar-benar bernilai atau bermanfaat untuk disampaikan.
  3. Bermanfaat. Jangan mengirim email hanya saat Anda butuh sesuatu dari pembaca Anda. Jadilah orang yang bermanfaat, murah hati, ramah, dan seperti teman sejati.
  4. Gunakan nama asli Anda sebagai pengirim. Cantumkan nama dan reputasi pada bagian nama pengirim. Itu tentu lebih bersifat personal, bukan?
  5. Bisa dipercaya. Biarkan orang tahu apa yang Anda harapkan. Ya, pesan-pesan penjualan harus menjadi bagian dari email marketing Anda, itu tidak jadi masalah. Perjelas tentang itu ketika mereka melakukan pendaftaran.
  6. Jangan terkesan berlebihan. Jangan merasa sungkan untuk mempersonalisasi email, tetapi jangan mengulang-ulang nama orang terlalu sering, karena itu membuat Anda terdengar seperti robot call center.
  7. Berada di pihak pembaca. Ingatkan orang bahwa mereka tidak sendiri. Katakan kepada mereka Anda memahami masalah-masalah mereka. Berempatilah dengan mereka, dan tanyakan bagaimana Anda bisa membantu mereka.
  8. Berikan reward karena membaca. Pastikan orang mendapatkan manfaat dari membaca emailemail Anda. Bagaimana caranya? Bagikan tips yang bermanfaat. Buat mereka merasa lebih baik. Buat mereka terinspirasi.

Bagaimana membuat email Anda dibuka

menulis email yang akan dibuka
menulis email yang akan dibuka

Kebanyakan inbox selalu penuh dengan emailemail yang tidak menarik dan membosankan.

Emailemail yang Anda kirim akan mudah tenggelam dalam inbox yang selalu dipenuhi kiriman email dari seluruh dunia. Dan fitur Gmail tabs telah menjadikan Anda lebih sulit lagi untuk bisa diperhatikan.

Satu-satunya cara adalah bagaimana Anda menulis subject email menarik yang membuat Anda menonjol, yang memikat orang untuk membuka email Anda.

Subject email perlu menarik perhatian, sama seperti headline. Berikut 8 tips tentang hal tersebut:

  1. Janjikan sesuatu yang baik.Jika orang tahu secara khusus apa yang akan mereka pelajari atau bagaimana Anda akan membuat mereka lebih senang, lebih informan, atau lebih baik dalam bisnis, maka mereka akan penasaran untuk membaca lebih lanjut.
  2. Gunakan kata-kata berenergi. Kata-kata yang bersifat emosional akan menarik perhatian, dan membuat subject email Anda menonjol diantara emails lain dalam inbox.
  3. Gunakan angka. Karena angka-angka seperti 7 atau 33 akan menyita penglihatan.
  4. Rasa penasaran. Jangan takut untuk sesekali menggunakan kata-kata yang tidak biasa. Gelitik rasa ingin tahu pembaca maka mereka akan senang untuk mencari tahu lebih lanjut.
  5. Tekankan kesalahan-kesalahan umum. Karena tidak ada orang yang mau dianggap bodoh.
  6. Berhenti berusaha terlihat pintar. Subject email yang spefisik dan sederhana selalu mengalahkan alternatif-alternatif yang terlihat pintar.
  7. Eksperimen. Jangan selalu menurut pada apa yang sudah ada. Cobalah sesuatu yang baru. Berani tampil beda. Anda akan dikejutkan dengan apa yang berfungsi dan apa yang tidak.
  8. Belajar dari para master. Daftar ke contact list yang hebat dan analisa subject email mereka. Dijamin Anda akan mempelajari sesuatu yang baru.

Anda juga bisa membaca lebih jauh mengenai tips menulis subject email yang baik.

Bagaimana menulis email yang membangun engagement

Menulis email yang membangun engagement
Menulis email yang membangun engagement

Jadi, Anda telah berhasil membuat orang membuka emailemail Anda. Selanjutnya apa? Bagaimana Anda menjaga perhatian mereka? Bagaimana Anda membuat mereka tetap membaca emailemail Anda kata demi kata?

Ikuti 9 tips berikut untuk emailemail yang akan menawan para pembaca:

17. Menulis cepat. Karena dengan menulis cepat antusiasme dan personalitas Anda yang sesungguhnya akan keluar.

18. Singkat. Edit email Anda dengan sangat hati-hati. Email yang panjang dan berat akan menghilangkan minat pembaca. Tantang diri Anda untuk memotong naskah sampai setengahnya di waktu berikutnya Anda mengedit.

19. Tanyakan pertanyaan. Bayangkan melakukan percakapan tatap-muka dengan pembaca Anda. Anda akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan pada situasi tersebut, bukan

20. Tambahkan sentuhan personal. Karena Anda sedang mencoba untuk membuat pembaca tahu, suka, dan mempercayai Anda, bukan?

21. Jangan menggunakan salam yang terlihat otomatis. Cobalah gunakan ungkapan-ungkapan seperti salam hangathormat saya, atau jabat erat. Memvariasikan ucapan salam Anda akan membuat Anda terkesan lebih personal.

22. Buat gaya menulis yang natural. Berhenti memikirkan tentang email marketing. Anggap emailemail Anda sebagai sebuah cara untuk berbicara dengan para customer atau pembaca Anda.

23. Tambahkan personalitas. Gunakan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang bisa Anda gunakan saja. Berperilakulah seperti manusia sesungguhnya.

24. Berhenti membosankan. Pahami tanda-tanda dari tulisan yang membosankan. Tulis kalimat yang pendek dan kuat. Upayakan to the point. Dan jangan terpaku pada kaidah-kaidah penulisan formal.

25. Jangan egois. Pedulilah dengan kebutuhan para pembaca Anda.

Bagaimana menjual dalam emailemail Anda

Menjual Dengan Email
Menjual Dengan Email

Anda tidak hanya menulis email untuk bersenangsenang, bukan? Sebagai pemilik bisnis Anda harus menjual untuk bisa bertahan dalam bisnis (suka atau tidak).

Jadi bagaimana cara terbaik untuk menjual tanpa terlihat berlebihan?

Ikuti 8 tips ini untuk mengubah lebih banyak pembaca email menjadi pembeli :

26. Jangan menjual sebelum prospek siap.Jadilah seorang teman dan sumber informasi terpercaya terlebih dahulu; dan pembaca Anda akan lebih siap membeli dari Anda.

27. Soroti manfaat. Jangan menjual produk. Tetapi, juallah manfaat yang ditawarkan kepada customer Anda.

28. Tunjukkan apa yang tidak akan diperoleh pembaca. Kebanyakan orang menghindari risiko. Mereka ingin menghindari ketidaknyamanan, kesalahan, dan komplikasi. Pertimbangkan untuk merumuskan ulang manfaat dari penawaran Anda sebagai sebuah solusi.

29. Bekerja demi tujuan. Ceritakan cerita-cerita menarik yang mengarah ke pesan penjualan Anda.

30. Memberikan tenggat yang jelas. Ini mencegah orang menunda-nunda.

31. Sisipkan banyak link (pada halaman yang sama). Karena ini meningkatkan peluang orang mengklik link tersebut.

32. Memiliki call-to-action yang jelas. Katakan kepada pembaca secara tepat apa yang Anda harap mereka lakukan selanjutnya, dan ingatkan mereka mengapa mereka akan tertarik untuk membeli.

33. Gunakan NB yang kuat. Ingatkan atau ulangi apa yang akan mereka lewatkan jika mereka tidak mengambil penawaran Anda.

Fakta tentang email Anda

Inbox setiap orang selalu menerima banyak email. Tidak ada yang suka menerima lebih banyak email.

Anda seharusnya bangga bahwa orang telah dengan senang hati bergabung dengan list Anda dan senang menerima pesan-pesan Anda. Setiap subscriber telah memberi Anda kepercayaan yang sulit didapat.

Tetapi berhati-hatilah. Jangan pernah mengabaikan perhatian siapapun. Karena waktu setiap orang sangat berharga.

Dari waktu ke waktu, Anda harus membuktikan nilai Anda kepada para subscriber email Anda. Kenali para pembaca Anda dengan sangat baik sehingga Anda bisa berempati dengan masalah-masalah mereka. Tanyakan pertanyaan dan tawarkan bantuan.

Tulislah email seolah-olah Anda sedang mengirim email kepada seorang teman baik, karena di situlah bagaimana orang akan mengetahui Anda, menyukai Anda, dan mempercayai Anda..

Ketika Anda telah mendapatkan ketiga hal ini, berarti Anda telah mendapatkan kemampuan untuk menumbuhkan bisnis Anda.

Siap mencoba langsung? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

15
May2015
Statistik Double Opt-in vs. Single Opt-in
Statistik Double Opt-in vs. Single Opt-in

Ada perdebatan panjang di antara pelaku email marketing tentang konfirmasi subscriber ke dalam list dengan cara double optin (dua langkah) atau single optin (satu langkah). Pada akhirnya, para pengirim email harus memilih antara kuantitas atau kualitas list. Sebagai salah satu Email Service Provider (ESP), kami cenderung peduli tentang kualitas list Anda, karena reputasi IP yang digunakan untuk mengirim menjadi taruhannya.

Banyaknya alamat email buruk dalam contact list Anda bisa merusak jutaan alamat email yang baik. Itulah sebabnya mengapa Anda akan mendengar dari para ESP begitu banyak tentang konfirmasi list double optin. Sebelum melanjutkan, jika Anda merasa bingung tentang apa yang dibicarakan di sini, lebih baik Anda membaca terlebih dahulu tentang pengertian apa itu single optin atau double optin.

Ketika berbicara tentang double optin, kita cenderung mendengar customer mengatakan, “Mengapa saya harus menyulitkan orang untuk subscribe dengan list saya?” Bisa dimengerti. Tetapi, double optin tidak mengharuskan orang yang ingin menerima email dari Anda untuk membuka email tersebut. Ini hanya tahapan ekstra yang saja dilakukan Anda. Kekurangan-kekurangan dalam pengumpulan list cenderung menghasilkan bounce, blacklisting, jebakan spam, dan hal licik lainnya.

Pertanyaannya adalah, apakah penggunaan double optin benar-benar akan meningkatkan statistik yang penting, yaitu : open rate, click through rate, bounces, dan unsubscribe?

Berikut ini adalah statistik dari sebuah sampel acak dalam database yang terdiri dari 30.000 pengguna yang telah mengirim sekurangnya 10 kampanye. Para pengguna ini memiliki list yang berisi antara 500 sampai 1,5 juta. Beberapa diantaranya mengirim setiap hari, dan beberapa lagi mengirim beberapa kali dalam sebulan.

Statistik yang Lebih Tinggi

Seperti yang bisa Anda lihat, list double optin memiliki open rate (jumlah buka) yang lebih baik.

Statistik unique open
Statistik unique open

Penting untuk diingat bahwa ini adalah unique open. Itu berarti kami hanya menghitung open pertama per subscriber. Terlihat bahwa meskipun double optin memiliki peningkatan jumlah unique open 72,2%, namun mereka memiliki 75,6% peningkatan total open rate. Sehingga list double optin tidak hanya mendapatkan open rate yang lebih banyak, tetapi juga mendapatkan lebih banyak jumlah buka per subscriber.

Grafik berikut menunjukkan bahwa list double optin memiliki 114% peningkatan jumlah klik dibandingkan dengan list single optin.

Statistik jumlah klik
Statistik jumlah klik

 

Statistik Lebih Rendah

Ada beberapa statistik yang semakin rendah akan semakin bagus. Yang pertama adalah bounce rate. Dengan menggunakan list double optin Anda bisa mengurangi bounce rate sebesar 48,3%.

statistik soft bounce
statistik soft bounce
hard bounce
statistik hard bounce

 

Terakhir, Anda akan sangat tertarik dengan jumlah unsubscribe.  Statistik membuktikan list double optin memiliki jumlah unsubscriber  7% lebih rendah dibandingkan dengan list single optin. Kita tidak akan menyebut itu sebagai angka yang ajaib, tetapi angka tersebut memberikan sedikit ruang bernapas. Angka ini juga membuktikan bahwa banyak dari subscriber single optin yang tidak menginginkan email Anda.

Ingatlah, mempermudah proses unsubscribe adalah cara yang jauh lebih baik daripada audiens Anda menekan tombol spam dan melupakan tentang Anda. Jika memungkinkan, mari kita hindari hal tersebut.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

13
May2015
Apa Itu Email Transaksional?
Apa Itu Email Transaksional?

Banyak profesional marketing yang sangat terampil dalam mengirim email kepada calon customers, lalu membuat mereka menjadi seorang customer aktif atau loyalis brand. Akan tetapi, untuk mereka yang baru dalam dunia marketing dan bahkan beberapa pelaku marketing yang sudah lama berkecimpung pun belum sepenuhnya memahami bagaimana membuat email transaksional yang efektif.

Jika Anda bingung, baik karena Anda tidak yakin apa itu email transaksional atau Anda tidak yakin apa perbedaan email transaksional dengan email lainnya, maka tulisan ini sangat tepat untuk Anda.

Apa sebenarnya email transaksional itu? Mengapa email transaksional merupakan bagian penting dari email marketing?

Pertama-tama, email transaksional tidak hanya terkait dengan pelaku marketing e-commerce (ini persepsi yang umum yang salah). Email transaksional adalah email yang dikirim perusahaan kepada kontak, leads, atau customer untuk membantu memfasilitasi atau menindaklanjuti suatu jenis tindakan yang telah dilakukan oleh pengguna di website mereka.

Tetapi jenis tindakan apa yang kita sedang bicarakan di sini? Ya, tindakan itu bisa salah satu dari banyak tindakan. Berikut tindakan-tindakan paling umum yang bisa memicu sebuah email transaksional:

  • Konfirmasi order
  • Email tindak-lanjut setelah men-download sebuah konten – seperti whitepaper atau ebook
  • Email terima kasih karena telah menyelesaikan sebuah tindakan – seperti pengisian sign-up form

Beberapa email transaksional bisa mendorong penerima untuk segera melakukan tindakan, sementara beberapa lainnya hanya berfungsi sebagai konfirmasi dan tidak memerlukan tindakan. Pesan-pesan seperti ini hanya merupakan cara untuk mengkonfirmasi bahwa sesuatu telah terjadi sebagai akibat tindakan pengguna, terkadang bahkan menyampaikan informasi tambahan yang terkait dengan tindakan yang mereka lakukan.

Misalnya, seseorang bisa menggabungkan antara email terima-kasih dengan email untuk promosi – dan bahkan memasukkan upsell, crosssell, atau informasi lain yang membantu menggerakkan penerima lebih jauh ke bawah corong penjualan.

Email Transaksional Memberikan Peluang Marketing yang Besar

Banyak pebisnis mengasumsikan bahwa mereka hanya boleh mengirim email transaksional ke customer ketika customer membeli sesuatu dari bisnis tersebut. Tetapi ingat, Anda tidak harus menjadi seorang pelaku marketing e-commerce untuk mengirim sebuah email transaksional – email seperti ini bisa dikirim untuk setiap transaksi, tidak tergantung pada apakah ada uang yang terlibat atau tidak.

Di situlah dimana peluang besar ada dengan sendirinya bagi pelaku marketing. Email transaksional biasanya dikirim setelah ada tindakan berarti yang dilakukan oleh seorang pengunjung ke website Anda. Sebuah tindakan yang mengindikasikan bahwa mereka mempercayai Anda, tertarik dengan Anda. Inilah sebabnya mengapa emailemail transaksional merupakan salah satu dari email yang memiliki open rate paling tinggi karena penerima tertarik terhadap konten email tersebut.

Jika para penerima membuka emailemail transaksional Anda, maka itu adalah peluang yang sangat besar untuk memberikan informasi tambahan yang Anda ingin beri tahu kepada para pembaca tersebut tentang perusahaan Anda.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

11
May2015
10 Alasan mengapa anda harus membangun contact list
10 Alasan mengapa anda harus membangun contact list

Baik Anda seorang pelaku marketing, pebisnis lokal, mahasiswa atau siapapun, Anda pasti mempunyai email. Tahukah Anda mengapa Facebook meminta alamat email ketika mendaftar? Demikian juga dengan Twitter, LinkedIn, Instagram, dsb? Mereka menginginkan alamat email Anda untuk dijadikan contact list yang berguna bagi bisnis mereka.

Dalam bahasa sederhana :

Jika Anda tidak punya contact list, sama saja anda membuang-buang tenaga dan menunda datangnya uang ke meja Anda. 

Contact list adalah sekumpulan alamat email dengan rincian personal seperti nama atau nomor telepon, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan subscribers kapan saja dan dimana saja.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Anda HARUS mempunyai contact list.

  1. Contact list adalah milik Anda sepenuhnya

Mungkin Anda punya akun di sosial media seperti Google+, grup Facebook atau fan page. Tapi apakah para followers di jejaring-jejaring sosial ini adalah milik Anda? Maksudnya, bisakah Anda berkomunikasi dengan mereka secara langsung?

Tentu saja tidak.

Tetapi, jika Anda punya contact list, Anda bisa berkomunikasi dengan para followers secara langsung melalui email. Ada 4 alasan mengapa email sangat efektif sebagai alat komunikasi dengan customers :

  • Email bersifat personal. Karena itu Anda bisa mempersonalisasi pesan Anda dengan santai dan ramah — cara yang sangat baik untuk membangun kepercayaan orang-orang.
  • Email bersifat langsung. Tidak ada perantara. Pesan Anda disampaikan langsung dari Anda ke audience .
  • Email bersifat pribadi. Dengan email orang bisa menjadi diri mereka sendiri dan secara terus terang menceritakan tentang apa yang mereka hadapi, apa yang mereka inginkan, atau pertanyaan yang mereka miliki. Berbeda dengan komentar-komentar publik di sosial media.
  • Email tidak punya batas: Anda bisa mengirim eBook, panduan dalam bentuk PDF, bahkan tutorial video yang bisa di-download langsung ke inbox subscriber.
  1. Email bukan cara yang kuno

Jika Anda berpikir tidak semua orang membuka email mereka dan pemasaran melalui email adalah hal yang kuno, coba Anda pikirkan lagi : mengapa perusahaan-perusahaan besar masih meminta alamat email ketika seseorang mendaftar di situs mereka? Apa yang Facebook minta ketika Anda mendaftar?

Jawabannya adalah email merupakan medium yang ampuh untuk berkomunikasi satu sama lain.

Kebanyakan orang yang punya email akan mengecek akun-akun mereka setiap hari. Saat ini diperkirakan ada 3,9 milyar akun email di seluruh dunia, bahkan jumlah tersebut diproyeksikan mencapai 4,9 milyar sampai 2017. Rasanya email masih jauh dari kata kuno.

Jika Anda tidak tertarik dengan ide membangun contact list karena merasa sudah ketinggalan zaman, maka Anda peru berpikir ulang.

  1. Email Marketing memiliki nilai ROI terbaik

Tidak jadi masalah industri apa yang Anda geluti, email marketing memiliki nilai ROI terbaik. Tidak ada yang bisa mengalahkannya.

ROI (Return On Investment atau laba atas investasi) email marketing adalah 4300%.

Fakta yang mengagumkan tentang angka ini adalah, ketika Anda telah memperoleh leads, Anda akan mendapatkan laba selama Anda mempertahankan subscribers tersebut.

Sekarang pikirkan, apakah ada metode marketing yang memiliki tingkat komunikasi dan ROI yang lebih baik dari email marketing?

  1. Bisa menjangkau banyak orang dalam sekejap dan tepat waktu

Kelebihan lain dari memiliki contact list adalah Anda bisa menjangkau customercustomer Anda dengan sangat cepat dan tepat waktu dengan menggunakan email blast.

Banyak orang membaca email di pagi hari. Dengan demikian, Anda bisa menjadwalkan pesan-pesan Anda untuk dikirimkan pukul 08.00 – 09.00 ke inbox email para subscriber berdasarkan waktu lokal mereka.

Memang Anda juga bisa menjadwalkan pesan di sosial media dengan menggunakan tools seperti Hootsuite. Tetapi, tidak ada peluang pesan tersebut bisa mencapai 100% follower akun sosial media Anda.

Jika Anda baru memulai marketing online, maka Anda mungkin menemukan bahwa sangat sulit untuk membangun engagement dengan semua audiens dari sosial media Anda, karena mereka memiliki minat berbeda-beda atau bahkan menggunakan bahasa yang berbeda.

  1. Bisa mendirikan atau membangun kembali setiap bisnis di setiap waktu

Inilah mengapa banyak pelaku marketing bersemangat meningkatkan jumlah subscriber. Mereka tahu bahwa contact list adalah emas. Ketika mereka ingin meningkatkan traffic ke mana saja atau ingin menghasilkan uang, mereka hanya mengirim email ke para subscriber mereka.

  1. Mengarahkan traffic instan kemana saja

Anda sudah tahu bahwa Facebook dan beberapa situs jejaring sosial lainnya telah membatasi jangkauan postingan-postingan Anda. Anda tidak dapat memprediksi secara pasti berapa banyak orang yang akan melihat postingan Anda di newsfeed Facebook mereka. Tetapi, jika Anda menggunakan email marketing sebagai taktik untuk mengarahkan traffic ke website Anda atau produk yang Anda jual, maka Anda bisa melihat result dari angka-angka click through rate dan siapa saja yang tidak menerima pesan Anda.

  1. Mendidik dan membangun engagement dengan customers potensial

Mendidik pembaca merupakan satu hal yang tidak bisa Anda lakukan dengan mudah. Anda mungkin ingin memiliki audience yang akan melakukan apa yang Anda suruh seperti membeli produk-produk Anda, atau sekedar mendatangi website perusahaan Anda.

Dengan email, Anda bisa membangun engagement dengan sangat mudah. Inilah mengapa email marketing bisa mengubah audiens pasif menjadi customer yang mau membeli produk Anda. Anda hanya perlu memiliki contact list dan mendorong audiens untuk subscribe, kemudian buat sebuah email lanjutan dan mengarahkan orang-orang yang ada dalam daftar Anda.

  1. Engagement yang lebih tinggi

Jika Anda memiliki contact list, Anda bisa meningkatkan engagement dengan mengirimkan pesan yang berisi informasi atau konten yang bermanfaat bagi audiens Anda . Dengan isi yang baik, Anda tidak harus melakukan banyak hal  karena engagement akan terbentuk secara otomatis.

  1. Dapatkan daya tarik yang layak diperoleh pesan Anda
    Jika Anda ingin menyebarkan pesan melalui digital marketing, dan memilih jejaring sosial yang padat seperti Twitter, Anda tidak akan bisa menjangkau setiap audiens potensial Anda.

Karena itulah, email marketing adalah solusi sederhana untuk berkomunikasi dengan target Anda.

  1. Membuat pengguna bertindak

Ketika Anda memiliki orang-orang yang aktif dalam contact list Anda, Anda bisa melakukan apa saja dengan list tersebut. Contohnya membagikan tulisan blog Anda, membagikan promosi khusus, sampai membuat pengumuman sebuah event dan mengajak orang-orang di list Anda untuk ikut serta.

Lalu apa langkah selanjutnya? Bangun contact list Anda !

Jika Anda sudah mempunyai contact list, Anda selangkah lebih maju dari orang lain. Jika Anda tidak memiliki contact list, jangan khawatir. Anda masih belum terlambat untuk membuat contact list pertama Anda.

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan hal yang baik.

Bukan DocoBlast customer? Gunakan free email marketing dan bangun unlimited contact list Anda sekarang!