All posts by Ahmad Havizri

25
June2015
Tips Desain Email
Tips Desain Email

Desain menjadi semakin penting dalam menghasilkan pengalaman yang menyenangkan dan bahkan diterima bagi sebagian besar pengguna internet sekarang ini. Tren ini tidak akan hilang. Sebaliknya, seiring pengguna menjadi lebih cerdas dan terbiasa dengan desain yang ramah, maka grafik desain berkualitas akan terus meningkat. Oleh sebab itu, perlu dipelajari bagaimana tips desain email yang menarik. Continue reading 5 Tips Desain untuk Keterkiriman Email yang Optimal

25
June2015

6 Hal penting reputasi email marketing

Langkah pertama untuk membantu memastikan deliverability email adalah reputasi. Dalam dunia email marketing, reputasi pengiriman mengacu pada sekumpulan perhitungan spesifik yang secara langsung berhubungan dengan praktik pengiriman email Anda. Email dari pengirim dengan reputasi yang baik dapat terkirim dan pengirim dengan reputasi yang buruk diblokir atau email yang dikirimkan jatuh dalam folder “sampah”.

Reputasi pengiriman yang kuat, seperti branding atau reputasi personal yang hebat dibangun dalam waktu yang lama. Dalam rangka membangun reputasi yang kuat, amati dan patuhi 6 hal berikut:

  1. Relevan, Format email yang baik: Mengirim email marketing berkualitas yang ingin diterima oleh subscribers Anda adalah dasar dari reputasi pengiriman (dan branding) yang baik. Pastikan bahwa recipients Anda ingin menerima email Anda dengan menerapkan opt-in yang jelas selama proses subscriptions dan pastikan untuk mengirim konten yang relevan dan menarik. Jadi, pastikan HTML Anda sudah sesuai format. 
  1. Jumlah yang Konsisten: Berapa banyak email yang Anda kirim? Apakah Anda mengirimi jumlah email yang sama setiap minggu atau setiap bulan, ataukah jadwal pengiriman email Anda sudah tertata? Jumlah konsistensi yang berbasiskan preferensi subscriber adalah kunci pertimbangan bagi ISP. 
  1. Sedikit Komplain: Apakah subscribers Anda mengkomplain atau menandai email Anda sebagai “sampah” atau “spam”? Biarpun hanya sedikit peningkatan komplain dapat menyebabkan sender score email Anda turun yang kemudian dapat membuat email Anda diblokir oleh ISP. Menjaga rating komplain Anda tetap rendah (kurang dari 0,1% dari email yang dikirim dan diterima oleh ISP) sangatlah penting. 
  1. Hindari Jebakan Spam: Mengirim, bahkan hanya pada satu jebakan spam atau “honey pot” dapat secara langsung menjatuhkan reputasi Anda dan menyebabkan masalah deliverability. Jika Anda mengirim ke sebuah jebakan spam (sebuah alamat email diaktifkan oleh ISP untuk menangkap pelaku spam), itu artinya Anda ikut andil dalam email address harvesting (sebuah praktik ilegal) atau kebersihan contact list email Anda lemah. Melakukan segala cara agar terhindar dari jebakan spam sangatlah penting – membangun contact list email, menjaganya agar tetap bersih dan tidak membeli contact list email adalah permulaan yang paling baik. 
  1. Bounce Rate Rendah: Reputasi yang baik juga berarti bahwa hanya sepersekian persen dari email Anda yang kena bounce kembali atau dikembalikan oleh ISP karena akun tersebut sudah lama tidak aktif, kotak surat sedang penuh, atau penerima sedang tidak di tempat. Jika email Anda banyak yang di bounce kembali, itu artinya subscribers Anda tidak tertarik dengan Anda dan Anda tidak memiliki waktu yang tepat dengan mereka. Ini juga memiliki tanda bahwa praktik dari kebersihan contact list email Anda tidak sesuai dengan standar industri pada umumnya. Ini membuat email Anda terlihat seperti spam bagi ISP dan akhirnya email Anda tidak dikirim. Menjaga bounce rate tetap rendah dengan mengimplementasi prosedur agar segera menghilangkan alamat email yang tidak valid sangatlah perlu. 
  1. Tidak Masuk Pada Blacklist atau Daftar Hitam: Muncul hanya pada salah satu daftar hitam terkemuka sudah cukup membuat Anda diblokir oleh beberapa ISP. Pengirim dengan sedikit komplain, yang sama sekali jauh dari jebakan spam, dan yang mengirim email secara konsisten pada umumnya tidak akan didaftar-hitamkan. Bagaimanapun, jika Anda ternyata terkena daftar hitam, memiliki reputasi pengiriman email yang baik akan membantu Anda meyakinkan administrator untuk menghapus IP Anda dari daftar hitam mereka.

Reputasi email tentunya sangat peting untuk masa depan bisnis Anda. Tingkatkan reputasi email marketing Anda dan kirim kampanye Anda dengan free email marketing dari DocoBlast.

24
June2015
Tips Agar Subscriber atau customer Tertarik Membuka Email Anda
Tips Agar Subscriber atau customer Tertarik Membuka Email Anda

Jika Anda ingin menjadi email marketer yang sukses, tentu saja sangat penting apakah subscriber atau customer Anda membuka email Anda atau tidak. Selain itu, jika saja subscriber Anda tidak membuka email Anda, tentu saja mereka tidak akan melakukan sesuatu seperti membuka link yang menuju website Anda ataupun melakukan penawaran. Cara Anda melakukan follow up kepada subscriber baru pun sangat penting dalam hal ini.

Lalu, bagaimana membuat mereka untuk bersedia membuka email Anda? Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

  1. Selesaikan Masalah

Jika Anda menjadi seorang customer dan Anda tahu bahwa ada email marketing newsletter yang bisa menolong Anda dalam menyelesaikan sebuah masalah, pastinya Anda akan menjadi subscriber itu, kan? Jika si pengirim meyakinkan Anda dan menjanjikan bahwa dengan setiap email yang dikirim akan mengantarkan Anda lebih dekat ke penyelesaian sebuah masalah, pastinya Anda akan tertarik untuk membukanya, kan?

Jadi, pastikan bahwa email yang Anda kirim bisa membantu masalah-masalah customer Anda.

  1. Selamatkan Uang Mereka

Email marketing harian yang menawarkan para subscriber mereka untuk menghemat uangnya sekarang kian menjamur. Contohnya, memberikan kata-kata “gratis”, “potongan harga”, “bebas biaya pengiriman” dan yang lainnya. Tentu saja mereka tetap harus mengeluarkan uangnya, tetapi tawaran bahwa mereka bisa lebih menghemat uang yang akan mereka keluarkan tentu akan sangat menarik.

Untuk email marketing Anda, cobalah  menawarkan tawaran yang berbeda. Karena terkadang kata-kata seperti “bebas biaya pengiriman” lebih menarik jika dibandingkan dengan pemberian potongan harga yang berdasarkan presentase.

  1. Buat Mereka Semakin Pintar

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Untuk memperbanyak atau mempertajam skill, kita terbiasa untuk terus membaca ataupun mengikuti sebuah kursus. Banyak marketers yang memanfaatkan hasrat untuk menjadi lebih pintar itu dengan mengirimkan emailemail yang bisa mewujudkan hal tersebut.

Intinya adalah, jika selama ini email yang Anda kirimkan hanya tentang menjual produk Anda, maka ubahlah hal itu segera. Cobalah untuk memberikan informasi-informasi yang menarik bagi subscriber Anda. Don’t Sell, Just Inform.

  1. Hibur Mereka

Banyak email yang menyertakan komponen-komponen hiburan untuk menarik perhatian para subscribers. Karena, tentu saja konten yang menghibur dapat meningkatkan minat pembaca yang hasilnya bisa meningkatkan angka penjualan.

Setelah melihat tips-tips yang diberikan di atas, coba tengoklah sejenak email marketing Anda yang sebelumnya telah Anda kirim. Dalam email tersebut, apakah ada alasan para subscriber Anda untuk membuka dan membaca email tersebut?

Lebih dekatkan bisnis Anda dengan para customer dan kirim kampanye Anda dengan free email marketing sekaligus Unlimited Contact yang bisa Anda bangun.

24
June2015
Fokus Promosi dengan Email Marketing
Fokus Promosi dengan Email Marketing

Masalah dengan banyak promosi email adalah kurangnya fokus yang diberikan. Pertanyaan “Apa yang ingin Anda lakukan” masih belum terjawab dengan baik. Dan itu sangat disayangkan karena jelas promosi menggunakan email yang terfokuskan akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Continue reading Tambahkan Fokus Saat Promosi Menggunakan Email Marketing

19
June2015
Cara Mengoptimalkan CTA (Call To Action)
Cara Mengoptimalkan CTA (Call To Action)

Call to action (CTA) adalah salah satu elemen paling penting pada kampanye email marketing. Jika call to action (CTA) Anda sukses, Anda akan mendapatkan nilai click through rate (CTR) yang tinggi dan mencapai apa pun tujuan marketing Anda, apakah itu customer yang akan membeli produk Anda, mendaftar untuk acara yang Anda selenggarakan, mengisi survey yang Anda berikan, dan sebagainya.

  1. Test Call To Action (CTA) Anda

Terus meneruslah melakukan pengetesan. Pisahkan database Anda dalam beberapa grup, siapkan sedikit perbedaan untuk masing-masing call to action pada kampanye yang akan Anda kirimkan, bandingkan hasilnya dan implementasikan hasil terbaik pada Anda berikutnya. Ketika melakukan pengetesan terhadap call to action (CTA), Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Anda tidak hanya dapat melakukan pengetesan pada design atau text yang Anda gunakan, tetapi juga penggunaan font, ukuran, warna, lokasi, dan sebagainya.
  • Dalam sekali waktu, gunakanlah hanya 1 elemen pengetesan, agar Anda dapat menganalisa dampak yang pasti dari elemen yang Anda gunakan tersebut.
  1. Buat Call To Action (CTA) Anda Terlihat Pada Pandangan Pertama

Tombol call to action (CTA) haruslah menjadi bagian yang paling terlihat pada newsletter yang Anda kirimkan. Ketika penerima membuka email Anda, seharusnya tidak ada keraguan tentang dimana untuk mengklik dan apa yang akan mereka dapatkan setelah mengklik tombol tersebut, hindari ambiguitas. Jadi, pikirkan secara matang mengenai desain template email Anda. Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan perhatian lebih pada tombol call to action adalah dengan membuatnya lebih besar, sehingga akan lebih terlihat. Tetapi juga ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Jika Anda membuat tombol call to action (CTA) terlalu besar, Anda mungkin akan terlihat frustasi, dan ini tidak baik untuk bisnis Anda.
  • Semakin besar tombol yang ditampilkan, maka harus semakin banyak text yang ditampilkan. Sebagai contoh, 2 kata tidaklah cukup untuk tombol yang besar.
  1. Pilihlah Warna yang Tepat

Jika Anda pernah sedikit tertarik pada ilmu psikologi, Anda mungkin tahu arti dari perbedaan penggunaan warna. Sebagai contoh, hijau menandakan penerimaan atau persetujuan, biru menandakan ketenangan dan netral, Hitam menggambarkan kemewahan, merah menandakan peringatan tentang sesuatau, dan sebagainya. Anda harus mengikuti beberapa peraturan singkat berikut ketika membuat tombol call to action, tapi peraturan berikut juga tidak akan selalu berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa peraturan tentang pemilihan warna:

  • Perhatikan warna yang Anda gunakan pada keseluruhan template newsletter Anda, khususnya warna yang Anda gunakan pada sekitar tombol call to action (CTA)
  • Pikirkan mengenai kontras dan pilihan warna yang menarik, daripada mempermasalahkan tone. Karena Anda dapat bertindak lebih berani dan personal pada promosi email marketing Anda, lebih dari yang Anda lakukan di website.

Ada beberapa studi kasus mengenai warna tombol, sebagai contoh, sebuah hasil kampanye menunjukan peningkatan click through rate (CTR) sebanyak 35% hanya dengan mengganti warna tombol menjadi hijau.

  1. Masukan Beberapa Pilihan Tombol Call To Action (CTA)

Jangan batasi diri Anda hanya dengan satu tombol call to action (CTA). Gunakan gambar dan link pada text untuk menuntun pembaca Anda pada halaman web yang Anda inginkan. Untuk beberapa orang, tampilan gambarlah yang akan membuatnya tertarik, namun untuk yang lainnya mungkin text lah yang lebih menarik untuknya. Beberapa pilihan akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap click through rate (CTR) Anda. Mungkin juga akan ada lebih dari 1 tombol call to action (CTA) dalam kampanye email Anda. Lalu, bagaimana Anda memutuskan tombol mana yang lebih baik, menempatkan hanya 1 tombol atau menempatkan banyak tombol?

  • Jika produk atau servis yang Anda tawarkan sederhana dan tidak banyak tulisan yang digunakan, Anda cukup menempatkan satu tombol call to action (CTA).
  • Jika produk Anda adalah sesuatu yang lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak penjelasan, Anda dapat menyertakan tombol tambahan, sebagai contoh, tombol pertama Anda letakan pada tengah halaman dan tombol kedua pada akhir halaman.
  1. Jelaskan Secara Spesifik dan Tekankan Pada Keuntungan Produk

Jika desain dari tombol call to action (CTA) akan menjawab pertanyaan “Dimana saya harus mengklik?”, maka tulisan atau text yang terdapat pada tombol haruslah menjawab pertanyaan “Mengapa saya harus mengklik?”. Namun, penjelasan singkat tak selamanya baik. Yang seharusnya Anda lakukan adalah jelaskan produk Anda secara spesifik.

  • Jelaskan keuntungan yang akan customer Anda dapatkan jika mengklik tombol call to action yang Anda sertakan dalam newsletter secara spesifik. Penjelasan seperti “Dapatkan wallpaper secara gratis” akan lebih baik daripada hanya sekedar “Download”.
  • Jangan takut jika tombol call to action (CTA) Anda menyertakan lebih dari 2 kata penjelasan di dalamnya, jika hal tersebut dapat menjelaskan keuntungan yang akan didapatkan pelanggan Anda secara lebih spesifik. Tetapi Anda tetap harus memperhatikan jumlah kata yang Anda gunakan, jangan terlalu panjang. Sebagai contoh, gunakan kalimat “Temukan Restaurant Terdekat & Dapatkan Diskon” daripada hanya menggunakan kalimat “Dapatkan Diskon”.
  1. Personalisasikan call to action (CTA) Anda

Personalisasi adalah salah satu kunci sukses dalam dunia marketing saat ini, jadi gunakan juga dalam call to action yang Anda miliki. Berbagai contoh kasus dengan peningkatan click through rate (CTR) sampai dengan 90% hanya dengan mengganti sejumlah kata pada tombol call to action (CTA). Cobalah bereksperimen dan cobalah pendekatan yang berbeda sampai Anda menemukan apa yang cocok dengan sasaran pelanggan yang Anda tuju.

  1. Gunakan Gambar untuk tombol call to action (CTA) Anda

Penggunaan gambar tentu akan membuat newsletter Anda menjadi lebih atraktif dan menarik, tapi gambar juga dapat digunakan untuk tombol call to action (CTA) Anda, karena gambar akan mendapatkan perhatian yang lebih dari elemen lainnya pada newsletter.

  • Kebanyakan orang akan lebih memperhatikan gambar pada sebuah email, khususnya gambar wajah. Bagaimana jika Anda memilih sebuah gambar dimana wajah yang Anda tampilkan mengarah pada tombol call to action (CTA)? Penerima newsletter akan menyadari gambar tersebut, mengikuti arah mata dari gambar dan berhenti tepat pada tombol call to action (CTA) Anda!
  • Gunakan elemen lain pada gambar, seperti tAnda panah atau garis untuk memandu penerima mengarah pada tombol call to action (CTA) Anda.

Call to action (CTA) adalah elemen pertama yang dapat dilakukan pengetesan secara aktif. Jika digunakan secara bijak, call to action (CTA) akan menuntun Anda mencapai sasaran kampanye email Anda dan menuntun penerima Anda untuk melakukan klik atau bahkan melakukan pembelian sesuai dengan tujuan awal marketing Anda.

Segeralah optimalkan call to action Anda agar promosi menggunakan email marketing semakin maksimal. Gunakan free email marketing dari DocoBlast untuk memulainya.

18
June2015

Resending Email

Metode resending email pernah melalui sebuah test, hasilnya menunjukkan bahwa email kedua dapat mencapai 53,2% orang lebih dan mendapati 32,6% unique opens. Statistik yang mengesankan memang, tapi jangan besar kepala dulu. Memang benar bahwa statistik tidak dapat berbohong, tapi bayangkan jika semua pemain marketing memakai strategi ini? Akan ada dunia di mana inbox sudah penuh sesak dan spam traps lebih efisien daripada sebelumnya. Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa tim marketing Anda perlu untuk berpikir dua kali sebelum mengirim email ulang (resending email). Continue reading Resending Email: Ide yang Baik atau Buruk?

16
June2015
Bagaimana Jumlah Teks dan Gambar Mempengaruhi CTR Email
Bagaimana Jumlah Teks dan Gambar Mempengaruhi CTR Email

CTR (click-through-rate atau persentase jumlah klik) email merupakan salah satu bagian data paling berharga ketika Anda mengukur efektifitas kampanye email Anda.

Jika open rate (persentase jumlah buka) dapat menjelaskan kepada Anda berapa banyak orang yang melihat email Anda dalam inbox mereka dan memutuskan untuk membukanya, maka CTR menjelaskan kepada Anda berapa banyak orang yang bertindak terhadap konten yang Anda kirim.

Dengan tergantung pada tujuan email marketing Anda, persentase click through rate yang tinggi bisa berarti lebih banyak orang yang mengunjungi website Anda, menebus penawaran Anda, atau mendaftar untuk event yang akan datang.

Baru-baru ini, kami telah belajar banyak tentang jenis konten apa yang paling baik untuk menghasilkan CTR (persentase jumlah klik) yang tinggi.

Lebih khusus, kami ingin belajar lebih banyak tentang bagaimana panjang teks dan jumlah gambar dalam email berdampak pada jumlah klik, dan apakah ada jumlah optimal yang seharusnya digunakan.

Ditemukan bahwa – dengan pengecualian beberapa spesifik-industri – emailemail dengan tiga atau lebih sedikit gambar dan sekitar 20 baris teks menghasilkan jumlah CTR yang paling tinggi dari para subscriber email.

Berikut statistik lebih rinci tentang angka-angka tersebut:

Bagaimana Jumlah Teks dan Gambar Mempengaruhi CTR Email2
Statistik CTR Pada Gambar dan Text

CTR meraih angka terbaik dengan 3 atau lebih sedikit gambar. Menyertakan banyak gambar ternyata tidak memilik dampak bagus untuk CTR Anda. Untuk jumlah teks, email yang berisi sekitar 20 baris teks, meraih angka tertinggi untuk CTR.

 

Apa artinya ini bagi Anda?

Dalam dunia yang semakin mobile saat ini, para konsumen ingin bisa membaca konten dimana saja, kapan saja, dan dari perangkat mana saja. Sehingga Anda harus menguasai tantangan mobile tersebut. Hasil temuan ini membenarkan fakta bahwa  secara umum konten yang lebih ringkas dan lebih pendek berkinerja lebih baik dibanding kampanye email yang lebih panjang dan lebih padat.

Dengan mempertahankan email Anda tetap sederhana dan konten Anda tetap jelas, Anda bisa menyusun emailemail dengan mengetahui bahwa subscriber Anda bisa membacanya dengan sama mudahnya ketika berada di meja kerja, saat menunggu kereta api, atau di rumah.

Tentu saja, penting untuk dicatat bahwa temuan-temuan ini mewakili apa yang terjadi pada banyak customer. Oleh karena itu diperlukan untuk menguji temuan-temuan ini berdasarkan subscriber email Anda masing-masing.

Langkah-langkah selanjutnya…

Perhatikan kampanye-kampanye email terakhir Anda – bagaimana jumlah teks dan gambar jika dibandingkan dengan hasil Anda secara keseluruhan? Sudahkah Anda menemukan hubungan antara jumlah teks atau gambar dengan persentase CTR (jumlah klik)? Jika jawaban Anda adalah “Ya!” maka Anda sudah berada dijalur yang benar.

Ingin mendapat data hasilnya secara detail? Anda bisa memulainya dengan free email marketing!

15
June2015
Tes Contact List
Tes Contact List

Contact list email itu jika diibaratkan susu, keduanya sama-sama tidak tahan lama. Bahkan pada kenyataannya, contact list yang membusuk (usang) bisa menyebabkan banyak hal buruk, berbeda dengan susu basi yang mungkin hanya menyebabkan mual-mual. Contact list yang buruk bisa membuat pesan-pesan kita menjadi hampir tidak mungkin masuk ke dalam inbox para customer potensial.

Continue reading Seberapa Sehat Contact List Kita?

12
June2015
Menguasai Tantangan Mobile Marketing untuk Bisnis Anda
Menguasai Tantangan Mobile Marketing untuk Bisnis Anda

Sekarang ini dalam marketing ada cukup banyak “pengaburan” antara mobile marketing dan local marketing. Ini mudah dipahami karena ada area yang luas dimana kedua kategori ini saling timpang tindih.

Banyak mobile marketing yang bersifat lokal dan banyak local marketing yang dikonsumsi pada perangkat mobile. Lebih lanjut, kita telah melihat bagaimana para pelaku marketing mobile yang sukses telah menghasilkan kemajuan signifikan dalam perbelanjaan e-commerce.

Kita bisa menyebutkan beberapa poin, namun ada satu konsep besar yang menentukan hampir segala sesuatu lainnya ketika berurusan dengan marketing pada perangkat mobile, yaitu untuk mengoptimalkan click through rate sehingga dapat meningkatnya penjualan lokal dan e-commerce.

Konsep tersebut adalah Pengalaman Pengguna.

Perangkat mobile – ponsel dan tablet – merupakan perangkat teknologi yang fantastis, tetapi pengalaman pengguna tidak selamanya sama fantastisnya.

Mari kita menguraikan ini menjadi beberapa tahapan sehingga Anda bisa memahami semua mekanisme dimana konten/perangkat mobile bisa berimbas bagi pengalaman customer ketika berinteraksi dengan bisnis Anda.

Tahapan Pencarian.

Banyak pencarian yang dilakukan di perangkat mobile. Hal ini dibarengi dengan meningkatnya pencarian dengan suara (voice search) yang sangat impresif dimana orang bisa mencari tanpa harus mengetik.

Bisnis yang bergantung pada orang-orang yang masuk melalui pintu depan perlu memastikan bahwa semua informasinya tepat dan bahwa mereka memiliki rekomendasi dan eksistensi di media sosial untuk bisa memiliki ranking yang tinggi di hasil pencarian.

Layar perangkat mobile cukup kecil. Jika Anda tidak berada pada bagian teratas hasil pencarian, Anda mungkin tidak akan terlihat.

Jika Anda memiliki ponsel cerdas, silakan install Google app dan coba lakukan pencarian suara untuk kata kunci “coffee shop”. Siapa yang muncul di halaman pertama? Siapa yang tidak muncul? Mengapa? Jika Anda tidak berada di dekat atau tepat pada posisi teratas, maka pengguna rasanya tidak punya banyak alasan untuk mencoba mencari Anda.

Tahapan Informasi.

Jika bisnis Anda bisa ditemukan di pencarian lewat perangkat mobile, apakah Anda juga memberikan informasi yang benar kepada prospek customer dengan cara yang mudah? Para customer mobile tidak memiliki waktu untuk membaca lengkap lima halaman website Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Pastikan Anda tidak membiarkan desain website atau email “standar” Anda muncul di pengguna yang menggunakan perangkat mobile.

Selain itu, pastikan bahwa informasi kontak yang diberikan sudah benar dan Anda siap merespon terhadap pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Misalnya, jika seorang pengguna mobile menekan nomor telpon Anda dan nomor telpon tersebut auto-dial, apakah panggilan itu selalu dijawab? Setiap kendala dalam tahapan pengumpulan informasi akan mengurangi pengalaman pengguna.

Tahapan Penjualan.

Tidak semua mobile marketing bersifat lokal karena website e-commerce juga mengungkit peranti-peranti mobile. Pada kasus situs-situs e-commerce, seberapa mudah untuk melakukan pemesanan dengan menggunakan ponsel? Jika prospek customer harus melakukan scroll ke bawah atau ke samping pada sederetan layar untuk mencari tombol yang tepat untuk diklik, maka banyak yang akan pergi.

Lokasi komponen-komponen perlu memastikan agar lokasi-lokasi peta dan waktu tepat pada semua database dimana mereka mungkin ditemukan.

Semua peritel harus yakin bahwa setiap barang/item yang dibrowsing pada perangkat mobile tersedia di stok, selama tidak jelas bahwa item tersebut adalah pemesanan khusus atau ada beberapa masalah lain dengan ketersediaan. Memiliki informasi stok real-time yang akurat adalah nilai tambah.

Terlepas dari seberapa penting local marketing dalam strategi mobile Anda, ingat bahwa para pengguna mobile sedang mencari informasi yang cepat dan mudah. Jika bisnis Anda memberikan pengalaman pengguna yang hebat, maka ada peluang mereka akan memilih bisnis Anda ketimbang para pesaing Anda.

Ingin mempunyai konten email yang mobile friendly? Anda bisa memulainya dengan free email marketing!

11
June2015
Cara Membuat Email Anda Lebih Personal
Cara Membuat Email Anda Lebih Personal

Korespondensi email personal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat penerima, akan memberikan tingkat kepuasan lebih kepada customer dan tentunya hasil bisnis yang lebih baik bagi perusahaan.

Kampanye email marketing yang dipersonalisasikan sesuai kebutuhan customer akan mempunyai persentase yang lebih tinggi dalam hal open rate email (kemungkinan dibukanya email). CTR (click through rates) dan dalam persentase konversi email. Hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap kembalinya hasil investasi atau ROI (Return On Invest).

Sortir atau segmetasikan dengan baik costumer pada list Anda sebelum Anda mempersonalisasikan email bisnis Anda

Salah satu cara yang paling efektif untuk membuat email personal adalah dengan cara mensegmentasi contact list email Anda dan kirimkan konten email yang sesuai dengan masing-masing grup. Sebelum mensortir contact list email Anda, Anda harus mengumpulkan informasi tambahan tentang kontak yang Anda miliki. Gunakan 1 dari 5 cara berikut untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dari pengguna layanan Anda.

1. Sign Up (Mendaftar)

Anda dapat menyertakan field tambahan pada halaman pendaftaran Anda, dimana setelah customer Anda selesai mengisikan data, maka kontak mereka akan dipisahkan kedalam beberapa segmen. Sebagai contoh, Anda dapat menyertakan pertanyaan apakah customer ingin menerima newsletter setiap minggu atau setiap bulan. Tapi jangan melebih-lebihkan panjang halaman dari form pendaftaran Anda.

2. Form Untuk Memperbarui Profil

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang minat, kebutuhan, kebiasaan, jenis kelamin, umur, lokasi, pekerjaan dan data lainnya dari customer Anda, buatlah sebuah form untuk memperbarui profil. Setelah customer mendaftar untuk berlangganan email Anda hanya dengan memasukan nama dan alamat email, undang mereka untuk mengisi form agar Anda bisa mendapatkan tambahan informasi agar Anda dapat mengirimkan mereka email yang sudah dipersonalisasikan.

3. Survei Secara Online

Dapatkan tambahan informasi tentang customer Anda dengan cara survei secara online. Dengan survei secara online ini Anda dapat membuat segmentasi secara otomatis berdasarkan pada respon customer terhadap survei tersebut.

4. Segmentasi atau sortir Email Anda Berdasarkan Aktivitas Customer

Anda dapat mengirimkan email personal kepada grup yang berbeda. Contohnya, kepada mereka yang sudah lama tidak membuka newsletter Anda atau mereka yang membuka namun tidak pernah mengklik link pada email Anda.

5. Unsubscribing (Berhenti berlangganan)

Jika customer Anda ingin berhenti untuk menerima newsletter lebih lanjut, itu bukanlah akhir dari segalanya. Setelah mengklik tombol berhenti berlangganan, arahkan mereka untuk mengunjungi halaman yang dapat mereka pilih. Contohnya, pilihan untuk menerima email lebih jarang atau untuk menerima email hanya berdasarkan topik yang menarik bagi mereka.

Personlisasikan Email Anda Berdasarkan Kepada Target Customer Anda

Setelah Anda mensortir database contact list Anda, sangat penting untuk membuat sebuah tujuan komunikasi, agar terciptanya sebuah email personal yang relevan untuk customer yang menjadi target market Anda.

Pelanggan potensial:

  • Dorong customer Anda untuk melakukan pembelian pertama
  • Beri tahu lebih lanjut tentang produk dan layanan yang Anda miliki
  • Berikan informasi tentang perusahaan dan industri yang Anda geluti

Pelanggan Biasa:

  • Kirimkan terima kasih Anda atas pembelian yang mereka lakukan
  • Pastikan support dan segala jenis layanan customer lainnya setelah pembelian
  • Tawarkan pada mereka produk atau service tambahan
  • Tawarkan program loyalitas kepada customer Anda
  • Tanyakan pendapat mereka tentang produk Anda
  • Undang mereka untuk membagikan informasi tentang produk Anda kepada rekan-rekan mereka

Pelanggan tidak aktif:

  • Kirimkan kampanye dengan penawaran menarik kepada mereka
  • Kenalkan pada mereka tentang produk atau layanan baru yang Anda miliki

Personalisasikan Konten Email Anda

Sapa Customer Anda Menggunakan Nama Mereka

Gunakan kata sapaan menggunakan nama panggilan dari customer Anda pada awal newsletter yang Anda kirimkan, untuk lebih memberikan sentuhan personal pada email marketing Anda. Anda juga dapat menggunakan kata sapaan pada baris subjek dari email Anda untuk lebih menarik perhatian mereka.

Konten yang Dinamis

Jika Anda tidak ingin membuat beberapa newsletter yang berbeda untuk masing-masing segmen pasar Anda, tetapi masih tetap ingin mengirimkan email dengan sentuhan personal, Anda dapat membuat sebuah konten yang dinamis. Anda tidak perlu membuat kampanye email yang berbeda, Anda hanya perlu membuat beberapa versi konten yang berbeda dari kampanye tersebut, dimana Anda dapat menyesuaikannya dengan segmentasi pasar Anda. Setelah kampanye tersebut dikirimkan, masing-masing customer akan membuka email Anda dan melihat konten yang berbeda berdasarkan kondisi awal yang didefinisikan. Tidak hanya terpaku pada teks, namun Anda juga dapat mempersonalisasikan gambar dan sebagainya.

Kesimpulan

Kini mempersonalisasikan email marketing adalah salah satu metode paling efektif untuk meningkatkan ketertarikan dan kesetiaan konsumen di era dimana mereka terserang oleh berbagai macam informasi dan penawaran. Anda harus meluangkan waktu dan mensegmentasikan database Anda untuk dapat membuat sebuah email personal yang relevan, tepat sasaran yang akan meningkatkan ROI (Return On Invest) dari email marketing Anda.

Segera mulai kampanye email marketing Anda menggunakan free email marketing dan personalisasikan sesuai kebutuhan customer Anda.