5
December2019

Catet! Jangan Lakukan Hal Ini Lewat Email Marketing

Banyak hal yang bisa dilakukan lewat email marketing tetapi jangan lakukan hal ini lewat email marketing.

Email marketing sendiri termasuk ke dalam cara terbaik  dalam meraih pelanggan.

Email marketing juga dapat digunakan untuk branding dan mengangkat reputasi bisnis Anda.

Namun, jangan salah,walaupun Anda sudah mengirimkan email yang benar dan konten yang bagus.

Namun beberapa aktifitas ini malah akan membuat reputasi bisnis Anda menurun.

 BACA JUGA: 4 Fitur Yang Kamu Dapat Jika Menggunakan Whatsapp Business API Di Bisnis 

Maka dari itu jangan lakukan hal ini lewat email marketing, yuk simak!

  1. Mengirim E-mail Tanpa meminta izin

Saat Anda menggunakan email marketing, penerima email tentu harus menyetujui telebih dahulu.

Jika Anda mengirimkan email yang tidak diminta, ataupun membeli contact list, Anda dapat dikategorikan sebagai spam.

Kalau sudah begini, bukannya membuat branding yang baik, reputasi bisnis Anda malah bisa jatuh.

Namun, tenang saja, Anda dapat mencegahnya dengan menggunakan proses double opt-in untuk meyakinkan pelanggan Anda tentang apa yang akan mereka terima dari email Anda.

BACA JUGA: Jangan Salah! Ini Perbedaan Fitur Chatbot dan Chat Panel di Whatsapp Business API

  1. Spamming!

Sudah membuat konten, tapi kok malah masuk ke folder spamming, sih?

Pasti kesal kan, jika email yang dikirimkan malah masuk ke folder spam?

Cobalah untuk mencegah kesalahan-kesalahan konten seperti berikut ini:

  • Menggunakan karakter khusus pada hastag yang Anda gunakan, contoh “C0n9r@tul@ti0n!”.
  • Bad links. Cobalah untuk tidak memberikan linkdari situs yang tidak jelas  asal-usulnya, dan juga sebisa mungkin untuk tidak menggunakan URL shortener.
  • Subject-linesyang membingungkan. Jangan pernah menggunakan  “Re:” atau “Fwd:” jika Anda belum berkomunikasi dengan orang tersebut sebelumnya. Yang ada, si penerima akan bingung sendiri nantinya.

 BACA JUGA: Kenali Lebih Dekat Apa Itu Gamification 

  1. Regulasi Yang Salah

Memang, sih, di Indonesia belum memiliki regulasi jelas mengenai email marketing.

Tetapi para ISP (Internet Service Provider) telah menyortir email promosi yang melakukan pelanggaran CAN-SPAM Actpada tahun 2003.

Yuk, cegah dengan memperhatikan hal berikut:

  • Tombol unsubscribedapat dilihat dengan jelas saat pelanggan membuka email.
  • Anda menghormati permintaan unsubscribedari pelanggan Anda selama kurang lebih 10 hari.
  • Alamat email Anda bersifat akurat.
  • Keseluruhan subject-linesbersifat relevan satu sama lain.

BACA JUGA: Perbedaan Sistem Pembayaran Push Payment dengan Pull Payment

  1. Menggunakan ID Email Yang Salah

ISPs mengotentikasi identitas pengirim email untuk memastikan bahwa email yang Anda kirimkan adalah berasal dari sumber yang sah.

Mengirimkan email yang berasal dari serverperusahaan yang tidak terkonfigurasi dengan benar dapat berakhir pada bendera merah.

Program email marketing dari DocoBlast dapat membantu mengatasi situasi seperti ini untuk Anda.

  1. Email Yang Anda Kirimkan Tidak Menarik Bagi Pelanggan

Setiap mengirim email, Anda harus tahu bagaimana respon pelanggan, dan apa langkah selanjutnya yang harus Anda ambil, seperti misalnya:

  • Jangan mengirimkan pesan kepada orang yang belum Anda kontak selama jangka waktu 8 bulan, karena proses ijin dari opt-inakan stabil dalam waktu sekitar 6 bulan.
  • Usahkan Jangan terus mengirimkan newsletter ke kontak yang sering menghapus tanpa melihat terlebih dahulu.
  • Mengirimkan pesan Anda selama 4 kali dalam seminggu, dapat menyebabkan email Anda akan masuk ke folder spam.
  • Gunakan subject-linesyang menarik dan akurat.

Nah, jadi kamu sudah tau hal yang jangan kamu lakukan lewat email marketing kan?

DocoBlast sendiri menyediakan layanan email blast, jika kamu tertarik bisa langsung kunjungi “disini“.(*)

Leave a Reply