20
July2018

Faktor Penentu E-mail Marketing Masuk Kategori Primary

E-mail marketing memang masih menjadi metode yang paling efektif untuk digunakan para pebisnis atau perusahaan untuk berinteraksi dengan audience atau mempromosikan bisnis Anda. Untuk itu penggunaan e-mail marketing haruslah tepat sasaran.

“Bagaimana kalau e-mail yang dikirim malah masuk ke folder spam?”

Pernah berpikir seperti itu? Nah, agar e-mail marketing yang Anda kirim masuk ke inbox primary atau kotak masuk utama, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Apa saja? Simak artikel di bawah ini, ya!

 

Tulis Nama Penerima E-mail

Pada pembuka e-mail, Anda bisa menuliskan nama pertama si penerima e-mail. Cara ini menjadi salah satu strategi email marketing yang berpengaruh besar. Menuliskan nama penerima pada e-mail Anda akan membuat kesan yang lebih personal terhadap penerima, serta memberikan kesan kedekatan melalui e-mail yang Anda kirimkan.

 

Menulis dengan Bentuk Tradisional

Menulis dengan bentuk tradisional yang dimaksud adalah menggunakan bahasa yang sederhana, yang dapat menimbulkan kedekatan pribadi atau personal touch bagi si penerima e-mail. Dengan begitu, si penerima e-mail akan merasa seperti Anda menuliskan e-mail secara langsung kepada mereka. Membuat e-mail dengan bentuk tradisional juga dapat mengecoh algoritma Google, sehingga e-mail marketing Anda akan masuk kategori utama.

 

E-mail yang Singkat dan Jelas

Jika Anda mengirimkan e-mail yang panjang, kecil kemungkinan untuk dapat masuk ke kategori utama kotak masuk e-mail. Mengirim e-mail dengan konten yang panjang bisa membuat e-mail Anda dikategorikan sebagai spam.

 

Jangan Hard Selling, ya!

Tujuan dari penggunaan e-mail marketing yang paling dasar adalah untuk mempromosikan produk dan mencari pembeli, untuk itu banyak dari perusahaan atau pebisnis yang mengirimlan e-mail dengan konten hard selling. Padahal, tahukan Anda? Mengirim konten yang hard selling bukanlah ide yang bagus untuk diterapkan. Saat Anda mengirimkan e-mail dengan konten yang terlalu menjual, Gmail akan membaca e-mail Anda sebagai spam atau sampah. Untuk itu, sebaiknya Anda mengganti konten Anda menjadi soft selling.

Itu tadi beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar e-mail marketing yang Anda kirim bisa masuk ke kotak masuk utama si penerima. Semoga bermanfaat!

 

Leave a Reply