20
April2017
Sumber: frog-dog.com/

Meningkatkan open rates email bukan sebua hal yang mudah.

Bisa dibilang meningkatkan open rates email butuh beberapa tips.

Hingga saat ini, email sendiri masih menjadi alat komunikasi paling efisien untuk berkomuikasi dengan para costumer.

Sebuah survey membuktikan bahwa perusahaan yang memakai email marketing dapat menghasilkan 50% leads (orang yang tertarik pada produk atau jasa anda) lebih besar dengan 33% pengeluaran lebih rendah.

Menurut MarketingProfs, pada dasarnya standar open rate sebuah email marketing adalah 11-15% dengan Click-Through Rate (CTR) sebesar 2.5%, namun, masih banyak email marketing yang tidak mencapai rata-rata tersebut.

BACA JUGA: Ternyata Begini Proses Pengiriman Broadcast Messages di Whatsapp Business API

Meningkatkan open rates pada email marketing menjadi sebuah tantangan bagi seluruh pengguna jasa email marketing.

Maka dari itu Docoblast akan menyediakan tips-tips untuk meningkatkan open rates email marketing anda.

  1. Personalisasi dan penggunaan bahasa

Personalisasi email marketing menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat penerima email membuka dan membaca email anda.

Pilihlah personalisasi yang simple namun juga strategis untuk bisnis anda.

Untuk pengguaan bahasa, gunakan bahasa yang mudah dimengerti namun tetap sopan.

Tulislah email seakan-akan anda mengajak dan merangkul si penerima email.

Hal itu akan membuat penerima merasa spesial dan selalu membuka email marketing anda setiap waktu.

BACA JUGA: Buat Kedekatan Dengan Konsumen Lewat Fitur Whatsapp Business API

  1. Perhatikan subjek email

Subjek email adalah suatu faktor yang sangat penting dalam penentuan open rates email, seberapa bagus personalisasi yang anda buat dan seberapa menarik subjek email tersebut akan menaikan atau malah menurunkan open rates anda.

Survey menunjukan sekitar 35% penerima email akan membuka email berdasarkan subjek email.

Maka dari itu pastikan subjek email dibuat secara ringkas, namun mewakili apa yang anda ingin sampaikan. Selain itu, pilihlah judul yang menarik, kuat namun tanpa menggunakan istilah-istilah spamming.

Istilah spamming hanya akan membuat email si penerima meletakan email anda di folder spam.

BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Menggunakan Whatsapp Business API Indonesia

  1. Sesuaikan frekuensi pengiriman email

Saat anda mengirimkan email kepada calon penerima email, mungkin anda pernah berpikir seberapa sering sebaiknya ada mengirim email.

Apakah terlalu sering akan membuat si penerima terganggu? Atau apakah teralu jarang akan membuat si penerima menjadi lupa terhadap anda?

Sebenarnya frekuensi bisa anda ketahui dengan menggunakan tes atau segmentasi yang anda lakukan untuk mengetahui bagaimana keinginan mereka.

BACA JUGA: Keunggulan yang Bisa Kamu Dapatkan Jika Menerapkan Sistem Gamification

Memberikan pilihan kepada penerima tentang seberapa sering ia ingin menerima email dari anda, dan kurangi frekuensi pengiriman anda kepada penerima yang tidak membuka email anda.

Tips-tips diatas dapat anda terapkan dalam email marketing anda untuk meningkatkan open rates pada email marketing anda.

Untuk mendukung kebutuhan anda terhadap email marketing, Docoblast menyediakan free email marketing sebagai alat untuk membantu anda berinteraksi dengan para pelanggan secara lebih baik.

Leave a Reply