10
October2016

Ini Alasan Penjual Kirim Konten Diskon dalam Email Marketing

konten diskon
konten diskon

Mendapatkan kampanye melalui email marketing dari produk atau layanan jasa yang di subscribe tentu menyenangkan, terlebih bila pesan tersebut berhubungan dengan diskon. Ya, tentu banyak orang akan tertarik jika melihat konten diskon, makanya tak heran perusahaan kerap mengirimkan konten diskon tersebut dalam email marketing yang dikirimkan kepada konsumen dengan berbagai variasi dan bentuk (Baca: Ini Alasan Shopper Makin “Betah” Subscribe Online Shop Anda).

Pengurangan atau pemotongan harga yang diberikan oleh penjual kepada konsumen itulah yang dikatakan dengan diskon. Tentu hal ini dilakukan sebagai strategi dari promosi yang dilakukan oleh penjual. Banyak sekali konten diskon yang kita dapati dalam email kita, karena memang melalui email marketing seperti free email marketing DocoBlast, mengirimkan konten diskon bisa lebih mencapai target pasar yang tepat, sebab email marketing memang lebih personal dibandingkan dengan media lainnya. Itulah keunggulan email marketing yang juga sebagai bagian dari pemasaran melalui internet (Baca juga: Keuntungan Internet Marketing Bagi Marketers dan Konsumen).

Sistem diskon dilakukan dengan cara memotong beberapa persen dari harga asli, sehingga harga yang ditawarkan berkurang dari harga asli penawaran produk. Besar diskon biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase (%). Maka dari itu, jangan heran bila kita temui konten diskon seperti diskon 30% atau diskon 50%+20%.

Tujuan penjual untuk menerapkan konten diskon atau pemotongan harga yaitu meningkatkan penjualan pada produk yang ditawarkan kepada konsumen, tetapi selain itu terdapat faktor lain yang bisa membuat penjual untuk memutuskan menerapkan konten diskon, antara lain:

  1. Mendorong pembeli untuk melakukan pembelian dalam jumlah yang besar, sehingga volume penjualan akan bisa naik. Pemberian potongan harga akan berdampak terhadap konsumen, terutama dalam pola pembelian yang akhirnya juga berdampak terhadap volume penjualan yang diperoleh perusahaan.
  2. Dengan memberikan diskon, perhatian konsumen dapat terpusatkan oleh produk yang ditawarkan oleh penjual. Hal ini bisa mendorong loyalitas konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
  3. Pemberian diskon merupakan sales service yang dapat menarik terjadinya transaksi pembelian.
  4. Strategi diskon diterapkan ketika jumlah produk yang ada berlimpah atau jauh melebihi kebutuhan atau permintaan pasar. Untuk itu diperlukanlah diskon agar dapat mengurangi stok produk yang berlimpah dalam jumlah besar tersebut.
  5. Ketika kondisi pasar yang sedang merosot, seperti permintaan pasar yang menurun akibat ekonomi yang lesu atau pendapatan konsumen yang menurun, maka diskon lah sebagai cara solutif bagi penjual agar penjual mampu bertahan dalam kondisi yang tidak memungkinkan.
  6. Persaingan antar produk, terlebih bila produk yang ditawarkan memiliki pesaing yang ketat bisa memicu terjadi “perang diskon”. Coba diingat pada saat hari raya seperti Idul Fitri banyak sekali produk-produk makanan, dan pakaian yang bersaing harga dengan melakukan “perang diskon”. “Perang diskon” ini dilakukan sebagai cara untuk memenangkan persaingan antar produk.

Setelah membaca artikel ini, bagaimana tanggapan Anda mengenai konten diskon yang kerap dikirimkan penjual melalui email marketing? Apapun tanggapan Anda, semoga informasi yang disampaikan dalam artikel ini bisa menambah pengetahuan, jadi Anda tidak bertanya-tanya lagi alasan perusahaan mengirimkan konten diskon dalam email Anda.

Leave a Reply