28
September2016
diagram analisis swot
diagram analisis swot

Seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel sebelumnya, blog.docoblast.com membagi penjelasan analisis SWOT kedalam bagian yang berbeda-beda. Jika artikel sebelumnya sudah membahas mengenai apa itu analisis SWOT, maka untuk kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk membedah bagaimana penerapan analisis SWOT melalui diagram analisis SWOT. Diagram analisis SWOT. Mari langsung saja kita simak penjelasan diagram analisis SWOT berikut ini.

DIAGRAM ANALISIS SWOT

Analisis SWOT sebagai cara untuk mecocokan faktor internal dan faktor eksternal perusahaan, bisnis, ataupun strategi yang digunakan untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang, dan meminimumkan kelemahan dan ancaman.

Diagram analisis swot
Diagram analisis swot

Kuadran I (Mendukung Strategi Agresif/positif,positif)

Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan, bisnis, maupun strategi pemasaran Anda memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang ada. Posisi ini menandakan sebuah perusahaan yang kuat dan berpeluang, strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy) ataupun dengan rekomendasi strategi progesif, artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal. Misalkan, Anda sudah mengetahui bahwa penjualan atau peminat produk Anda meningkat setelah mendapatkan email blast  dari Anda, berarti email marketing Anda dapat dikatakan positif, oleh karena itu saat peluang sudah terbuka maka ambil kesempatan untuk terus melakukan email blast namun dengan intensitas yang tidak membuat konsumen Anda jenuh serta dengan konten email marketing yang bervariatif.

Kuadran II ( Mendukung Strategi Diversifikasi/positif,negatif)

Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan, bisnis, maupun strategi pemasaran Anda masih memiliki kekuatan dari segi internal. Posisi ini menandakan sebuah perusahaan yang kuat namun menghadapi tantangan yang besar. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara diversifikasi strategi, artinya organisasi dalam kondisi mantap namun menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga diperkirakan roda perusahaan akan mengalami kesulitan untuk terus berputar bila hanya bertumpu pada strategi sebelumnya. Oleh karenanya, perusahaan disarankan untuk segera memperbanyak ragam strategi taktisnya. Sebagai contoh, ketika Anda mengirimkan email marketing dengan konten promosi yang terus menerus diulang-ulang tanpa variasi, dan ternyata itu malah menurunkan permintaan terhadap produk Anda. Maka jangan Anda teruskan konten tersebut, cobalah dengan konten yang baru masih berkaitan dengan promosi tetapi tidak membuat konsumen Anda merasa bosan, itulah yang dimaksud dengan memperbanyak ragam strategi taktisnya.

Kuadran III ( Mendukung Strategi Difensif/negatif,positif)

Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak, perusahaan menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Posisi ini menandakan, sebuah perusahaan yang lemah namun sangat berpeluang. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih besar atau dengan cara mengubah strategi, artinya perusahaan disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada sekaligus memperbaiki kinerja perusahaan. Misalkan seperti kelemahan internal yaitu tidak mampu mengoperasikan email marketing secara sendiri. Untuk itu perlu diubah strateginya dengan menggunakan layanan jasa email marketing yang memang handal dan sudah mumpuni, sebut saja seperti layanan jasa email marketing DocoBlast.

Kuadran IV (Mendukung Strategi Turn Arround/negatif,negatif)

Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Posisi ini menandakan sebuah perusahaan yang lemah dan menghadapi tantangan besar. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah strategi bertahan, artinya kondisi internal perusahaan berada pada pilihan dilematis. Oleh karenanya perusahaan  disarankan untuk menggunakan strategi bertahan, mengendalikan kinerja internal agar tidak semakin terperosok. Strategi ini dipertahankan sambil terus berupaya membenahi diri.

Itulah penjelasan mengenai penerapan analisis SWOT dengan menggunakan diagram analisis SWOT. Diagram analisis SWOT tersebut dapat Anda praktikan dalam survei sederhana terkait strategi pemasaran email marketing yang selama ini telah Anda lakukan. Nantinya, Anda akan mengetahui apakah email marketing Anda sejauh ini telah berhasil atau justru terkendala baik secara internal ataupun eksternal perusahaan Anda.

Leave a Reply