27
November2015

Cara Kirim Email Terhadap Gmail User Agar Tidak Diblokir

Cara Kirim Email Agar Tidak Diblokir
Cara Kirim Email Agar Tidak Diblokir

Kini Gmail menambahkan fitur “block sender” untuk antarmuka website dan aplikasi mobile mereka. Jadi, ketika menerima email, lalu penerima tidak nyaman dengan email itu, fitur “block sender” tersebut dapat digunakan. Alih-alih menandai email sebagai spam, berhenti berlangganan, atau secara manual menyiapkan filter untuk menghapusnya dari kotak masuk, kita pun dapat memblokir pengirim dari kotak masuk dengan satu kali klik. Oleh karena itu, pengirim harus memikirkan bagaimana strategi pengiriman email yang efektif agar tidak diblokir.

Tantangan Bagi Email Marketers

Peluncuran fitur pada Gmail itu adalah berita bagus bagi kita yang kurang suka menerima sembarang newsletter dalam format email dengan intensitas tinggi. Namun, apa artinya bagi kita yang bertugas sebagai email marketers? Ini adalah sebuah tantangan agar newsletter yang kita kirimkan tidak dilihat sebagai spam. Ketika kita mengeklik “block sender” di Gmail, maka sebuah penyaring pesan terbentuk yang nantinya akan mengirim semua email dari pengirim tertentu langsung ke folder spam. Sama seperti mesin penyaring pesan lainnya, pengirim tidak akan diberi tahu mengenai hal ini. Tab menuju menu pengaturan Gmail telah berubah dari hanya “Filter” menjadi “Filter dan Alamat Diblokir”, yang menghubungkan kedua tindakan itu.

Namun, hanya karena “block sender” terpisah dari “report spam” Gmail, bukan berarti akan berpengaruh terhadap reputasi pengirim email. Bahkan, sejak mengeklik “block sender“, berarti pesan dari pengirim akan secara otomatis pindah ke spam. Penerima akan berharap bahwa reputasi pengirim Gmail akan bertambah buruk semakin sering mereka diblokir oleh penerima. Gmail menandai sesuatu sebagai spam di inbox feeds kita ke algoritma penyaringan spam Gmail secara global untuk pengguna lain.

Jadi, bagaimana kita dapat mencegah subscribers kita agar tidak mengeklik “block sender” pada kampanye kita? Mulailah berpikir mengapa seseorang menggunakan fitur “block sender”. Mungkin mereka tidak percaya proses opt-out pengirim. Atau, mungkin mereka tidak percaya lagi kepada pengirim karena konten email tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Mungkin mereka kewalahan dengan jumlah email yang mereka terima dari satu pengirim. Mungkin juga mereka tidak ingat siapa pengirimnya atau di mana mereka mendaftar untuk email tersebut.

Antisipasi Penanganan Email Agar Tidak Diblokir

Kita dapat menghindari hal-hal yang berpotensi menyebabkan subscribers semacam ini kebingungan dengan mengikuti beberapa dasar praktik terbaik email marketing sekalipun. Dengan kata lain, periksa atau review diri sendiri (korporasi) sebelum merusak reputasi diri sendiri dengan cara:

  • Tiap kali sebelum mengirim, tanyakan pada diri sendiri jika subscribers tahu siapa kita dan jika mereka mengharapkan spesifikasi informasi dari konten yang dikirimkan.
  • Perhatikan unsubscribers untuk memastikan subscribers yang secara tidak sengaja menerima beberapa email.
  • Sering memangkas untuk tidak mengikutsertakan subscribers agar menghindari pengiriman kepada orang-orang yang telah memblokir (atau mungkin yang mulai memblokir) kampanye.
  • Menyediakan pilihan “update profile” dalam kampanye kita sehingga subscribers dapat memilih seberapa sering mereka ingin mendengar informasi atau edukasi dari kita.

Fitur baru “block sender” ini mungkin tampak seperti hal yang buruk bagi email marketers. Faktanya jika kita lebih selektif dan berhati-hati dalam menyusun kampanye dan mengelola daftar penerima, percayalah itu akan membantu menyajikan email yang lebih baik dan dengan keterlibatan subscribers yang lebih baik secara keseluruhan. Kini dengan waktu liburan yang sepertinya sudah dekat, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali apa yang akan atau yang sudah kita kirimkan dan memeriksa daftar penerima (beberapa kali).

Segera mulai pengiriman email marketing dengan hati-hati agar tidak diblokir penerima. Silakan dicoba pengirimannya dengan free email marketing. Pastikan juga email yang kita kirim itu isinya sudah relevan dengan informasi yang dibutuhkan penerima.

Leave a Reply