2
July2015
Membangun Engagement dan Mempertahankan Customer Baru
Membangun Engagement dan Mempertahankan Customer Baru

Tetap terhubung dengan customer merupakan hal yang sangat penting untuk menumbuhkan bisnis. Mungkin kita berpikir bahwa sudah menginvestasikan banyak waktu dan sumber daya untuk marketing, namun kita mungkin belum begitu yakin dengan hasil yang didapatkan.

Ketika kita memperhitungkan biaya tinggi dan ketidakpastian pada metode-metode periklanan tradisional dan beberapa perubahan terbaru di situs-situs seperti Facebook, yang  menyulitkan untuk menjangkau customer, kita mungkin berpikir bagaimana memaksimalkan upaya-upaya marketing dan mendapatkan hasil yang nyata atas uang yang telah kita investasikan.

Email marketing adalah termasuk solusi murah yang bisa memberi kita kemampuan untuk menjangkau para customer di sebuah tempat yang dikunjungi kebanyakan orang setiap hari, yaitu inbox mereka.

Email juga adalah pasangan sempurna untuk saluran marketing lain, khususnya media sosial.

Menurut survei, bisnis-bisnis kecil yang menggunakan banyak metode dan jalur bersama dengan email melaporkan bahwa 73 persen lebih banyak engagement customer, 57 persen lebih banyak customer baru, 54 persen lebih banyak website traffic, 40 persen lebih banyak pendapatan, dan 39 persen lebih banyak referral.

Jadi bagaimana menggunakan email dan media sosial untuk membangun engagement dan mempertahankan customer baru?

Walaupun kelihatan banyak yang diperlukan, kita mungkin sudah melakukan banyak upaya yang memang dibutuhkan untuk membangun hubungan customer jangka panjang tanpa kita menyadarinya. Proses lima tahapan yang mudah berikut ini mengandung segala hal yang dibutuhkan untuk berhasil dalam membangun engagement dan mempertahankan customer baru.

  1. Meminta izin

Sebelum kita memasukkan sebuah nama ke dalam contact list email yang kita buat, mintalah izin terlebih dahulu dari customer tersebut. Ketika meminta izin, kita bisa membangun sebuah list yang terdiri atas orang-orang yang memang tertarik dengan bisnis kita dan senang mendengar berita atau informasi yang kita kirimkan. Mereka lebih besar kemungkinannya akan membuka email kita, lebih kecil kemungkinan menandainya sebagai spam, dan akan tetap berhubungan dengan kita dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan kontak-kontak yang dimasukkan tanpa meminta izin terlebih dahulu. Pastikan bahwa orang tahu untuk apa mereka mendaftar ketika mereka mengikuti email list kita!

  1. Hadir menjangkau di mana customer berada

Kita tentu tidak bisa hadir di mana-mana, tetapi tidak ada masalah dengan hal itu. Cari tahu dua saluran media sosial di mana para customer paling aktif beraktivitas. Dengan memahami hal-hal yang mereka anggap penting, kita bisa mengarahkan upaya-upaya marketing untuk memunculkan minat-minat spesifik tersebut.

Jika kita merasa tidak yakin situs jejaring mana yang digunakan customer kita, maka bertanyalah. Kita bisa bertanya secara offline, ketika bertatap muka dengan para customer, atau mencoba menjangkau customer dengan survei online dan sekaligus meminta saran-saran mereka.

  1. Memberikan manfaat

Pada saat orang mengikuti email list kita atau terhubung dengan kita di media sosial, sebenarnya kita bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kita memang memberikan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.

Ide-ide konten yang paling efektif biasanya akan didapat langsung dari customer. Hal-hal apa yang mereka minati? Pertanyaan seperti apa yang mereka tanyakan? Jenis konten apa yang mendorong mereka untuk membuka, mengklik, berkomentar, atau membagikan email marketing?

Ketika memulai dengan memikirkan customer, kita tidak hanya memiliki banyak orang yang memperhatikan bisnis kita, tetapi kita juga mampu memperdalam hubungan customer, dan membangun trust, serta loyalitas yang kita perlukan untuk menumbuhkan bisnis kita.

  1. Membangun engagement dengan customer(dan mendengar apa kata orang)

Perlu diingat bahwa mempertahankan customer dan menjaga engagement dengan customer bukan hanya sebatas mengeluarkan konten dan mempromosikan produk atau jasa. Kita juga perlu mengalokasikan waktu untuk berinteraksi dengan para “fans” dan memberi perhatian terhadap apa yang mereka katakan.

Ketika seseorang mem-posting komentar, jangan hanya merespons. Perhatikanlah pertanyaan-pertanyaan yang kita dapat. Kita bisa menggunakan informasi-informasi tersebut untuk membuat konten yang lebih baik, dan juga menggunakan feed back dari customer untuk meningkatkan produk dan pengalaman yang kita bagi.

Perlu diingat bahwa pada situs-situs seperti Facebook, para penggemar juga bisa log-in dan mem-posting sebuah review di fan page kita. Pantaulah terus aktivitas-aktivitas ini. Telusuri orang-orang yang muncul dan berinteraksi dengan bisnis kita. Mereka ini akan menjadi beberapa dari customer terbaik yang kita miliki, dan kita bisa belajar banyak dari mereka.

  1. Menelusuri kemajuan yang dicapai

Gunakan parameter marketing yang tersedia, seperti: komentar, like, share, reach, dan impression di media sosial, dan open rate, klik, forward, bounce, dan unsubscriber di laporan email kita. Parameter tersebut akan menguraikan kepada kita bagaimana kinerja konten-konten yang telah kita buat dan membantu kita dalam membuat keputusan-keputusan marketing yang lebih cerdas.

Perlu diingat bahwa semakin banyak kita mengerti tentang customer dan perkembangan bisnis, maka akan semakin kuat hasil marketing yang kita terapkan. Akan tetapi, perlu juga dibuat sistem untuk menelusuri parameter bisnis yang berada di luar jangkauan saluran marketing kita. Apakah kita melihat peningkatan jumlah traffic ke website atau toko kita? Meskipun butuh waktu–jika kita membuat perencanaan yang tepat–kita akan melihat tren positif bahwa parameter tersebut dalam jalur yang tepat.

Tahap-tahap selanjutnya

Dalam dunia marketing yang sangat kompetitif saat ini, tidak ada suatu metode atau instrumen yang akan memberikan return lebih baik untuk bisnis kecil atau bisnis menengah kita selain email marketing.

Tidak mengejutkan bahwa 66 persen konsumen telah melakukan pembelian sebagai hasil dari pesan yang ada dalam email marketing, atau bahkan bisnis-bisnis yang menggunakan email marketing akan mendapatkan keuntungan empat kali lebih tinggi dibandingkan yang hanya menggunakan email langsung.

Ketika telah memiliki strategi email marketing yang siap diterapkan, kita bisa mengharapkan ekspansi jangkauan ke media sosial. Kita bisa menggunakan situs-situs ini untuk terhubung dengan customercustomer yang ada sekarang, atau untuk menjangkau calon customer baru melalui kekuatan interaksi sosial.

Jadi, mulailah hari ini! DocoBlast mempunyai fitur-fitur yang sangat diperlukan untuk mewujudkan strategi email marketing di mana pun itu. Cobalah dengan free email marketing sekarang juga!

Leave a Reply