15
June2015
Tes Contact List
Tes Contact List

Contact list email itu jika diibaratkan susu, keduanya sama-sama tidak tahan lama. Bahkan pada kenyataannya, contact list yang membusuk (usang) bisa menyebabkan banyak hal buruk, berbeda dengan susu basi yang mungkin hanya menyebabkan mual-mual. Contact list yang buruk bisa membuat pesan-pesan kita menjadi hampir tidak mungkin masuk ke dalam inbox para customer potensial.

Continue reading Seberapa Sehat Contact List Kita?

12
June2015
10 Tips Dasar untuk Menghindari Folder Spam
10 Tips Dasar untuk Menghindari Folder Spam

Ketika Anda menelusuri blog ini, Anda akan sering menemukan topik tentang deliverabilitiy email. Mengapa kami terus mengungkit hal ini, karena deliverability merupakan poin yang sangat krusial bagi kesuksesan email marketing, baik jangka panjang maupun pendek. Mirip dengan Google yang terus meningkatkan algoritma pencariannya untuk memberikan hasil terbaik, kami juga terus membenahi deliverability dan memastikan bahwa email klien sudah terkirim. Karena itu, kami membagikan beberapa petunjuk untuk membantu memastikan bahwa email Anda mencapai Inbox.

Continue reading 10 Tips Dasar Untuk Menghidari Folder Spam

12
June2015
Menguasai Tantangan Mobile Marketing untuk Bisnis Anda
Menguasai Tantangan Mobile Marketing untuk Bisnis Anda

Sekarang ini dalam marketing ada cukup banyak “pengaburan” antara mobile marketing dan local marketing. Ini mudah dipahami karena ada area yang luas dimana kedua kategori ini saling timpang tindih.

Banyak mobile marketing yang bersifat lokal dan banyak local marketing yang dikonsumsi pada perangkat mobile. Lebih lanjut, kita telah melihat bagaimana para pelaku marketing mobile yang sukses telah menghasilkan kemajuan signifikan dalam perbelanjaan e-commerce.

Kita bisa menyebutkan beberapa poin, namun ada satu konsep besar yang menentukan hampir segala sesuatu lainnya ketika berurusan dengan marketing pada perangkat mobile, yaitu untuk mengoptimalkan click through rate sehingga dapat meningkatnya penjualan lokal dan e-commerce.

Konsep tersebut adalah Pengalaman Pengguna.

Perangkat mobile – ponsel dan tablet – merupakan perangkat teknologi yang fantastis, tetapi pengalaman pengguna tidak selamanya sama fantastisnya.

Mari kita menguraikan ini menjadi beberapa tahapan sehingga Anda bisa memahami semua mekanisme dimana konten/perangkat mobile bisa berimbas bagi pengalaman customer ketika berinteraksi dengan bisnis Anda.

Tahapan Pencarian.

Banyak pencarian yang dilakukan di perangkat mobile. Hal ini dibarengi dengan meningkatnya pencarian dengan suara (voice search) yang sangat impresif dimana orang bisa mencari tanpa harus mengetik.

Bisnis yang bergantung pada orang-orang yang masuk melalui pintu depan perlu memastikan bahwa semua informasinya tepat dan bahwa mereka memiliki rekomendasi dan eksistensi di media sosial untuk bisa memiliki ranking yang tinggi di hasil pencarian.

Layar perangkat mobile cukup kecil. Jika Anda tidak berada pada bagian teratas hasil pencarian, Anda mungkin tidak akan terlihat.

Jika Anda memiliki ponsel cerdas, silakan install Google app dan coba lakukan pencarian suara untuk kata kunci “coffee shop”. Siapa yang muncul di halaman pertama? Siapa yang tidak muncul? Mengapa? Jika Anda tidak berada di dekat atau tepat pada posisi teratas, maka pengguna rasanya tidak punya banyak alasan untuk mencoba mencari Anda.

Tahapan Informasi.

Jika bisnis Anda bisa ditemukan di pencarian lewat perangkat mobile, apakah Anda juga memberikan informasi yang benar kepada prospek customer dengan cara yang mudah? Para customer mobile tidak memiliki waktu untuk membaca lengkap lima halaman website Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Pastikan Anda tidak membiarkan desain website atau email “standar” Anda muncul di pengguna yang menggunakan perangkat mobile.

Selain itu, pastikan bahwa informasi kontak yang diberikan sudah benar dan Anda siap merespon terhadap pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Misalnya, jika seorang pengguna mobile menekan nomor telpon Anda dan nomor telpon tersebut auto-dial, apakah panggilan itu selalu dijawab? Setiap kendala dalam tahapan pengumpulan informasi akan mengurangi pengalaman pengguna.

Tahapan Penjualan.

Tidak semua mobile marketing bersifat lokal karena website e-commerce juga mengungkit peranti-peranti mobile. Pada kasus situs-situs e-commerce, seberapa mudah untuk melakukan pemesanan dengan menggunakan ponsel? Jika prospek customer harus melakukan scroll ke bawah atau ke samping pada sederetan layar untuk mencari tombol yang tepat untuk diklik, maka banyak yang akan pergi.

Lokasi komponen-komponen perlu memastikan agar lokasi-lokasi peta dan waktu tepat pada semua database dimana mereka mungkin ditemukan.

Semua peritel harus yakin bahwa setiap barang/item yang dibrowsing pada perangkat mobile tersedia di stok, selama tidak jelas bahwa item tersebut adalah pemesanan khusus atau ada beberapa masalah lain dengan ketersediaan. Memiliki informasi stok real-time yang akurat adalah nilai tambah.

Terlepas dari seberapa penting local marketing dalam strategi mobile Anda, ingat bahwa para pengguna mobile sedang mencari informasi yang cepat dan mudah. Jika bisnis Anda memberikan pengalaman pengguna yang hebat, maka ada peluang mereka akan memilih bisnis Anda ketimbang para pesaing Anda.

Ingin mempunyai konten email yang mobile friendly? Anda bisa memulainya dengan free email marketing!

11
June2015
Cara Membuat Email Anda Lebih Personal
Cara Membuat Email Anda Lebih Personal

Korespondensi email personal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat penerima, akan memberikan tingkat kepuasan lebih kepada customer dan tentunya hasil bisnis yang lebih baik bagi perusahaan.

Kampanye email marketing yang dipersonalisasikan sesuai kebutuhan customer akan mempunyai persentase yang lebih tinggi dalam hal open rate email (kemungkinan dibukanya email). CTR (click through rates) dan dalam persentase konversi email. Hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap kembalinya hasil investasi atau ROI (Return On Invest).

Sortir atau segmetasikan dengan baik costumer pada list Anda sebelum Anda mempersonalisasikan email bisnis Anda

Salah satu cara yang paling efektif untuk membuat email personal adalah dengan cara mensegmentasi contact list email Anda dan kirimkan konten email yang sesuai dengan masing-masing grup. Sebelum mensortir contact list email Anda, Anda harus mengumpulkan informasi tambahan tentang kontak yang Anda miliki. Gunakan 1 dari 5 cara berikut untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dari pengguna layanan Anda.

1. Sign Up (Mendaftar)

Anda dapat menyertakan field tambahan pada halaman pendaftaran Anda, dimana setelah customer Anda selesai mengisikan data, maka kontak mereka akan dipisahkan kedalam beberapa segmen. Sebagai contoh, Anda dapat menyertakan pertanyaan apakah customer ingin menerima newsletter setiap minggu atau setiap bulan. Tapi jangan melebih-lebihkan panjang halaman dari form pendaftaran Anda.

2. Form Untuk Memperbarui Profil

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang minat, kebutuhan, kebiasaan, jenis kelamin, umur, lokasi, pekerjaan dan data lainnya dari customer Anda, buatlah sebuah form untuk memperbarui profil. Setelah customer mendaftar untuk berlangganan email Anda hanya dengan memasukan nama dan alamat email, undang mereka untuk mengisi form agar Anda bisa mendapatkan tambahan informasi agar Anda dapat mengirimkan mereka email yang sudah dipersonalisasikan.

3. Survei Secara Online

Dapatkan tambahan informasi tentang customer Anda dengan cara survei secara online. Dengan survei secara online ini Anda dapat membuat segmentasi secara otomatis berdasarkan pada respon customer terhadap survei tersebut.

4. Segmentasi atau sortir Email Anda Berdasarkan Aktivitas Customer

Anda dapat mengirimkan email personal kepada grup yang berbeda. Contohnya, kepada mereka yang sudah lama tidak membuka newsletter Anda atau mereka yang membuka namun tidak pernah mengklik link pada email Anda.

5. Unsubscribing (Berhenti berlangganan)

Jika customer Anda ingin berhenti untuk menerima newsletter lebih lanjut, itu bukanlah akhir dari segalanya. Setelah mengklik tombol berhenti berlangganan, arahkan mereka untuk mengunjungi halaman yang dapat mereka pilih. Contohnya, pilihan untuk menerima email lebih jarang atau untuk menerima email hanya berdasarkan topik yang menarik bagi mereka.

Personlisasikan Email Anda Berdasarkan Kepada Target Customer Anda

Setelah Anda mensortir database contact list Anda, sangat penting untuk membuat sebuah tujuan komunikasi, agar terciptanya sebuah email personal yang relevan untuk customer yang menjadi target market Anda.

Pelanggan potensial:

  • Dorong customer Anda untuk melakukan pembelian pertama
  • Beri tahu lebih lanjut tentang produk dan layanan yang Anda miliki
  • Berikan informasi tentang perusahaan dan industri yang Anda geluti

Pelanggan Biasa:

  • Kirimkan terima kasih Anda atas pembelian yang mereka lakukan
  • Pastikan support dan segala jenis layanan customer lainnya setelah pembelian
  • Tawarkan pada mereka produk atau service tambahan
  • Tawarkan program loyalitas kepada customer Anda
  • Tanyakan pendapat mereka tentang produk Anda
  • Undang mereka untuk membagikan informasi tentang produk Anda kepada rekan-rekan mereka

Pelanggan tidak aktif:

  • Kirimkan kampanye dengan penawaran menarik kepada mereka
  • Kenalkan pada mereka tentang produk atau layanan baru yang Anda miliki

Personalisasikan Konten Email Anda

Sapa Customer Anda Menggunakan Nama Mereka

Gunakan kata sapaan menggunakan nama panggilan dari customer Anda pada awal newsletter yang Anda kirimkan, untuk lebih memberikan sentuhan personal pada email marketing Anda. Anda juga dapat menggunakan kata sapaan pada baris subjek dari email Anda untuk lebih menarik perhatian mereka.

Konten yang Dinamis

Jika Anda tidak ingin membuat beberapa newsletter yang berbeda untuk masing-masing segmen pasar Anda, tetapi masih tetap ingin mengirimkan email dengan sentuhan personal, Anda dapat membuat sebuah konten yang dinamis. Anda tidak perlu membuat kampanye email yang berbeda, Anda hanya perlu membuat beberapa versi konten yang berbeda dari kampanye tersebut, dimana Anda dapat menyesuaikannya dengan segmentasi pasar Anda. Setelah kampanye tersebut dikirimkan, masing-masing customer akan membuka email Anda dan melihat konten yang berbeda berdasarkan kondisi awal yang didefinisikan. Tidak hanya terpaku pada teks, namun Anda juga dapat mempersonalisasikan gambar dan sebagainya.

Kesimpulan

Kini mempersonalisasikan email marketing adalah salah satu metode paling efektif untuk meningkatkan ketertarikan dan kesetiaan konsumen di era dimana mereka terserang oleh berbagai macam informasi dan penawaran. Anda harus meluangkan waktu dan mensegmentasikan database Anda untuk dapat membuat sebuah email personal yang relevan, tepat sasaran yang akan meningkatkan ROI (Return On Invest) dari email marketing Anda.

Segera mulai kampanye email marketing Anda menggunakan free email marketing dan personalisasikan sesuai kebutuhan customer Anda.

9
June2015
Indikator Email Marketing
Indikator Email Marketing

Sangat penting bagi semua pelaku email marketing untuk memahami beberapa indikator dasar yang perlu ditelusuri. Memahami indikator dasar dapat mengoptimalkan keseluruhan program email marketing yang sedang dijalankan. Akan tetapi, setelah memahami indikator dasar, apa yang harus dilakukan? Berhentilah sesaat dan tanyakan kepada diri sendiri: apa tujuan dari email marketing saya? Apakah untuk menumbuhkan subscribers database? Menghasilkan lebih banyak leads? Ataukah mengonversi leads yang ada menjadi customers?

Continue reading Indikator Email Marketing yang Perlu Ditelusuri dan yang Tidak Perlu Ditelusuri

9
June2015
12 Contoh Email Marketing Yang Baik
12 Contoh Email Marketing Yang Baik

Biasanya kita memerlukan inspirasi untuk melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik. Tidak jadi masalah apakah Anda seorang master marketing dan memahami teknologi yang terus berkembang atau seorang pemula yang baru saja memulai marketing, kita semua memerlukan contoh-contoh yang luar biasa. Ini akan membantu kita lebih kreatif, menjadikannya sebagai eksperimen, dan meningkatkan marketing kita sendiri.

Biasanya inspirasi mudah didapat karena kebanyakan konten marketing bisa diakses semua orang. Anda bisa mencari di internet atau di jejaring sosial untuk melihat apa yang sedang diperbincangkan oleh koneksi-koneksi Anda.

Tetapi ada satu saluran marketing yang benar-benar sulit untuk menemukan contoh yang baik, yaitu email. Tidak ada yang biasa tentang email – umumnya Anda perlu berlangganan dulu ke sebuah contact list untuk menemukan contoh-contoh email yang bagus. Bahkan jika Anda sudah subscribe ke emailemail yang bagus, mereka sering memborbardir Anda hari demi hari, sehingga cukup sulit untuk menemukan yang luar biasa diantara emailemail itu.

Karena cukup sulit untuk menemukan contoh-contoh email marketing yang baik, maka artikel kali ini akan menyediakannya untuk Anda. Silahkan baca terus untuk menemukan sejumlah email yang keren dan mengetahui hal-hal apa yang membuatnya luar biasa – atau cukup scroll ke bawah untuk mendapatkan kesan umum dari masing-masing contoh.

Berikut ini adalah 12 contoh email marketing terbaik yang kami kutip dari HubSpot:

1. Warby Parker

Subject dari email ini adalah: “Uh-oh, your prescription is expiring.

Contoh email dar Warby Parker
Contoh email dar Warby Parker

Ini adalah contoh pemicu email yang cerdas. Anda akan senang karena Warby Parker mengingatkan Anda tentang resep kacamata yang akan segera kadaluarsa dan perlu diperbaharui.

Lihat juga cara marketing mereka dibagian bawah email: Jika Anda tidak tahu ke mana harus pergi untuk memperbaharui subscription Anda, maka informasi bagi seorang optometris (pemeriksa mata) tepat dalam email. Dengan begitu seolah-olah tidak ada alasan untuk tidak berbelanja kacamata yang baru.

2. Charity: Water

Saat orang berbicara tentang email marketing, banyak dari mereka yang lupa menyebutkan email transaksional. Ini adalah jenis email otomatis yang masuk ke dalam inbox Anda setelah melakukan tindakan tertentu di sebuah website. Kontennya bisa apa saja mulai dari mengisi sebuah form sampai membeli sebuah produk.

Ketika seseorang menyumbang ke sebuah proyek, uang yang mereka sumbangkan akan menempuh banyak rute terlebih dahulu. Kebanyakan kegiatan amal tidak menjelaskan tentang rute tersebut sama sekali – Charity: Water menggunakan emailemail otomatis untuk menunjukkan kepada donor bagaimana uang yang mereka berikan mengalir dari waktu ke waktu. Dengan timeline proyek dan jadwal yang menyertai, walaupun Anda tidak benar-benar membaca email – Anda langsung tahu dimana Anda berada dalam proses keseluruhan.

contoh email dari Charity: water
contoh email dari Charity: water

3. BuzzFeed

Pertama-tama, BuzzFeed memiliki subject email yang ditulis dengan keren dan teks pra-tampil (teks berwarna abu di samping subject email). Subject email yang digunakan selalu singkat dan memikat – yang cocok sempurna dengan konten BuzzFeed. Banyak yang sangat suka dengan ide teks pra-tampil yang melengkapi subject email.

Sebagai contoh, jika subject email adalah pertanyaan, maka teks pra-tampilnya adalah jawaban. Atau jika subject email adalah sebuah perintah (seperti contoh di bawah), maka teks pra-tampilnya tampak seperti pikiran logis berikutnya setelah teks tersebut:

contoh email 3
Subject email

 

Ketika Anda membuka email, isinya juga luar biasa. Perhatikan teks alternatif yang terdapat dimana logo BuzzFeed dan gambar pertama seharusnya berada. Email tersebut masih menyampaikan apa yang ingin disampaikan – dan terlihat sangat baik – terlepas dari apakah Anda mengaktifkan gambar atau tidak. Ini adalah sesuatu yang harus ada dalam setiap email marketing .

Tanpa gambar:

Contoh email BuzzFeed tanpa gambar
Contoh email BuzzFeed tanpa gambar

Dengan gambar:

Contoh email BuzzFedd dengan gambar
Contoh email BuzzFedd dengan gambar

4. Canva

Yang menarik dari email Canva adalah kesederhanaannya. Ketika email tersebut muncul dengan konsep desain baru, mereka memungkinkan para subscriber mereka tahu dengan mengirimkan sebuah email seperti yang Anda lihat di bawah ini.

 

Contoh email dari Canva
Contoh email dari Canva

Masing-masing memberikan deskripsi singkat, menunjukkan pra-tampil, dan kemudian mendorong pembaca untuk mencobanya sendiri.

5. Birchbox

Subject email yang berasal dari layanan subscription produk kecantikan Birchbox berbunyi: “Kami Melupakan Sesuatu di Box Februari Anda!

Tentu saja, mereka sebenarnya tidak lupa untuk memberikan kode diskon tersebut dalam box nya – tetapi itu adalah sebuah cara cerdas untuk mendapatkan perhatian.

Contoh email BIRCHBOX
Contoh email BIRCHBOX

6. Cook Smarts

Perusahaan ini mengirim resep masakan enak dalam bentuk rencana hidangan ke dalam inbox subscriber setiap minggu. Email yang dikirim memiliki layout yang sangat apik: Setiap email mengandung tiga sesi berbeda (satu untuk menu, satu untuk tutorial dapur, dan satu untuk tip). Ini berarti Anda tidak harus mencari sendiri bagian paling menarik dari tulisan-tulisan blog mereka – Anda tahu persis dimana harus mencari setelah satu atau dua email.

Selain itu ada ajakan  “Forward To A Friend” pada bagian kanan atas email. Email seperti ini sangat mungkin untuk di-forward banyak orang.

Contoh email Cook Smart
Contoh email Cook Smarts

7. Dropbox

Mungkin sulit bagi Anda untuk menyukai sebuah email dari perusahaan yang belum pernah Anda gunakan produknya. Tetapi Dropbox menemukan sebuah cara untuk membuat emailkembali lagi ke kami!”-nya menawan dan lucu.

Mereka juga selalu mempertahankan emailnya singkat dan cantik untuk menekankan pesan bahwa mereka tidak ingin mengganggu, mereka hanya ingin mengingatkan penerima bahwa mereka ada dan mengapa mereka bisa membantu.

Ketika mengirim jenis-jenis email seperti ini, Anda bisa memasukkan sebuah insentif bagi penerima untuk datang kembali menggunakan layanan Anda, seperti kupon yang ada batas kadaluwarsanya.

Contoh email dari Dropbox
Contoh email dari Dropbox

8. Paperless Post

Bagian header dari email ini sangat menarik. Pertama, ia memberikan ajakan-ajakan yang jelas termasuk rasa adanya urgensi : “Yang Pertama Dari Yang Utama : Kirim Kartu Kepada Ibu!

Kemudian, bagian sub-header menanyakan sebuah pertanyaan yang memaksa penerima untuk berpikir kepada diri mereka sendiri. “Kau tidak mungkin melupakan Hari Ibu, kan?

Di bawah isian ini, desain grid sederhana yang mudah untuk dilihat sekilas dan cukup menarik secara visual. Klik pada salah satu diantara kartu tersebut dan Anda akan langsung diarahkan ke halaman pembelian.

contoh email dari Paperless Post
contoh email dari Paperless Post

9. Stitcher

Manusia haus akan pengalaman personal. Ketika email tampak dibuat khusus untuk Anda, Anda akan merasa spesial – Anda tidak mendapatkan apa yang didapatkan setiap orang. Anda mungkin merasa seperti perusahaan mengirimi Anda email yang mengerti kondisi Anda, mereka peduli tentang preferensi Anda dan itu membuat Anda senang!

Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang menyukai EmailDirekomendasikan untuk Anda” dari Stitcher tentang aplikasi radio show/podcast. Banyak orang cenderung mendengarkan episode-episode dari podcast yang sama meskipun bercabang ke episode yang lain. Tetapi konten Stitcher menginginkan pembaca untuk menemukan (dan subscribe) semua konten hebat lainnya yang mereka punya – dan hanya kmungkinan kecil bagi pembaca untuk tidak tertarik.

Email ini juga tampaknya menjadi contoh penggunaan desain responsif yang sangat brilian. Warnanya cerah, dan tidak begitu sulit untuk melakukan scroll dan klik – perhatikan bahwa call-to-action yang ada cukup besar untuk disentuh dengan jari.

COntoh email dari Stitcher
Contoh email dari Stitcher

10. Turnstyle Cycle

Ketika seseorang menerima email dari spin studio TurnStyle Cycle, mereka akan merasa sedang membaca email dari seorang teman baik.

Dengan desain yang diperhatikan, mereka mempertahankan email yang dikirim tetap sederhana: sebuah header brand diikuti dengan teks biasa dan footer sederhana. Tetapi yang menarik perhatian adalah isinya. Sangat ramah dan tulus: “Kami tahu Anda sibuk dan tidak ingin Anda kehilangan sesuatu:” “Silakan beritahu kami jika kami bisa membantu mengakomodasi;” “Jangan sungkan menghubungi kami – kami ingin membantu 🙂“. Ditambah mereka memberikan kepada pembaca rincian-rincian yang perlu diketahui – pengingat apa yang pernah didaftar dan kapan, dan nomor telepon untuk menjangkau mereka.

Contoh email dari
Contoh email dari Turnstyle Cycle

11. Poppin

Menawarkan kupon dan diskon lewat email adalah sarana yang efektif untuk memperoleh sekaligus mempertahankan customer, karena siapa yang tidak ingin menghemat uang?

Warna yang cerah dan tebal serta jenis huruf yang lunak sangat serasi dengan branding mereka yang modern dan sejuk, dan desainnya juga sederhana dengan empat call-to-action.

Contoh email dari Popin
Contoh email dari Poppin

12. Drybar

Terkadang, email yang terbaik memiliki desain yang paling sederhana. Email seperti ini sangat mudah ditelusuri, sehingga memudahkan bagi pembaca untuk mencerna apa yang disampaikan dalam email tersebut. Isinya sederhana tetapi cerdas dan serasi dengan brand mereka.

Karena tujuan email ini memberitahu sebuah produk baru dan bukan untuk mengonversi seseorang menjadi lead atau customer, maka batasi informasi hanya sampai disitu.

Contoh email dari Drybar
Contoh email dari Drybar

12 poin di atas adalah contoh email yang paling menarik yang bisa Anda jadikan referensi. Anda bisa menerapkan ide-ide tersebut untuk kampanye email berikutnya, atau mencoba free email marketing jika belum menjadi DocoBlast customer.

Have fun with email marketing and good luck!

5
June2015
Waktu Terbaik untuk Mengirim Email Marketing
Waktu Terbaik untuk Mengirim Email Marketing

Sebagian orang mungkin akan memikirkan pertanyaan ini, yaitu kapan waktu terbaik untuk mengirimkan email marketing? Apakah waktu pengiriman memiliki dampak yang besar seperti postingan di social media?

Jawaban sebenarnya adalah tidak ada waktu yang benar-benar sama dan tepat untuk mengirimkan email marketing. Mengapa? Tentu karena ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Apa yang berjalan baik bagi perusahaan lain belum tentu akan berjalan baik juga untuk perusahaan kita.

Pembahasan Waktu Terbaik Pengiriman Email

Berikut ini adalah beberapa faktor yang berpengaruh jika kita membahas waktu terbaik untuk mengirimkan email marketing:

  1. Sektor bisnis yang digeluti oleh penerima email (sektor keuangan, media, konstruksi, publik, kesehatan, dan sebagainya)
  2. Apakah penerima email adalah seorang wirausaha
  3. Usia penerima email
  4. Jenis kelamin
  5. Lokasi dari penerima email
  6. Status ekonomi dari kekurangan hingga kekayaan dan segala sesuatu di antaranya
  7. Status pendidikan
  8. Status pekerjaan dan jabatan
  9. Status pernikahan dan apakah penerima email tersebut sudah memiliki anak atau belum
  10. Pandangan politik dari sasaran email marketing yang akan kita kirim
  11. Ras dan suku bangsa
  12. Agama dan kepercayaan. Berbeda agama maka berbeda pula hari rayanya dan ini juga akan memengaruhi kapan meraka akan mengecek email mereka

Beberapa hal di atas adalah faktor yang relatif stabil. Lalu, akan ada pengaruh lingkungan secara luas; waktu dalam satu tahun, kondisi emosional penerima email, cuaca atau bahkan bencana alam. Semua faktor tersebut memberikan simpulan bahwa tidak ada waktu yang benar-benar tepat untuk mengirimkan email marketing kepada target market dari produk kita.

Aturan Praktis dalam Mengirimkan Email Marketing

Berikut ini adalah beberapa aturan praktis dalam mengirimkan email marketing:

  1. Jangan mengirimkan email marketing pada Senin pagi karena biasanya kotak masuk email kebanyakan orang akan penuh dan menumpuk pada Senin.
  2. Kemungkinan email kita akan dibuka oleh penerima akan jatuh persentasinya hingga 50% setelah satu jam dari waktu pengirimannya.
  3. Sangat sedikit email yang dikirimkan pada saat akhir pekan sehingga ada kemungkinan kita akan mendapatkan target market secara domestik ketika mereka sedang menikmati hari liburannya atau target market bisnis ketika mereka mengecek email pada saat akhir pekan. It might be work!
  4. CTR (Click Through Rate) paling tinggi untuk email B2B (Business to Business) terjadi pada Jumat. Mungkin karena email tersebut dibaca saat berkumpul bersama rekan kerja pada Jumat malam atau dibaca pada saat menjelang akhir pekan.
  5. Kampanye email marketing terbaik dilaksanakan pada Selasa sampai Kamis, baik untuk pelanggan B2B (Business to Business) maupun B2C (Business to Consumer).
  6. Untuk pengguna yang mengecek email mereka melalui mobile phone, ada empat waktu “jitu” yang memungkinkan email akan dibaca dan mendapatkan feedback:
    • 08.00 – 09.00 (Saat perjalanan menuju tempat kerja)
    • 12.00 – 14.00 (Waktu makan siang)
    • 17.00 – 19.00 (Saat perjalanan pulang dari tempat kerja)
    • 23.00 – 00.00 (Waktu istirahat malam)
  7. Keberhasilan email marketing kita bargantung pada target dan pendekatan yang digunakan untuk kampanye kita. Berarti kita harus membuat tahap segmentasi dan percobaan.

Tahap Segmentasi

Pada tahap ini, kita harus menyortir daftar dari pelanggan email marketing kita. Kita dapat menyortir target email kita menggunakan kriteria sebagai berikut:

  1. Pisahkan pelanggan B2B dengan pelanggan B2C dan targetkan mereka pada waktu dan hari yang tepat.
  2. Pastikan kita mengirimkan konten yang sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh pelanggan kita. Tidak ada gunanya mengirimkan konten berbahasa Jepang kepada pelanggan yang menggunakan bahasa Korea.
  3. Sortir pula akun pelanggan kita berdasarkan zona waktu dan budaya (contoh: perbedaan hari libur dalam seminggu, ada yang libur Minggu, ada juga yang liburnya Jumat).

Tahap Testing

Demi mendapatkan rumus yang tepat untuk kampanye yang kita jalankan, kita harus melakukan tes secara keseluruhan dan di situlah kita membutuhkan A/B Split Testing. A/B Split Testing sebenarnya adalah sesuatu yang mudah, yaitu kita mengirimkan dua versi dari email marketing yang sama. Email tersebut haruslah sama persis kecuali untuk satu faktor, misalkan hanya memiliki perbedaan subject email, perbedaan CTA (Call to Action), dsb. Kemudian, kita dapat memantau email mana yang lebih sukses. Misalnya, email mana yang mempunyai tingkat open rate atau CTR (Click Through Rate) yang tinggi dan gunakan hasil tersebut untuk kampanye selanjutnya.

Namun, mau bagaimanapun juga kita tidak akan bisa menentukan mana faktor yang paling memengaruhi email marketing bisnis kita, atau kapan waktu yang benar-benar tepat untuk dikirimkan email jika kita tidak pernah mencobanya sama sekali.

Tentukan timing dan lakukan testing dengan menggunakan free email marketing untuk mengembangkan bisnis yang sudah lama dijalani itu!

3
June2015
Mengoptimalkan Click Through Rate
Mengoptimalkan Click Through Rate

Click Through Rate — mari kita singkat menjadi CTR — adalah salah satu indikator utama yang menunjukkan keterlibatan audiens target Anda. CTR menyediakan informasi yang bernilai, baik email marketing Anda memang sukses atau masih membutuhkan beberapa perkembangan. Karena itu, Anda perlu benar-benar memahami apa itu CTR, apa yang bisa dilakukannya, dan bagaimana mengoptimalkannya.

Apakah itu Click Through Rate ?

CTR adalah perbandingan jumlah klik pada link dalam email dengan jumlah email yang dibuka penerima. CTR tidak hanya tergantung pada call to action (ajakan untuk bertindak), subject email (yang paling mempengaruhi open rate email) dan shiny copy. Beberapa hal kecil seperti posisi link, waktu pengiriman, panjang email, dll, memainkan peran yang besar dalam menentukan nilai CTR. Faktor-faktor eksternal ini memainkan peran yang jauh lebih besar daripada yang Anda pikirkan.

Apa yang bisa dilakukan Click Through Rate terhadap kampanye email Anda?

Rata-rata CTR adalah statistik pertama yang akan dilirik untuk mengukur efisiensi dari sebuah kampanye email – kemungkinan setelah melirik nilai open rate-nya. Kampanye email yang baik akan memiliki click through rate yang lebih tinggi. Tapi jika nilai CTR Anda rendah, tidak bisa langsung dipastikan kampanye email tersebut buruk karena rata-rata CTR sangat bergantung pada fungsi dan jenis newsletter Anda.

Jika Anda menjual produk kepada customer langsung, yang berarti bisnis Anda masuk dalam kategori B2C, nilai rata-rata CTR bisa dimulai dari 2-3%.

Jika bisnis Anda masuk dalam kategori B2B (business-to-business), nilai rata-rata CTR umumnya lebih tinggi, bisa dimulai dari 5%.

Jika nilai CTR Anda rata-rata atau lebih rendah dari rata-rata, Anda perlu menganalisa dan melakukan perubahan kecil yang berdampak besar. Mulailah dengan menganalisa, apakah email Anda memuat terlalu banyak konten yang membuat pengguna merasa tidak punya alasan untuk mengklik lebih lanjut, apakah call to action di dalam email sudah kuat, atau apakah posisi link mudah ditemukan, dsb.

Taktik umum yang dapat meningkatkan nilai click through rate

Ada 2 cara yang bisa Anda pilih untuk meningkatkan CTR :

  • Pertama, Anda bisa melihat ulang kampanye-kampanye yang telah memberikan hasil terbaik untuk Anda dan cobalah untuk meniru cara itu lagi. Cara ini memang tidak selalu berhasil, tapi bisa menjadi penyelamat sementara untuk kampanye Anda. Disisi lain, melihat ulang itu baik karena Anda jadi bisa melihat kembali email Anda secara baru dengan banyak pengalaman.
  • Kedua, Anda bisa mengambil jalan yang lebih berat dengan mencoba memperbaiki kampanye secara keseluruhan. Buat konten Anda lebih menarik; kirimkan newsletter email yang benar-benar relevan saja, dan buatlah call to action yang lebih kuat sehingga klien tahu apa tindakan yang Anda inginkan dari mereka. Beri alasan yang tepat mengapa mereka harus mengklik dan melanjutkan ke website Anda.

Pada dasarnya, Anda harus memberi perhatian lebih pada konten. Menaruh lebih banyak link memang dapat meningkatkan CTR – survei membuktikan menaruh sebuah link tambahan dapat meningkatkan jumlah klik 25% lebih banyak. Tetapi, ini tidak berarti bahwa Anda harus mengisi email Anda penuh dengan link. Itu sangat tidak berkelas.

Ingatlah bahwa dalam bisnis ini Anda ditakdirkan untuk bertarung demi setiap klik! Gunakan semua yang Anda bisa dan keluarkan senjata pamungkas Anda, karena hasil yang dapat Anda raih sangat berharga.

Ingin mendapat data hasil email marketing dengan detail? Anda bisa memulainya dengan free email marketing!

1
June2015
Cara Melakukan Follow Up Kepada Subscriber Baru
Cara Melakukan Follow Up Kepada Subscriber Baru

Bagi banyak bisnis, menjangkau customer baru adalah prioritas teratas. Karena itu, bagaimana melakukan follow up kepada subscriber baru adalah hal yang sangat penting untuk dibicarakan.

Anda ingin sekali memperluas audiens Anda, membangun koneksi-koneksi baru, dan hingga akhirnya menumbuhkan bisnis Anda.

Tapi ada satu pertanyaan penting: Ketika bisnis Anda telah menjangkau satu customer baru, atau bahkan jika Anda sebelumnya telah membagikan pengalaman mengesankan kepada seorang customer pertama kali, apa yang Anda lakukan untuk membuat customer baru Anda kembali ke bisnis Anda?

Hubungan tidak terjadi dalam satu hari.

Meskipun kesan pertama yang hebat adalah salah satu langkah penting menuju hubungan yang berlangsung lama, namun Anda perlu maju selangkah lagi untuk menunjukkan kepada customer seberapa penting mereka bagi Anda dan mendapatkan loyalitas mereka.

Ketika Anda berinvestasi dalam membangun hubungan dengan customers Anda melalui email marketing, mereka membayar upaya Anda dengan kembali ke bisnis Anda.

Jika Anda belum mulai mengumpulkan alamat email di toko Anda atau melalui formulir pendaftaran online, maka mulailah menjangkau customer dengan informasi yang Anda tahu akan bermanfaat bagi para customer Anda.

Butuh inspirasi? Berikut tujuh ide untuk melakukan follow up dengan customers baru:

  1. Memberikan welcome email yang hangat

Salah satu cara termudah untuk menjaga momentum yang sedang terjadi adalah dengan mengirim welcome email. Pertimbangkan juga untuk memasukkan 4 elemen berikut ke dalam welcome email Anda:

  • Perkenalan yang hangat dan ramah
  • Rangkuman apa yang akan diperoleh pada emails berikutnya
  • Jaminan privasi dan keamanan data
  • Signature personal dengan rincian kontak
  1. Berterima kasih atas bisnis mereka (dan menawarkan insentif untuk datang kembali)

Berterima kasih kepada customer baru melalui thank you email adalah salah satu cara untuk menunjukkan bahwa mereka penting bagi Anda. Ucapan terima kasih yang terbaik adalah yang bersifat personal dan menawarkan customer sebuah insentif untuk datang kembali.

Pikirkan bagaimana Anda bisa menawarkan sebuah ucapan terima kasih yang original. Pertimbangkan membuat video berdurasi 30-detik untuk menunjukkan apresiasi Anda, atau mencantumkan sebuah foto ceria Anda dan staf Anda.

Kemudian, temukan sejumlah ide untuk mendorong para customer melakukan bisnis dengan Anda lagi. Berikan penawaran terbatas atau deadline yang ketat untuk mendorong mereka melakukan bisnis dengan Anda lagi.

  1. Memelihara hubungan baru dengan serangkaian Autoresponder

Autoresponder adalah alat yang memungkinkan Anda membuat serangkaian email otomatis yang dikirim ke sebuah kontak setelah mereka masuk ke dalam list. Mirip dengan welcome email, manfaat autoresponder ini adalah Anda bisa “membuatnya di awal dan tidak memikirkannya lagi kemudian”. Anda menetukan frekuensi untuk menjangkau kontak-kontak Anda, merancang sekumpulan email, dan menambahkan kontak-kontak relevan ke list ini.

Autoresponder sangat bermanfaat bagi kontak-kontak baru karena dengan itu Anda memastikan mereka mendapatkan perkenalan yang sangat berkesan tentang bisnis Anda sejak awal. Ini adalah kesempatan Anda untuk menjelaskan profil bisnis Anda, memberikan informasi bermanfaat yang membeberkan keahlian Anda, dan secara reguler mengingatkan mereka tentang cara-cara mudah untuk terhubung dengan Anda.

  1. Menawarkan bantuan

Bahkan setelah mendapatkan pengalaman pertama yang mengesankan dengan bisnis Anda, ada peluang customer Anda tidak mengetahui beragam produk atau jasa yang Anda tawarkan. Berikan orang dorongan untuk kembali dengan memberi mereka lebih banyak informasi tentang kelebihan bisnis Anda.

Apakah Anda menawarkan jasa atau produk musiman yang bisa membantu seorang customer memecahkan masalah selama periode waktu tertentu? Pertimbangkan untuk menawarkan jasa-jasa ini dengan diskon kepada customers baru atau buat paket “permulaan” yang khusus ditujukan untuk customer baru.

Ingat, gaya bahasa yang digunakan tidak boleh terlalu promosional dan lebih banyak tentang bagaimana Anda berupaya untuk membantu customer Anda mengatasi masalah-masalah, kebutuhan, atau minat spesifik mereka.

  1. Minta feedback

Sebagai pemilik bisnis, Anda ingin memastikan bahwa Anda melakukan segala sesuatu yang Anda bisa untuk memberikan kesan pertama yang kuat dan bertahan lama. Lakukan follow up dengan survei-survei online, tunjukkan kepada customers baru bahwa Anda berkomitmen terhadap pengalaman yang berkesan dan Anda menghargai opini mereka.

Ini juga peluang yang sangat baik untuk menanyakan sejumlah pertanyaan yang akan memberikan Anda pengetahuan tentang siapa customer Anda, mereka tertarik pada hal-hal apa, dan cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk terhubung dengan mereka.

  1. Ajak mereka kembali

Events merupakan cara yang sangat baik untuk membawa kembali orang-orang ke bisnis Anda. Ini juga cara yang sangat ampuh bagi customers baru untuk bertemu orang-orang yang telah mereka kenal dan menyukai bisnis Anda.

Periksa kembali kalender Anda dan mulailah memikirkan tentang apa yang akan datang berikutnya untuk bisnis Anda dalam beberapa pekan ke depan. Kemudian, pikirkan tentang bagaimana Anda bisa melibatkan audiens baru Anda pada setiap acara yang akan datang.

Apakah Anda memutuskan untuk melakukan open house, membawa pembicara tamu yang menurut Anda akan disukai para customer, atau bermitra dengan nirlaba favorit Anda untuk sebuah event, pastikan customers baru Anda mengetahuinya.

  1. Memperlihatkan sisi sosial Anda

Mempromosikan media sosial Anda kepada customers baru akan membuat mereka membaca konten dan mengetahui aktivitas-aktivitas terbaru bisnis Anda. Itulah sebabnya, walaupun mereka belum terbiasa dengan bisnis Anda, mereka akan memiliki gambaran yang lebih baik tentang apa bidang yang digeluti bisnis Anda.

Media sosial juga merupakan tempat yang sangat baik bagi customers baru untuk melihat apa yang dikatakan orang lain tentang bisnis Anda. Bagaimana Anda berinteraksi dengan para customers di media sosial akan memberikan mereka gambaran yang baik.

Dengan membagikan link ke website dan jejaring sosial, Anda akan mengarahkan trafik dan pengikut, yang berarti lebih banyak mata yang melihat informasi yang telah Anda buat atau bagikan.

Email dan media sosial bekerja paling baik jika digunakan bersama-sama. Karena itu, tambahkan tombol-tombol ke media sosial pada bagian bawah masing-masing email yang Anda kirim.

Santap saat hidangan masih panas.

Dengan 7 ide ini, Anda siap untuk menjangkau customer baru dan terus menawarkan kepada mereka pengalaman yang tidak bisa disaingi oleh para pesaing Anda.

Pilih satu ide dari daftar ini dan buat akun DocoBlast Anda sekarang! Psst, Anda juga bisa menggunakan free email marketing bila Anda mau.

1
June2015
Indikator Yang Harus Ditelusuri Oleh Semua Pelaku Email Marketing
Indikator Yang Harus Ditelusuri Oleh Semua Pelaku Email Marketing

Ada banyak hal yang bisa dibicarakan ketika berurusan dengan cara melakukan email marketing yang baik. Kita bisa menghabiskan berhari-hari membicarakan tentang komponen-komponen paling penting dari email marketing, kesalahan-kesalahan email marketing yang umum dilakukan, dan contoh-contoh email marketing yang hebat. Tapi pada akhirnya, tidak ada artinya seberapa hebat email Anda jika Anda tidak bisa melihat hasil dari upaya yang telah Anda lakukan.

Karena itu, mari kita lihat beberapa indikator yang perlu ditelusuri oleh setiap pelaku email marketing.

1) Click-through Rate

Click-through rate (CTR) mungkin adalah jawaban pertama yang akan Anda dapat ketika bertanya kepada seorang pelaku email marketing, indikator apa yang mereka telusuri. Sebagian orang menyebutnya indikator email marketing “harian”, karena indikator ini memungkinkan Anda menghitung kinerja setiap email yang Anda kirim. Dari sana, Anda bisa menelusuri bagaimana CTR Anda berubah dari waktu ke waktu.

CTR merupakan indikator yang sangat penting karena memberikan pengetahuan langsung tentang berapa banyak orang dalam contact list Anda yang  membentuk engagement dengan konten Anda dan tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang brand atau penawaran Anda.

2) Tingkat Konversi

Setelah seorang penerima email mengklik sebuah link dalam email Anda, tujuan berikutnya adalah membuat mereka tertarik pada penawaran Anda – dengan kata lain, mengambil tindakan yang telah disarankan oleh email Anda. Sehingga jika Anda mengirim sebuah email untuk menawarkan peluang bagi audiens Anda untuk men-download, misalnya ebook gratis, maka Anda bisa mempertimbangkan setiap orang yang benar-benar men-download ebook tersebut sebagai sebuah konversi.

Karena definisi sebuah konversi terkait langsung dengan call-to-action pada email Anda, dan call-to-action Anda harus terkait langsung pada tujuan keseluruhan email marketing Anda, maka tingkat konversi merupakan salah satu indikator paling penting untuk menentukan sejauh mana Anda telah mencapai tujuan-tujuan Anda.

3) Bounce Rate

Bounce rate mengukur persentase total email terkirim yang tidak bisa masuk ke dalam inbox penerima. Ada dua jenis bounce email yang perlu ditelusuri, yaitu hard bounces dan soft bounces.

Soft bounces adalah akibat dari sebuah masalah sementara pada alamat email yang valid, seperti inbox penuh atau masalah dengan server penerima. Server penerima biasanya menampung dahulu email ini untuk kemudian dikirimkan kembali setelah masalah teratasi. Anda juga bisa mencoba mengirim ulang pesan email Anda ke alamat yang mengalami soft bounces.

Hard bounces adalah akibat dari alamat email yang tidak valid, tertutup, atau justru tidak ada. Emails seperti ini tidak akan pernah berhasil terkirim. Anda harus segera menghapus alamat-alamat email yang mengalami hard bounces dari contact list Anda, karena penyedia layanan internet (ISP) menggunakan bounces rate sebagai salah satu faktor kunci untuk menentukan reputasi IP pengirim email. Dengan memiliki begitu banyak hard bounces bisa membuat perusahaan Anda terlihat seperti tukang spam di mata ISP.

4) Tingkat Pertumbuhan List

Selain indikator call-to-action (CTR, tingkat konversi), Anda juga perlu memperhatikan pertumbuhan dan kehilangan dalam list Anda. Tentu tujuan Anda adalah menumbuhkan contact list untuk memperluas jangkauan, mengekspansi audiens, dan memposisikan diri Anda sebagai seorang pemimpin industri yang kuat. Tetapi faktanya, secara alami akan ada alamat email tertentu yang menjadi “layu” dalam list Anda, dan akan kadaluwarsa sekitar 25% setiap tahun – yang berarti bahwa lebih penting untuk memperhatikan pertumbuhan list subscriber Anda dan mempertahankannya pada ukuran yang sehat.

5) Tingkat Email Sharing/Forwarding

Persentase dimana penerima email Anda mem-forward atau membagikan email Anda dengan orang lain mungkin tidak tampak begitu signifikan, tetapi ini merupakan salah satu indikator terpenting yang perlu ditelusuri.

Mengapa? Karena dengan inilah Anda menghasilkan kontak-kontak baru. Kumpulan orang dalam contact list Anda sudah otomatis masuk dalam database. Sehingga ketika konversi masih menjadi fokus utama, ini tidak akan membantu Anda dalam menarik leads baru. Dorong para pembaca Anda untuk meneruskan email Anda ke seorang teman atau rekan jika mereka menganggap kontennya bermanfaat, dan mulailah telusuri berapa banyak orang baru yang bisa Anda tambahkan ke database Anda dengan cara ini.

6) ROI (Laba atas investasi) keseluruhan

Seperti halnya setiap marketing channel, Anda harus mampu menentukan nilai ROI (laba atas investasi) keseluruhan dari email marketing Anda. Jika Anda belum melakukannya, buatlah sebuah sistem dimana Anda memberikan nilai-nilai berbeda kepada berbagai tipe leads berdasarkan kemungkinan mereka menghasilkan pendapatan untuk perusahaan Anda.

Berapa banyak dari setiap tipe leads ini yang Anda hasilkan lewat email marketing? Bagaimana ini bisa diterjemahkan menjadi pendapatan potensial? Pendapatan aktual? Ini adalah jenis-jenis indikator yang akan membantu menunjukkan kepada bos dan tim penjualan Anda seberapa bernilai email marketing.

Tentukan Indikator Yang Mau Digunakan

Apapun tujuan Anda (dan tentunya bisa lebih dari satu), hal berikutnya yang Anda perlu lakukan adalah menentukan indikator mana yang akan Anda gunakan untuk meraih tujuan email marketing.

Telusuri semua indikator ini dalam pekerjaan Anda, dan mulailah dengan free email marketing.