30
June2015
Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List
Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List

Tidak banyak prinsip dalam marketing efektif yang sama pentingnya seperti segmentasi. Coba pikirkan: perbedaan kebutuhan, karakteristik, dan perilaku para customer Anda akan membentuk setiap bagian dari marketing Anda. Faktor-faktor ini mempengaruhi kreatifitas kampanye, saluran kampanye, dan bahkan mempengaruhi desain produk.

Segmentasi adalah tindakan pengimplementasian dan pengorganisasian pengetahuan yang Anda miliki tentang customer Anda. Dan ketika kita ingin memilih alat yang tepat untuk hal ini, maka sulit untuk menyangkal kegunaan dari contact list email yang telah dicoba dan terbukti. Itulah sebabnya Anda harus membangun contact list email Anda

Tetapi meskipun email bisa melakukan segmentasi alami sendiri, namun membagi-bagi pasar Anda adalah sebuah sains dalam arti yang sebenarnya: ia memerlukan pendekatan sistematis, banyak percobaan, dan analisis data. Berikut  ini adalah kiat-kiat tentang bagaimana menjadi seorang spesialis segmentasi.

  1. Putuskan Data Mana yang Berarti

Tanpa data, tidak mungkin menentukan berbagai sub-divisi pasar Anda. Akan tetapi, tidak diragukan bahwa kekurangan data adalah masalah. Anda perlu memikirkan data mana yang bermakna.

Agar mesin segmentasi berjalan, Anda perlu memberikan suatu nilai. Tentukan poin data mana yang paling mewakili audiens Anda. Seringkali paling mudah memulai dengan data-data demografi seperti: pekerjaan, industri, lokasi geografis, atau jenis kelamin.

Walaupun pembagian ini cukup luas, namun cukup logis bahwa audiens dengan data-data demografi berbeda akan menilai aspek-aspek yang berbeda pula dari produk atau jasa Anda – sehingga memerlukan pengiriman pesan yang berbeda pula.

Setelah Anda menentukan data demografi mana yang memberikan bukti segmen pasar, pertimbangkan data mana yang akan menjadikan segmen-segmen ini lebih spesifik dan bagaimana Anda bisa mendapatkannya. Data perilaku adalah tahapan logis selanjutnya, dan bisa diperoleh dalam bentuk riwayat pembelian di masa lalu atau aktivitas pembelian terbaru. Jika tidak, pertimbangkan bagaimana Anda bisa mengadakan sebuah proses untuk memperolehnya.

  1. Uji Apa yang Sudah Anda Lakukan

Hipotesis adalah hal yang baik, tetapi ketika Anda sudah menentukan kriteria dan sudah menjalankan upaya segmentasi, maka saatnya memastikan bahwa intuisi Anda didasarkan pada realitas. Jalankan kampanye tersegmentasikan baru yang Anda miliki dan uji hasilnya dibandingkan upaya-upaya masa lalu yang belum disegmentasi. Mudah-mudahan hasil segmentasi positif, atau bahkan substansial.

Jika hasilnya kurang signifikan, mungkin pertimbangan nilai tidak tertata dengan baik dan kreatifitas perlu ditetapkan, atau mungkin data-data dari tahap satu bukan merupakan penanda yang jelas. Keduanya adalah perubahan yang perlu dites lebih lanjut.

Pengujian menjadi hal yang menjengkelkan sekaligus menggembirakan. Menyaring kriteria yang tepat untuk semua contact list Anda bisa menjadi proses yang sulit, tetapi ketika Anda melakukannya dengan benar, kemungkinan Anda akan melihat peningkatan open rate dan CTR (click through rate). Ketika itu terjadi, berilah selamat pada diri Anda  karena Anda telah melakukan terobosan besar dalam menentukan pasar Anda.

Jika semua hal lainnya gagal, jangan takut untuk sekadar melakukan survey untuk audiens Anda dan minta feed back dari mereka. Karena pada kenyataannya Anda mungkin perlu melakukan hal tersebut apa pun alasannya.

  1. Ikatkan Hasil ke KPI (key performance indicator) yang Tepat

Key performance indicator (KPI) adalah metrik bisnis yang digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang sangat penting bagi keberhasilan suatu organisasi. Pada email marketing contoh indikatornya adalah open rate dan CTR.

Open rate dan CTR yang meningkat adalah hal yang positif, tetapi hal tersebut tidak membuat bisnis tetap mengapung. Bahkan jika Anda menghasilkan peningkatan kinerja spesifik email, tetap penting untuk mengikatkan hasil segmentasi Anda kembali ke laporan akhir, apakah itu berupa jumlah download app, trafik website, atau pengisian formulir. Sangat memungkinkan untuk membuat kampanye yang lebih tertargetkan tanpa memindahkan audiens Anda lebih dekat ke pembelian, jadi waspadalah.

Segmentasi bisa menjadi metode yang tangguh, dan ada banyak hal lagi yang perlu dilakukan selain ketiga tahapan ini, tetapi dengan menggunakan kiat-kiat ini akan membantu Anda membangun kerangka kerja yang lebih baik untuk kampanye email, mengumpulkan data yang lebih baik tentang audiens Anda, dan pada akhirnya menyalurkan lebih banyak nilai kepada bisnis Anda

Ingin memulai menyempurnakan segmentasi contact list Anda? Gunakan free email marketing dan bangun unlimited contact list Anda sekarang!

One thought on “3 Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List”

Leave a Reply