26
June2015

Strategi_Marketing

Tulisan ini adalah tentang fakta bahwa, seperti halnya ketika kita lihat delapan tahun yang lalu saat bola internet pertama bergulir, tekanan finansial sekarang memaksa perusahaan-perusahaan untuk melakukan perubahan. Dan seperti halnya di masa lalu, perubahan-perubahan ini meletakkan dasar untuk periode yang baru dan lebih efisien dari pertumbuhan internet.

Ketika penurunan bisnis dimulai, bisnis mulai menggeser beberapa dari anggaran marketing mereka ke periklanan search engine. Hal itu lebih dapat diukur dan lebih tertargetkan dibanding periklanan tampilan di media cetak atau televisi, sehingga cukup menarik bagi para pelaku marketing yang punya anggaran ketat.

Ketika kita memasuki era bisnis Internet kedua, bisnis lagi-lagi mencari efisiensi. Mereka menggeser anggaran keluar dari periklanan mesin pencari berbayar, dan menuju optimisasi, konten, dan media sosial yang membantu mereka bisa ditemukan dalam hasil pencarian organik.

Perubahan-perubahan ini meletakkan dasar bagi sebuah era marketing baru di web, yaitu era Inbound Marketing.

Apa itu Inbound Marketing?

Inbound Marketing adalah strategi marketing yang difokuskan pada bagaimana agar para customer menemukan sebuah bisnis.

Dalam marketing tradisional (outbound marketing), perusahaan berfokus pada mencari customer. Mereka menggunakan teknik-teknik yang tidak menargetkan dengan baik dan teknik-teknik yang justru mengganggu orang. Mereka menggunakan panggilan telepon, periklanan cetak, periklanan televisi, surat, spam, dan ekshibisi.

Teknologi telah menjadikan teknik-teknik ini semakin tidak efektif dan semakin mahal. Keberadaan Caller ID bisa memblokir panggilan, TiVo (perekam acara televisi) membuat periklanan televisi kurang efektif, dan alat-alat seperti RSS menjadikan periklanan cetak dan display semakin kurang efektif. Masih ada kemungkinan untuk menyebarkan pesan lewat saluran-saluran ini, tetapi biayanya lebih mahal.

Pelaku Inbound Marketing telah Merevolusi Outbound Marketing.

Daripada mengganggu orang dengan iklan-iklan televisi, para pelaku inbound marketing membuat video yang ingin dilihat oleh para customer potensial. Daripada membeli iklan-iklan display di media cetak, para pelaku inbound marketing membuat blog bisnis mereka sendiri yang orang-orang melakukan subscribe terhadapnya dan menanti untuk membacanya. Daripada melakukan panggilan, para pelaku inbound marketing membuat konten bermanfaat sehingga customer menghubungi mereka untuk mencari lebih banyak informasi.

Daripada mengarahkan pesan kepada kerumunan orang dari waktu ke waktu, inbound marketing justru menarik customer yang potensial ke dalam bisnis mereka seperti sebuah magnet.

Inbound_Marketing

Kampanye-kampanye inbound marketing yang paling berhasil memiliki tiga komponen kunci:

  1. Konten: Pembuatan konten adalah inti dari setiap kampanye inbound marketing. Ini adalah informasi atau alat yang menarik customer potensial ke situs atau bisnis Anda.
  1. Pengoptimalan Search Engine: Pengoptimalan search engine menjadikan para customer potensial lebih mudah untuk menemukan konten Anda. Ini adalah sebuah bentuk pembangunan situs dan link inbound ke situs Anda untuk memaksimalkan ranking di search engine, dimana kebanyakan customer memulai proses pembelian mereka.
  1. Media sosial: Media sosial memperkuat dampak konten Anda. Ketika konten Anda disebarkan dan dibahas di jejaring-jejaring sosial, maka ia menjadi lebih otentik dan bernuansa, dan lebih besar kemungkinan menarik customer berkualifikasi ke situs Anda.

Mengapa Inbound Marketing Menjadi Masuk Akal

Ketika perekonomian menjadi lesu, perusahaan-perusahaan beralih ke inbound marketing karena ini adalah cara yang lebih efektif untuk mengalokasikan sumberdaya-sumberdaya marketing dibanding strategi marketing tradisional atau outbound marketing.

Ada tiga hal yang membuat inbound marketing lebih efisien dari marketing tradisional:

  1. Biayanya lebih murah: Outbound marketing (strategi marketing tradisional) berarti Anda mengeluarkan uang – apakah dengan membeli iklan, atau menyewa booth besar sebagai pertunjukan dagang atau pameran. Berbeda dengan itu, inbound marketing berarti membuat konten dan membicarakannya. Tidak ada biaya untuk membuat sebuah blog. Akun Twitter pun gratis. Keduanya bisa menarik ribuan customer ke situs Anda. ROI marketing dari kampanye inbound akan lebih tinggi.
  1. Penargetan lebih baik: Teknik-teknik seperti melakukan panggilan misterius dan pengiriman surat massal merupakan strategi yang sangat tidak tertargetkan. Anda menjangkau individu-individu karena satu atau dua atribut dalam sebuah database. Ketika Anda melakukan inbound marketing, Anda hanya melakukan pendekatan ke orang-orang yang memang dengan sendirinya memenuhi kualifikasi. Mereka menunjukkan minat terhadap konten Anda, sehingga mereka besar kemungkinan tertarik dengan produk Anda.
  1. Ini adalah Investasi, bukan pengeluaran terus menerus: Ketika Anda membeli periklanan pay-per-click di mesin pencari, nilainya akan hilang ketika Anda sudah membayarnnya. Untuk mempertahankan posisi teratas di hasil berbayar Google, Anda harus tetap membayar. Akan tetapi, jika Anda menginvestasikan sumberdaya Anda dalam membuat konten yang berkualitas yang menempati ranking bagus di hasil pencarian Google, maka Anda akan tetap berada di posisi tersebut sampai ada yang menggeser posisi Anda.

Akar-akar Web Inbound

Barulah dalam satu setengah tahun terakhir teknologi, peralatan, dan penggunaan keduanya secara publik telah berkembang sampai ke titik dimana inbound marketing menjadi semakin praktis.

Pada pertengahan 1990an, ketika balon internet yang pertama menggelembung, perusahaan-perusahaan mulai mengikuti para customer mereka secara online. Peralatan untuk penerbitan independen masih lemah, sehingga eksistensi online perusahaan-perusahaan ditandai dengan eksistensi offline mereka. Mereka menebar iklan di situs-situs media massa dan berharap ada beberapa customer potensial yang akan melihatnya.

Ketika balon “dot-com” menggelembung di tahun 2001, para pelaku marketing mulai mengevaluasi kembali efektifitas pendekatan tebar-dan-berdoa mereka. Mereka melihat bahwa konsumen dan pembeli bisnis memulai proses pembelian mereka lebih sedikit pada situs-situs media massa, dan lebih banyak pada mesin pencari. Mereka menemukan bahwa pada banyak kasus, periklanan mesin pencari yang tertargetkan jauh lebih efektif dibanding periklanan display pada situs-situs media skala besar.

Ketika pengeluaran dialokasikan bagi search marketing, maka era baru pertumbuhan internet pun dimulai. Selain perubahan internet marketing, fase pertumbuhan ini – Web 2.0 – menghasilkan perubahan signifikan dalam hal cara kita menggunakan web, yaitu bergeser dari platform read-only menjadi platform dimana seseorang bisa menerbitkan konten, terhubung dengan teman, dan membagikan konten tersebut.

Sekarang, seiring kita memasuki penurunan ekonomi yang baru, para pelaku marketing online tengah menggunakan alat-alat dari fase web yang baru ini untuk menjadi lebih efisien. Mereka menggunakan media sosial, mereka menerbitkan konten, dan mereka mengoptimalkannya. Mereka telah menjadi pelaku inbound marketing.

Rahasia Inbound Marketing? Pemberdayaan!

Dengan alat-alat marketing yang telah menjadi mainstream dalam dua hingga tiga tahun terakhir, skala bisa menjadi tidak terbatas. Jika Anda memiliki sebuah produk hebat dan keterampilan untuk berkomunikasi dengan customer, maka Anda bisa berkompetisi dengan budget perilkanan terbesar sekalipun.

Ini tentu menyenangkan, dan bagi bisnis-bisnis kecil, ini benar-benar memberdayakan.

Mari mulai strategi inbound marketing Anda dengan menggunakan free email marketing dari DocoBlast