19
June2015
Cara Mengoptimalkan CTA (Call To Action)
Cara Mengoptimalkan CTA (Call To Action)

Call to action (CTA) adalah salah satu elemen paling penting pada kampanye email marketing. Jika call to action (CTA) Anda sukses, Anda akan mendapatkan nilai click through rate (CTR) yang tinggi dan mencapai apa pun tujuan marketing Anda, apakah itu customer yang akan membeli produk Anda, mendaftar untuk acara yang Anda selenggarakan, mengisi survey yang Anda berikan, dan sebagainya.

  1. Test Call To Action (CTA) Anda

Terus meneruslah melakukan pengetesan. Pisahkan database Anda dalam beberapa grup, siapkan sedikit perbedaan untuk masing-masing call to action pada kampanye yang akan Anda kirimkan, bandingkan hasilnya dan implementasikan hasil terbaik pada Anda berikutnya. Ketika melakukan pengetesan terhadap call to action (CTA), Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Anda tidak hanya dapat melakukan pengetesan pada design atau text yang Anda gunakan, tetapi juga penggunaan font, ukuran, warna, lokasi, dan sebagainya.
  • Dalam sekali waktu, gunakanlah hanya 1 elemen pengetesan, agar Anda dapat menganalisa dampak yang pasti dari elemen yang Anda gunakan tersebut.
  1. Buat Call To Action (CTA) Anda Terlihat Pada Pandangan Pertama

Tombol call to action (CTA) haruslah menjadi bagian yang paling terlihat pada newsletter yang Anda kirimkan. Ketika penerima membuka email Anda, seharusnya tidak ada keraguan tentang dimana untuk mengklik dan apa yang akan mereka dapatkan setelah mengklik tombol tersebut, hindari ambiguitas. Jadi, pikirkan secara matang mengenai desain template email Anda. Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan perhatian lebih pada tombol call to action adalah dengan membuatnya lebih besar, sehingga akan lebih terlihat. Tetapi juga ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Jika Anda membuat tombol call to action (CTA) terlalu besar, Anda mungkin akan terlihat frustasi, dan ini tidak baik untuk bisnis Anda.
  • Semakin besar tombol yang ditampilkan, maka harus semakin banyak text yang ditampilkan. Sebagai contoh, 2 kata tidaklah cukup untuk tombol yang besar.
  1. Pilihlah Warna yang Tepat

Jika Anda pernah sedikit tertarik pada ilmu psikologi, Anda mungkin tahu arti dari perbedaan penggunaan warna. Sebagai contoh, hijau menandakan penerimaan atau persetujuan, biru menandakan ketenangan dan netral, Hitam menggambarkan kemewahan, merah menandakan peringatan tentang sesuatau, dan sebagainya. Anda harus mengikuti beberapa peraturan singkat berikut ketika membuat tombol call to action, tapi peraturan berikut juga tidak akan selalu berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa peraturan tentang pemilihan warna:

  • Perhatikan warna yang Anda gunakan pada keseluruhan template newsletter Anda, khususnya warna yang Anda gunakan pada sekitar tombol call to action (CTA)
  • Pikirkan mengenai kontras dan pilihan warna yang menarik, daripada mempermasalahkan tone. Karena Anda dapat bertindak lebih berani dan personal pada promosi email marketing Anda, lebih dari yang Anda lakukan di website.

Ada beberapa studi kasus mengenai warna tombol, sebagai contoh, sebuah hasil kampanye menunjukan peningkatan click through rate (CTR) sebanyak 35% hanya dengan mengganti warna tombol menjadi hijau.

  1. Masukan Beberapa Pilihan Tombol Call To Action (CTA)

Jangan batasi diri Anda hanya dengan satu tombol call to action (CTA). Gunakan gambar dan link pada text untuk menuntun pembaca Anda pada halaman web yang Anda inginkan. Untuk beberapa orang, tampilan gambarlah yang akan membuatnya tertarik, namun untuk yang lainnya mungkin text lah yang lebih menarik untuknya. Beberapa pilihan akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap click through rate (CTR) Anda. Mungkin juga akan ada lebih dari 1 tombol call to action (CTA) dalam kampanye email Anda. Lalu, bagaimana Anda memutuskan tombol mana yang lebih baik, menempatkan hanya 1 tombol atau menempatkan banyak tombol?

  • Jika produk atau servis yang Anda tawarkan sederhana dan tidak banyak tulisan yang digunakan, Anda cukup menempatkan satu tombol call to action (CTA).
  • Jika produk Anda adalah sesuatu yang lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak penjelasan, Anda dapat menyertakan tombol tambahan, sebagai contoh, tombol pertama Anda letakan pada tengah halaman dan tombol kedua pada akhir halaman.
  1. Jelaskan Secara Spesifik dan Tekankan Pada Keuntungan Produk

Jika desain dari tombol call to action (CTA) akan menjawab pertanyaan “Dimana saya harus mengklik?”, maka tulisan atau text yang terdapat pada tombol haruslah menjawab pertanyaan “Mengapa saya harus mengklik?”. Namun, penjelasan singkat tak selamanya baik. Yang seharusnya Anda lakukan adalah jelaskan produk Anda secara spesifik.

  • Jelaskan keuntungan yang akan customer Anda dapatkan jika mengklik tombol call to action yang Anda sertakan dalam newsletter secara spesifik. Penjelasan seperti “Dapatkan wallpaper secara gratis” akan lebih baik daripada hanya sekedar “Download”.
  • Jangan takut jika tombol call to action (CTA) Anda menyertakan lebih dari 2 kata penjelasan di dalamnya, jika hal tersebut dapat menjelaskan keuntungan yang akan didapatkan pelanggan Anda secara lebih spesifik. Tetapi Anda tetap harus memperhatikan jumlah kata yang Anda gunakan, jangan terlalu panjang. Sebagai contoh, gunakan kalimat “Temukan Restaurant Terdekat & Dapatkan Diskon” daripada hanya menggunakan kalimat “Dapatkan Diskon”.
  1. Personalisasikan call to action (CTA) Anda

Personalisasi adalah salah satu kunci sukses dalam dunia marketing saat ini, jadi gunakan juga dalam call to action yang Anda miliki. Berbagai contoh kasus dengan peningkatan click through rate (CTR) sampai dengan 90% hanya dengan mengganti sejumlah kata pada tombol call to action (CTA). Cobalah bereksperimen dan cobalah pendekatan yang berbeda sampai Anda menemukan apa yang cocok dengan sasaran pelanggan yang Anda tuju.

  1. Gunakan Gambar untuk tombol call to action (CTA) Anda

Penggunaan gambar tentu akan membuat newsletter Anda menjadi lebih atraktif dan menarik, tapi gambar juga dapat digunakan untuk tombol call to action (CTA) Anda, karena gambar akan mendapatkan perhatian yang lebih dari elemen lainnya pada newsletter.

  • Kebanyakan orang akan lebih memperhatikan gambar pada sebuah email, khususnya gambar wajah. Bagaimana jika Anda memilih sebuah gambar dimana wajah yang Anda tampilkan mengarah pada tombol call to action (CTA)? Penerima newsletter akan menyadari gambar tersebut, mengikuti arah mata dari gambar dan berhenti tepat pada tombol call to action (CTA) Anda!
  • Gunakan elemen lain pada gambar, seperti tAnda panah atau garis untuk memandu penerima mengarah pada tombol call to action (CTA) Anda.

Call to action (CTA) adalah elemen pertama yang dapat dilakukan pengetesan secara aktif. Jika digunakan secara bijak, call to action (CTA) akan menuntun Anda mencapai sasaran kampanye email Anda dan menuntun penerima Anda untuk melakukan klik atau bahkan melakukan pembelian sesuai dengan tujuan awal marketing Anda.

Segeralah optimalkan call to action Anda agar promosi menggunakan email marketing semakin maksimal. Gunakan free email marketing dari DocoBlast untuk memulainya.

4 thoughts on “Optimalkan call to action (CTA) Anda!”

Leave a Reply