18
June2015
Fitur Unsubscribe
Fitur Unsubscribe

Jangan Pernah Meremehkan Unsubscribe Link

Jika pelanggan kita mengeklik tautan untuk berhenti berlangganan, hampir bisa dipastikan bahwa kita akan kehilangan pelanggan. Namun, hal itu juga dapat membuat kita berpikir lebih dalam tentang mengapa banyak pelanggan yang melakukan unsubscribe terhadap layanan yang tersedia. Ada banyak cara untuk menghindari opt-out (nama lain berhenti berlangganan – pen), tetapi tidak ada cara yang benar-benar tepat untuk menempatkan (atau bahkan menghilangkan) unsubscribe link yang dapat menyelamatkan kita dari klien yang mulai hilang ketertarikan pada servis atau produk kita.

Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Unsubscribe Link

  • Ingin bersikap sopan terhadap pelanggan,
  • Ingin memenuhi standar aksi mematuhi CAN-SPAM (regulasi di Amerika Serikat – Pen),
  • Ingin menjaga hubungan yang baik dengan klien, bahkan setelah mereka meninggalkan kita,
  • Ingin mengumpulkan informasi yang berguna kapan saja ketika klien melakukan unsubscribe,
  • Ingin tetap menjaga daftar email kita bersih,
  • Tidak ingin mendapat respons yang buruk dari klien yang memang ingin pergi,
  • Dan alasan lainnya.
Subscribe dan Unsubscribe Link
Subscribe dan Unsubscribe Link

Sederhananya, kita membutuhkan unsubscribe link, dan untuk melengkapinya, kita juga harus menyertakan sebuah textbox sederhana pada opt-out link yang tersedia, di mana pengguna dapat menuliskan alasan mereka mengapa meninggalkan list kita. Ketika banyak pengguna tidak mengisi alasan mereka, kita tetap akan mendapatkan cukup informasi dari sedikit pelanggan yang meluangkan waktunya untuk mengisi textbox tersebut.

Lebih lanjut lagi, pikirkan mengenai penempatan dari opt-out link. Penelitian terakhir memberi indikasi bahwa penempatan tidak biasa dari unsubscribe link, yaitu pada bagian atas email kita malah menurunkan angka komplain mengenai spam. Karena komplain mengenai spam biasanya datang dari subscriber yang tidak aktif, kita dapat menggabungkan mereka pada satu segmen dalam database kita dan menempatkan opt-out link tersebut pada bagian atas dari email yang mereka terima.

Kita dapat memperoleh informasi berharga dari tren berhenti berlangganan yang tengah berlangsung. Sebuah contoh dari hal ini adalah pertambahan orang yang berhenti berlangganan setelah kita mengirimkan terlalu banyak email selama seminggu (4 – 5 email per minggu). Jika terjadi peningkatan pengguna yang berhenti berlangganan, mungkin sudah saatnya bagi kita untuk menurunkan intensitas email yang dikirimkan. Mungkin saja kita tidak mengerucutkan segmentasi ketika mengirimkan newsletter. Kita perlu mengirimkan lebih banyak informasi yang lebih tepat sasaran ketika mellihat peningkatan pengguna yang berhenti berlangganan setelah mengirimkan sebuah kampanye yang normal.

Dan yang terakhir, ingatlah bahwa tidak ada alasan yang benar-benar hitam dan putih (jelas) ketika seseorang berhenti berlangganan. Klien mungkin saja lebih memilih media lain untuk berkomunikasi dengan kita. Mungkin juga klien mempunyai terlalu banyak daftar newsletter yang mereka subscribe. Ketika pengguna berhenti berlangganan, bukan berarti list kita seratus persen buruk. Ratusan opt-out dapat mengindikasikan sesuatu yang berbeda dalam kondisi tertentu dan juga dalam segmentasi yang berlainan.

Apakah email marketing kita sudah dilengkapi dengan unsubscribe link? Bagikan pesan yang sopan kepada klien kita dan gunakan free email marketing untuk yang baru menerapkan metode ini.

2 thoughts on “Pentingnya Unsubscribe Link”

Leave a Reply