15
June2015
Tes Contact List
Tes Contact List

Contact list email itu jika diibaratkan susu, keduanya sama-sama tidak tahan lama. Bahkan pada kenyataannya, contact list yang membusuk (usang) bisa menyebabkan banyak hal buruk, berbeda dengan susu basi yang mungkin hanya menyebabkan mual-mual. Contact list yang buruk bisa membuat pesan-pesan kita menjadi hampir tidak mungkin masuk ke dalam inbox para customer potensial.

Terdapat laporan bahwa 83% di mana alamat email tidak terkirim ke dalam inbox, reputasi pengirim (skor pengirim atau sender score) adalah penyebabnya. Apa yang menyebabkan sender score yang buruk? Mengirim email yang ditandai sebagai spam, dan itulah yang terjadi ketika kita mengirimkannya kepada contact list yang tidak sehat (usang).

Uji Coba Email Contact List

Meminjam kembali pengibaratan antara contact list dan susu. Cukup mudah untuk mengenali susu yang sudah basi, tetapi bagaimana dengan contact list yang buruk? Pada kenyataannya tidaklah sulit untuk mengetahuinya. Secara umum, contact list yang buruk adalah contact list di mana banyak penerima yang tidak mengharapkan atau tidak menginginkan pengiriman email dari kita. Definisi tersebut masih sangat umum. Bagaimana definisi yang lebih spesifik? Pertanyaan-pertanyaan berikut merupakan pertanyaan yang membentuk uji coba email contact list.

1) Apakah Setiap Orang dalam Contact List ini Memiliki Hubungan Sebelumnya dengan Bisnis Kita?

Ya? Lanjutkan ke pertanyaan berikutnya.

Tidak? Tinggalkan contact list tersebut, atau paling tidak keluarkan orang-orang yang tidak memiliki hubungan dengan bisnis kita. Jika orang-orang tersebut tidak memiliki hubungan sebelumnya dengan bisnis kita, mereka tentu tidak akan mengharapkan email dari kita. Mengirim email ke mereka tidak hanya menebar spam, tetapi juga akan merusak reputasi ktia. Tanpa ada hubungan bisnis sebelumnya, banyak penerima yang akan menandai pesan tersebut sebagai spam. Penandaan sebagai spam selanjutnya akan mempengaruhi sender score server di mana akan lebih menyulitkan lagi bagi kita untuk mengirim pesan.

2) Apakah Kita Mempunyai Unsubscribe List?

Ya? Kerja bagus! Lanjutkan ke pertanyaan berikutnya.

Tidak? Jangan mengirim ke list tersebut. Kembalilah dari awal dan membuat list yang baru. Setiap list harus disertai dengan unsubscribe list. Ketika memasukkan list tersebut ke dalam sistem seperti DocoBlast, kita perlu memasukkan master list dan unsubscribe list (atau supresi). Jika tidak, maka nantinya kita akan mengirim email ke orang-orang yang sebelumnya sudah unsubscribe. Itu melanggar hukum, dan karena orang-orang di unsubscribe list kemungkinan menandai sebagai spam, itu juga akan mengurangi kemampuan kita untuk mengirim email dengan sukses.

3) Apakah Kita Membeli, Menyewa, atau Mengeluarkan List dari Pihak Ketiga?

Tidak? Bagus sekali! Ke pertanyaan berikutnya!

Ya? Kita tidak akan diizinkan untuk mengirim email ke list tersebut dari email service provider dengan reputasi yang berkualitas. Mengapa? Alasannya cukup sederhana: orang-orang yang ada dalam list tersebut tidak memiliki hubungan bisnis sebelumnya dengan kita. Yang paling mungkin adalah mereka memberi alamat email mereka ke orang lain dan mengharapkan email dari orang lain tersebut, bukan kita. Yang paling buruk, alamat email mereka diambil dari sebuah direktori, dan mereka tidak mengharapkan untuk menerima email apa pun. Setiap pengiriman yang kita lakukan ke list ini akan membuat kita ditandai sebagai spam dan akhirnya mengurangi tingkat konversi di masa mendatang. Itulah mengapa kita harus membangun contact list sendiri.

4) Apakah Orang-orang dalam List Memang Akan Mengharapkan Kedatangan Email Kita?

Ya? Bagus sekali. Satu pertanyaan lagi.

Tidak? Permainan selesai. Saatnya melakukan lebih banyak inbound marketing untuk membangun sendiri list yang bersih dan berkualitas yang terdiri dari kontak-kontak yang opt-in. Ini kemudian mengarahkan kita kepada pertanyaan terakhir.

5) Sudahkah Kita Mengirim Pesan Kepada Mereka yang Ada pada Email Contact List ini dalam 12 Bulan Terakhir?

Ya? Ini awal yang baik. Contact list kita memiliki aroma yang harum. Buatlah beberapa email yang baik dengan konten yang sangat bermanfaat sehingga kita akan mendapatkan tingkat konversi yang menakjubkan.

Tidak? Maaf. 12 bulan adalah waktu yang lama. Sebagian besar dari contact list kita telah lupa tentang kita dan akan terkejut ketika mendapatkan pesan dari kita (ingat pertanyaan nomor 4?). Itu berarti ada kemungkinan mereka akan menandai pesan kita sebagai spam, yang berarti sender score kita akan menurun.

Membuat Contact List yang Sehat dan Menjaganya Secara Konstan

Lebih baik membangun contact list sendiri menggunakan konten yang baik dan mengarahkan kunjungan ke website. Kemudian, memikat mereka untuk opt-in terhadap email kita dengan penawaran marketing menarik (yang jelas terkait dengan bisnis) pada landing pages yang telah dioptimalisasi dengan baik. Dengan membangun contact list ini secara internal, kita telah membuat program email marketing yang jauh lebih produktif dibandingkan jika kita menggunakan contact list yang diperoleh dengan cara membelinya.

Lalu, bagaimana menjaga list agar tetap sehat? Secara umum, ini berarti mempertahankan hubungan email yang berkelanjutan dengan list kita sehingga para penerima selalu mengharapkan pesan-pesan dari kita. Secara khusus, ini berarti mengirim email kepada mereka dengan irama yang dapat diprediksi, memudahkan unsubscribe, mempertahankan unsubscribe list yang andal, dan mungkin yang paling penting, yaitu terus menumbuhkan contact list secara organik.

Apakah contact list kita sudah lulus berbagai pengujian di atas?  Jika iya, mulailah melakukan digital kampanye menggunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa kita bangun dan kirim!

2 thoughts on “Seberapa Sehat Contact List Kita?”

Leave a Reply