9
June2015

Indikator Email Marketing yang Perlu Ditelusuri dan yang Tidak Perlu Ditelusuri

Indikator Email Marketing
Indikator Email Marketing

Sangat penting bagi semua pelaku email marketing untuk memahami beberapa indikator dasar yang perlu ditelusuri. Memahami indikator dasar dapat mengoptimalkan keseluruhan program email marketing yang sedang dijalankan. Akan tetapi, setelah memahami indikator dasar, apa yang harus dilakukan? Berhentilah sesaat dan tanyakan kepada diri sendiri: apa tujuan dari email marketing saya? Apakah untuk menumbuhkan subscribers database? Menghasilkan lebih banyak leads? Ataukah mengonversi leads yang ada menjadi customers?

Tujuan email marketing Anda bisa saja berbeda dengan tujuan perusahaan lain yang sejenis. Akan tetapi, penting agar Anda menentukan secara pasti apa yang ingin dicapai dengan email marketing sebelum memulai (atau melanjutkan) mengirim dan menganalisis email marketing.

Sebelum memulai, Anda perlu memahami dulu bahwa ada enam indikator dasar yang harus ditelusuri oleh semua pelaku email marketing. Setelah memahami keenam indikator tersebut, baru Anda bisa menyesuaikan tujuan yang spesifik dengan indikator-indikator kunci sebagai berikut:

Indikator Kunci Email Marketing

1. Tingkat Pertumbuhan Subscribers

Jika fokus Anda adalah untuk menambah sebanyak mungkin leads–dengan menarik lebih banyak pengunjung ke website, mendaftarkan lebih banyak subscribers, membuat orang-orang menggunakan fitur-fitur gratis, dan sejenisnya–maka tujuan Anda kemungkinan adalah menumbuhkan subscribers list. Email Anda akan mengandung call to action seperti “Subscribe ke Blog Kami” atau “Gabung dengan Contact List Mingguan Kami”. Sehingga tentunya, indikator paling penting yang harus ditelusuri untuk tujuan ini adalah tingkat pertumbuhan subscribers list.

2. Jumlah Leads Baru yang Dihasilkan

Daripada berfokus pada subscribers, Anda mungkin lebih baik bekerja untuk menumbuhkan leads. Jika demikian, Anda harus menelusuri berapa banyak leads yang didapatkan setiap hari dan setiap bulan. Anda bisa memutuskan untuk berfokus pada semua leads yang dihasilkan, atau hanya yang baru dimasukkan dalam database, bergantung pada prioritas semula.

3. Tingkat Konversi Leads Menjadi Customers

Poin yang terakhir, anggap Anda ingin berfokus lebih pada bagian pertengahan atau dasar corong marketing Anda, dan mengonversi lebih banyak leads yang ada menjadi customers. Jika ini tujuan Anda, maka email yang dikirim kemungkinan akan menyediakan konten yang lebih relevan dengan bisnis dan layanan produk. Call to action bisa dibuat, seperti “Dapatkan Demo Kami”, “Tonton Video Produk Kami”, atau “Mulai Trial Gratis”. Jika ini tujuannya, Anda harus menelusuri seluruh tingkat konversi lead menjadi customers.

Perlu diketahui bahwa ada banyak pelaku email marketing yang sudah menentukan tujuan-tujuan mereka, tetapi kemudian tidak berusaha untuk menelusuri progres mereka. Pastikan bahwa Anda mampu menelusuri seberapa dekat Anda bergerak menuju ke tujuan Anda pada titik mana pun sepanjang bulan, dan Anda mencermati setiap perubahan pada indikator-indikator ini dari bulan ke bulan.

2 Indikator yang Tidak Perlu Diterlusuri Secara Ketat

Indikator yang Tidak Perlu Ditelusuri Secara Ketat
Indikator yang Tidak Perlu Ditelusuri Secara Ketat

Perlu disebutkan juga bahwa ada beberapa indikator email marketing yang sebetulnya tidak benar-benar harus ditelusuri secara ketat.

1. Open Rate

Kebanyakan pelaku email marketing masih berupaya keras untuk mengoptimalkan subject email mereka demi mendapatkan open rate yang tinggi. Meskipun ini memang memiliki imbas positif–dan lebih banyak jumlah buka adalah hal yang baik–namun jika mau berbicara jujur, seharusnya mereka benar-benar berfokus untuk mengoptimalkan click through rate.

Satu yang paling penting, yaitu sebuah email hanya dihitung “dibuka” jika penerima juga menerima gambar-gambar yang disertakan dalam pesan tersebut. Banyak pengguna email yang bisa saja menggunakan fitur pemblokir gambar. Ini berarti, walaupun membuka email, mereka seharusnya tidak dimasukkan dalam open rate sehingga membuat indikator ini tidak akurat dan tidak terpercaya bagi pelaku marketing karena laporan yang diberikan lebih rendah dari angka sebenarnya.

(Catatan: Kabar baik tentang open rate adalah Anda bisa mendapatkan manfaatnya jika menggunakan indikator komparatif. Misalnya, jika Anda membandingkan open rate kiriman email minggu ini dengan kiriman email minggu lalu–keduanya pada list yang sama-–maka itu bisa memberikan pengetahuan karena variabel-variabel tersebut bisa dikontrol).

2. Tingkat Unsubscribe

Seperti halnya open rate, tingkat unsubscribe bukan gambaran yang terpercaya dari contact list. Seandainya subscribers lelah menerima email dari brand Anda, sebetulnya sebagian dari mereka tidak akan bersusah payah untuk melalui proses unsubscribe. Mereka hanya akan berhenti membuka, membaca, dan mengeklik email Anda. Itulah sebabnya mengapa jauh lebih efektif mengukur tingkat engagement subscribers melalui persentase click through rate dan tingkat konversi. Memeriksa tingkat unsubscribe bulanan hanya akan membantu untuk menghitung tingkat pertumbuhan list secara keseluruhan.

Simpulan: Pandai-pandailah memilih indikator mana yang mau ditelusuri, dan pastikan Anda bisa secara efektif mengukur kinerja masing-masing email, kesehatan contact list Anda, dan progres Anda menuju pencapaian tujuan. Selama bisa menentukan hal ini, maka Anda sudah ada di jalur yang tepat untuk email marketing yang lebih efektif.

Anda harus memilih secara cerdas indikator mana yang akan difokuskan agar email marketing Anda bisa optimal. Mulailah melakukan kampanye digital dengan free email marketing.

One thought on “Indikator Email Marketing yang Perlu Ditelusuri dan yang Tidak Perlu Ditelusuri”

Leave a Reply