30
June2015
Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List
Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List

Tidak banyak prinsip dalam marketing efektif yang sama pentingnya seperti segmentasi. Coba pikirkan: perbedaan kebutuhan, karakteristik, dan perilaku para customer Anda akan membentuk setiap bagian dari marketing Anda. Faktor-faktor ini mempengaruhi kreatifitas kampanye, saluran kampanye, dan bahkan mempengaruhi desain produk. Continue reading 3 Kiat Menyempurnakan Segmentasi Contact List

26
June2015

Strategi_Marketing

Tulisan ini adalah tentang fakta bahwa, seperti halnya ketika kita lihat delapan tahun yang lalu saat bola internet pertama bergulir, tekanan finansial sekarang memaksa perusahaan-perusahaan untuk melakukan perubahan. Dan seperti halnya di masa lalu, perubahan-perubahan ini meletakkan dasar untuk periode yang baru dan lebih efisien dari pertumbuhan internet.

Ketika penurunan bisnis dimulai, bisnis mulai menggeser beberapa dari anggaran marketing mereka ke periklanan search engine. Hal itu lebih dapat diukur dan lebih tertargetkan dibanding periklanan tampilan di media cetak atau televisi, sehingga cukup menarik bagi para pelaku marketing yang punya anggaran ketat.

Ketika kita memasuki era bisnis Internet kedua, bisnis lagi-lagi mencari efisiensi. Mereka menggeser anggaran keluar dari periklanan mesin pencari berbayar, dan menuju optimisasi, konten, dan media sosial yang membantu mereka bisa ditemukan dalam hasil pencarian organik.

Perubahan-perubahan ini meletakkan dasar bagi sebuah era marketing baru di web, yaitu era Inbound Marketing.

Apa itu Inbound Marketing?

Inbound Marketing adalah strategi marketing yang difokuskan pada bagaimana agar para customer menemukan sebuah bisnis.

Dalam marketing tradisional (outbound marketing), perusahaan berfokus pada mencari customer. Mereka menggunakan teknik-teknik yang tidak menargetkan dengan baik dan teknik-teknik yang justru mengganggu orang. Mereka menggunakan panggilan telepon, periklanan cetak, periklanan televisi, surat, spam, dan ekshibisi.

Teknologi telah menjadikan teknik-teknik ini semakin tidak efektif dan semakin mahal. Keberadaan Caller ID bisa memblokir panggilan, TiVo (perekam acara televisi) membuat periklanan televisi kurang efektif, dan alat-alat seperti RSS menjadikan periklanan cetak dan display semakin kurang efektif. Masih ada kemungkinan untuk menyebarkan pesan lewat saluran-saluran ini, tetapi biayanya lebih mahal.

Pelaku Inbound Marketing telah Merevolusi Outbound Marketing.

Daripada mengganggu orang dengan iklan-iklan televisi, para pelaku inbound marketing membuat video yang ingin dilihat oleh para customer potensial. Daripada membeli iklan-iklan display di media cetak, para pelaku inbound marketing membuat blog bisnis mereka sendiri yang orang-orang melakukan subscribe terhadapnya dan menanti untuk membacanya. Daripada melakukan panggilan, para pelaku inbound marketing membuat konten bermanfaat sehingga customer menghubungi mereka untuk mencari lebih banyak informasi.

Daripada mengarahkan pesan kepada kerumunan orang dari waktu ke waktu, inbound marketing justru menarik customer yang potensial ke dalam bisnis mereka seperti sebuah magnet.

Inbound_Marketing

Kampanye-kampanye inbound marketing yang paling berhasil memiliki tiga komponen kunci:

  1. Konten: Pembuatan konten adalah inti dari setiap kampanye inbound marketing. Ini adalah informasi atau alat yang menarik customer potensial ke situs atau bisnis Anda.
  1. Pengoptimalan Search Engine: Pengoptimalan search engine menjadikan para customer potensial lebih mudah untuk menemukan konten Anda. Ini adalah sebuah bentuk pembangunan situs dan link inbound ke situs Anda untuk memaksimalkan ranking di search engine, dimana kebanyakan customer memulai proses pembelian mereka.
  1. Media sosial: Media sosial memperkuat dampak konten Anda. Ketika konten Anda disebarkan dan dibahas di jejaring-jejaring sosial, maka ia menjadi lebih otentik dan bernuansa, dan lebih besar kemungkinan menarik customer berkualifikasi ke situs Anda.

Mengapa Inbound Marketing Menjadi Masuk Akal

Ketika perekonomian menjadi lesu, perusahaan-perusahaan beralih ke inbound marketing karena ini adalah cara yang lebih efektif untuk mengalokasikan sumberdaya-sumberdaya marketing dibanding strategi marketing tradisional atau outbound marketing.

Ada tiga hal yang membuat inbound marketing lebih efisien dari marketing tradisional:

  1. Biayanya lebih murah: Outbound marketing (strategi marketing tradisional) berarti Anda mengeluarkan uang – apakah dengan membeli iklan, atau menyewa booth besar sebagai pertunjukan dagang atau pameran. Berbeda dengan itu, inbound marketing berarti membuat konten dan membicarakannya. Tidak ada biaya untuk membuat sebuah blog. Akun Twitter pun gratis. Keduanya bisa menarik ribuan customer ke situs Anda. ROI marketing dari kampanye inbound akan lebih tinggi.
  1. Penargetan lebih baik: Teknik-teknik seperti melakukan panggilan misterius dan pengiriman surat massal merupakan strategi yang sangat tidak tertargetkan. Anda menjangkau individu-individu karena satu atau dua atribut dalam sebuah database. Ketika Anda melakukan inbound marketing, Anda hanya melakukan pendekatan ke orang-orang yang memang dengan sendirinya memenuhi kualifikasi. Mereka menunjukkan minat terhadap konten Anda, sehingga mereka besar kemungkinan tertarik dengan produk Anda.
  1. Ini adalah Investasi, bukan pengeluaran terus menerus: Ketika Anda membeli periklanan pay-per-click di mesin pencari, nilainya akan hilang ketika Anda sudah membayarnnya. Untuk mempertahankan posisi teratas di hasil berbayar Google, Anda harus tetap membayar. Akan tetapi, jika Anda menginvestasikan sumberdaya Anda dalam membuat konten yang berkualitas yang menempati ranking bagus di hasil pencarian Google, maka Anda akan tetap berada di posisi tersebut sampai ada yang menggeser posisi Anda.

Akar-akar Web Inbound

Barulah dalam satu setengah tahun terakhir teknologi, peralatan, dan penggunaan keduanya secara publik telah berkembang sampai ke titik dimana inbound marketing menjadi semakin praktis.

Pada pertengahan 1990an, ketika balon internet yang pertama menggelembung, perusahaan-perusahaan mulai mengikuti para customer mereka secara online. Peralatan untuk penerbitan independen masih lemah, sehingga eksistensi online perusahaan-perusahaan ditandai dengan eksistensi offline mereka. Mereka menebar iklan di situs-situs media massa dan berharap ada beberapa customer potensial yang akan melihatnya.

Ketika balon “dot-com” menggelembung di tahun 2001, para pelaku marketing mulai mengevaluasi kembali efektifitas pendekatan tebar-dan-berdoa mereka. Mereka melihat bahwa konsumen dan pembeli bisnis memulai proses pembelian mereka lebih sedikit pada situs-situs media massa, dan lebih banyak pada mesin pencari. Mereka menemukan bahwa pada banyak kasus, periklanan mesin pencari yang tertargetkan jauh lebih efektif dibanding periklanan display pada situs-situs media skala besar.

Ketika pengeluaran dialokasikan bagi search marketing, maka era baru pertumbuhan internet pun dimulai. Selain perubahan internet marketing, fase pertumbuhan ini – Web 2.0 – menghasilkan perubahan signifikan dalam hal cara kita menggunakan web, yaitu bergeser dari platform read-only menjadi platform dimana seseorang bisa menerbitkan konten, terhubung dengan teman, dan membagikan konten tersebut.

Sekarang, seiring kita memasuki penurunan ekonomi yang baru, para pelaku marketing online tengah menggunakan alat-alat dari fase web yang baru ini untuk menjadi lebih efisien. Mereka menggunakan media sosial, mereka menerbitkan konten, dan mereka mengoptimalkannya. Mereka telah menjadi pelaku inbound marketing.

Rahasia Inbound Marketing? Pemberdayaan!

Dengan alat-alat marketing yang telah menjadi mainstream dalam dua hingga tiga tahun terakhir, skala bisa menjadi tidak terbatas. Jika Anda memiliki sebuah produk hebat dan keterampilan untuk berkomunikasi dengan customer, maka Anda bisa berkompetisi dengan budget perilkanan terbesar sekalipun.

Ini tentu menyenangkan, dan bagi bisnis-bisnis kecil, ini benar-benar memberdayakan.

Mari mulai strategi inbound marketing Anda dengan menggunakan free email marketing dari DocoBlast

25
June2015
Tips Desain Email
Tips Desain Email

Desain menjadi semakin penting dalam menghasilkan pengalaman yang menyenangkan dan bahkan diterima bagi sebagian besar pengguna internet sekarang ini. Tren ini tidak akan hilang. Sebaliknya, seiring pengguna menjadi lebih cerdas dan terbiasa dengan desain yang ramah, maka grafik desain berkualitas akan terus meningkat. Oleh sebab itu, perlu dipelajari bagaimana tips desain email yang menarik. Continue reading 5 Tips Desain untuk Keterkiriman Email yang Optimal

25
June2015

6 Hal penting reputasi email marketing

Langkah pertama untuk membantu memastikan deliverability email adalah reputasi. Dalam dunia email marketing, reputasi pengiriman mengacu pada sekumpulan perhitungan spesifik yang secara langsung berhubungan dengan praktik pengiriman email Anda. Email dari pengirim dengan reputasi yang baik dapat terkirim dan pengirim dengan reputasi yang buruk diblokir atau email yang dikirimkan jatuh dalam folder “sampah”.

Reputasi pengiriman yang kuat, seperti branding atau reputasi personal yang hebat dibangun dalam waktu yang lama. Dalam rangka membangun reputasi yang kuat, amati dan patuhi 6 hal berikut:

  1. Relevan, Format email yang baik: Mengirim email marketing berkualitas yang ingin diterima oleh subscribers Anda adalah dasar dari reputasi pengiriman (dan branding) yang baik. Pastikan bahwa recipients Anda ingin menerima email Anda dengan menerapkan opt-in yang jelas selama proses subscriptions dan pastikan untuk mengirim konten yang relevan dan menarik. Jadi, pastikan HTML Anda sudah sesuai format. 
  1. Jumlah yang Konsisten: Berapa banyak email yang Anda kirim? Apakah Anda mengirimi jumlah email yang sama setiap minggu atau setiap bulan, ataukah jadwal pengiriman email Anda sudah tertata? Jumlah konsistensi yang berbasiskan preferensi subscriber adalah kunci pertimbangan bagi ISP. 
  1. Sedikit Komplain: Apakah subscribers Anda mengkomplain atau menandai email Anda sebagai “sampah” atau “spam”? Biarpun hanya sedikit peningkatan komplain dapat menyebabkan sender score email Anda turun yang kemudian dapat membuat email Anda diblokir oleh ISP. Menjaga rating komplain Anda tetap rendah (kurang dari 0,1% dari email yang dikirim dan diterima oleh ISP) sangatlah penting. 
  1. Hindari Jebakan Spam: Mengirim, bahkan hanya pada satu jebakan spam atau “honey pot” dapat secara langsung menjatuhkan reputasi Anda dan menyebabkan masalah deliverability. Jika Anda mengirim ke sebuah jebakan spam (sebuah alamat email diaktifkan oleh ISP untuk menangkap pelaku spam), itu artinya Anda ikut andil dalam email address harvesting (sebuah praktik ilegal) atau kebersihan contact list email Anda lemah. Melakukan segala cara agar terhindar dari jebakan spam sangatlah penting – membangun contact list email, menjaganya agar tetap bersih dan tidak membeli contact list email adalah permulaan yang paling baik. 
  1. Bounce Rate Rendah: Reputasi yang baik juga berarti bahwa hanya sepersekian persen dari email Anda yang kena bounce kembali atau dikembalikan oleh ISP karena akun tersebut sudah lama tidak aktif, kotak surat sedang penuh, atau penerima sedang tidak di tempat. Jika email Anda banyak yang di bounce kembali, itu artinya subscribers Anda tidak tertarik dengan Anda dan Anda tidak memiliki waktu yang tepat dengan mereka. Ini juga memiliki tanda bahwa praktik dari kebersihan contact list email Anda tidak sesuai dengan standar industri pada umumnya. Ini membuat email Anda terlihat seperti spam bagi ISP dan akhirnya email Anda tidak dikirim. Menjaga bounce rate tetap rendah dengan mengimplementasi prosedur agar segera menghilangkan alamat email yang tidak valid sangatlah perlu. 
  1. Tidak Masuk Pada Blacklist atau Daftar Hitam: Muncul hanya pada salah satu daftar hitam terkemuka sudah cukup membuat Anda diblokir oleh beberapa ISP. Pengirim dengan sedikit komplain, yang sama sekali jauh dari jebakan spam, dan yang mengirim email secara konsisten pada umumnya tidak akan didaftar-hitamkan. Bagaimanapun, jika Anda ternyata terkena daftar hitam, memiliki reputasi pengiriman email yang baik akan membantu Anda meyakinkan administrator untuk menghapus IP Anda dari daftar hitam mereka.

Reputasi email tentunya sangat peting untuk masa depan bisnis Anda. Tingkatkan reputasi email marketing Anda dan kirim kampanye Anda dengan free email marketing dari DocoBlast.

24
June2015
Tips Agar Subscriber atau customer Tertarik Membuka Email Anda
Tips Agar Subscriber atau customer Tertarik Membuka Email Anda

Jika Anda ingin menjadi email marketer yang sukses, tentu saja sangat penting apakah subscriber atau customer Anda membuka email Anda atau tidak. Selain itu, jika saja subscriber Anda tidak membuka email Anda, tentu saja mereka tidak akan melakukan sesuatu seperti membuka link yang menuju website Anda ataupun melakukan penawaran. Cara Anda melakukan follow up kepada subscriber baru pun sangat penting dalam hal ini.

Lalu, bagaimana membuat mereka untuk bersedia membuka email Anda? Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

  1. Selesaikan Masalah

Jika Anda menjadi seorang customer dan Anda tahu bahwa ada email marketing newsletter yang bisa menolong Anda dalam menyelesaikan sebuah masalah, pastinya Anda akan menjadi subscriber itu, kan? Jika si pengirim meyakinkan Anda dan menjanjikan bahwa dengan setiap email yang dikirim akan mengantarkan Anda lebih dekat ke penyelesaian sebuah masalah, pastinya Anda akan tertarik untuk membukanya, kan?

Jadi, pastikan bahwa email yang Anda kirim bisa membantu masalah-masalah customer Anda.

  1. Selamatkan Uang Mereka

Email marketing harian yang menawarkan para subscriber mereka untuk menghemat uangnya sekarang kian menjamur. Contohnya, memberikan kata-kata “gratis”, “potongan harga”, “bebas biaya pengiriman” dan yang lainnya. Tentu saja mereka tetap harus mengeluarkan uangnya, tetapi tawaran bahwa mereka bisa lebih menghemat uang yang akan mereka keluarkan tentu akan sangat menarik.

Untuk email marketing Anda, cobalah  menawarkan tawaran yang berbeda. Karena terkadang kata-kata seperti “bebas biaya pengiriman” lebih menarik jika dibandingkan dengan pemberian potongan harga yang berdasarkan presentase.

  1. Buat Mereka Semakin Pintar

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Untuk memperbanyak atau mempertajam skill, kita terbiasa untuk terus membaca ataupun mengikuti sebuah kursus. Banyak marketers yang memanfaatkan hasrat untuk menjadi lebih pintar itu dengan mengirimkan emailemail yang bisa mewujudkan hal tersebut.

Intinya adalah, jika selama ini email yang Anda kirimkan hanya tentang menjual produk Anda, maka ubahlah hal itu segera. Cobalah untuk memberikan informasi-informasi yang menarik bagi subscriber Anda. Don’t Sell, Just Inform.

  1. Hibur Mereka

Banyak email yang menyertakan komponen-komponen hiburan untuk menarik perhatian para subscribers. Karena, tentu saja konten yang menghibur dapat meningkatkan minat pembaca yang hasilnya bisa meningkatkan angka penjualan.

Setelah melihat tips-tips yang diberikan di atas, coba tengoklah sejenak email marketing Anda yang sebelumnya telah Anda kirim. Dalam email tersebut, apakah ada alasan para subscriber Anda untuk membuka dan membaca email tersebut?

Lebih dekatkan bisnis Anda dengan para customer dan kirim kampanye Anda dengan free email marketing sekaligus Unlimited Contact yang bisa Anda bangun.

24
June2015
Fokus Promosi dengan Email Marketing
Fokus Promosi dengan Email Marketing

Masalah dengan banyak promosi email adalah kurangnya fokus yang diberikan. Pertanyaan “Apa yang ingin Anda lakukan” masih belum terjawab dengan baik. Dan itu sangat disayangkan karena jelas promosi menggunakan email yang terfokuskan akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Continue reading Tambahkan Fokus Saat Promosi Menggunakan Email Marketing

19
June2015
Cara Mengoptimalkan CTA (Call To Action)
Cara Mengoptimalkan CTA (Call To Action)

Call to action (CTA) adalah salah satu elemen paling penting pada kampanye email marketing. Jika call to action (CTA) Anda sukses, Anda akan mendapatkan nilai click through rate (CTR) yang tinggi dan mencapai apa pun tujuan marketing Anda, apakah itu customer yang akan membeli produk Anda, mendaftar untuk acara yang Anda selenggarakan, mengisi survey yang Anda berikan, dan sebagainya.

  1. Test Call To Action (CTA) Anda

Terus meneruslah melakukan pengetesan. Pisahkan database Anda dalam beberapa grup, siapkan sedikit perbedaan untuk masing-masing call to action pada kampanye yang akan Anda kirimkan, bandingkan hasilnya dan implementasikan hasil terbaik pada Anda berikutnya. Ketika melakukan pengetesan terhadap call to action (CTA), Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Anda tidak hanya dapat melakukan pengetesan pada design atau text yang Anda gunakan, tetapi juga penggunaan font, ukuran, warna, lokasi, dan sebagainya.
  • Dalam sekali waktu, gunakanlah hanya 1 elemen pengetesan, agar Anda dapat menganalisa dampak yang pasti dari elemen yang Anda gunakan tersebut.
  1. Buat Call To Action (CTA) Anda Terlihat Pada Pandangan Pertama

Tombol call to action (CTA) haruslah menjadi bagian yang paling terlihat pada newsletter yang Anda kirimkan. Ketika penerima membuka email Anda, seharusnya tidak ada keraguan tentang dimana untuk mengklik dan apa yang akan mereka dapatkan setelah mengklik tombol tersebut, hindari ambiguitas. Jadi, pikirkan secara matang mengenai desain template email Anda. Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan perhatian lebih pada tombol call to action adalah dengan membuatnya lebih besar, sehingga akan lebih terlihat. Tetapi juga ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Jika Anda membuat tombol call to action (CTA) terlalu besar, Anda mungkin akan terlihat frustasi, dan ini tidak baik untuk bisnis Anda.
  • Semakin besar tombol yang ditampilkan, maka harus semakin banyak text yang ditampilkan. Sebagai contoh, 2 kata tidaklah cukup untuk tombol yang besar.
  1. Pilihlah Warna yang Tepat

Jika Anda pernah sedikit tertarik pada ilmu psikologi, Anda mungkin tahu arti dari perbedaan penggunaan warna. Sebagai contoh, hijau menandakan penerimaan atau persetujuan, biru menandakan ketenangan dan netral, Hitam menggambarkan kemewahan, merah menandakan peringatan tentang sesuatau, dan sebagainya. Anda harus mengikuti beberapa peraturan singkat berikut ketika membuat tombol call to action, tapi peraturan berikut juga tidak akan selalu berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa peraturan tentang pemilihan warna:

  • Perhatikan warna yang Anda gunakan pada keseluruhan template newsletter Anda, khususnya warna yang Anda gunakan pada sekitar tombol call to action (CTA)
  • Pikirkan mengenai kontras dan pilihan warna yang menarik, daripada mempermasalahkan tone. Karena Anda dapat bertindak lebih berani dan personal pada promosi email marketing Anda, lebih dari yang Anda lakukan di website.

Ada beberapa studi kasus mengenai warna tombol, sebagai contoh, sebuah hasil kampanye menunjukan peningkatan click through rate (CTR) sebanyak 35% hanya dengan mengganti warna tombol menjadi hijau.

  1. Masukan Beberapa Pilihan Tombol Call To Action (CTA)

Jangan batasi diri Anda hanya dengan satu tombol call to action (CTA). Gunakan gambar dan link pada text untuk menuntun pembaca Anda pada halaman web yang Anda inginkan. Untuk beberapa orang, tampilan gambarlah yang akan membuatnya tertarik, namun untuk yang lainnya mungkin text lah yang lebih menarik untuknya. Beberapa pilihan akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap click through rate (CTR) Anda. Mungkin juga akan ada lebih dari 1 tombol call to action (CTA) dalam kampanye email Anda. Lalu, bagaimana Anda memutuskan tombol mana yang lebih baik, menempatkan hanya 1 tombol atau menempatkan banyak tombol?

  • Jika produk atau servis yang Anda tawarkan sederhana dan tidak banyak tulisan yang digunakan, Anda cukup menempatkan satu tombol call to action (CTA).
  • Jika produk Anda adalah sesuatu yang lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak penjelasan, Anda dapat menyertakan tombol tambahan, sebagai contoh, tombol pertama Anda letakan pada tengah halaman dan tombol kedua pada akhir halaman.
  1. Jelaskan Secara Spesifik dan Tekankan Pada Keuntungan Produk

Jika desain dari tombol call to action (CTA) akan menjawab pertanyaan “Dimana saya harus mengklik?”, maka tulisan atau text yang terdapat pada tombol haruslah menjawab pertanyaan “Mengapa saya harus mengklik?”. Namun, penjelasan singkat tak selamanya baik. Yang seharusnya Anda lakukan adalah jelaskan produk Anda secara spesifik.

  • Jelaskan keuntungan yang akan customer Anda dapatkan jika mengklik tombol call to action yang Anda sertakan dalam newsletter secara spesifik. Penjelasan seperti “Dapatkan wallpaper secara gratis” akan lebih baik daripada hanya sekedar “Download”.
  • Jangan takut jika tombol call to action (CTA) Anda menyertakan lebih dari 2 kata penjelasan di dalamnya, jika hal tersebut dapat menjelaskan keuntungan yang akan didapatkan pelanggan Anda secara lebih spesifik. Tetapi Anda tetap harus memperhatikan jumlah kata yang Anda gunakan, jangan terlalu panjang. Sebagai contoh, gunakan kalimat “Temukan Restaurant Terdekat & Dapatkan Diskon” daripada hanya menggunakan kalimat “Dapatkan Diskon”.
  1. Personalisasikan call to action (CTA) Anda

Personalisasi adalah salah satu kunci sukses dalam dunia marketing saat ini, jadi gunakan juga dalam call to action yang Anda miliki. Berbagai contoh kasus dengan peningkatan click through rate (CTR) sampai dengan 90% hanya dengan mengganti sejumlah kata pada tombol call to action (CTA). Cobalah bereksperimen dan cobalah pendekatan yang berbeda sampai Anda menemukan apa yang cocok dengan sasaran pelanggan yang Anda tuju.

  1. Gunakan Gambar untuk tombol call to action (CTA) Anda

Penggunaan gambar tentu akan membuat newsletter Anda menjadi lebih atraktif dan menarik, tapi gambar juga dapat digunakan untuk tombol call to action (CTA) Anda, karena gambar akan mendapatkan perhatian yang lebih dari elemen lainnya pada newsletter.

  • Kebanyakan orang akan lebih memperhatikan gambar pada sebuah email, khususnya gambar wajah. Bagaimana jika Anda memilih sebuah gambar dimana wajah yang Anda tampilkan mengarah pada tombol call to action (CTA)? Penerima newsletter akan menyadari gambar tersebut, mengikuti arah mata dari gambar dan berhenti tepat pada tombol call to action (CTA) Anda!
  • Gunakan elemen lain pada gambar, seperti tAnda panah atau garis untuk memandu penerima mengarah pada tombol call to action (CTA) Anda.

Call to action (CTA) adalah elemen pertama yang dapat dilakukan pengetesan secara aktif. Jika digunakan secara bijak, call to action (CTA) akan menuntun Anda mencapai sasaran kampanye email Anda dan menuntun penerima Anda untuk melakukan klik atau bahkan melakukan pembelian sesuai dengan tujuan awal marketing Anda.

Segeralah optimalkan call to action Anda agar promosi menggunakan email marketing semakin maksimal. Gunakan free email marketing dari DocoBlast untuk memulainya.

18
June2015

Resending Email

Metode resending email pernah melalui sebuah test, hasilnya menunjukkan bahwa email kedua dapat mencapai 53,2% orang lebih dan mendapati 32,6% unique opens. Statistik yang mengesankan memang, tapi jangan besar kepala dulu. Memang benar bahwa statistik tidak dapat berbohong, tapi bayangkan jika semua pemain marketing memakai strategi ini? Akan ada dunia di mana inbox sudah penuh sesak dan spam traps lebih efisien daripada sebelumnya. Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa tim marketing Anda perlu untuk berpikir dua kali sebelum mengirim email ulang (resending email). Continue reading Resending Email: Ide yang Baik atau Buruk?

18
June2015
Fitur Unsubscribe
Fitur Unsubscribe

Jangan Pernah Meremehkan Unsubscribe Link

Jika pelanggan kita mengeklik tautan untuk berhenti berlangganan, hampir bisa dipastikan bahwa kita akan kehilangan pelanggan. Namun, hal itu juga dapat membuat kita berpikir lebih dalam tentang mengapa banyak pelanggan yang melakukan unsubscribe terhadap layanan yang tersedia. Ada banyak cara untuk menghindari opt-out (nama lain berhenti berlangganan – pen), tetapi tidak ada cara yang benar-benar tepat untuk menempatkan (atau bahkan menghilangkan) unsubscribe link yang dapat menyelamatkan kita dari klien yang mulai hilang ketertarikan pada servis atau produk kita. Continue reading Pentingnya Unsubscribe Link

16
June2015
Bagaimana Jumlah Teks dan Gambar Mempengaruhi CTR Email
Bagaimana Jumlah Teks dan Gambar Mempengaruhi CTR Email

CTR (click-through-rate atau persentase jumlah klik) email merupakan salah satu bagian data paling berharga ketika Anda mengukur efektifitas kampanye email Anda.

Jika open rate (persentase jumlah buka) dapat menjelaskan kepada Anda berapa banyak orang yang melihat email Anda dalam inbox mereka dan memutuskan untuk membukanya, maka CTR menjelaskan kepada Anda berapa banyak orang yang bertindak terhadap konten yang Anda kirim.

Dengan tergantung pada tujuan email marketing Anda, persentase click through rate yang tinggi bisa berarti lebih banyak orang yang mengunjungi website Anda, menebus penawaran Anda, atau mendaftar untuk event yang akan datang.

Baru-baru ini, kami telah belajar banyak tentang jenis konten apa yang paling baik untuk menghasilkan CTR (persentase jumlah klik) yang tinggi.

Lebih khusus, kami ingin belajar lebih banyak tentang bagaimana panjang teks dan jumlah gambar dalam email berdampak pada jumlah klik, dan apakah ada jumlah optimal yang seharusnya digunakan.

Ditemukan bahwa – dengan pengecualian beberapa spesifik-industri – emailemail dengan tiga atau lebih sedikit gambar dan sekitar 20 baris teks menghasilkan jumlah CTR yang paling tinggi dari para subscriber email.

Berikut statistik lebih rinci tentang angka-angka tersebut:

Bagaimana Jumlah Teks dan Gambar Mempengaruhi CTR Email2
Statistik CTR Pada Gambar dan Text

CTR meraih angka terbaik dengan 3 atau lebih sedikit gambar. Menyertakan banyak gambar ternyata tidak memilik dampak bagus untuk CTR Anda. Untuk jumlah teks, email yang berisi sekitar 20 baris teks, meraih angka tertinggi untuk CTR.

 

Apa artinya ini bagi Anda?

Dalam dunia yang semakin mobile saat ini, para konsumen ingin bisa membaca konten dimana saja, kapan saja, dan dari perangkat mana saja. Sehingga Anda harus menguasai tantangan mobile tersebut. Hasil temuan ini membenarkan fakta bahwa  secara umum konten yang lebih ringkas dan lebih pendek berkinerja lebih baik dibanding kampanye email yang lebih panjang dan lebih padat.

Dengan mempertahankan email Anda tetap sederhana dan konten Anda tetap jelas, Anda bisa menyusun emailemail dengan mengetahui bahwa subscriber Anda bisa membacanya dengan sama mudahnya ketika berada di meja kerja, saat menunggu kereta api, atau di rumah.

Tentu saja, penting untuk dicatat bahwa temuan-temuan ini mewakili apa yang terjadi pada banyak customer. Oleh karena itu diperlukan untuk menguji temuan-temuan ini berdasarkan subscriber email Anda masing-masing.

Langkah-langkah selanjutnya…

Perhatikan kampanye-kampanye email terakhir Anda – bagaimana jumlah teks dan gambar jika dibandingkan dengan hasil Anda secara keseluruhan? Sudahkah Anda menemukan hubungan antara jumlah teks atau gambar dengan persentase CTR (jumlah klik)? Jika jawaban Anda adalah “Ya!” maka Anda sudah berada dijalur yang benar.

Ingin mendapat data hasilnya secara detail? Anda bisa memulainya dengan free email marketing!