28
May2015
6 Kesalahan Saat Menggunakan Gambar dalam Email Marketing
6 Kesalahan Saat Menggunakan Gambar dalam Email Marketing

Menambahkan gambar ke dalam kampanye email marketing bisa membuat pesan Anda lebih hidup. Tetapi tahukah Anda berapa banyak gambar yang sebaiknya ditambahkan kedalam email Anda? Bagaimana memastikan gambar-gambar Anda akan tampil dengan baik untuk orang yang Anda kirim?

Gambar memiliki kekuatan untuk memberi kesan kuat pada pembaca.

Tetapi jika Anda tidak mengikuti beberapa tips yang penting, ada kemungkinan gambar-gambar Anda justru bisa memiliki efek sebaliknya.

Berikut adalah 6 kesalahan umum dalam penggunaan gambar, serta anjuran tentang bagaimana menghindarinya dalam kampanye email Anda berikutnya.

  1. Menyimpang dari brand sendiri

Setiap gambar di dalam email perlu memperkuat nilai-nilai bisnis dan brand Anda. Carilah cara-cara untuk memasukkan warna-warna perusahaan dan logo dalam gambar, sehingga para kontak Anda akan langsung memikirkan bisnis Anda. Anda juga bisa menggunakan gambar-gambar orisinil kapan pun Anda mau, atau membeli stok foto dari beberapa website agar lebih terlihat professional.

  1. Ukuran gambar yang berlebihan

Ketika Anda telah memutuskan gambar mana yang akan digunakan, Anda perlu memastikan bahwa gambar-gambar tersebut tepat dengan kampanye email Anda. Jika Anda mengalami kesulitan menentukan ukuran gambar yang tepat, Anda juga bisa mencoba memotong (cropping) gambar menjadi ukuran berbeda.

Untuk template satu kolom, gambar tidak boleh lebih dari 600 pixel (lebar template email). Tentukan tinggi gambar dan lebar untuk semua gambar, dan pastikan Anda melakukan preview email di perangkat mobile sebelum dikirim.

  1. Menggunakan tipe file yang keliru

Jika Anda menemukan bahwa kualitas gambar terdistorsi, periksa tipe file gambarnya. Kebanyakan gambar kemungkinan akan disimpan sebagai file JPG atau PNG.

Meskipun filefile JPG umumnya bagus untuk gambar-gambar kecil, tetapi format ini tidak begitu bagus untuk gambar-gambar yang ada teks-nya. File PNG mendukung teks dan bisa mengatasi distorsi yang disebabkan oleh jenis-jenis file lain.

  1. Mengabaikan opsi-opsi tampilan berbeda

Ingat bahwa email Anda bisa tampil secara berbeda di berbagai program email – beberapa program email bahkan akan memblokir gambar secara otomatis.

Inilah sebabnya mengapa lebih baik menggunakan template email dan menyisipkan konten, dan bukan hanya mengunggah gambar dan menggunakannya sebagai kampanye email keseluruhan.

Salah satu cara terbaik untuk memastikan email Anda bisa ditampilkan sebagaimana yang Anda inginkan, adalah dengan menambahkan link “tampilkan sebagai halaman web” di bagian teratas email Anda. Dengan begitu, setiap orang yang mengalami masalah tampilan bisa menampilkan email penuh seperti yang Anda telah desain.

Anda juga perlu menambahkan deskripsi pada setiap gambar, yang akan muncul apabila gambar tidak bisa dibuka.

  1. Menggunakan terlalu banyak atau terlalu sedikit gambar

Pernahkah Anda berpikir berapa banyak gambar yang harus dimasukkan dalam email Anda? Baru-baru ini dilakukan survei terhadap 2 juta email customer untuk menemukan apakah ada korelasi antara jumlah gambar yang dimasukkan di email dengan engagement audiens.

Ditemukan bahwa – dengan beberapa pengecualian – email yang memiliki tiga atau lebih sedikit gambar dan sekitar 20 baris teks menghasilkan CTR (clickthrough rate) tertinggi.

Anda bisa menggunakan hasil survei ini sebagai panduan untuk mendesain kampanye email Anda. Ingat bahwa jumlah ini bisa bervariasi sesuai jenis pesan yang Anda buat dan informasi yang ingin Anda masukkan. Ingat juga bahwa dengan semakin banyaknya orang yang membaca email melalui perangkat mobile, desain kampanye Anda harus ringkas dan jelas.

  1. Tidak menyediakan langkah selanjutnya

Penggunaan gambar sangat baik untuk menarik perhatian, tetapi pastikan bahwa Anda tahu apa yang harus dilakukan dengan perhatian tersebut ketika Anda sudah mendapatkannya.

Pikirkan tentang tindakan yang Anda ingin orang lakukan. Jika Anda adalah organisasi non-profit yang berharap untuk menghasilkan donasi – Anda bisa menggunakan sebuah gambar untuk membuat koneksi personal dengan pembaca Anda dan memasukkan sebuah tombol untuk donasi online.

Anda bisa melakukan hal yang sama jika Anda sedang mencoba mempromosikan produk-produk Anda atau menyoroti layanan-layanan berbeda yang Anda miliki. Pastikan Anda menyediakan cara yang mudah bagi orang untuk mengambil tahap selanjutnya.

Menghadirkan kekuatan gambar kedalam email.

Dengan beberapa tips ini, Anda siap untuk menambahkan gambar-gambar yang tampak menarik kedalam email Anda. Anda bisa memulai dengan melihat gambar mana yang mendapatkan paling banyak engagement di media sosial dan menambahkannya kedalam kampanye email Anda berikutnya.

Sediakan link setelah gambar dan lihat apakah ada lebih banyak orang yang mengambil tindakan berdasarkan konten yang Anda kirim.

Anda bisa memulai free email marketing dan menggunakan tips di atas untuk kampanye bisnis Anda!

28
May2015
4 hal yang harus dilakukan oleh wekcme email atau email selamat datang
Pentingnya welcome email dalam email marketing

Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu tahu betapa pentingnya “first impression” dari bisnis Anda. Apakah itu kali pertama seseorang memasuki toko Anda, kali pertama seseorang menelpon kantor Anda, atau kali pertama seseorang mencari bisnis Anda di internet, Anda berupaya keras untuk memastikan para pelanggan pergi dengan berpikir positif tentang bisnis Anda.

Tetapi bagaimana dengan kesan pertama yang akan diperoleh seorang customer melalui email marketing bisnis Anda?

Manfaat “welcome email”                            

Kita cenderung lupa bahwa setiap kali seorang customer membuka email dari organisasi Anda, mereka benar-benar mengalami pengalaman yang bisa berimbas pada cara pandang mereka terhadap bisnis Anda.

Seperti ketika seseorang memutuskan untuk naik ke mobilnya dan mengunjungi toko Anda, ketika seseorang memutuskan mendaftar untuk menerima rangkaian email Anda, mereka melakukan itu dengan ekspektasi yang pasti. Ekspektasi-ekspektasi tersebut akan datang dari pengalaman awal yang dimiliki oleh pembaca dengan bisnis Anda – jadi Anda tahu ekspektasi tersebut akan tinggi.

Itulah sebabnya sangat mengherankan bahwa banyak bisnis sekarang ini yang memberikan perhatian sangat kecil kepada “welcome email” yang mereka kirim.

Kekeliruan sebagian besar bisnis

“Welcome email” merupakan respon otomatis yang diterima customer ketika mereka mendaftar untuk mendapatkan newsletter email sebuah bisnis.

Karena “welcome email” adalah email yang diotomatisasi dan kebanyakan layanan email menyediakan konten siap kirim bagi bisnis untuk digunakan, maka banyak pemilik bisnis yang bahkan tidak tahu seperti apa pengalaman pertama yang mereka berikan kepada para pembaca mereka.

Ini adalah masalah besar, khususnya mengingat open rate untuk “welcome email” jauh lebih tinggi dibanding email biasa. (Rata-rata openrate untuk “welcome email” adalah 50-60%).

Jumlah ini menunjukkan banyaknya orang yang disuguhi dengan kesan pertama yang kurang optimal. Bahkan lebih buruk lagi, akan ada banyak orang yang memiliki ekspektasi rendah untuk email yang akan mereka dapatkan dari organisasi Anda di masa mendatang.

Ada hal-hal tertentu yang bisa dan harus dimiliki oleh semua “welcome email”. Berikut 4 diantaranya:

  1. Menegaskan kembali bahwa mereka telah mengambil keputusan tepat

Faktanya adalah, bahkan customer yang mencintai bisnis Anda bisa saja merasa enggan untuk memberikan alamat email mereka, khususnya jika mereka masih baru bagi bisnis Anda dan belum membangun hubungan yang kuat dengan Anda.

Bagi customer yang memutuskan untuk subscribe, mereka akan ingin mengetahui sejak awal bahwa mereka telah mengambil keputusan yang tepat.

Berikut 3 cara untuk melakukan ini:

  • Ingat tips-tips menulis subject email.
    Hanya karena “welcome email” dikirim secara otomatis, bukan berarti Anda tidak perlu memperhatikan tips-tips terbaik yang telah Anda lakukan dalam email marketing. Subject email dari “welcome email” harus menarik perhatian pembaca, berterima kasih karena telah mendaftar, dan memberi mereka alasan untuk membuka email Anda. Cobalah sesuatu seperti “Terima kasih telah mendaftar. Selanjutnya apa?”, atau mempelajari tips membuat subject email lainnya.
  • Biarkan mereka tahu bahwa mereka telah menjadi bagian dari sebuah komunitas.
    Jangan takut untuk memamerkan keberhasilan Anda sebagai pelaku email marketing. Membiarkan pembaca tahu berapa banyak orang yang menerima newsletter Anda setiap bulan adalah cara yang sangat ampuh untuk menegaskan kembali keputusan mereka melakukan subscribe dengan list Anda.
  • Buat mereka merasa aman
    Orang biasanya cenderung bersikap protektif terhadap informasi mereka di dunia online. Dengan memberitahukan kepada customer sejak awal bahwa Anda berencana melindungi kerahasiaan alamat email mereka adalah cara yang sangat baik untuk membuat mereka merasa aman.
  1. Beritahu mereka apa yang akan diterima dalam email selanjutnya

Ketika Anda telah menegaskan kembali keputusan pembaca untuk melakukan subscribe dengan mailing list, selanjutnya Anda perlu menawarkan gambaran umum tentang apa saja yang akan mereka dapatkan selanjutnya.

Penting agar apa yang Anda sampaikan kepada pembaca dalam “welcome email” konsisten dengan apa yang dijanjikan pada saat mendaftar. Anda tentu bukan orang yang menawarkan kupon dan deals tertentu untuk membuat orang mendaftar dan kemudian mengatakan kepada para pembaca bahwa apa yang akan mereka dapatkan adalah update berita.

Luangkan waktu untuk memeriksa kembali apa yang Anda tawarkan kepada pembaca saat mendaftar. Jangan lupa untuk memasukkan rincian-rincian tentang jenis konten yang akan Anda kirim, dan seberapa sering Anda berencana akan mengirimnya.

  1. Pastikan email berikutnya sampai (di inbox bukan folder spam)

Bahkan pelaku email marketing yang paling berpengalaman sekalipun terkadang masih bisa menjadi korban filter SPAM.

Jika Anda DocoBlast customer, Anda bisa mengecek apakah kata-kata yang akan Anda gunakan berpotensi masuk ke folder spam atau tidak.

Anda perlu menggunakan “welcome email” sebagai cara agar pesan Anda tidak ditandai spam, dan juga untuk meningkatkan peluang Anda untuk diperhatikan di dalam inbox pembaca.

Salah satu cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan meminta mereka untuk menambahkan bisnis Anda ke dalam kontak mereka. Dengan begitu, email Anda tidak hanya sampai dengan selamat di kontak inbox (lolos dari folder spam) tetapi juga lebih besar kemungkinan dikenali oleh pembaca.

  1. Mendorong pembaca untuk bergabung dengan jejaring sosial Anda

Jika Anda melakukan segala sesuatunya dengan benar sampai titik ini, pembaca-pembaca Anda akan merasa lebih senang dibanding sebelumnya ketika mendapatkan email dari bisnis Anda.

Inilah saat yang sempurna untuk mengembangkan hubungan ini di luar inbox – pada semua jejaring sosial Anda.

Ini adalah “win-win solution” untuk Anda dan customer Anda. Anda memiliki peluang untuk mengubah setiap subscriber baru menjadi seorang fan atau pengikut, dan para customer Anda diberikan lebih banyak opsi tentang bagaimana mereka ingin terhubung dengan brand Anda secara online.

Anda bisa (dan sebaiknya) bertindak selangkah lebih maju, dengan memberikan alamat email dan nomor telepon yang mereka bisa gunakan untuk menghubungi Anda jika ada pertanyaan atau kekhawatiran.

Ingat ini adalah “welcome email” Anda

Melakukan personalisasi pada email selamat datang tidak hanya akan meningkatkan kesan pertama yang bisa Anda berikan bagi para pembaca, tetapi juga akan membantu Anda lebih unggul dari para pesaing.

Kebanyakan bisnis mengirimkan “welcome email” dengan pesan yang kaku dan tidak menarik, namun Anda akan memberikan sebuah pengalaman yang akan membentuk apa yang dipikirkan oleh customer tentang brand Anda.

Lakukan tahap-tahap yang diberikan kepada Anda dalam tulisan ini dan ingat ini adalah “welcome email” Anda. Ini adalah peluang Anda untuk memperkenalkan email marketing dan memperkenalkan kembali bisnis Anda kepada target audiens. Pastikan “welcome email” ditulis dengan kata-kata Anda sendiri dan pastikan bahwa email selamat datang ini mencerminkan pengalaman personal yang rencananya akan Anda berikan kepada para pembaca Anda.

Buat “welcome email” Anda mengesankan.

Bagaimana cara Anda membentuk first-impression yang baik dengan para customers? Tahukah Anda, bahwa Anda bisa menggunakan free email marketing untuk mengirim “welcome email”?