19
May2015
Perbedaan hard bounce dan soft bounce
Perbedaan hard bounce dan soft bounce

Jika Anda baru mempelajari tentang email marketing, Anda akan menemukan begitu banyaknya istilah baru yang perlu dipelajari. Beberapa dari istilah yang mungkin paling sering dibicarakan dan penting untuk dipahami adalah “hard bounces” dan “soft bounces”.

Dari namanya saja Anda akan tahu bahwa istilah-istilah ini berkaitan dengan deliverability email. Yang satunya buruk permanen, dan satunya buruk juga, tapi tidak permanen. Seringkali kedua istilah ini dicampurkan satu sama lain tanpa memberikan pembedaan yang tepat.

Karena hard bounces dan soft bounces adalah dua dari satuan ukuran (metrik) email marketing yang paling penting untuk ditelusuri, maka berikut penjelasan singkat terhadap kedua istilah email marketing ini.

Hard Bounces vs. Soft Bounces: Apa bedanya? 

Ketika sebuah email mengalami bounce (terpantul) secara umum, maka itu berarti bahwa email tersebut tidak terkirim ke inbox yang dituju. Istilah “Hard” dan “Soft” mengindikasikan dua pengelompokkan dari ketidakterkiriman tersebut, yang satu permanen, yang satu tidak permanen.

  1. Hard Bounce adalah sebuah email yang tidak bisa terkirim karena alasan permanen. Penyebab umumnya adalah alamat email yang dituju palsu, domain email bukan domain yang sebenarnya, atau mungkin server penerima email tidak menerima email. Ada banyak alasan mengapa email bisa mengalami hard bounce, tetapi intinya adalah bahwa email tersebut tidak terkirim karena kegagalan permanen. Anda perlu segera menghapus semua alamat email yang mengalami hard bounce dari contact list Anda.
  2. Soft Bounce adalah keadaan ketika email tidak bisa terkirim karena masalah sementara. Penyebab umumnya adalah inbox yang dituju penuh atau file email yang terlalu besar, dan beberapa alasan lainnya. Jika Email Service Provider (ESP) mendapatkan soft bounces pada sebuah email yang dikirim, kebanyakan ESP akan berhenti mencoba mengirim email ke alamat tersebut dalam beberapa hari. Tetapi Anda harus terus mengawasi alamat-alamat email ini – jika Anda menemukan bahwa masalah yang sama terus terjadi dari waktu ke waktu, maka sebaiknya alamat-alamat email tersebut dihapus.

Tip : Cobalah untuk mempertahankan total bounce rate di bawah 2% — jika jauh lebih tinggi dari itu maka Anda mempunyai masalah dalam deliverability.

Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa Hard bounces = kegagalan pengiriman permanen. Soft bounces = kegagalan pengiriman sementara.

Menjaga angka mereka tetap rendah tidak sesulit kelihatannya, bukan? Tetapi jangan kemudian digampangkan begitu saja, karena isu bounce adalah hal yang krusial untuk keberhasilan email marketing Anda.

Cukup untuk teori, saatnya untuk praktek. Pelajari hasil kampanye email Anda sendiri menggunakan free email marketing !