12
May2015

Opt-out vs. Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in

Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in
Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in

Jika Anda baru dalam email marketing, Anda mungkin tidak memahami perbedaan antara list yang opt-in, opt-out, double opt-in, dan confirmed opt-in. Berikut adalah daftar singkat bagaimana masing-masing metode ini bekerja, ditambah sejumlah pro dan kontra-nya :

1. Opt-out

Ini adalah cara lama untuk membangun contact list dimana Anda biasanya memiliki suatu formulir untuk diisi orang-orang. Pada bagian dasar halaman ditempatkan sebuah box kecil yang telah diberi tanda centang, dengan tulisan seperti, “Ya, tolong daftarkan saya untuk newsletter email Anda!”

Ini bisa dikategorikan sebagai cara yang curang, tetapi secara teknis tindakan ini dianggap legal. Kami sangat menganjurkan untuk tidak melakukan ini, karena hasilnya Anda akan mendapatkan orang-orang yang sebenarnya tidak paham mengapa mereka bisa masuk ke dalam contact list Anda, yang kecil kemungkinan membuka dan membaca email Anda, dan lebih buruk akan menandai email Anda sebagai spam untuk membuat server Anda di blacklist. Oleh karena itu, jauhilah cara ini.

2. Opt-in / Single Opt-in

Metode ini membuat orang-orang akan masuk ke contact list jika mereka benar-benar mengisi sebuah formulir registrasi (sign-up form). Meskipun cara ini jauh lebih baik dibanding optout, namun tetap ada kekurangannya. Orang yang Anda targetkan bisa saja mendaftarkan teman atau anggota keluarga tanpa seizin mereka. Dengan begitu Anda akan mengirim email ke orang-orang yang tidak pernah mendengar Anda. Biasanya, mereka tidak akan senang.

3. Confirmed Opt-in

Metode ini mirip dengan metode single optin, tetapi setelah seseorang mendaftar untuk contact list, Anda akan mengirimi mereka email konfirmasi yang umumnya berisi ucapan terima kasih dan memuat sebuah link untuk unsubscribe dari list Anda (sebagai antisipasi jika mereka didaftarkan oleh orang lain tanpa seizin mereka).

Secara umum, metode ini terlihat jauh lebih baik dibanding single optin, karena orang bisa keluar jika memang mereka tidak pernah mendaftar untuk list Anda. Tetapi coba pikirkan. Jika seseorang mendaftarkan Anda untuk sebuah list yang tidak pernah Anda dengar, dan Anda mendapatkan email konfirmasi begitu saja, memangnya Anda akan membuka dan membaca email tersebut? Sebagian orang bisa saja langsung menandai email Anda sebagai spam karena mereka tidak mengenal Anda.

4. Double Opt-in

Seseorang mendaftar untuk masuk ke list, lalu Anda mengirim email konfirmasi dengan sebuah link yang harus mereka klik sebelum mereka masuk ke dalam contact list Anda. Jika mereka tidak meng-klik link tersebut, mereka tidak akan masuk ke dalam list. Menurut pendapat kami, ini merupakan cara terbaik untuk menangani contact list Anda. Kelebihan pendekatan ini antara lain :

– Hanya orang yang benar-benar tertarik mendengar pesan dari Anda yang akan melakukan double optin, sehingga persentase click-through rate (tingkat keterbukaan) terhadap email yang dikirim akan jauh lebih tinggi (ada perbedaan 20% lebih tinggi dengan double opt-in).

– Karena audiens Anda benar-benar ingin mendengar pesan dari Anda, Anda bisa mengisi email dengan lebih banyak iklan yang bisa Anda jual.

– Pesaing Anda tidak akan mampu mendaftar ke dalam contact list Anda, lalu melaporkan Anda sebagai tukang spam, karena Anda memiliki bukti bahwa mereka double opt-in. Oh ya, ini memang sering terjadi.

Kekurangan? Beberapa pelaku marketing khawatir kalau orang akan merasa metode ini terlalu ribet dan tidak akan pernah mengklik link konfirmasi yang dikirim.

Tetapi kita harus memikirkan ini: Jika seseorang terlalu malas atau tidak rela (atau tidak kompeten) untuk mengklik link konfirmasi yang sederhana, apakah Anda pikir mereka benar-benar akan membaca email Anda, atau bahkan meresponnya? Anda tahu sendiri jawabannya.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

6 thoughts on “Opt-out vs. Opt-in vs. Confirmed Opt-in vs. Double Opt-in”

Leave a Reply