5
May2015
9 Alasan untuk Tidak Membeli Contact List Email
9 Alasan untuk Tidak Membeli Contact List Email

Email marketing sangat penting bagi keberhasilan strategi marketing online. Survei membuktikan, email marketing memiliki nilai ROI (laba atas investasi) di atas 4300%. Sayangnya, sangat mudah bagi pelaku marketing baru untuk membuat kesalahan fatal yang bisa merusak keseluruhan program sekaligus reputasi perusahaan dengan membeli atau menyewa contact list email.

Membeli contact list terlihat sebagai cara instan agar email marketing Anda sukses. Karena itu metode ini sangat menarik bagi pelaku marketing baru tetapi buruk bagi mereka yang sudah berpengalaman.

Sebelum melihat lebih jauh mengapa tidak disarankan membeli atau menyewa contact list, coba kita pahami dulu 3 cara untuk mendapatkan contact list :

  1. Membeli contact list. Ada ratusan website dan perusahaan yang menjual contact list. List ini umumnya mencakup nama, alamat email, dan informasi personal lainnya serta sering dikelompokkan berdasarkan karakteristik demografis.
  2. Menyewa contact list. Menyewa contact list sama dengan “meminjam” sebuah contact list dari penyedia list atau mungkin dari rekan perusahaan Anda.
  3. Membangun contact list secara sistematis. Ini merupakan satu-satunya cara untuk membuat program email marketing yang sehat. Pertama, Anda bisa mendaftar kepada salah satu ESP (Email Service Provider) seperti DocoBlast dan kemudian Anda membangun sebuah list yang optin.

Sebuah list optin muncul ketika orang-orang dengan senang hati mendaftar untuk mendapatkan email dari Anda.

Mungkin Anda berpikir mengapa saya tidak beli saja contact list daripada harus membuatnya sendiri?

Jawabannya sederhana: Audiens yang Anda “beli” tidak mengenal Anda dan kemungkinan email Anda ditandai spam sangat besar. Fyi, mengirim spam adalah perbuatan melanggar hukum.

Coba kita lihat 9 alasan untuk tidak pernah membeli contact list email :

  1. List yang dijual, dibangun dengan metode-metode yang masih dipertanyakan.

Pikirkan tentang ini : perusahaan-perusahaan yang bereputasi tidak akan pernah menjual contact list mereka. Kalau begitu dari mana si penjual mendapatkan alamat-alamat email untuk membangun list yang akan dijual?

Salah satu metodenya adalah tipuan iklan banner. Jika Anda pernah mendapatkan iklan yang berbunyi seperti “Menangkan iPad gratis” atau “Dapatkan Voucher Liburan Gratis”, maka Anda telah menyaksikan metode seperti ini.

Orang yang mengklik iklan-iklan ini harus menjawab serangkaian pertanyaan dan memberikan informasi personal yang cukup rinci untuk mendapatkan “kesempatan menang”. Sayang sekali, biasanya tidak ada peluang sedikit pun untuk menang, dan orang yang memasukkan informasi mereka seringkali berakhir dalam contact list. Ini tentu bukan target ideal Anda.

Cara populer lainnya untuk mengumpulkan alamat email adalah melalui email harvesting, dimana para penjual contact list menggunakan bots untuk menelusuri website tertentu, jejaring sosial, dan forum-forum serta menyimpan alamat-alamat yang dikumpulkan dalam sebuah database. Database ini kemudian menjadi contact list yang bisa Anda beli.

  1. Penjualan contact list diiklankan dengan curang.

Para penjual contact list telah menguasai permainan memancing para pelaku-pelaku email marketing yang baru. Mereka ahli dalam membuat Anda merasa seperti baru saja menemukan sebuah “rahasia” untuk keberhasilan email marketing secara instan.

Sayangnya, keahlian mereka tidak mencakup dampak-dampak negatif dari mengirim email ke contact list yang dibeli.

Contact list yang dibeli tidak pernah optin (orang-orang di list tersebut tidak mendaftar untuk mendapatkan update email dari siapapun) dan mereka pastinya tidak ditargetkan secara akurat.

Banyak dari penjual contact list menggunakan kata-kata seperti “optin”, “target yang tepat”, dan “bersih” yang bisa membuat Anda percaya begitu saja. Namun sayang, kenyataannya tidak sebagus kedengarannya.

  1. Mengirim email ke contact list yang dibeli akan Merusak Sender Score Anda.

Sender Score adalah indikator reputasi IP Anda. Setiap alamat IP, atau sumber email, mendapatkan rating Sender Score dengan skala 0-100. Angka ini, yang dibuat dengan algoritma kompleks, dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk deliverability & laporan spam.

List yang dibeli umumnya memiliki bounce rate dan laporan spam yang sangat tinggi dan bisa merusak Sender Score Anda. Sender Score yang rendah tidak hanya akan membatasi kemampuan untuk menyampaikan email ke dalam inbox penerima, tetapi juga mencegah Anda untuk bekerja dengan ESP bereputasi.

Jika Sender Score Anda sudah sangat rendah karena tingginya bounce rate dan laporan spam, maka ada kemungkinan alamat IP Anda akan di-blacklist.

  1. Reputasi perusahaan Anda akan rusak.

Ketika Sender Score Anda menurun drastis dan Anda ada didalam blacklist, biasanya dibutuhkan bertahun-tahun sebelum Anda bisa mendapatkan kembali reputasi yang baik. Jelas bahwa membeli contact list adalah cara yang buruk.

  1. ESP yang bereputasi akan menendang Anda.

Jika Anda menggunakan layanan email marketing yang bereputasi atau berencana menggunakan jasanya, Anda tidak boleh menggunakan list yang dibeli, disewa, atau list pihak ketiga dengan jenis apapun.

Sekalipun Anda menemukan ESP yang mau mengirim ke contact list belian, Anda akan tetap membuat Sender Score yang rendah.

Ada alasan mengapa ESP yang baik tidak mau mengirim ke list yang dibeli. Mereka mempertahankan integritas dengan memungkinkan perusahaan tetap terhindar dari blacklist dan menjaga reputasi IP tetap solid.

Setiap ESP yang memperbolehkan tukang spam untuk mengirim tidak akan mempertahankan tingkat deliverability yang tinggi.

  1. Orang-orang dalam list yang dibeli tidak mengenal Anda.

Alamat-alamat email yang ada dalam sebuah list yang dibeli terhubung dengan orang sesungguhnya yang tidak mengharapkan komunikasi dari Anda dan tidak memiliki pengetahuan siapa Anda.

Bahkan jika list Anda penuh dengan orang-orang sungguhan, bayangkan betapa terganggunya mereka ketika mereka mendapatkan email Anda yang sama sekali tidak mereka kenal. Ini tentunya bukan cara yang baik untuk memperkenalkan perusahaan Anda.

  1. Menyewakan email adalah cara curang

Bagaimana cara kerja list sewaan? Perusahaan menjual peluang untuk mengirim email ke contact list mereka. Kedengaran curang, bukan? Memang benar.

Jika seseorang mendaftar untuk sebuah email dari sebuah perusahaan, apakah Anda pikir mereka benar-benar mau menerima email dari perusahaan lain? Tidak sama sekali.

  1. Contact list tidak bernilai jika tidak dibangun sendiri

Contact list  yang baik sangat bernilai sehingga tidak akan ada orang waras yang akan menjualnya dan menyia-nyiakan hubungan yang telah dibangun dengan susah payah.

Pikirkan tentang itu. Sebuah contact list yang sehat memiliki perhatian orang-orang di dalamnya dan hubungan yang Anda punya dengan orang-orang tersebut.

  1. Anda membuat kesan negatif tentang brand Anda

Bahkan jika Anda mendapatkan list ajaib dan emailemail Anda terkirim, pikirkanlah tentang kemungkinan respon negatif dari para penerima email Anda.

List yang dibeli berisi orang-orang yang tidak Anda kenal. Ketika mereka mendapatkan email dari perusahaan Anda secara misterius, bagaimana menurut Anda reaksi mereka?

Mereka bisa mengirim email Anda ke folder spam atau yang lebih buruk dengan menyebarkan tentang perusahaan Anda di media sosial. Pikirkanlah kembali jika mau mengirim email ke orang-orang yang tidak Anda kenal.

Satu-satunya cara untuk membangun contact list yang sehat, tepat sasaran, dan bersih adalah dengan membangunnya sendiri.

Membangun contact list yang terdiri dari para subscriber aktif memang memerlukan waktu dan usaha, tetapi contact list yang sehat akan menghasilkan laba atas investasi (ROI) di atas 4300%, it’s totally worth it.

Mulai kampanye email Anda dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim !