29
May2015
Penjelasan tentang sender score
Penjelasan tentang sender score

Sekilas email marketing kelihatan seperti hal yang mudah dilakukan bagi strategi inbound marketing Anda. Tulis email yang bagus, tambahkan beberapa gambar menarik, kirimkan ke contact list optin Anda, dan perhatikan customer berdatangan.

Bahkan jika semudah itu, tahapan yang sering diremehkan oleh para pelaku marketing adalah betapa sulitnya untuk mendapatkan email yang benar-benar masuk ke dalam inbox penerima. Kelihatannya sepele, tetapi ada puluhan bagian yang terlibat dalam keterkiriman email, dan bagian yang paling besar adalah reputasi IP pengirim email.

Untungnya, ada sebuah layanan yang memiliki  sebuah sistem bernama Sender Score (Skor Pengirim), yang memberikan Anda informasi tentang reputasi IP Anda sebagai seorang pengirim email.

Sudahkah Anda memeriksa Sender Score Anda? Jika Anda tahu Sender Score Anda, apakah Anda mengerti apa artinya bagi reputasi Anda sebagai pelaku email marketing? Jika Anda tertarik dengan reputasi Anda sebagai pengirim email, teruslah baca artikel ini untuk mempelajari segala sesuatunya yang Anda perlu ketahui tentang Sender Score.

Apa itu Sender Score?

Sender Score adalah sebuah layanan gratis, dimana algoritma Sender Score memberi rating terhadap reputasi setiap alamat IP server mail dengan skala 0-100. Dengan mengumpulkan data dari lebih 60 juta mailbox di ISP-ISP besar mereka merekam apakah orang sering melakukan unsubscribe atau melaporkan spam dari pengirim email tertentu, dan kemudian memberikan skor pengirim berdasarkan pemantauan tersebut. Sender Score Anda akan terus berubah tergantung pada kebiasaan mengirim email Anda dan respon dari para penerima.

Sender Score adalah sebuah angka penting untuk tetap berada di posisi teratas, karena mail servers akan sering memeriksa Sender Score Anda sebelum memutuskan apa yang akan mereka lakukan terhadap email Anda. Semakin rendah Sender Score Anda, maka semakin sulit untuk email Anda masuk ke inbox seseorang. Ada banyak hal yang bisa berdampak pada keterkiriman email Anda, tetapi laporannya menyatakan bahwa 83% email tidak terkirim ke inbox, disebabkan karena reputasi pengirim yang buruk.

Bahkan jika sebuah jaringan email atau ISP tidak menelusuri Sender Score Anda untuk menentukan apakah mereka akan mengirimemail Anda atau tidak, namun faktor-faktor yang digunakan dalam menentukan Sender Score Anda mirip dengan yang digunakan oleh jaringan-jaringan email dan ISP untuk menentukan reputasi pengirim Anda. Oleh karena itu, skor ini merupakan alat reputasi pengirim email yang sangat baik dan gratis untuk memastikan Anda menyadari dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki setiap masalah keterkiriman.

Bagaimana Menginterpretasi Skor?

Skor dihitung rata-rata 30-hari dan mengindikasikan ranking sebuah alamat IP terhadap alamat IP lainnya. Semakin skor Anda mendekati 0, maka semakin buruk reputasi Anda, dan jika skor Anda mendekat 100, maka itu berarti reputasi Anda sangat baik.  Sekarang mari kita uraikan item-item yang dijadikan dasar dalam menilai skor Anda:

  • Keluhan: Bagaimana keluhan-keluhan tentang sebuah alamat IP dibanding dengan semua alamat IP lainnya. Tingkat keluhan dihitung sebagai jumlah keluhan dibagi dengan jumlah email yang diterima, dan skor keluhan adalah ranking yang didasarkan pada tingkat keluhan yang Anda terima.
  • Volume: Meskipun bukan satu-satunya indikasi bahwa reputasi pengirim baik atau buruk, namun ini adalah bagian penting dari algoritma keseluruhan. Sebagai contoh, sebuah alamat IP yang mengirim 100 pesan dan menerima 99 keluhan mungkin baik-baik saja.
  • Reputasi Eksternal: Bagaimana kinerja alamat IP dibanding semua alamat IP lainnya dalam hal beragam blacklist dan whitelist eksternal.
  • Pengguna yang tidak diketahui: Tingkat pengguna yang tidak diketahui diambil langsung dari log SMTP masuk dari ISP-ISP yang berpartisipasi, dengan menelusuri seberapa sering alamat IP mencoba mengirim sebuah pesan ke alamat email yang tidak ada.
  • Ditolak: Ini merepresentasikan seberapa sering email mengalami bounce dibanding dengan alamat IP lain.
  • Diterima: Jumlah pesan email yang diterima untuk pengiriman, jumlah ini dinyatakan sebagai jumlah pesan yang dilihat dikurangi jumlah pesan yang ditolak.
  • Persentase Diterima: Rasio alamat email yang diterima untuk pengiriman dibandingkan dengan pesan-pesan email yang dicoba untuk dikirim. Ini adalah jumlah pesan yang diterima untuk pengiriman, dibagi dengan jumlah pesan yang dilihat.
  • Persentase Pengguna Yang Tidak Diketahui: Rasio antara pengguna yang tidak diketahui, atau alamat email yang tidak valid, dibandingkan dengan jumlah email yang dilihat.

Jadi, skor yang baik itu seperti apa? Jika skor Anda di atas 90, maka selamat! Itu adalah Sender Score yang sangat baik. Jika skor Anda antara 50 – 80, maka ada sesuatu yang tidak beres. Jika skor Anda kurang dari 50, berarti kemungkinan besar Anda adalah tukang spam.

Apa yang Harus Dilakukan jika Memiliki Sender Score yang Buruk?

Penjelasan Tentang Sender Score
Apa yang Dilakukan Saat Memiliki Sender Score yang Buruk

Langkah pertama adalah mengetahui berapa skor Anda. Mungkin butuh beberapa beberapa bulan atau beberapa tahun untuk memperbaiki Sender Score yang rendah, sehingga semakin cepat Anda mengetahui masalahnya maka semakin baik. Ada beberapa aspek dari email marketing yang perlu Anda periksa dan mungkin perlu diubah untuk memperbaiki Sender Score dan tingkat keterkiriman email, berikut beberapa hal yang dipertimbangkan oleh Sender Score:

  • Volume Pengiriman Email Tidak Konsisten
    Jika volume pengiriman email meningkat konstan, skor akan mempertahankan angka yang baik. Akan tetapi, jika Anda mengirim 5.000 email pada hari Senin, 200 pada hari Jumat, dan tidak ada selama seminggu, dan kemudian 15.000, maka Anda kemungkinan besar akan dikategorikan mengirim volume email yang tidak konsisten.
  • Frekuensi Mengirim
    Seperti halnya volume kiriman yang harus konsisten, begitu juga dengan frekuensi email Anda diterima. Mengirim email setiap hari, setiap dua hari, setiap minggu – seberapapun yang Anda butuhkan, Pastikan Anda tidak hanya terjun satu kali lalu meninggalkannya selama satu bulan, lalu kemudian muncul kembali dan berharap tidak mendapatkan hukuman. Ketika Anda menyempurnakan email marketing Anda, Anda akan mampu mengetes frekuensi pengiriman email yang optimal untuk para penerima Anda.
  • Alamat IP Yang “Dingin”
    Jika Anda baru dalam email marketing, Anda mungkin telah mengabaikan untuk menghangatkan alamat IP Anda. Mulailah email marketing dengan sebuah alamat IP baru dengan kumpulan-kumpulan kecil yang terdiri dari orang-orang terbaik dalam contact  list Anda – Anda tahu, orang-orang yang suka dengan Anda dan tidak akan menandai Anda sebagai SPAM atau unsubscribe dari komunikasi-komunikasi dengan Anda. Perlahan-lahan tingkatkan jumlah orang yang Anda kirimi email untuk menghangatkan IP Anda dan buktikan Anda adalah pengirim yang aman.
  • Blacklist
    Ada sekitar 50 blacklister  di luar sana yang telah diketahui sebagai alamat IP penebar spam. Return Path juga menyediakan layanan untuk melihat apakah Anda ada di dalam blacklist tersebut.Dengan mengasumsikan Anda adalah pelaku email marketing kompeten yang tidak mengetahui beberapa aturan untuk keterkiriman email yang baik, silakan kunjungi situs-situs yang mem-blacklist Anda untuk berkonsultasi tentang apa yang diperlukan untuk melepaskan Anda dari blacklist. Jika Anda menghubungi mereka untuk penghapusan dari blacklist, mereka akan membantu Anda memahami mengapa Anda di-blacklist dan apa yang Anda dapat lakukan untuk meningkatkan metode-metode email marketing.
  • Terjebak dalam Perangkap Spam
    Jebakan spam adalah sebuah alamat email yang dulunya valid, tetapi sekarang tidak lagi, sehingga akan mengumpulkan pemberitahuan hard bounce ketika Anda mengirimkan email kepada mereka. Akan tetapi, ketika sebuah server email kecil melihat trafik yang konsisten menuju email mati tersebut, maka mereka bisa mengubah email tersebut menjadi jebakan spam yang akan berhenti mengembalikan hard bounce, tetap menerima pesan lalu melaporkan pengirim sebagai penebar spam.Pesan moralnya adalah jika Anda tidak memantau hard bounce Anda dan tidak menghapusnya dari contact  list aktif Anda, maka Anda bisa dipersepsi sebagai tukang spam.
  • Laporan SPAM
    Terakhir, jika para penerima email menganggap Anda adalah tukang spam dan mengidentifikasi Anda melalui sebuah laporan SPAM, maka reputasi pengirim Anda akan rusak. Periksa seberapa sering email Anda ditandai sebagai SPAM – biasanya yang masih bisa diterima adalah 1 diantara setiap 1000 pengiriman email.

Ada beberapa faktor lain untuk membuat email Anda masuk ke dalam inbox penerima seperti konten email Anda, infrastruktur email dan lainnya. Tetapi jika Anda ingin memulai email marketing secara tepat, pembentukan dan penjagaan reputasi pengirim email  yang  baik merupakan salah satu kualitas paling penting dalam program email marketing Anda.

Bukan DocoBlast customers? Mulai kampanye Anda dengan free email marketing sekaligus Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

28
May2015
6 Kesalahan Saat Menggunakan Gambar dalam Email Marketing
6 Kesalahan Saat Menggunakan Gambar dalam Email Marketing

Menambahkan gambar ke dalam kampanye email marketing bisa membuat pesan Anda lebih hidup. Tetapi tahukah Anda berapa banyak gambar yang sebaiknya ditambahkan kedalam email Anda? Bagaimana memastikan gambar-gambar Anda akan tampil dengan baik untuk orang yang Anda kirim?

Gambar memiliki kekuatan untuk memberi kesan kuat pada pembaca.

Tetapi jika Anda tidak mengikuti beberapa tips yang penting, ada kemungkinan gambar-gambar Anda justru bisa memiliki efek sebaliknya.

Berikut adalah 6 kesalahan umum dalam penggunaan gambar, serta anjuran tentang bagaimana menghindarinya dalam kampanye email Anda berikutnya.

  1. Menyimpang dari brand sendiri

Setiap gambar di dalam email perlu memperkuat nilai-nilai bisnis dan brand Anda. Carilah cara-cara untuk memasukkan warna-warna perusahaan dan logo dalam gambar, sehingga para kontak Anda akan langsung memikirkan bisnis Anda. Anda juga bisa menggunakan gambar-gambar orisinil kapan pun Anda mau, atau membeli stok foto dari beberapa website agar lebih terlihat professional.

  1. Ukuran gambar yang berlebihan

Ketika Anda telah memutuskan gambar mana yang akan digunakan, Anda perlu memastikan bahwa gambar-gambar tersebut tepat dengan kampanye email Anda. Jika Anda mengalami kesulitan menentukan ukuran gambar yang tepat, Anda juga bisa mencoba memotong (cropping) gambar menjadi ukuran berbeda.

Untuk template satu kolom, gambar tidak boleh lebih dari 600 pixel (lebar template email). Tentukan tinggi gambar dan lebar untuk semua gambar, dan pastikan Anda melakukan preview email di perangkat mobile sebelum dikirim.

  1. Menggunakan tipe file yang keliru

Jika Anda menemukan bahwa kualitas gambar terdistorsi, periksa tipe file gambarnya. Kebanyakan gambar kemungkinan akan disimpan sebagai file JPG atau PNG.

Meskipun filefile JPG umumnya bagus untuk gambar-gambar kecil, tetapi format ini tidak begitu bagus untuk gambar-gambar yang ada teks-nya. File PNG mendukung teks dan bisa mengatasi distorsi yang disebabkan oleh jenis-jenis file lain.

  1. Mengabaikan opsi-opsi tampilan berbeda

Ingat bahwa email Anda bisa tampil secara berbeda di berbagai program email – beberapa program email bahkan akan memblokir gambar secara otomatis.

Inilah sebabnya mengapa lebih baik menggunakan template email dan menyisipkan konten, dan bukan hanya mengunggah gambar dan menggunakannya sebagai kampanye email keseluruhan.

Salah satu cara terbaik untuk memastikan email Anda bisa ditampilkan sebagaimana yang Anda inginkan, adalah dengan menambahkan link “tampilkan sebagai halaman web” di bagian teratas email Anda. Dengan begitu, setiap orang yang mengalami masalah tampilan bisa menampilkan email penuh seperti yang Anda telah desain.

Anda juga perlu menambahkan deskripsi pada setiap gambar, yang akan muncul apabila gambar tidak bisa dibuka.

  1. Menggunakan terlalu banyak atau terlalu sedikit gambar

Pernahkah Anda berpikir berapa banyak gambar yang harus dimasukkan dalam email Anda? Baru-baru ini dilakukan survei terhadap 2 juta email customer untuk menemukan apakah ada korelasi antara jumlah gambar yang dimasukkan di email dengan engagement audiens.

Ditemukan bahwa – dengan beberapa pengecualian – email yang memiliki tiga atau lebih sedikit gambar dan sekitar 20 baris teks menghasilkan CTR (clickthrough rate) tertinggi.

Anda bisa menggunakan hasil survei ini sebagai panduan untuk mendesain kampanye email Anda. Ingat bahwa jumlah ini bisa bervariasi sesuai jenis pesan yang Anda buat dan informasi yang ingin Anda masukkan. Ingat juga bahwa dengan semakin banyaknya orang yang membaca email melalui perangkat mobile, desain kampanye Anda harus ringkas dan jelas.

  1. Tidak menyediakan langkah selanjutnya

Penggunaan gambar sangat baik untuk menarik perhatian, tetapi pastikan bahwa Anda tahu apa yang harus dilakukan dengan perhatian tersebut ketika Anda sudah mendapatkannya.

Pikirkan tentang tindakan yang Anda ingin orang lakukan. Jika Anda adalah organisasi non-profit yang berharap untuk menghasilkan donasi – Anda bisa menggunakan sebuah gambar untuk membuat koneksi personal dengan pembaca Anda dan memasukkan sebuah tombol untuk donasi online.

Anda bisa melakukan hal yang sama jika Anda sedang mencoba mempromosikan produk-produk Anda atau menyoroti layanan-layanan berbeda yang Anda miliki. Pastikan Anda menyediakan cara yang mudah bagi orang untuk mengambil tahap selanjutnya.

Menghadirkan kekuatan gambar kedalam email.

Dengan beberapa tips ini, Anda siap untuk menambahkan gambar-gambar yang tampak menarik kedalam email Anda. Anda bisa memulai dengan melihat gambar mana yang mendapatkan paling banyak engagement di media sosial dan menambahkannya kedalam kampanye email Anda berikutnya.

Sediakan link setelah gambar dan lihat apakah ada lebih banyak orang yang mengambil tindakan berdasarkan konten yang Anda kirim.

Anda bisa memulai free email marketing dan menggunakan tips di atas untuk kampanye bisnis Anda!

28
May2015
4 hal yang harus dilakukan oleh wekcme email atau email selamat datang
Pentingnya welcome email dalam email marketing

Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu tahu betapa pentingnya “first impression” dari bisnis Anda. Apakah itu kali pertama seseorang memasuki toko Anda, kali pertama seseorang menelpon kantor Anda, atau kali pertama seseorang mencari bisnis Anda di internet, Anda berupaya keras untuk memastikan para pelanggan pergi dengan berpikir positif tentang bisnis Anda.

Tetapi bagaimana dengan kesan pertama yang akan diperoleh seorang customer melalui email marketing bisnis Anda?

Manfaat “welcome email”                            

Kita cenderung lupa bahwa setiap kali seorang customer membuka email dari organisasi Anda, mereka benar-benar mengalami pengalaman yang bisa berimbas pada cara pandang mereka terhadap bisnis Anda.

Seperti ketika seseorang memutuskan untuk naik ke mobilnya dan mengunjungi toko Anda, ketika seseorang memutuskan mendaftar untuk menerima rangkaian email Anda, mereka melakukan itu dengan ekspektasi yang pasti. Ekspektasi-ekspektasi tersebut akan datang dari pengalaman awal yang dimiliki oleh pembaca dengan bisnis Anda – jadi Anda tahu ekspektasi tersebut akan tinggi.

Itulah sebabnya sangat mengherankan bahwa banyak bisnis sekarang ini yang memberikan perhatian sangat kecil kepada “welcome email” yang mereka kirim.

Kekeliruan sebagian besar bisnis

“Welcome email” merupakan respon otomatis yang diterima customer ketika mereka mendaftar untuk mendapatkan newsletter email sebuah bisnis.

Karena “welcome email” adalah email yang diotomatisasi dan kebanyakan layanan email menyediakan konten siap kirim bagi bisnis untuk digunakan, maka banyak pemilik bisnis yang bahkan tidak tahu seperti apa pengalaman pertama yang mereka berikan kepada para pembaca mereka.

Ini adalah masalah besar, khususnya mengingat open rate untuk “welcome email” jauh lebih tinggi dibanding email biasa. (Rata-rata openrate untuk “welcome email” adalah 50-60%).

Jumlah ini menunjukkan banyaknya orang yang disuguhi dengan kesan pertama yang kurang optimal. Bahkan lebih buruk lagi, akan ada banyak orang yang memiliki ekspektasi rendah untuk email yang akan mereka dapatkan dari organisasi Anda di masa mendatang.

Ada hal-hal tertentu yang bisa dan harus dimiliki oleh semua “welcome email”. Berikut 4 diantaranya:

  1. Menegaskan kembali bahwa mereka telah mengambil keputusan tepat

Faktanya adalah, bahkan customer yang mencintai bisnis Anda bisa saja merasa enggan untuk memberikan alamat email mereka, khususnya jika mereka masih baru bagi bisnis Anda dan belum membangun hubungan yang kuat dengan Anda.

Bagi customer yang memutuskan untuk subscribe, mereka akan ingin mengetahui sejak awal bahwa mereka telah mengambil keputusan yang tepat.

Berikut 3 cara untuk melakukan ini:

  • Ingat tips-tips menulis subject email.
    Hanya karena “welcome email” dikirim secara otomatis, bukan berarti Anda tidak perlu memperhatikan tips-tips terbaik yang telah Anda lakukan dalam email marketing. Subject email dari “welcome email” harus menarik perhatian pembaca, berterima kasih karena telah mendaftar, dan memberi mereka alasan untuk membuka email Anda. Cobalah sesuatu seperti “Terima kasih telah mendaftar. Selanjutnya apa?”, atau mempelajari tips membuat subject email lainnya.
  • Biarkan mereka tahu bahwa mereka telah menjadi bagian dari sebuah komunitas.
    Jangan takut untuk memamerkan keberhasilan Anda sebagai pelaku email marketing. Membiarkan pembaca tahu berapa banyak orang yang menerima newsletter Anda setiap bulan adalah cara yang sangat ampuh untuk menegaskan kembali keputusan mereka melakukan subscribe dengan list Anda.
  • Buat mereka merasa aman
    Orang biasanya cenderung bersikap protektif terhadap informasi mereka di dunia online. Dengan memberitahukan kepada customer sejak awal bahwa Anda berencana melindungi kerahasiaan alamat email mereka adalah cara yang sangat baik untuk membuat mereka merasa aman.
  1. Beritahu mereka apa yang akan diterima dalam email selanjutnya

Ketika Anda telah menegaskan kembali keputusan pembaca untuk melakukan subscribe dengan mailing list, selanjutnya Anda perlu menawarkan gambaran umum tentang apa saja yang akan mereka dapatkan selanjutnya.

Penting agar apa yang Anda sampaikan kepada pembaca dalam “welcome email” konsisten dengan apa yang dijanjikan pada saat mendaftar. Anda tentu bukan orang yang menawarkan kupon dan deals tertentu untuk membuat orang mendaftar dan kemudian mengatakan kepada para pembaca bahwa apa yang akan mereka dapatkan adalah update berita.

Luangkan waktu untuk memeriksa kembali apa yang Anda tawarkan kepada pembaca saat mendaftar. Jangan lupa untuk memasukkan rincian-rincian tentang jenis konten yang akan Anda kirim, dan seberapa sering Anda berencana akan mengirimnya.

  1. Pastikan email berikutnya sampai (di inbox bukan folder spam)

Bahkan pelaku email marketing yang paling berpengalaman sekalipun terkadang masih bisa menjadi korban filter SPAM.

Jika Anda DocoBlast customer, Anda bisa mengecek apakah kata-kata yang akan Anda gunakan berpotensi masuk ke folder spam atau tidak.

Anda perlu menggunakan “welcome email” sebagai cara agar pesan Anda tidak ditandai spam, dan juga untuk meningkatkan peluang Anda untuk diperhatikan di dalam inbox pembaca.

Salah satu cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan meminta mereka untuk menambahkan bisnis Anda ke dalam kontak mereka. Dengan begitu, email Anda tidak hanya sampai dengan selamat di kontak inbox (lolos dari folder spam) tetapi juga lebih besar kemungkinan dikenali oleh pembaca.

  1. Mendorong pembaca untuk bergabung dengan jejaring sosial Anda

Jika Anda melakukan segala sesuatunya dengan benar sampai titik ini, pembaca-pembaca Anda akan merasa lebih senang dibanding sebelumnya ketika mendapatkan email dari bisnis Anda.

Inilah saat yang sempurna untuk mengembangkan hubungan ini di luar inbox – pada semua jejaring sosial Anda.

Ini adalah “win-win solution” untuk Anda dan customer Anda. Anda memiliki peluang untuk mengubah setiap subscriber baru menjadi seorang fan atau pengikut, dan para customer Anda diberikan lebih banyak opsi tentang bagaimana mereka ingin terhubung dengan brand Anda secara online.

Anda bisa (dan sebaiknya) bertindak selangkah lebih maju, dengan memberikan alamat email dan nomor telepon yang mereka bisa gunakan untuk menghubungi Anda jika ada pertanyaan atau kekhawatiran.

Ingat ini adalah “welcome email” Anda

Melakukan personalisasi pada email selamat datang tidak hanya akan meningkatkan kesan pertama yang bisa Anda berikan bagi para pembaca, tetapi juga akan membantu Anda lebih unggul dari para pesaing.

Kebanyakan bisnis mengirimkan “welcome email” dengan pesan yang kaku dan tidak menarik, namun Anda akan memberikan sebuah pengalaman yang akan membentuk apa yang dipikirkan oleh customer tentang brand Anda.

Lakukan tahap-tahap yang diberikan kepada Anda dalam tulisan ini dan ingat ini adalah “welcome email” Anda. Ini adalah peluang Anda untuk memperkenalkan email marketing dan memperkenalkan kembali bisnis Anda kepada target audiens. Pastikan “welcome email” ditulis dengan kata-kata Anda sendiri dan pastikan bahwa email selamat datang ini mencerminkan pengalaman personal yang rencananya akan Anda berikan kepada para pembaca Anda.

Buat “welcome email” Anda mengesankan.

Bagaimana cara Anda membentuk first-impression yang baik dengan para customers? Tahukah Anda, bahwa Anda bisa menggunakan free email marketing untuk mengirim “welcome email”?

25
May2015
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing
Kesalahan-kesalahan dasar dalam email marketing

Di dunia digital marketing, strategi email marketing memang sangat menjanjikan. Walaupun belakangan ini kampanye melalui social media juga sedang naik daun, apalagi bisnis yang menargetkan konsumen-konsumen muda. Tetapi faktanya,  kampanye dengan strategi email marketing masih merupakan cara yang paling efektif.

Mengapa demikian?

Konsumen muda yang kebanyakan berada diumur 17 sampai dengan 25 tahun, lambat namun pasti, merasa semakin tidak nyaman dengan social media marketing. Mereka merasa tidak nyaman saat Facebook feed atau  timeline Twitter mereka dipenuhi oleh iklan-iklan yang tidak mereka ketahui. Ditambah lagi dengan maraknya akun bot Twitter yang berupa akun auto-reply atau auto-retweet yang menggangu kenyamanan pengguna social media.

Itulah mengapa email marketing masih mempunyai keunggulan karena email yang berisi kampanye dan promosi-promosi tersebut hanya dikirim ke mereka yang memang menginginkan dan mengizinkannya.

Namun sayangnya, masih banyak pelaku marketing—pemula maupun sudah bertahun-tahun—yang masih ceroboh dan melakukan kesalahan-kesalahan dasar saat menjalankan email marketing mereka, dan tentu saja membuat kampanye yang dikirim menjadi sia-sia.

Oleh karena itu kesalahan-kesalahan dasar berikut ini harus dihindari untuk memaksimalkan email marketing Anda :

1.     Kesalahan dalam memilih subject email

Subject email adalah “pintu masuk” pada sebuah email dan kuncinya adalah struktur kata-kata yang menarik, yang memancing customer untuk membuka email tersebut. Kesalahan pemilihan kata-kata dapat membuat customer tidak tertarik membuka email Anda. Lebih buruk lagi, kesalahan pemilihan kata dapat membuat email Anda ditandai sebagai spam.

2.    Contact List email yang tidak tertarget dengan jelas.

Ada beberapa orang yang percaya bahwa membeli contact list email adalah rahasia kesuksesan secara instan yang membuat email marketing Anda sukses. Faktanya, seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, membeli contact list email sangatlah beresiko. Dengan membeli contact list email, sama saja Anda mengirim email marketing ke orang-orang yang tidak menginginkanya. Hal tersebut bisa merusak reputasi perusahaan sekaligus brand Anda.

3.    Desain yang tidak responsif

Di era smartphone ini, sebagian orang sudah membuka email mereka dengan menggunakan perangkat mobile. Menggunakan desain yang tidak responsif membuat orang yang menerima email Anda akan segera menutup email tersebut karena tidak nyaman dilihat dari smartphone mereka.

Jadi, pastikanlah desain email Anda responsive. Bukan hanya nyaman dilihat saat dibuka dari PC, tetapi juga nyaman saat dilihat dari tablet atau smartphone.

4.    Konten yang tidak menarik

Content is the king. Jangan pernah mengirim email yang hanya memberitahukan bahwa Anda “exist” di dunia ini tanpa memikirkan apakah email yang Anda kirim menarik atau tidak. Pikirkanlah konten yang menarik dan informatif karena itulah yang diinginkan customer Anda. Semakin menarik konten yang Anda berikan, semakin positif image dari brand Anda akan terbentuk.

Tidak mau mengulang kesalahan yang sama? Mulai kampanye Anda sekarang dengan free email marketing !

22
May2015
9 Faktor Penting untuk mengoptimalkan Email Marketing
9 Faktor Penting untuk mengoptimalkan Email Marketing

Sebagai seorang pelaku marketing, mengirim email seharusnya menjadi salah satu alat favorit Anda. Mengirim email bukan hanya cara yang sangat baik untuk berkomunikasi dengan audiens Anda  dan menjaga daftar kontak Anda tetap sehat, tetapi email marketing juga bisa (dan seharusnya) digunakan sebagai sebuah jalur untuk menghasilkan leads.

Namun untuk mendapatkan lebih banyak leads dari email marketing, Anda terlebih dahulu harus memastikan bahwa pembaca membuka emailemail Anda, dan mengklik linklink yang ada di dalam email. Inilah sebabnya mengapa sebagai seorang pelaku marketing, kita semua terobsesi dengan open rate dan click-through rate – karena peningkatan variabel-variabel ini akan memberikan lebih banyak peluang untuk mengkonversi para pembaca menjadi leads.

Tapi bagaimana cara membuat email yang sempurna? Bagaimana Anda mendorong para pembaca untuk membuka email Anda ketika mereka ada banyak email lain di dalam inbox mereka? Bagaimana Anda membuat penawaran yang menarik dan cukup memikat untuk mendorong mereka mengklik dan mengunjungi landing page yang Anda buat? Terlepas dari apakah Anda baru saja memulai strategi email marketing, ataukah Anda telah melakukannya selama bertahun-tahun, ada 9 komponen email yang penting untuk Anda selalu perhatikan. Mari kita lihat satu per satu.

1.     Subject Email

Mengapa subject email penting:

Anda perlu merebut perhatian pembaca. Subject email Anda adalah apa yang akan dilihat oleh para penerima email sebelum mereka membuka email Anda. Yang lebih penting, subject email adalah satu dari sedikit informasi yang akan mereka perhitungkan ketika memutuskan apakah harus membuka email Anda terlebih dahulu atau tidak.

Bagaimana Mengoptimalkannya:

Pertama, subject email harus relevan dengan audiens. Subject email harus berkaitan dengan hal-hal yang diminati pembaca. Jika Anda mengirim email ke sebuah list yang berisi para pelaku marketing kelas-menengah dan Anda tahu bahwa salah satu dari penyebab stres utama mereka adalah tidak cukupnya waktu dalam keseharian mereka, maka Anda bisa menggunakan subject email yang mengatakan, “Siap menghemat waktu marketing Anda?”

Coba gunakan kalimat yang menawarkan bantuan atau manfaat bagi audiens Anda.  Menawarkan solusi membuat mereka terpikat dan ingin mencari tahu bagaimana Anda bisa membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi.

Cara lain untuk mengoptimalkan subject email adalah membuatnya lebih personal. Misalnya, memasukkan nama pertama penerima atau nama perusahaannya. Sebagian besar orang akan selalu membuka sebuah email yang memiliki subject email seperti “Bagaimana marketing Docotel bisa lebih efesien” daripada subject email yang mengatakan “Bagaimana marketing perusahaan Anda bisa lebih efisien” karena email tersebut terasa dikhususkan bagi mereka.

2.     Nama Pengirim

Mengapa nama pengirim penting:

Anda perlu membangun trust dengan para pembaca. Nama yang Anda gunakan untuk mengirim email adalah komponen lain yang akan dilihat penerima sebelum membuka email, dan ini berpengaruh bagi mereka dalam membuat keputusan apakah membuka email tersebut atau tidak. Mengoptimalkan pemilihan nama pengirim, dan menggunakan nama tersebut secara konsisten akan membantu membangun rasa percaya terhadap nama tersebut dan memungkinkan para pembaca mengenali emailemail Anda secara lebih mudah ke depannya.

Bagaimana mengoptimalkannya:

Email marketing harus dipersonalisasi – kirim emailemail Anda dari nama seseorang yang sebenarnya dan masukan juga signature di bagian bawah setiap email. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk memasukkan gambar kecil pengirim dengan signature nya jika Anda merasa nyaman dengan ide tersebut; ini dapat membantu dalam menghasilkan kesan ramah dan sangat personal dan memperkuat dugaan bahwa emailemail yang datang benar-benar berasal dari orang, bukan robot atau mesin marketing yang tidak memiliki emosi.

Anda juga bisa mengetes beberapa nama pengirim di email Anda untuk melihat yang mana yang paling baik. Mungkin mengirim email dari CEO perusahaan Anda merupakan yang paling efektif, atau mungkin para pembaca Anda suka menerima email tentang ebook baru Anda dari penulis ebook itu sendiri, bersama dengan nama perusahaan untuk membantu pembaca agar lebih baik dalam mengidentifikasi penulis email yang belum dikenal. Cobalah beberapa variasi dan lihat yang mana yang mana yang paling baik.

3.     Personalisasi

Mengapa personalisasi penting:

Salah satu cara terbaik untuk membuat email Anda tampak lebih relevan bagi pembaca adalah dengan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda mengetahui sesuatu tentang para pembaca tersebut – bahwa Anda mengenal siapa mereka, dimana mereka bekerja, apa yang menarik bagi mereka. Tentunya dengan cara yang tidak berlebihan, tetapi dengan cara yang baik seperti “Saya memahami apa masalah Anda, dan saya bisa membantu Anda memecahkannya.” Anda bisa melakukan ini dengan personalisasi.

Bagaimana mengoptimalkan:

Personalisasi lebih dari sekadar mengalamatkan email ke nama pertama seseorang. Manfaatkan data-data demografi dan perilaku yang Anda miliki tentang para pembaca Anda dengan memasukkannya dalam emailemail Anda. Anda bisa menggunakan nama perusahaan mereka, lokasi mereka, peran mereka di perusahaan, halaman-halaman yang mereka buka di website Anda, itemitem yang sebelumnya mereka telah beli, dan banyak lagi. Cobalah untuk keratif! Marketing massal tidak efektif lagi. Temukan cara-cara untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa Anda mengkhususkan pesan Anda kepada mereka.

4.     Konten

Mengapa konten penting:

Anda perlu membuat emailemail Anda singkat dan menarik. Ini sering menjadi komponen yang mendapatkan fokus paling banyak dari para pelaku marketing ketika mencoba untuk mengoptimalkan emailemail mereka. Bagaimana membuatnya kedengaran menarik? Bagaimana membuat penawaran lebih meyakinkan? Penting untuk menggunakan bahasa, nada, dan layout yang tepat untuk meningkatkan kemungkinan pembaca akan mengklik untuk mengambil manfaat dari penawaran Anda.

Bagaimana Mengoptimalkannya:

Pertama dan terutama, Anda perlu memastikan bahwa isi email Anda jelas menyampaikan apa penawaran Anda dan mengapa penawaran itu berharga. Ikatkan kembali dengan proposisi nilai Anda. Ketika menulis isi yang baik, Anda membutuhkan bahasa yang singkat dan menarik. Misalnya, dalam sebuah email yang dikirim untuk ebook tentang bagaimana menggunakan Twitter untuk bisnis, bisa dimulai dengan “Cara kita menggunakan Twitter keliru”.

Jadikan isi email Anda singkat, memikat, dan menarik. Ceritakan sebuah cerita, gunakan statistik untuk menekankan sebuah poin, dan jangan takut menggunakan bahasa yang kuat.

Juga penting agar Anda menggunakan paragraf-paragraf pendek dan poin-poin untuk memvariasikan teks secara visual, sehingga tidak terlihat monoton. Sekarang ini tidak ada lagi orang yang punya waktu untuk membaca esai, dan jika email Anda terlihat agak padat secara visual, maka pembaca akan kehilangan minat. Pertahankan agar tetap terlihat ringan.

5.     Gambar

Mengapa gambar penting:

Seperti halnya setiap aset marketing lainnya, email Anda harus memikat secara visual. Meskipun email teks biasa lebih bagus kinerjanya dibanding emailemail berbasis HTML, namun gambar masih bisa memegang peran penting dalam menarik perhatian pembaca ketika mereka membuka emailemail Anda. Gambar juga bisa membantu isi email Anda menyampaikan informasi tentang penawaran Anda

Bagaimana mengoptimalkan:

Gunakan gambar-gambar yang relevan. Gambar yang tidak deskriptif tidak akan menjelaskan apa yang ada dalam email Anda, atau apa yang Anda tawarkan kepada pembaca. Jauh lebih efektif jika menggunakan gambar yang serasi dengan penawaran Anda. Jika penawaran Anda adalah ebook, misalnya, Anda bisa cukup menggunakan gambar sampul ebook, yang bisa menjelaskan kepada pembaca bahwa “Ini adalah sebuah ebook dan bisa Anda miliki.”

6.     Call-to-Action

Mengapa penting:

Anda ingin para pembaca Anda melakukan klik dan berubah menjadi customer. Call-to-action merupakan komponen terpenting dalam email-email Anda, karena tujuan akhir dari email Anda adalah agar para pembaca mengklik dan melakukan tindakan. Bahkan, alasan mengapa Anda mengoptimalkan emailemail Anda adalah agar lebih banyak dari pembaca yang mengklik pada call-to-action tersebut untuk mengarahkan mereka ke landing page yang telah Anda buat, dimana mereka kemudian bisa dikonversi menjadi leads.

Bagaimana mengoptimalkan:

Untuk memulai, pertama-tama Anda harus memilih satu call-to-action utama yang akan menjadi fokus. Kerucutkan ke satu tindakan utama yang Anda ingin dilakukan oleh pembaca.

Kemudian, buat call-to-action Anda. Apakah itu berupa tombol atau sebuah link, Anda perlu memastikan bahwa call-to-action Anda menonjol dan impresif secara visual. Ini harus menjadi fokus dari email Anda, jadi buat menonjol dan menarik perhatian pembaca.

Disarankan untuk menempatkan call-to-action di bagian atas, sehingga langsung terlihat tanpa pembaca harus melakukan scroll jauh ke bawah.

Anda juga perlu megoptimalkan bahasa yang Anda gunakan dalam call-to-action. Anda perlu menggunakan isi yang jelas dan berorientasi tindakan (“download“, “daftar”, “shop now”), penting (“sekarang”), dan ramah (“bergabung dengan kami”, “dapatkan…”).

Terakhir, cara yang baik untuk mengoptimalkan call-to-action Anda adalah dengan memasukkan banyak link dan tombol dalam email Anda yang semuanya akan mengarahkan pembaca ke landing page yang sama.Tujuannya untuk menawarkan lebih banyak peluang kepada pembaca untuk segera mengklik.

7.     Link Berbagi ke Media Sosial

Mengapa link berbagi ke media sosial penting:

Anda ingin mendorong para pembaca untuk membagikan konten-konten yang Anda kirim. Dengan memudahkan pembaca email untuk membagikan penawaran-penawaran Anda dengan jejaring mereka, Anda tidak hanya memperluas audiens dan jangkauan, tetapi Anda juga memperluas peluang untuk menghasilkan leads baru.

Bagaimana mengoptimalkannya:

Masukkan link berbagi ke media sosial dalam semua email Anda! Dan jangan takut untuk memberikan opsi-opsi kepada pembaca – setiap orang memiliki jejaring sosial favorit mereka sendiri. Masukkan link untuk Facebook, Twitter, LinkedIn, Pinterest, atau Google+.

Tips lain untuk mengoptimalkan link berbagi ke media sosial ini adalah mengkustomisasi mereka dengan isi email Anda sendiri. Tidak perlu menggunakan salinan tweet autopopulated – Anda bisa menulisnya sendiri! Merupakan ide yang baik juga untuk mengoptimalkan meta description dari landing page, karena salinan tersebut adalah apa yang akan ditampilkan oleh Facebook dan LinkedIn ketika orang membagikan tautan-tautan yang menuju ke halaman-halaman tersebut.

Apapun yang Anda lakukan, buat mudah bagi pembaca Anda untuk membagikan konten Anda, dan berikan alasan bahwa mereka memang perlu membagikannya

8.     Link Unsubscribe

Mengapa link unsbscribe penting:

Pertama-tama, perlu diketahui bahwa tidak memasukkan link unsubscribe dalam email yang dikirim merupakan tindakan ilegal.

Selain masalah hukum, perlu diingat juga jika mereka tidak tertarik mendapatkan emailemail Anda, jangan memaksa mereka untuk tetap ada dalam list. Berikan mereka opsi untuk unsubscribe. Ini akan membuat open rates dan clickthrough rate Anda lebih akurat, karena Anda hanya fokus pada orang-orang yang memang ingin ada dalam list Anda.

Bagaimana Mengoptimalkan:

Mudahkan para pembaca untuk menemukan link unsubscribe. Tidak berarti link ini harus ditonjolkan sama seperti call-to-action, namun jangan juga menyembunyikannya. Jika pembaca ingin unsubscribe dari email Anda tetapi tidak bisa menemukan tombol unsubscribe maka bisa saja mereka akan menandai email Anda sebagai spam, dan itu lebih buruk akibatnya karena akan merusak reputasi IP Anda.

Taktik marketing yang baik lainnya adalah mengisi halaman unsubscribe secara personal. Buat halaman tersebut menyenangkan, lucu, memikat, dan mencoba untuk membuat pembaca berubah pikiran agar tetap bertahan dalam list Anda – atau paling tidak lakukan engagement dengan mereka melalui media sosial atau sarana lainnya. Dengan ini, Anda mengurangi kemungkinan mereka meninggalkan daftar Anda, walaupun Anda memberikan opsi tersebut kepada mereka.

9.     Optimisasi Mobile

Mengapa optimisasi mobile penting:

Terkadang jika seseorang membuka email di ponsel ada kalanya teks yang tampil terlalu besar atau terlalu kecil atau terlalu penjang, dan scrolling tidak bisa dilakukan.

Anda tidak ingin para pembaca Anda mengalami hal tersebut ketika membaca email dari Anda. Email Anda harus tampil cantik pada semua perangkat.

Bagaimana mengoptimalkan:

Rancang email Anda untuk bisa beradaptasi dengan perangkat manapun yang digunakan pembaca. Gunakan templatetemplate yang dioptimisasi untuk perangkat mobile, dan optimalkan untuk mendapatkan visual mobile yang paling baik. Dengan itu Anda tidak akan kehilangan peluang untuk mengkonversi sebuah leads hanya karena mereka menggunakan perangkat yang tidak menampilkan email Anda secara sempurna.

Banyak pelaku marketing cenderung merasa kesulitan ketika berurusan dengan optimisasi email, tetapi kenyataannya tidak demikian! Selama Anda tahu elemen-elemen apa yang perlu diperhatikan dan bagaimana mengoptimalkannya, maka Anda telah berada pada jalur yang tepat untuk meningkatkan click-through rate dan jumlah konversi tanpa harus menghabiskan banyak waktu.

Siap mencoba langsung? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

22
May2015
Bisnis Anda membutuhkan email service provider
Bisnis Anda membutuhkan email service provider

Email sebagai salah satu metode komunikasi primer sudah sepantasnya diprioritaskan; menggunakannya untuk membangun hubungan dengan customers adalah sebuah keharusan. Tetapi Anda tidak bisa hanya “menebar benih lalu berdoa” – mengirim ratusan email ke sebuah daftar alamat email, dengan berharap beberapa dari customers Anda akan membuka email tersebut dan mengambil tindakan yang dianjurkan.

Konten Anda, penyampaian, dan strategi harus relevan dengan subscribers, dan sebuah layanan penyedia email (ESP) bisa membantu Anda dalam kelima hal ini:

1. Personalisasi

Personalisasi adalah sesuatu yang diharapkan para customer Anda. Coba bayangkan, setiap hari mereka dijejali dengan pesan-pesan yang didasarkan pada pekerjaan mereka, apa yang mereka suka lakukan, dimana mereka tinggal dan pesan-pesan yang berisi informasi tentang mereka dari berbagai perusahaan.

Sebuah ESP yang berkualitas akan memberi Anda kemampuan untuk menambahkan unsur-unsur personalisasi ke dalam setiap kampanye email, termasuk informasi pribadi, geografis, dan psikografis subscriber. Salah satunya dengan membuatkan Anda sebuah list yang tersegmentasi, sehingga memungkinkan Anda menargetkan subscriber dan mengirimkan mereka informasi, deals dan konten lain yang sifatnya custom bagi mereka.

2. Kreatif dan desain

Penyedia layanan email (ESP) tidak hanya mampu mensegmentasi list Anda, mereka juga akan membuat atau membantu Anda mendesain template email untuk kampanye-kampanye sebanyak yang Anda butuhkan, termasuk welcome email, thank you email, email transaksional, dan email lainnya untuk membangun engagement. Anda bebas memberi nama segmen-segmen tersebut, dan ESP standar akan memiliki tim yang bisa membangun dan menjadwalkannya untuk dikirim. Emailemail ini akan dirancang secara custom sesuai konten dan brand Anda, serta dioptimalkan untuk tampil layak pada perangkat mobile.

3. Pelaporan

Karena email dimaksudkan untuk membangun hubungan dengan para customers, bagaimana Anda tahu segala sesuatunya sudah benar dilakukan jika Anda tidak menelusuri hasil kampanye-kampanye Anda? Sebuah ESP akan menyediakan fitur untuk mengukur kampanye-kampanye email Anda dan melaporkan statistik seperti subscribe, unsubscribe, dan CTR (click-through rate) sehingga Anda bisa melihat email apa atau bagian-bagian email mana yang paling disukai dan tidak disukai para customer Anda dan dengan begitu Anda bisa menyesuaikan frekuensi mengirim email-email tersebut.

4. Pengiriman / Infrastruktur

Suka atau tidak, ada beberapa kaidah yang harus Anda ikuti ketika mengirim email. Beberapa diantara adalah aturan yang ditetapkan oleh CANSPAM Act, dan beberapa lainnya adalah aturan-aturan yang berlaku hanya bagi ISP tertentu (seperti Gmail, Yahoo, dll). ESP memiliki karyawan berdedikasi penuh-waktu yang sudah terbiasa dengan semua aturan-aturan ini, dan selalu mengetahui perubahan-perubahan dan tren-tren dalam dunia pengiriman email untuk memastikan bahwa Anda mengikuti aturan-aturan yang ada dan membantu mengatasi keluhan-keluhan spam dan isu-isu pengiriman lainnya.

Memang mudah mengatakan “Saya akan menyediakan segala sesuatunya”, tetapi sudahkah Anda mempertimbangkan kompleksitas, waktu, upaya dan sumberdaya yang diperlukan untuk menjaga agar IP Anda tetap bersih, memastikan pemantauan reputasi pengirim secara teratur dan pemantauan penempatan inbox, aplikasi untuk mengelola dan mengklasifikasikan bounces Anda, atau mengoperasikan software MTA tingkat-perusahaan untuk memastikan bahwa tidak jadi masalah apakah Anda mengirim 100 atau 100.000 email sekaligus. Dan apa semua email itu akan terkirim dengan tepat waktu?

Ini adalah faktor-faktor esensial yang perlu dipertimbangkan, karena email hanya akan bermanfaat ketika customer Anda atau customer potensial bisa membuka dan menjalin engagement dengan pesan Anda. Dengan keahlian ESP dalam pengiriman dan infrastruktur yang ditujukan untuk Anda, Anda bisa yakin bahwa pesan Anda akan sampai pada audiens yang ditargetkan.

5. Manajemen akun

ESP biasanya menawarkan pengelola akun khusus untuk layanan dan isu-isu teknis. Para profesional email ini membantu Anda dengan menganalisis kampanye-kampanye email Anda dan menawarkan nasihat tentang bagaimana kampanye-kampanye tersebut bisa mendatangkan lebih banyak pendapatan. Para pengelola akun memberikan analisis menyeluruh yang kontinyu tentang program email Anda, menyusun strategi dan membuat perencanaan dengan tim Anda untuk memastikan Anda memenuhi tujuan dan target. Pengeloma akun pada dasarnya adalah teman terbaik email marketing Anda.

ESP standar akan menghadirkan kelima fitur ini ke dalam kampanye-kampanye email Anda. Tetapi ruang digital marketing  terus tumbuh hingga mencakup lebih banyak saluran selain email – sosial, mobile, dan web juga merupakan sarana penting untuk menjangkau dan mempertahankan hubungan dengan customer. Berinteraksi dengan para customer di media sosial juga sebuah cara untuk mempertahankan dan membangun hubungan-hubungan yang baik dengan customers.

Seberapa besar manfaat ESP bagi bisnis Anda? Coba sendiri melalui free email marketing yang bisa Anda gunakan dalam semua aspek industri. 

19
May2015
Perbedaan hard bounce dan soft bounce
Perbedaan hard bounce dan soft bounce

Jika Anda baru mempelajari tentang email marketing, Anda akan menemukan begitu banyaknya istilah baru yang perlu dipelajari. Beberapa dari istilah yang mungkin paling sering dibicarakan dan penting untuk dipahami adalah “hard bounces” dan “soft bounces”.

Dari namanya saja Anda akan tahu bahwa istilah-istilah ini berkaitan dengan deliverability email. Yang satunya buruk permanen, dan satunya buruk juga, tapi tidak permanen. Seringkali kedua istilah ini dicampurkan satu sama lain tanpa memberikan pembedaan yang tepat.

Karena hard bounces dan soft bounces adalah dua dari satuan ukuran (metrik) email marketing yang paling penting untuk ditelusuri, maka berikut penjelasan singkat terhadap kedua istilah email marketing ini.

Hard Bounces vs. Soft Bounces: Apa bedanya? 

Ketika sebuah email mengalami bounce (terpantul) secara umum, maka itu berarti bahwa email tersebut tidak terkirim ke inbox yang dituju. Istilah “Hard” dan “Soft” mengindikasikan dua pengelompokkan dari ketidakterkiriman tersebut, yang satu permanen, yang satu tidak permanen.

  1. Hard Bounce adalah sebuah email yang tidak bisa terkirim karena alasan permanen. Penyebab umumnya adalah alamat email yang dituju palsu, domain email bukan domain yang sebenarnya, atau mungkin server penerima email tidak menerima email. Ada banyak alasan mengapa email bisa mengalami hard bounce, tetapi intinya adalah bahwa email tersebut tidak terkirim karena kegagalan permanen. Anda perlu segera menghapus semua alamat email yang mengalami hard bounce dari contact list Anda.
  2. Soft Bounce adalah keadaan ketika email tidak bisa terkirim karena masalah sementara. Penyebab umumnya adalah inbox yang dituju penuh atau file email yang terlalu besar, dan beberapa alasan lainnya. Jika Email Service Provider (ESP) mendapatkan soft bounces pada sebuah email yang dikirim, kebanyakan ESP akan berhenti mencoba mengirim email ke alamat tersebut dalam beberapa hari. Tetapi Anda harus terus mengawasi alamat-alamat email ini – jika Anda menemukan bahwa masalah yang sama terus terjadi dari waktu ke waktu, maka sebaiknya alamat-alamat email tersebut dihapus.

Tip : Cobalah untuk mempertahankan total bounce rate di bawah 2% — jika jauh lebih tinggi dari itu maka Anda mempunyai masalah dalam deliverability.

Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa Hard bounces = kegagalan pengiriman permanen. Soft bounces = kegagalan pengiriman sementara.

Menjaga angka mereka tetap rendah tidak sesulit kelihatannya, bukan? Tetapi jangan kemudian digampangkan begitu saja, karena isu bounce adalah hal yang krusial untuk keberhasilan email marketing Anda.

Cukup untuk teori, saatnya untuk praktek. Pelajari hasil kampanye email Anda sendiri menggunakan free email marketing !

18
May2015
Tips untuk Menulis Email yang Dibuka, Dibaca, dan Diklik
Tips untuk Menulis Email yang Dibuka, Dibaca, dan Diklik

Apakah terasa seperti tantangan besar untuk membuat orang membuka dan membaca email Anda? Dan kemudian melanjutkan dengan mengklik?

Seharusnya tidak sesulit itu. Berikut ini adalah tips penting untuk menulis emailemail yang akan dibuka, dibaca, dan diklik.

Siap?

Bagaimana membuat email yang ditunggu-tunggu

Pertanyaan cepat:

Email mana yang paling Anda nantikan untuk terima: sebuah email dari teman terbaik Anda atau sebuah email dari suatu perusahaan? Dan yang mana diantara dua email ini yang Anda lebih pilih untuk dibaca?

Pilihan mudah, bukan?

Jadi, ketika Anda mengirim email ke orang-orang yang ada dalam list Anda, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda menulis seolah-olah Anda sedang menyapa kerumunan orang yang begitu banyak? Apakah Anda menulis sama seperti yang dilakukan oleh bagian marketing perusahaan secara masif?

Jika Anda ingin para subscriber menantikan emailemail Anda, maka Anda harus mempertimbangkan untuk berperilaku lebih seperti seorang teman.

Anda kenal, suka, dan mempercayai teman Anda, bukan?

Cobalah menulis email yang sedikit berbeda dengan email perusahaan, dan buat desain email yang minimalis. Buat tulisan dengan gaya bahasa yang lebih casual namun tetap menjaga respek.

Ikuti 8 langkah esensial berikut ini untuk menulis email yang ramah dan tidak sabar dinanti oleh pembaca.

  1. Jangan bicarakan tentang list Anda. Berhenti membicarakan tentang para subscriber Anda. Menulislah seolah-olah Anda sedang mengirim email ke satu orang saja. Hal itu akan membuat email Anda lebih personal.
  2. Berhenti membuang-buang waktu orang. Kirim email hanya jika Anda punya sesuatu yang benar-benar bernilai atau bermanfaat untuk disampaikan.
  3. Bermanfaat. Jangan mengirim email hanya saat Anda butuh sesuatu dari pembaca Anda. Jadilah orang yang bermanfaat, murah hati, ramah, dan seperti teman sejati.
  4. Gunakan nama asli Anda sebagai pengirim. Cantumkan nama dan reputasi pada bagian nama pengirim. Itu tentu lebih bersifat personal, bukan?
  5. Bisa dipercaya. Biarkan orang tahu apa yang Anda harapkan. Ya, pesan-pesan penjualan harus menjadi bagian dari email marketing Anda, itu tidak jadi masalah. Perjelas tentang itu ketika mereka melakukan pendaftaran.
  6. Jangan terkesan berlebihan. Jangan merasa sungkan untuk mempersonalisasi email, tetapi jangan mengulang-ulang nama orang terlalu sering, karena itu membuat Anda terdengar seperti robot call center.
  7. Berada di pihak pembaca. Ingatkan orang bahwa mereka tidak sendiri. Katakan kepada mereka Anda memahami masalah-masalah mereka. Berempatilah dengan mereka, dan tanyakan bagaimana Anda bisa membantu mereka.
  8. Berikan reward karena membaca. Pastikan orang mendapatkan manfaat dari membaca emailemail Anda. Bagaimana caranya? Bagikan tips yang bermanfaat. Buat mereka merasa lebih baik. Buat mereka terinspirasi.

Bagaimana membuat email Anda dibuka

menulis email yang akan dibuka
menulis email yang akan dibuka

Kebanyakan inbox selalu penuh dengan emailemail yang tidak menarik dan membosankan.

Emailemail yang Anda kirim akan mudah tenggelam dalam inbox yang selalu dipenuhi kiriman email dari seluruh dunia. Dan fitur Gmail tabs telah menjadikan Anda lebih sulit lagi untuk bisa diperhatikan.

Satu-satunya cara adalah bagaimana Anda menulis subject email menarik yang membuat Anda menonjol, yang memikat orang untuk membuka email Anda.

Subject email perlu menarik perhatian, sama seperti headline. Berikut 8 tips tentang hal tersebut:

  1. Janjikan sesuatu yang baik.Jika orang tahu secara khusus apa yang akan mereka pelajari atau bagaimana Anda akan membuat mereka lebih senang, lebih informan, atau lebih baik dalam bisnis, maka mereka akan penasaran untuk membaca lebih lanjut.
  2. Gunakan kata-kata berenergi. Kata-kata yang bersifat emosional akan menarik perhatian, dan membuat subject email Anda menonjol diantara emails lain dalam inbox.
  3. Gunakan angka. Karena angka-angka seperti 7 atau 33 akan menyita penglihatan.
  4. Rasa penasaran. Jangan takut untuk sesekali menggunakan kata-kata yang tidak biasa. Gelitik rasa ingin tahu pembaca maka mereka akan senang untuk mencari tahu lebih lanjut.
  5. Tekankan kesalahan-kesalahan umum. Karena tidak ada orang yang mau dianggap bodoh.
  6. Berhenti berusaha terlihat pintar. Subject email yang spefisik dan sederhana selalu mengalahkan alternatif-alternatif yang terlihat pintar.
  7. Eksperimen. Jangan selalu menurut pada apa yang sudah ada. Cobalah sesuatu yang baru. Berani tampil beda. Anda akan dikejutkan dengan apa yang berfungsi dan apa yang tidak.
  8. Belajar dari para master. Daftar ke contact list yang hebat dan analisa subject email mereka. Dijamin Anda akan mempelajari sesuatu yang baru.

Anda juga bisa membaca lebih jauh mengenai tips menulis subject email yang baik.

Bagaimana menulis email yang membangun engagement

Menulis email yang membangun engagement
Menulis email yang membangun engagement

Jadi, Anda telah berhasil membuat orang membuka emailemail Anda. Selanjutnya apa? Bagaimana Anda menjaga perhatian mereka? Bagaimana Anda membuat mereka tetap membaca emailemail Anda kata demi kata?

Ikuti 9 tips berikut untuk emailemail yang akan menawan para pembaca:

17. Menulis cepat. Karena dengan menulis cepat antusiasme dan personalitas Anda yang sesungguhnya akan keluar.

18. Singkat. Edit email Anda dengan sangat hati-hati. Email yang panjang dan berat akan menghilangkan minat pembaca. Tantang diri Anda untuk memotong naskah sampai setengahnya di waktu berikutnya Anda mengedit.

19. Tanyakan pertanyaan. Bayangkan melakukan percakapan tatap-muka dengan pembaca Anda. Anda akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan pada situasi tersebut, bukan

20. Tambahkan sentuhan personal. Karena Anda sedang mencoba untuk membuat pembaca tahu, suka, dan mempercayai Anda, bukan?

21. Jangan menggunakan salam yang terlihat otomatis. Cobalah gunakan ungkapan-ungkapan seperti salam hangathormat saya, atau jabat erat. Memvariasikan ucapan salam Anda akan membuat Anda terkesan lebih personal.

22. Buat gaya menulis yang natural. Berhenti memikirkan tentang email marketing. Anggap emailemail Anda sebagai sebuah cara untuk berbicara dengan para customer atau pembaca Anda.

23. Tambahkan personalitas. Gunakan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang bisa Anda gunakan saja. Berperilakulah seperti manusia sesungguhnya.

24. Berhenti membosankan. Pahami tanda-tanda dari tulisan yang membosankan. Tulis kalimat yang pendek dan kuat. Upayakan to the point. Dan jangan terpaku pada kaidah-kaidah penulisan formal.

25. Jangan egois. Pedulilah dengan kebutuhan para pembaca Anda.

Bagaimana menjual dalam emailemail Anda

Menjual Dengan Email
Menjual Dengan Email

Anda tidak hanya menulis email untuk bersenangsenang, bukan? Sebagai pemilik bisnis Anda harus menjual untuk bisa bertahan dalam bisnis (suka atau tidak).

Jadi bagaimana cara terbaik untuk menjual tanpa terlihat berlebihan?

Ikuti 8 tips ini untuk mengubah lebih banyak pembaca email menjadi pembeli :

26. Jangan menjual sebelum prospek siap.Jadilah seorang teman dan sumber informasi terpercaya terlebih dahulu; dan pembaca Anda akan lebih siap membeli dari Anda.

27. Soroti manfaat. Jangan menjual produk. Tetapi, juallah manfaat yang ditawarkan kepada customer Anda.

28. Tunjukkan apa yang tidak akan diperoleh pembaca. Kebanyakan orang menghindari risiko. Mereka ingin menghindari ketidaknyamanan, kesalahan, dan komplikasi. Pertimbangkan untuk merumuskan ulang manfaat dari penawaran Anda sebagai sebuah solusi.

29. Bekerja demi tujuan. Ceritakan cerita-cerita menarik yang mengarah ke pesan penjualan Anda.

30. Memberikan tenggat yang jelas. Ini mencegah orang menunda-nunda.

31. Sisipkan banyak link (pada halaman yang sama). Karena ini meningkatkan peluang orang mengklik link tersebut.

32. Memiliki call-to-action yang jelas. Katakan kepada pembaca secara tepat apa yang Anda harap mereka lakukan selanjutnya, dan ingatkan mereka mengapa mereka akan tertarik untuk membeli.

33. Gunakan NB yang kuat. Ingatkan atau ulangi apa yang akan mereka lewatkan jika mereka tidak mengambil penawaran Anda.

Fakta tentang email Anda

Inbox setiap orang selalu menerima banyak email. Tidak ada yang suka menerima lebih banyak email.

Anda seharusnya bangga bahwa orang telah dengan senang hati bergabung dengan list Anda dan senang menerima pesan-pesan Anda. Setiap subscriber telah memberi Anda kepercayaan yang sulit didapat.

Tetapi berhati-hatilah. Jangan pernah mengabaikan perhatian siapapun. Karena waktu setiap orang sangat berharga.

Dari waktu ke waktu, Anda harus membuktikan nilai Anda kepada para subscriber email Anda. Kenali para pembaca Anda dengan sangat baik sehingga Anda bisa berempati dengan masalah-masalah mereka. Tanyakan pertanyaan dan tawarkan bantuan.

Tulislah email seolah-olah Anda sedang mengirim email kepada seorang teman baik, karena di situlah bagaimana orang akan mengetahui Anda, menyukai Anda, dan mempercayai Anda..

Ketika Anda telah mendapatkan ketiga hal ini, berarti Anda telah mendapatkan kemampuan untuk menumbuhkan bisnis Anda.

Siap mencoba langsung? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!

18
May2015
Kunci Kesuksesan Email Marketing
Kunci Kesuksesan Email Marketing

Ada beberapa jenis email marketing yang bisa Anda kirim ke kontak-kontak Anda. Tergantung pada apa tujuan dan kebutuhan bisnis Anda, Anda bisa mengirim newsletter, kiriman khusus, greeting email, email untuk mengembangkan leads, dan sebagainya. Semua opsi ini memiliki tujuannya masing-masing, meski demikian banyak pelaku marketing yang memandang remeh jenis email tertentu yang justru cenderung mendapatkan banyak perhatian, yaitu email transaksional, yang merupakan salah satu dari jenis komunikasi yang paling efektif untuk membangun engagement dengan prospek.

Email transaksional umumnya berupa pesan-pesan yang Anda terima dari situs-situs e-commerce yang mengonfirmasi order Anda dan informasi pengiriman produk serta rincian-rincian lain. Pesan-pesan ini dipicu oleh tindakan spesifik yang telah dilakukan oleh seseorang dan juga bisa digunakan untuk menginformasikan kepada kontak bagaimana melengkapi tindakan khusus tersebut. Misalnya, jika Anda mendaftar untuk sebuah webinar, Anda akan melengkapi sebuah formulir dan kemudian menerima email transaksional, yang akan memberikan Anda informasi login yang relevan untuk bergabung.

Jadi, jika bisnis Anda bukan e-commerce, apa yang sebanding dengan email transaksional bagi para pelaku marketing? Jawabannya adalah thank-you email, atau pesan-pesan otomatis yang dipicu ketika pengunjung melakukan suatu interaksi di page Anda!

Manfaat Thank You Email

Para penerima menanti-nanti email transaksional atau thank-you email karena email tersebut membantu mereka untuk melengkapi sebuah tindakan. Inilah alasan utama mengapa penerima membuka dan mengklik pada email jenis ini. Dan sebagai seorang pelaku marketing, Anda bisa dengan mudah memanfaatkan situasi ini dengan memasukkan call-to-action dalam thank-you email Anda sesuai dengan kecenderungan umum bahwa leads masih fresh dan sebelumnya telah aktif berinteraksi dengan brand Anda.

Thank-you email  efektif karena 2 alasan:
  1. Email ini menempatkan konten Anda secara langsung dalam inbox target. Bahkan jika penerima mengeklik sebuah link di halaman thank you email, mereka masih akan menemukan informasi yang mereka perlukan, seperti link download ebook, informasi login webinar, dan lain-lain.
  2. Orang akan sering membagikan konten Anda dengan mem-forward-nya lewat email, sehingga thank you email memberi Anda peluang untuk memperluas jangkauan konten ke audiens baru.

Contoh thank you email sederhana:

Hi Dedy,

Terima kasih sudah mengunduh e-book kami yang berjudul All About Email Marketing!

Sudah siap mengaplikasikan e-book ke dalam bisnis Anda? Pelajari bagaimana DocoBlast bisa membantu untuk mengembangkan email marketing Anda!

Regards,

Claudia

Seperti yang Anda lihat, thank you email di atas mencakup dua link : Link pertama terhubung ke halaman terima-kasih untuk penawaran yang diiklankan, dimana pengguna bisa mengakses ebook; dan yang kedua terhubung dengan page agar pengguna bisa langsung mencoba produk yang memungkinkan kita untuk menggerakkan lead lebih jauh ke dalam siklus penjualan.

Thank You Email Dua Kali Lipat Lebih Membangun Engagement Dibanding Email Marketing Umum

Untuk memahami seberapa efektif thank you email dibanding dengan jenis email lainnya , kami membandingkan email ini dengan jenis email lain yang umum dikirim.

Hasilnya, dari 21 thank you email yang telah dikirim, secara rata-rata, email ini menghasilkan 42% open rate dan 14% CTR.

Kami kemudian menganalisa email marketing umum yang telah dikirim. Sampel yang digunakan lebih besar – 131 email – yang secara rata-rata menghasilkan 12% open rate dan 6% CTR.

Dengan kata lain, thank you email otomatis menghasilkan engagement 2 kali lipat lebih tinggi dibanding email marketing biasa.

Sudahkah Anda menggunakan thank you email dalam marketing Anda? Jika belum, mungkin ini waktunya untuk mencoba dengan menggunakan free email marketing.

15
May2015
Statistik Double Opt-in vs. Single Opt-in
Statistik Double Opt-in vs. Single Opt-in

Ada perdebatan panjang di antara pelaku email marketing tentang konfirmasi subscriber ke dalam list dengan cara double optin (dua langkah) atau single optin (satu langkah). Pada akhirnya, para pengirim email harus memilih antara kuantitas atau kualitas list. Sebagai salah satu Email Service Provider (ESP), kami cenderung peduli tentang kualitas list Anda, karena reputasi IP yang digunakan untuk mengirim menjadi taruhannya.

Banyaknya alamat email buruk dalam contact list Anda bisa merusak jutaan alamat email yang baik. Itulah sebabnya mengapa Anda akan mendengar dari para ESP begitu banyak tentang konfirmasi list double optin. Sebelum melanjutkan, jika Anda merasa bingung tentang apa yang dibicarakan di sini, lebih baik Anda membaca terlebih dahulu tentang pengertian apa itu single optin atau double optin.

Ketika berbicara tentang double optin, kita cenderung mendengar customer mengatakan, “Mengapa saya harus menyulitkan orang untuk subscribe dengan list saya?” Bisa dimengerti. Tetapi, double optin tidak mengharuskan orang yang ingin menerima email dari Anda untuk membuka email tersebut. Ini hanya tahapan ekstra yang saja dilakukan Anda. Kekurangan-kekurangan dalam pengumpulan list cenderung menghasilkan bounce, blacklisting, jebakan spam, dan hal licik lainnya.

Pertanyaannya adalah, apakah penggunaan double optin benar-benar akan meningkatkan statistik yang penting, yaitu : open rate, click through rate, bounces, dan unsubscribe?

Berikut ini adalah statistik dari sebuah sampel acak dalam database yang terdiri dari 30.000 pengguna yang telah mengirim sekurangnya 10 kampanye. Para pengguna ini memiliki list yang berisi antara 500 sampai 1,5 juta. Beberapa diantaranya mengirim setiap hari, dan beberapa lagi mengirim beberapa kali dalam sebulan.

Statistik yang Lebih Tinggi

Seperti yang bisa Anda lihat, list double optin memiliki open rate (jumlah buka) yang lebih baik.

Statistik unique open
Statistik unique open

Penting untuk diingat bahwa ini adalah unique open. Itu berarti kami hanya menghitung open pertama per subscriber. Terlihat bahwa meskipun double optin memiliki peningkatan jumlah unique open 72,2%, namun mereka memiliki 75,6% peningkatan total open rate. Sehingga list double optin tidak hanya mendapatkan open rate yang lebih banyak, tetapi juga mendapatkan lebih banyak jumlah buka per subscriber.

Grafik berikut menunjukkan bahwa list double optin memiliki 114% peningkatan jumlah klik dibandingkan dengan list single optin.

Statistik jumlah klik
Statistik jumlah klik

 

Statistik Lebih Rendah

Ada beberapa statistik yang semakin rendah akan semakin bagus. Yang pertama adalah bounce rate. Dengan menggunakan list double optin Anda bisa mengurangi bounce rate sebesar 48,3%.

statistik soft bounce
statistik soft bounce
hard bounce
statistik hard bounce

 

Terakhir, Anda akan sangat tertarik dengan jumlah unsubscribe.  Statistik membuktikan list double optin memiliki jumlah unsubscriber  7% lebih rendah dibandingkan dengan list single optin. Kita tidak akan menyebut itu sebagai angka yang ajaib, tetapi angka tersebut memberikan sedikit ruang bernapas. Angka ini juga membuktikan bahwa banyak dari subscriber single optin yang tidak menginginkan email Anda.

Ingatlah, mempermudah proses unsubscribe adalah cara yang jauh lebih baik daripada audiens Anda menekan tombol spam dan melupakan tentang Anda. Jika memungkinkan, mari kita hindari hal tersebut.

Bukan DocoBlast customers? Gunakan free email marketing dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim!