22
April2015
Tips Email Marketing untuk Pemula
Tips Email Marketing untuk Pemula

Email marketing merupakan cara yang sangat menjanjikan untuk menjangkau customers Anda dimanapun mereka berada tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Tapi, ini juga merupakan tanggung jawab besar – orang tidak memberikan alamat email mereka kepada sembarang orang. Jika Anda baru mulai membuat kampanye lewat email perusahaan, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

  1. Mudahkan orang untuk subscribe.Tampilkan formulir subscribe di homepage, blog, halaman Facebook, dan ditempat lain dimana customer dan fans Anda aktif. Anda mungkin ingin mengumpulkan informasi lainnya (untuk memberikan penawaran khusus atau giveaway), tetapi jangan berlebihan dengan isian-isian yang wajib diisi. Formulir subscribe yang terlalu panjang bisa membuat orang malah tidak jadi mendaftar.
  1. Jelaskan kepada subscriber apa yang akan mereka dapatkan. Mungkin Anda berencana mengirim update perusahaan, newsletter, penjualan e-commerce, atau deal harian. Apapun itu, penting untuk menjelaskan kepada pembaca apa yang akan mereka dapatkan dan seberapa sering. Berikan mereka informasi yang jelas pada formulir subscribe, sehingga mereka bisa memutuskan apakah mereka ingin ada di dalam list Anda atau tidak.
  1. Kirim welcome emailMengingatkan orang mengapa mereka masuk dalam list Anda dan menjamin mereka akan mendapatkan manfaat adalah langkah yang sangat baik. Anda bahkan bisa mengirimkan penawaran khusus atau konten eksklusif kepada subscriber Anda, sebagai cara untuk berterima kasih atas loyalitas mereka.
  1. Desain newsletter harus serasi dengan brand. Newsletter atau kampanye-kampanye email yang Anda buat harus serasi dengan tampilan brand. Jika Anda menggunakan sebuah template, Anda bisa mengeditnya dengan menggunakan warna-warna perusahaan dan logo di bagian header. Jika email Anda konsisten dengan konten lainnya, maka pembaca akan merasa lebih familiar sejak awal.
  1. Buat email yang scannablePara subscriber Anda adalah orang-orang sibuk yang menerima banyak kiriman email tiap harinya, jadi bisa diasumsikan bahwa Anda tidak akan mendapatkan perhatian khusus dari mereka. Ketimbang mengirim konten panjang, lebih baik memecah konten Anda menjadi paragraf-paragraf singkat, atau menyertakan gambar untuk memandu pembaca.

Jika Anda mengirim sebuah artikel yang panjang, pertimbangkan untuk menyisipkan tautan “read more…” sehingga orang bisa membaca selengkapnya jika mereka merasa perlu. Subject email harus tothepoint dan mudah dicerna. Anda juga bisa menggunakan A/B Test pada subject email untuk melihat yang mana yang lebih menarik.

  1. Kirim konten yang diinginkan orang. Layanan newsletter email umumnya menawarkan fitur-fitur seperti grup dan segmentasi untuk membantu Anda menyajikan konten yang relevan bagi pembaca. Jika Anda mengirim beberapa email berbeda untuk setiap kelompok berbeda (misalnya sebuah perusahaan mengirim email yang terpisah kepada relawan, donor, dan direktur), maka Anda bisa meminta orang untuk mencentang sebuah kotak untuk mengikuti grup tertentu pada formulir subscribe.

Anda juga bisa melakukan segmentasi berdasarkan aktivitas, klien email, data e-commerce, dan lain-lain. Mengirim konten yang relevan akan menjaga engagement tetap terbangun dengan para pembaca, dan mereka akan menanti newsletter Anda bahkan membaginya dengan teman-teman mereka.

  1. Perhatikan jadwal pengiriman. Newsletter yang dikirim secara reguler adalah sebuah komitmen. Jika lewat beberapa bulan tanpa mengirim apapun, maka subscriber akan lupa pada Anda, dan besar kemungkinan akan menghapus email berikutnya, atau lebih buruk lagi, menandainya sebagai spam. Siapkan waktu untuk merencanakan, menulis, mendesain, dan mengirim newsletter secara teratur.
  1. Edit. Even editors need editors. Ketika Anda merancang jadwal pengiriman, siapkan banyak waktu untuk pengeditan dan proses revisi. Ketika Anda mengirim sebuah kampanye email, itu akan langsung masuk ke inbox, dan Anda tidak bisa menariknya kembali dan meng-update-nya. Newsletter mengandung konten yang bermakna, dan newsletter yang ceroboh akan terlihat buruk. Perlu diperhatikan bahwa tata bahasa dan gaya penulisan untuk email sama pentingnya bagi website dan blog.
  1. Tes email Anda sebelum dikirim. Layanan email yang berbeda dan perangkat mobile yang berbeda akan menampilkan email secara berbeda pula. Kirimkan email percobaan kepada rekan-rekan, atau gunakan program tes untuk memastikan bahwa email Anda benar-benar akan terlihat bagus pada layar besar maupun kecil. Tes akan menunjukkan kesalahan desain sebelum terlambat, dan program-program pengetes bisa memprediksi apakah sebuah kampanye akan ditangkap oleh filter spam atau tidak.
  1. Pikirkan tentang perangkat mobileJika sebuah kampanye tidak muncul pada perangkat-perangkat mobile, maka kampanye tersebut tidak akan bekerja dengan baik.
  1. Ketahui aturan spamBanyak orang tidak sadar mengirim spam karena mereka tidak tahu. Baca CAN-SPAM Act sebagai referensi. Sederhananya, Anda diperbolehkan mengirim email massal hanya kepada orang-orang yang telah dimintai izin secara khusus untuk ada dalam mailing list.

Jika Anda mengumpulkan alamat-alamat email untuk giveaway atau ajakan event, maka Anda tidak punya izin untuk mengirim email marketing selama Anda tidak memperjelas hal tersebut saat mereka mendaftarkan email mereka. Cantumkan link unsubscribe yang jelas di setiap email, dan jangan lupa untuk mengingatkan para subscriber bagaimana mereka ada dalam list Anda.

  1. Buat agar dapat di-shareKirim konten yang ingin dibagikan orang, dan mudahkan bagi mereka untuk melakukan itu. Pertimbangkan juga untuk memasukkan link Twitter dan Facebook ke newsletter Anda, sehingga pembaca bisa membagikan konten Anda di sosial media mana mereka aktif.
  1. Pantau hasil kampanye Anda. Kebanyakan layanan newsletter email menawarkan laporan-laporan gratis yang mengandung informasi bermanfaat. Pelajari bagaimana membaca laporan-laporan tersebut, sehingga Anda bisa menggunakan statistik untuk meningkatkan kampanye ke depannya. Perhatikan open rate dan click rate, dan identifikasi jika ada pola yang membuat angka tersebut naik atau turun. Jika sebuah kampanye mendapatkan jumlah unsubscribe yang tinggi, maka cobalah sesuatu yang berbeda berikutnya.
  1. Bersikap ramah. Jangan sungkan untuk menggunakan gaya bahasa santai di email yang Anda kirim. Orang-orang mengharapkan gaya bahasa ‘manusia’ dalam inbox mereka. Jika Anda mengumpulkan nama pertama subscriber Anda saat pendaftaran, Anda bisa memasukkan nama mereka dalam sapaan di email.
  1. Jangan kirim email yang tidak penting. Kelihatannya hal ini sudah sangat jelas, tetapi faktanya ada banyak perusahaan yang memulai kampanye email tanpa rencana dan tidak ada hal penting untuk disampaikan. Perlu diingat kembali bahwa email hanya sebuah cara untuk mempublikasikan konten, karena itu konten harus diutamakan. Sebelum memulai kampanye, pastikan konten adalah komitmen yang akan membantu Anda mencapai tujuan-tujuan bisnis. Jika tidak, Anda akan menghabiskan waktu subscriber Anda dan waktu Anda sendiri.

Baru dalam email marketing? Let us help you!

22
April2015
Panduan Can SPAM Act
Panduan Can SPAM Act

Jika Anda menggunakan email marketing untuk bisnis, maka Anda harus memberi perhatian pada undang-undang CAN-SPAM Act. Undang-undang yang sudah berlaku di beberapa negara ini mengatur persyaratan email komersial, memberi hak kepada penerima email untuk mengentikan Anda mengirimi mereka email, dan memberikan hukuman jika ada pelanggaran.

CAN-SPAM Act mencakup semua pesan komersial, yang didefinisikan sebagai “setiap surat eletronik yang tujuan utamanya bersifat komersial atau promosi sebuah produk atau jasa,” termasuk juga email yang mempromosikan konten pada website komersial. Aturan ini juga tidak memberi pengecualian untuk email B2B.

Kabar buruknya, setiap email yang melanggar CAN-SPAM Act dikenakan hukuman denda hingga $16,000, sehingga ketidakpatuhan terhadap aturan ini harus dibayar sangat mahal. Kabar baiknya, mengikuti aturan ini tidak sulit. Berikut syarat-syarat utama CAN-SPAM:

  1. Jangan gunakan informasi header yang palsu atau menyesatkan.

From,” “To,” “ReplyTo,” dan informasi routing – termasuk nama domain sumber dan alamat email – harus akurat dan mengindikasikan orang atau bisnis apa yang mengirim pesan tersebut.

  1. Jangan gunakan subject email yang menipu.

Subject email harus – secara akurat – mencerminkan konten pesan yang dikirim.

  1. Indikasikan pesan sebagai sebuah iklan.

Anda harus menyampaikan secara jelas bahwa pesan Anda adalah sebuah iklan.

  1. Beritahu penerima dimana lokasi Anda.

Pesan Anda harus mencakup alamat fisik yang valid. Ini bisa berupa alamat jalan.

  1. Beritahu penerima bagaimana caranya jika tidak ingin lagi menerima email dari Anda.

Pesan Anda harus mencakup penjelasan bagaimana penerima bisa berhenti mendapatkan email dari Anda. Buat link unsubscribe sedemikian rupa sehingga mudah dikenali, dibaca, dan dipahami oleh orang-orang pada umumnya.

Anda bisa memainkan ukuran, warna dan lokasi secara kreatif agar tetap terlihat jelas. Anda bisa membuat menu untuk memungkinkan penerima berhenti berlangganan tipe pesan tertentu, tetapi Anda harus memasukkan opsi untuk menghentikan semua pesan komersial dari Anda. Pastikan filter spam Anda tidak memblokir permintaan unsubscribe tersebut.

  1. Merespon permintaan berhenti berlangganan dengan cepat.

Setiap mekanisme unsubscribe yang Anda tawarkan harus mampu diproses sekurang-kurangnya 30 hari setelah Anda mengirim pesan konfirmasi. Anda harus mengkonfirmasi permintaan unsubscribe dalam 10 hari kerja.

Anda tidak boleh membebankan biaya, meminta penerima untuk memberikan informasi khusus selain alamat email, atau membuat penerima melakukan tahap lain selain mengirim email balasan. Tapi Anda bisa mengarahkan penerima untuk mengunjungi sebuah page di Internet sebagai syarat untuk menghargai permintaan unsubscribe.

Ketika orang telah mengatakan kepada Anda bahwa mereka tidak ingin lagi menerima pesan dari Anda, Anda tidak diperbolehkan menjual atau mentransfer alamat email mereka, apalagi dalam bentuk contact list.

  1. Memantau apa yang dilakukan orang lain atas nama Anda.

Jika Anda mempekerjakan perusahaan lain seperti Email Service Provider untuk menangani email marketing, Anda tidak bisa lepas tangan. Perusahaan yang produknya dipromosikan dalam email dan perusahaan yang mengirim email tersebut bisa bertanggung jawab secara hukum.

Bagaimana pendapat Anda tentang artikel ini? Share with us!

22
April2015

Seklogoolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prasetiya Mulya atau lebih dikenal dengan Prasetiya Mulya Business School didirikan oleh 70 pengusaha nasional di bawah Yayasan Prasetiya Mulya pada tanggal 6 September 1982. Nama Prasetiya Mulya sendiri terinspirasi oleh bahasa Sansekerta yang berarti “janji mulia”

Kampus STIE Prasetiya Mulya seluas 5 ha di kawasan BSD, diresmikan oleh Wapres Boediono pada tanggal 27 Mei 2011. Kampus ini menyelenggarakan program gelar S1, S2 Magister Manajemen, dan program non-gelar di bidang pelatihan manajemen dan bisnis sesuai kebutuhan perusahaan.

Sumber : http://www.pmsbe.ac.id/s1/
Sumber : www.pmsbe.ac.id

Ciri khas bangunan kampus ini adalah bangunan berbentuk oval yang mencolok berikut pemberian nama-nama gedung menggunakan nama beberapa pendiri Yayasan Prasetiya Mulya, seperti Liem Sioe Liong, William Soerjadjaja, Eka Tjipta Widjaja, Sofjan Wanandi.

Terima kasih kepada Prasetiya Mulya Business School yang telah mempercayakan kampanye email marketing Anda kepada kami.

22
April2015

bluebirdgroupMulai dari taksi, kontainer hingga alat berat, Blue Bird Group telah melayani segala kebutuhan transportasi kota-kota besar di Indonesia. Bahkan bagi banyak warga Jakarta , Blue Bird Group bukan hanya sekadar perusahaan taksi tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Jika New York terkenal dengan yellow taxi dan London dengan  black cab, maka Jakarta dengan Blue Bird : taksi biru yang selalu menghiasi jalan-jalan Ibukota.

Continue reading Blue Bird Group