13
April2015

Semua Hal yang Perlu Diketahui Seputar Bounce Email

Bounce Emails
Bounce Emails

Bounce email dalam email marketing diibaratkan seperti piring-piring kotor yang menumpuk di dapur. Kita tidak bisa mengabaikannya sejenak pun karena cepat atau lambat jumlahnya akan semakin banyak menumpuk. Meskipun penanganan bounce email mungkin bukan bagian yang paling menyenangkan dari strategi online marketing, namun memelihara contact list yang bersih sangat penting agar kampanye digital kita berjalan sukses dengan tingkat respons yang baik.

Informasi untuk Membantu Penanganan Bounce Email

Apa itu Bounce Email?

Bounce email menandakan bahwa email kita “terpantul” sehingga tidak terkirim ke seseorang yang ada dalam contact list kita. Ada beberapa alasan mengapa email kita mengalami bounce–penting untuk diingat bahwa tidak semua bounce sama jenisnya–sehingga kita perlu memberikan penanganan secara berbeda pula.

Soft Bounce vs Hard Bounce

Soft bounce biasanya hanya masalah sementara, misalnya:

  • Kegagalan server/tidak bisa terkirim,
  • Mailbox penuh,
  • Balasan otomatis ketika berlibur/sedang berada di luar kantor.

Di sisi lain, hard bounce disebabkan oleh hal-hal permanen. Masalah-masalah ini mencakup:

  • Alamat email tidak pernah ada (non-existent email address),
  • Alamat email sudah tidak aktif.

Meskipun soft bounce tetap perlu diawasi, masih ada kemungkinan masalah ini akan teratasi dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Namun, lain soal untuk hard bounce, mungkin kita perlu menghapus atau mengganti alamat email yang bersangkutan.

Bagaimana Cara Melihat Bounce Email?

DocoBlast’s reports memudahkan kita untuk menelusuri bounce dari dalam akun kita. Kita dapat melihat bounce untuk kampanye email tertentu dan menemukan daftar alamat email yang mengalami bounce.

Apa yang Perlu Dilakukan untuk Alamat Email yang Mengalami Bounce?

Lihat penyebab mengapa email kita mengalami bounce dan tentukan apakah masalah tersebut sifatnya sementara atau permanen. Jika masalah tersebut permanen, seperti “alamat email tidak pernah ada”, pastikan kembali bahwa alamat email yang dimasukkan sudah diketik dengan benar.

Ada kemungkinan pula alamat email tersebut sudah tidak aktif. Itu sering terjadi ketika salah satu pemilik kontak pada daftar email kita, pindah kerja atau beralih email provider. Jika punya cara lain untuk menghubungi mereka, hubungilah segera sehingga kita dapat menjaga informasi agar tetap up-to-date.

Tidak yakin apakah masalahnya bersifat permanen atau sementara? Lihat saja frekuensi bounce yang ada pada kontak kita. Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah menghapus setiap alamat email yang mengalami bounce terus-menerus. Hal itu akan memengaruhi email open rate kita secara positif dan mengurangi jumlah bounce.

Pelajarilah lebih lanjut bagaimana mengurangi jumlah bounce email, dan segera memulai kampanye email untuk pertumbuhan benefit!