13
April2015
Bounced Email
Bounced Email

Semua sudah Anda lakukan. Anda merancang kampanye, membuat newsletter, lalu mengirimnya… dan kemudian ketika Anda mengecek laporan email, Anda melihat bahwa email tersebut “terpantul”, atau seringnya disebut bounce email.

Jika demikian, itu berarti email Anda tidak pernah mencapai inbox penerima yang diinginkan.

Continue reading 6 Alasan Mengapa Email Anda Mengalami “Bounce” (Dan Bagaimana Cara Mengurangi Bounce Rate)

13
April2015

Tingkatkan open rate dengan sederhana

Anda telah melakukan segala sesuatunya dengan benar. Anda telah membuat konten email marketing yang menarik, menambahkan call-to-action yang efektif dan sudah menemukan formula yang tepat untuk subject email. Akan tetapi, masih ada sesuatu yang salah! Open rate  email (persentase terbacanya email) belum juga mengalami peningkatan dan bahkan mulai terasa bahwa ada sejumlah kontak yang tidak pernah membuka email Anda.

Continue reading Tingkatkan Open Rate Email dengan Cara yang Sederhana

13
April2015
Inbound Marketing vs Outbound Marketing
Inbound Marketing vs Outbound Marketing

Ketika kita bertanya kepada kebanyakan pelaku marketing sekarang ini bagaimana mereka menghasilkan calon customers, maka kebanyakan dari mereka akan menjawab dengan mengadakan pameran-pameran penjualan, seminar, metode panggilan, dan periklanan. Metode-metode seperti ini bisa disebut sebagai “outbound marketing” dimana seorang pelaku marketing menyebarluaskan pesan dengan harapan dapat menemukan jarum di dalam tumpukan jerami.

Banyak yang menganggap bahwa teknik-teknik outbound marketing sudah semakin tidak efektif dari waktu ke waktu karena dua alasan.

Pertama, rata-rata manusia sekarang ini digempur dengan lebih dari 2000 interupsi outbound marketing per hari dan mereka telah menemukan semakin banyak cara untuk mengabaikan interupsi-interupsi ini.

Kedua, koordinasi seputar pembelajaran sesuatu yang baru atau berbelanja sesuatu yang baru dengan menggunakan internet (search engine, blog, dan media sosial), biayanya sudah jauh lebih rendah dibanding—misalnya—pergi ke seminar di Marriott atau terbang ke Paris untuk shopping.

Ketimbang melakukan outbound marketing kepada audiens yang mencoba memblokir Anda, dianjurkan untuk melakukan “inbound marketing” dimana Anda membantu diri Anda sendiri untuk “ditemukan” oleh orang yang sebelumnya telah belajar dan berbelanja di industri yang Anda geluti. Untuk melakukan ini, Anda perlu membuat website yang menarik para pelanggan secara natural melalui search engine, dunia blog, dan media sosial.

Inbound marketing berfokus pada pembuatan konten berkualitas yang menarik orang datang ke perusahaan dan produk Anda, dimana mereka melakukan itu secara natural karena ketertarikan murni. Dengan menyesuaikan konten yang Anda terbitkan dengan minat para pelanggan, Anda secara natural telah menarik trafik inbound yang kemudian bisa dikonversi dari waktu ke waktu.

Mengapa inbound marketing lebih baik daripada outbound marketing ?

Kebanyakan pelaku marketing sekarang ini menghabiskan 90% upaya mereka untuk melakukan outbound marketing dan 10% untuk inbound marketing. Padahal, sangat dianjurkan agar rasio tersebut dibalik.

Alasan lain mengapa inbound marketing lebih unggul adalah karena biayanya lebih rendah dibanding teknik marketing tradisional (outbound marketing).

Mengapa mencoba untuk membeli customers dengan “outbound marketing” yang tradisional ketika mereka bahkan tidak memberi perhatian?

Berikut beberapa statistik dari infografik berikut.

  • 44% surat langsung tidak pernah dibuka. Ini hanya buang-buang waktu, biaya kirim, dan kertas.
  • 86% orang melewatkan tayangan iklan televisi
  • 84% orang yang berumur 25-34 tahun mengklik sebuah website karena “iklan yang tidak relevan atau mengganggu.”
  • Biaya per calon pelanggan pada outbound marketing lebih mahal dibanding untuk inbound marketing.

Inbound marketing berfokus pada bagaimana mendapatkan perhatian seseorang, bukan membeli perhatian seseorang, yang selama ini dilakukan melalui iklan tv, majalah, radio, atau koran.

Konten yang menarik, infomatif, dan menambah nilai, akan menghasilkan koneksi positif dimata pelanggan, sehingga membuat mereka lebih besar kemungkinan berinteraksi dengan brand Anda dan membeli produk. Sehingga biayanya lebih rendah dan memiliki ROI (laba atas investasi) yang lebih baik.

13
April2015
Tips membangun contact list
Tips membangun contact list

Membangun contact list yang solid mungkin adalah hal terpenting yang perlu Anda lakukan sebagai pelaku email marketing. List ini harus seluruhnya bisa dikirim sekaligus, memuat subscriber yang memang ingin selalu menanti berita/informasi dari Anda, dan mencakup sejumlah bukti – tertulis atau digital – yang menunjukkan dimana dan bagaimana Anda mendapatkan setiap alamat email.

Lalu bagaimana cara membangun contact list? Panduan-panduan seperti apa yang perlu diikuti?

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk membangun sebuah contact list berbasis izin dari pemilik email:

  1. Gunakan Sign Up Form di website Anda

Gunakan Sign Up Form dan pasang di website Anda agar customers bisa mendaftar disana. Tempatkan Sign Up Form Anda pada setiap halaman, sebagai antisipasi jika customers mendarat di halaman-halaman tersebut setelah melakukan pencarian di search engine dan bukan datang dari home page.

  1. Mendapatkan izin

Mungkin kedengarannya tidak masuk akal, but let’s face it: godaan untuk membeli, menyewa, atau mengeruk contact list yang sudah ada di internet memang sangat menggiurkan. Akan tetapi, cara-cara tersebut hanya akan merugikan bisnis Anda.

Jadi buatlah sendiri Sign Up Form di website Anda dan gunakan itu untuk mengumpulkan alamat email dan membangun list Anda sendiri.

  1. Rencana jangka panjang

Ketika Anda menambahkan subscriber, buatlah rencana jangka panjang yang tetap menjaga mereka berada dalam list selama mungkin. Ini bisa berupa strategi untuk mendapatkan sebanyak mungkin feedback dari customers tentang apa yang mereka ingin lihat lebih banyak di website atau di toko Anda.

  1. Konfirmasi-ulang customers Anda

Jika Anda bekerja dengan contact list yang sudah lama tidak digunakan atau mengandung alamat-alamat email yang tidak aktif karena expired, konfirmasi-ulang customers Anda.

Bagaimana cara melakukannya? Kirim email konfirmasi-ulang yang meminta mereka untuk subscribe ulang ke newsletter atau bisnis Anda. Isi email-nya bisa seperti ini:

————————————————————————————————————————-

Yth Bapak Rico, kami sedang memperbaharui database subscriber untuk newsletter email mingguan kami—konten yang akan Anda sukai. Silakan klik link berikut ini untuk menerima update mingguan kami tentang produk-produk dan jasa yang Anda butuhkan untuk tempat tinggal Anda.

————————————————————————————————————————-

Kirim beberapa gelombang email konfirmasi-ulang kepada para customers Anda karena beberapa dari mereka biasanya tidak akan melihat email gelombang pertama Anda. Akan tetapi, jika orang yang sama tidak juga mengklik link setelah beberapa kali dikirimi email, maka unsubscribe saja mereka, karena yang bersangkutan mungkin tidak lagi tertarik menerima newsletter Anda.

Manfaat lain dari email konfirmasi-ulang adalah kita bisa melihat email mana yang mengalami bounce dan mana yang tidak lagi aktif. Bersihkan kontak-kontak tersebut dari list dan fokus pada customers yang mengkonfirmasi-ulang subcription mereka.

  1. Kumpulkan alamat email ketika customers melakukan pembelian

Strategi ini sangat berguna bila Anda mempunyai online shop. Saat proses transaksi, masukkan sebuah isian dimana customers bisa menambahkan alamat email mereka dan mendaftar untuk newsletter atau email Anda. Pastikan Anda memberitahu mereka seberapa sering mereka akan melihat newsletter Anda di inbox dan konten apa yang akan mereka terima.

Jika Anda masih belum memutuskan seberapa sering Anda akan mengirim email, samarkan info tersebut dan berfokuslah pada info apa yang akan mereka dapatkan dalam newsletter Anda.

  1. Gunakan opsi forward

Cantumkan link forward  pada semua email Anda. Orang suka saling bertukar email – ini opsi komunikasi yang mudah dan cepat – jadi jangan hilangkan fitur ini ketika Anda mengirim email.

  1. Iklankan newsletter Anda di newsletter orang lain

Jika yang Anda mau bagikan adalah newsletter, coba iklankan newsletter Anda di newsletter orang lain.

Strategi yang sering diremehkan ini bisa menghasilkan banyak alamat email dalam waktu singkat. Jika Anda mengetahui sebuah newsletter perlengkapan outdoor yang populer dan Anda memiliki toko yang menjual peralatan berkemah, belilah sebuah iklan pada newsletter tersebut dengan link yang mengarah ke Sign Up Form Anda. Selain membeli, Anda juga bisa menawarkan barter satu link di website Anda dengan satu link di newsletter mereka.

Ingat, jika goal Anda mendapatkan alamat email yang banyak, cari newsletter dengan jumlah customers tinggi.

  1. Manfaatkan pameran-pameran penjualan dan event khusus untuk mendapatkan subscriber

Buat Sign Up Form dalam bentuk kertas untuk event khusus saat Anda memperkirakan akan ada banyak orang berkumpul di satu tempat. Tempatkan formulir-formulir ini di tempat dengan visibilitas tinggi, seperti di meja pendaftaran, dekat tempat pembayaran atau di samping pintu depan stand Anda.

Pastikan para customers Anda tahu bahwa mendaftar tidak wajib, tetapi cantumkan checkbox di formulir-formulir tersebut yang menandakan bahwa mereka tahu apa yang mereka lakukan dengan mengisi formulir.

Membangun contact list yang kuat memang tidak selamanya mudah, tetapi hasilnya sangat besar. Ikuti tips di atas untuk membangun contact list Anda sendiri, manjakan para subscribers dan tingkatkan profit Anda melalui email marketing.

13
April2015
SPAM
SPAM

Anda bukan tukang spam email. Anda menghargai hubungan dengan customers dan bekerja keras untuk membangun rasa percaya dengan customers Anda.

Tapi meskipun Anda sudah berusaha keras, kadang Anda masih saja mendapati banyak keluhan spam ketika mengirim kampanye email marketing dan mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana menghindarinya.

Cara menghindari agar tidak ditandai sebagai spam

Karena laporan spam email biasanya hanya didasarkan pada pendapat si penerima email, yakni seseorang yang menerima email dari Anda, kemudian memutuskan bahwa email itu tidak diinginkannya, kemudian mengklik “lapor sebagai spam”, maka sangat sulit untuk mengetahui apa yang salah dengan email Anda.

Tapi kabar baiknya, ada beberapa tanda peringatan yang bisa diwaspadai saat mengirim kampanye email Anda berikutnya.

Berikut ini adalah 6 kesalahan umum yang harus Anda hindari:

  1. Tidak meminta izin

Orang membuka email dari orang-orang yang mereka kenal, dan mereka akan menghapus atau memberi tanda spam untuk email dari orang-orang yang tidak mereka kenal. Sesederhana itu.

Email marketing yang berbasis-izin merupakan rute terbaik untuk membangun hubungan email marketing yang bertahan lama. Ketika Anda meminta izin, Anda bisa membangun daftar orang-orang yang tertarik dengan bisnis Anda dan senang mendengar berita/informasi dari Anda. Mereka mempunyai peluang lebih besar untuk membuka email, kecil kemungkinan menandainya sebagai spam, dan akan tetap bersama Anda dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding kontak yang tidak disertai dengan izin (seperti membeli atau menyewa contact list).

Meminta izin juga membuat Anda selalu patuh pada peraturan perundangan seperti UU CAN-Spam (Controlling the Assault of Non-Solicited Pornography and Marketing).

  1. Menyembunyikan identitas

Bahkan jika Anda sudah meminta izin, jika orang tidak bisa mengenali bahwa email yang mereka terima datang dari Anda, mereka masih bisa menandai email Anda sebagai spam.

Salah satu solusi mudah bagi masalah ini adalah menggunakan nama pengirim dan alamat email pengirim yang lazim. Jika Anda memiliki alamat email yang menggunakan website bisnis, pilih alamat email tersebut ketimbang email dari akun pribadi.

Solusi mudah lainnya adalah menambahkan branding Anda ke dalam email yang Anda kirim. Cantumkan logo perusahaan Anda di lokasi yang menonjol pada bagian atas email dan pilih warna yang merepresentasikan bisnis Anda.

  1. Mengirim konten yang tidak relevan

Konten email Anda tidak harus konten yang buruk atau ofensif untuk bisa masuk ke dalam kotak spam. Seringkali, pelanggaran terburuk yang bisa Anda lakukan adalah memasukkan konten yang tidak menarik atau tidak relevan bagi orang-orang yang coba Anda jangkau lewat email.

Bahkan jika orang-orang tidak menandai email Anda sebagai spam, jika mereka tidak tertarik dengan apa yang Anda kirim, mereka akan mengirim email Anda ke kotak sampah tanpa berpikir dua kali.

Perhatikan konten apa yang disukai oleh para audiens Anda. Lihat laporan email untuk mengetahui konten mana yang mendapatkan jumlah klik tertinggi. Jika Anda masih belum yakin konten apa yang audiens sukai, tanyakan kepada mereka!

Anda bisa menggunakan survei online untuk mengumpulkan feedback dari audiens Anda atau perbaharui sign-up form dan masukkan opsi-opsi yang bisa dipilih orang ketika mereka mendaftar.

  1. Tidak memenuhi janji

Ketika seseorang mendaftar untuk menerima komunikasi email Anda, mereka melakukan itu dengan harapan akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Jika Anda tidak menyampaikan secara jelas tentang manfaat tersebut – atau jika mereka mendaftar untuk sesuatu namun menerima sesuatu yang lain – maka sama saja Anda membuat risiko untuk diri Anda sendiri.

Berikan ekspektasi yang jelas kepada para subscriber sebelum mereka memberikan alamat email-nya. Biarkan mereka tahu seberapa sering mereka akan mendapat berita/informasi dari Anda, jenis informasi apa yang akan mereka terima, dan mengapa mereka perlu subscribe.

Selanjutnya, buat welcome email untuk menegaskan kembali keputusan mereka dan mengingatkan mereka tentang apa yang akan mereka terima.

  1. Membanjiri audiens dengan email

Menjual produk atau jasa merupakan bagian penting dari email marketing, tetapi jika Anda mengirim terlalu banyak bahan promosi Anda justru bisa membuat orang menjauh.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk menemukan keseimbangan pada jenis konten yang Anda kirim. Sebagai standar, dianjurkan untuk mengirim konten dengan proporsi 80% konten informatif/bermanfaat dan 20% promosi.

Ketika Anda memasukkan konten promosi, pastikan bahwa konten itu dikirim pada momen yang tepat dan relevan dengan orang yang Anda sedang coba untuk jangkau. Orang cenderung lebih terbuka terhadap promosi jika itu membantu mereka memecahkan sebuah masalah yang mereka hadapi pada saat itu.

Terakhir, tetap awasi frekuensi mengirim Anda secara keseluruhan. Bahkan beberapa email yang disusun rapi dengan konten bermanfaat bisa dianggap sebagai spam jika Anda mengirimnya terlalu sering.

  1. Mempersulit untuk berhenti belangganan

Seringkali, orang-orang akan menandai email sebagai spam karena mereka hanya ingin berhenti berlangganan dan keluar dari contact list.

Walaupun kurang menyenangkan, orang-orang yang tidak tertarik menerima email Anda lebih baik diberi pilihan untuk berhenti berlangganan ketimbang mencoba untuk mempertahankan mereka pada contact list Anda.

Di dalam sebagian besar email marketing yang dikirim, terdapat tautan unsubscribe yang umumnya berada di bawah pesan. Selain itu, pastikan Anda memantau inbox dari alamat yang Anda gunakan untuk mengirim kampanye email, karena mungkin ada beberapa orang yang meminta untuk dikeluarkan dari daftar penerima email Anda. Sekali lagi, membiarkan beberapa orang keluar dari daftar email Anda jauh lebih baik daripada Anda ditandai sebagai tukang spam.

Jika Anda berfokus untuk memberikan manfaat/nilai kepada audiens email Anda dan telah mengambil tindakan-tindakan yang tepat untuk meminta izin, maka Anda sudah di jalur yang benar untuk menghindari keluhan spam.

Bukan DocoBlast customers? Mulai kampanye email Anda dengan Unlimited Contact yang bisa Anda bangun dan kirim !

13
April2015
Bounce Emails
Bounce Emails

Bounce email dalam email marketing diibaratkan seperti piring-piring kotor yang menumpuk di dapur. Kita tidak bisa mengabaikannya sejenak pun karena cepat atau lambat jumlahnya akan semakin banyak menumpuk. Meskipun penanganan bounce email mungkin bukan bagian yang paling menyenangkan dari strategi online marketing, namun memelihara contact list yang bersih sangat penting agar kampanye digital kita berjalan sukses dengan tingkat respons yang baik. Continue reading Semua Hal yang Perlu Diketahui Seputar Bounce Email