6
May2013

Kesalahan Terbesar yang Dibuat Pelaku Marketing

Jika kita melontarkan pertanyaan “kesalahan terbesar apa yang dilakukan oleh para pelaku marketing”? maka jawabannya adalah mengasumsikan bahwa orang-orang tahu sesuatu tentang mereka. Jangan berasumsi bahwa orang-orang tahu apa yang perusahaan Anda lakukan ketika mereka menonton sebuah video di sebuah halaman di website Anda.

Jangan berasumsi bahwa mereka melihat rilis pers produk Anda sebelum membaca yang baru.

dont assumeJangan berasumsi mereka mengetahui bagaimana bisnis Anda berbeda dari bisnis lainnya hanya karena Anda telah memberitahukan kepada mereka satu kali.

Jangan berasumsi mereka bsia menjulan nilai/manfaat yang Anda buat kepada bos mereka hanya karena mereka melihat salah satu presentasi Anda.

Sekarang Saatnya para Pelaku Marketing Melihat Realitas

Dalam dua inbound marketing sekarang ini, orang-orang tidak memulai pada tahapan pertama proses penjualan dan marketing Anda dan berpindahdari tahapan satu ke tahapan berikutnya seperti biasanya. Justru, mereka bisa menemukan Anda untuk pertama kalinya bukan pada tahapan pertama tetapi pada tahapan 4, atau 6, atau 7. Mereka mencari sesuatu di Google dan menemukan konten pendukung pelanggan Anda. Mereka tanya seorang teman di media sosial padalah telah membaca rilis pres sejak dua bulan lalu. Mereka surfing online dan menemukan sebuah link ke sebuah postingan blog yang Anda tulis satu tahun yang lalu.

Anda bisa memetakan konten Anda ke setiap tahapan pembelian sesuai yang Anda inginkan. Pada kenyataannya, ini bisa menjadi hal yang baik untuk memastikan bahwa Anda memiliki konten yang tepat dan proses ‘pembesaran’ pelanggan (bukan hanya email, tetapi juga personalisasi website masing-masing tahapan). Tetapi jangan berasumsi bahwa orang-orang pada tahapan 5 sebelumnya telah menyelesaikan tahapan 1 sampai 4.

Apa makna dari ini? Maknanya bahwa dalam konten yang Anda gunakan untuk tahap 5 dalam proses marketing ke-dalam Anda, Anda perlu mengulangi informasi mulai dari tahapan 1-4, karena banyak orang yang akan melihat tahapan 5 terlebih dahulu. Ini juga berarti bahwa mungkin Anda juga memiliki link kembali ke tahapan 1-4 dalam konten untuk tahapan 5. Ya, ini sesuai dengan nasihat marketing dan penjualan tradisional. Tetapi pembeli telah berubah, dan sebagai akibatnya, strategi perlu diubah juga.

Jangan Khawatir dengan Pengulangan

Sebagai pelaku marketing, kita tidak melakukan pengulangan cukup sering karena kita akan merasa hambar dengan pesan kita itu sangat cepat. Kita mendengarkan stuff kita sendiri (info produk, rilis pers, propaganda, dll) banyak kali dibanding para pembeli. Karena itu, kita juga merasa hambar dengan itu, lebih cepat dibandign orang lain. Ini intinya: Kita akan hambar mendengarkan cerita kita sendiri, seperti halnya penampil di sebuah pameran Broadway yang mendengar lagi di kepala mereka ketika mereka mengemudikan mobil dan mencoba untuk tertidur.

Ini hal yang baik. Semua penelitian mengatakan bahwa orang-orang perlu mendengar sesuatu 7-9 kali sebelum mereka bisa mengingatnya. Jika Anda hambar mendengar cerita Anda sendiri, berarti Anda telah melakukan sesuatu yang benar, dan Anda perlu tetap melakukannya. Kebanyakan perusahaan mengubah cara mereka membuat pesan, posisi, dan cerita terlalu sering, dan akibatnya, para pelaku marketing di perusahaan tersebut menjadi satu-satunya orang yang bisa mengikuti perubahan tersebut.

Leave a Reply