6
May2013

11 Cara Cerdas Menarik Klien dengan Blog Bisnis

content blogBerbicara tentang peranan blog bisnis dalam inbound marketing, tidak ada yang meragukan bahwa peranannya adalah pada tahap “menarik”. Karena konten blog menjadi makanan empuk bagi media sosial dan secara natural bisa ditemukan di mesin pencari, maka konten blog bisa menjadi sebuah cara fenomenal untuk menarik pengunjung dabn calon pelanggan baru ke website Anda. Lebih lanjut, blog juga memegang peranan penting dalam tahapan “konversi”, karena juta semua tahu seberapa efektif konten blog untuk menghasilkan calon pelanggan.

Tetapi ada bagian lain dari metodologi inbound marketing dimana blog juga berperan  dan tidak belum mendapatkan banyak apresiasi. Dan meskipun itu merupakan tempat dimana kebanyakan pelaku marketing tidak akan menempatkannya, namun konten blog bisa memiliki imbas signifikan di tempat ini. Tempat yang dimaksud adalah pada tahap “penutup” – tahapan dimana pelaku marketing secara aktif mencoba memelihara calon pelanggan hingga sampai ke titik yang siap melakukan pembelian. Karena tidak semua pembaca blog adalah pengunjung baru, maka banyak calon pelanggan dalam database Anda yang membaca blog Anda – haruskah Anda memberi perhatian untuk ini juga?

Ya, blog Anda tidak hanya dapat membantu Anda dalam mendatangkan pengunjung berkualitas yang bisa dikonversi menjadi calon pelanggan, tetapi blog juga bisa menjadi alat yang strategis untuk memelihara calon pelanggan. Berikut beberapa cara terbaik untuk memulai menggunakan blog Anda sebagai sebuah alat untuk memelihara calon pelanggan yang telah ada.

1) Menerapkan CTA (Call-To-Action) cerdas

cal in actionPenulis memulai dengan langkah ini karena penulis menganggap langkah ini mengandung salah satu langkah terbesar ketika berbicara tentang penggunaan blog untuk potensi pemeliharaan calon pelanggan. CTA cerdas adalah CTA yang berfungsi secara dinamis – memungkinkan Anda untuk secara otomatis menampulkan berbagai CTA kepada pengunjung berbda berdasarkan informasi yang sebelumnya mereka kumpulkan tentang mereka dalam database kontak Anda. Sebagai contoh, Anda mungkin ingin menunjukkan pengunjung baru blog Anda sebuah CTA untuk penawaran yang sifatnya sangat edukasional, tetapi untuk pengunjung blog yang sebelumnya telah dikonversi menjadi calon pelanggan, mungkin lebih tepat untuk menunjukkan kepada mereka sebuah CTA untuk sebuah penawaran yang sesuai dengan posisi mereka dalam bagian tengah corong penjualan – CTA yang akan memelihara mereka menjadi calon pelanggan yang lebih berkualitas.

2) Menulis topik-topik yang bersumber dari tim penjualan

Tim penjualan yang Animages (6)da miliki selalu membicara calon pelanggan perusahaan Anda setiap hari. Anggaplah mereka memiliki ide-ide konten blog yang baik berdasarkan minat, kebutuhan, masalah, dan tantangan dari calon-calon pelanggant ersebut? Mereka kemungkinan memiliki ide-ide besar untuk konten yang secara spesifik bisa membantu mereka mengonversi calon pelanggan tersebut menjadi pelanggan sebenarnya. Mungkin ada sebuah topik yang bisa ANda tulis yang tim penjualan bisa sharing dengan calon pelanggan untuk memulai sebuah percakapan yang akan benar-benar membantu mereka menunjukkan nilai produk/layanan yang Anda tawarkan. Anda tidak akan pernah tahu jika Anda tidak membuka lini komunikasi marketing tersebut. Lakukan percakapan dengan tim penjualan dan buat halaman Google Doc atau halaman wiki yang dapat dibagi dimana tim penjualan bisa mengkontribusikan ide-ide konten blog mereka secara reguler.

3) Memfasilitas tim penjualan dengan konten blog top

share infoMungkin sebelumnya Anda memiliki banyak konten blog heat yang bisa digunakan dalam proses penjualan. Tetapi apakah tim penjualan tahu tentang semua aset konten yang mereka miliki? Jangan berasumsi tim penjualan Anda membaca setiap postingan yang Anda publish di blog. Pastikan mereka tahu apa yang ada, bisa dengan meminta mereka untuk berlangganan dengan konten blog, mengirim pengingat secara reguler kepada mereka jika ada konten blog baru, atau mungkin langsung melengkapi mereka dengan newsletter internal berisi konten blog dan artikel top yang Anda pikir akan sangat membantu mereka selama proses penjualan.

4) Meng-emailkan konten blog ke segmen-segmen calon pelanggan yang belum tersentuh

email customerPertimbangkanlah untuk menghidupkan sebuah segmen calon pelanggan Anda yang belum pernah berinteraksi dengan Anda dengan cara mengirimkan kepada mereka beberapa konten blog untuk menyemangati mereka kembali. Sebagai contoh, Anda bisa men-segmentasi calon pelanggan Anda berdasarkan masalah subjek penawaran yang telah mereka download di masa lalu dan mengirimkan kepada mereka konten blog tambahan yang sejalan dengan masalah yang sama karena Anda tahu bahwa mereka telah tertarik sebelum. Strategi ini bisa melibatkan mereka kembali dalam konten Anda, sehingga membantu membuat bisnis Anda berada di puncak kembali.

5) Tambahkan konten blog ke alur-kerja

Content-2Ingat: Tidak semua konten yang Anda gunakan untuk memelihara calon pelanggan harus berupa konten penawaran yang memerlukan sebuah formulir pengajuan. Lakukan bentuk otomatisasi pemasaran dan tambahkan konten blog ke alur-kerja yang bertugas memelihara calon pelanggan. Karena konten blog sangat besar kemungkinan menempati posisi teratas dalam corong penjualan, maka tempat yang paling logis untuk menempatkannya adalah pada alur-kerja untuk memudahkan calon pelanggan masuk. Sama dengan contoh dari tip nomor 4 di atas, Anda mungkin memulai sebuah alur-kerja setelah seorang pengunjung berkonversi menjadi sebuah calon pelanggan pada sebuah penawaran ebook, dengan mengirimkan sebuah email yang mencakup beberapa artikel teratas Anda yang sejalan dengan topik ebook khusus tersebut.

6) Menambahkan link untuk konten blog di bagian lain di website Anda

linkMenambahkan link untuk artikel blog terkait di halaman lain website Anda yang kemungkinan dikunjungi oleh calon pelanggan (seperti halaman produk) bisa memperkuat posisi Anda sebagai sebuah ahli industri sehingga membantu menumbuhkan calon pelanggan menjadi pelanggan sebenarnya. Jika bisnis Anda menjualan program pajak personal misalnya, maka Anda bisa memasukkan sebuah link untuk artikel blog Anda yang misalnya berjudul “10 cara untuk menghasilkan lebih banyak dari keuntungan pajak tahun ini” pada halaman prduk yang memberikan rincian program yagn Anda jual. ini tidak hanya melanggengkan keterlibatan pelanggan potensial dengan konten ini, tetapi juga menekankan kredibilitas perusahaan Anda sebagai sebuah bisnis yang bisa mem-backup produk-produk dan layanan-layanannya dengan keahlian di bidang bersangkutan.

7) Merangkai testimoni-testimoni produk/jasa menjadi konten blog jika memungkinkan

download (3)Salah satu tantangan yang yang dihadapi oleh pemasaran ke-dalam adalah bahwa terkadang pengunjung menyalahartikan sebuah perusahaan sebagai publisher ketimbang sebagai penjulan dikarenakan konten-konten ahli yang diterbitkannya di blog. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah menjalin testimoni-testimoni produk yang tersebar menjadi kontek blog jika memungkinkan. Perlu diingat bahwa Anda perlu melakukan penyeimbangan di sini. Anda tidak ingin mematikan pembaca blog dengan terlalu berlebihan dalam promosi di konten blog Anda, tetapi mereka cenderung akan menganggap wajar sebuah testimoni produk – dan kemudian ketika mereka siap melakukan pembelian, maka bisnis Anda bisa menjadi yang teratas dalam pikiran mereka.

8) Gunakan widget blog dengan bijak

widgetIngat: Blog secara keseluruhan lebih berarti dibanding artikel-artikel itu sendiri. Anda mungkin memiliki sejumlah space di blog (seperti sidebar dan bagian teratas) yang bisa digunakan untuk memenuhi berbagai tujuan, termasuk membesarkan calon pelanggan! Untuk mendukung poin terakhir di atas, periksa bagaimana kita menggunakan space-space yagn tersedia tersebut untuk mencantumkan testimoni produk.

Cara lain untuk menggunakan sidebar dalam membesarkan calon pelanggan adalah dengan menonjolkan CTA untuk beberapa penawaran dalam grup CTA cerdas (lihat tip no.1) pada sidebar blog Anda.

9) Membuat link ke penawaran menengah dalam konten blog jika memungkinkan

Seperti halnya mencantumkan testimoni-testimoni produk, ini sebaiknya dilakukan dengan tidak berlebihan. Kali ini, alasannya adalah bahwa kebanyakan pembaca blog Anda kemungkinan adalah pengunjung-pengunjung baru yang hanya tahu sedikit tentang bisnis ANda dan tidak kecil kemungkinan berkonversi pada penawaran menengah.

10) Mendorong pengunjung untuk belangganan konten blog

service_heroKonversi calon pelanggan yang merupakan pembaca blog biasa menjadi pelanggan berdedikasi yang akan terus berkunjung balik – sehingga Anda bisa tetap membuat mereka membaca konten-konten blog Anda – serta semua peluang penumbuhan calon pelanggan yagn sangat baik yagn telah Anda implementasikan pada blog Anda dengan menggunakan tips-tips di atas. Cantumkan llink berlangganan secara jelas di bagian atas blog.

11) Mempromosikan eksistensi media sosial di blog

promotionBlog bisnis Anda bukan merupakan satu-satunya alat penjualan teratas yang bisa menjadi saluran efektif untuk membesarkan calon pelanggna. Eksistensi media sosial Anda bisa menjadi dua kali lipat sebagai alat manajemen calon pelanggan. Karena inilah yang terjadi, maka sangat cocok menggunakan blog untuk mempromosikan akun media sosial dan mendorong pembaca untuk mengikuti Anda di jejaring sosial seperti Facebook, LinkedIn, Google+, Twitter, dll – yagn akan memberikan Anda peluang lain untuk mempromosikan konten dan mencapau calon pelanggan. Pastikan menambahkan tombol “follow” media sosial untuk jejaring-jejaring sosial Anda di bagian sidebar blog agar lebih mudah bagi pembaca untuk menemukan dimana harus menemukan bisnis Anda di media sosial.

Leave a Reply