18
March2013

6 Komponen Pemasaran yang Harus Selalu Dioptimasi

Marketing strategyOptimasi merupakan prosedur-prosedur yang ditempuh untuk membuat sebuah sistem seefektif mungkin atau sefungsional mungkin, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. Dalam Marketing, optimasi sangat diperlukan. Dalam tulisan ini Anda akan mengetahui bagaimana memfokuskan upaya-upaya optimasi pada elemen-elemen strategi “kedalam” (inbound) yang betul-betul akan menghasilkan perbedaan.

Berikut enam hal yang harus selalu dioptimasi sehingga dapat terus menerus membuat perbedaan pada pendapatan dan keuntungan.

1) Halaman Depan (Landing Page) Website Bisnis

Landing page (landing page) adalah sebuah halaman web yang memungkinkan Anda menangkap informasi pengunjung melalui sebuah bentuk isian. Landing page juga merupakan sebuah titik dalam jalur konversi pelanggan dimana Anda mengumpulkan informasi yang Anda perlukan untuk mengkualifikasi pengunjung tersebut sebagai sebuah ‘lead’ (pengunjung yang melakukan pembelian/transaksi), sehingga Anda terus memasarkan secara efektif kepada mereka dengan email marketing terkhususkan dan konten website dinamis yang sesuai dengan ketertarikan dan kebutuhan spesifik mereka. Ini memungkinkan Anda untuk memelihara dan mengarahkan calon pelanggan potensial menjadi pelanggan yang benar-benar membeli.

Mengapa perlu mengoptimasi landing page?

Landing page website bisnis Ada merupakan bagian penting dari strategi pemasaran ‘kedalam’ yang efektif, dan bahkan sedikit saja perbaikan konversi bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap produktivitas. Selain prospek-prospek yang baru, banyak pengunjung berulang yang akan kembali ke halaman website tersebut. Hanya karena mereka telah berada dalam database Anda tidak berarti bahwa Anda tidak perlu lagi mendorong melakukan konversi, perlu diingat bahwa ini merupakan sebuah peluang untuk belajar lebih banyak tentang mereka sehingga Anda bisa lebih menyaring informasi tepat yang bisa disampaikan kepada mereka. Optimasi landing page website akan memastikan kelompok pengunjung tersebut terus-menerus mendapatkan informasi yang mereka harapkan, dan terus berinteraksi dengan konten website Anda dengan cara yang semakin mendekatkan mereka kepada calon pembeli.

Bagaimana memulai optimasi landing page?

Berikut beberapa hal untuk membantu Anda memulai menelaah ulang landing page website bisnis Anda dan menemukan peluang-peluang untuk optimasi yang lebih baik.

Ketika mendarat di landing page website Anda, apakah setelah tiga hingga lima detik pengunjung bisa tahu apa yang Anda tawarkan, mengapa menawarkannya, dan mengapa penawaran itu bernilai?
Apakah landing page website Anda memiliki judul yang menarik perhatian?
Apakah landing page website Anda memiliki gambar yang relevan?
Apakah Anda meminimalisir hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian, seperti navigasi eksternal, yang akan berimbas pada konversi?
Apakah halaman memiliki isian yang telah dioptimasi?
Sudahkah Anda memasukkan opsi sharing informasi di jejaring sosial?

Jika Anda telah mengetahui titik-titik kelemahan pada landing page website Anda, lakukan trial-error untuk mencoba dan mengisi celah-celah tersebut. Menurut penelitian, upaya trial-error seperti ini pada landing page bisa menghasilkan hingga 30-40% lebih banyak konversi untuk situs B2B, dan 20-25% lebih banyak konversi untuk situs ecommerce.

Berikut beberapa tips untuk memulai optimasi landing page website:

Perhatikan elemen-elemen halaman. Berikan perhatian khusus pada masing-masing elemen di landing page seperti isian, judul, gambar, tombol, dan lain-lain. Banyak informasi tentang bagaimana mengoptimasi layout landing page Anda, dan ini sering berfokus pada elemen-elemen tersebut.

Tambah jumlah landing page. Anda perlu mengoptimasi kinerja halaman-halaman landing, dan jumlah halaman yang Anda miliki, untuk meningkatkan jumlah konversi. Penelitian terbaru terhadap lebih 7.000 pelanggan menunjukkan bahwa perusahaan menunjukkan 55% peningkatan konversi ketika meningkatkan jumlah halaman landing mereka dari 10 menjadi 15. Lakukan eksperimen dengan penambahan halaman landing untuk keyword dan audiens tertentu, dan Anda akan melihat peningkatan yang dramatis.

2) Jalur Konversi Website

Jalur konversi merupakan urutan klik tahap-demi-tahap yang dilalui pengunjung di Website Anda, mulai dari interaksi pertama mereka dengan tujuan apapun yang ingin Anda capai untuk website Anda. Dinamakan konversi karena tujuannya adalah mengubah kunjungan menjadi sebuah pembelian atau transaksi.

Berikut beberapa contoh jalur konversi yang bisa ditempuh, Anda bisa melakukan variasi sesuai dengan model bisnis Anda.

Update status di Facebook –> Landing page website Anda –> Urutan keranjang belanja –> Saluran pembayaran –> Halaman konfirmasi order –> Halaman billing –> Halaman konfirmasi.

Mengapa perlu mengoptimasi jalur konversi?

Seperti halnya penting memastikan pemaksimalan output setiap halaman di website Anda, maka juga sangat penting untuk memahami bagaimana semua halaman di website Anda bekerja secara bersama-sama. Halaman mana dari website Anda yang paling menghasilkan? Halaman mana yagn menghasilkan paling banyak konversi? Halaman mana yang menghalangi prospek untuk sampai pada pembelian? Jika seorang pembaca akan berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya dan kemudian tidak tahu harus kemana lagi, maka satu-satunya tombol yagn kemungkinan akan diklik adalah tombol “back”.

Website merupakan pusat dari eksistensi online Anda. Semua bentuk saluran marketing Anda, termasuk PPC, SEO, dan social media pada akhirnya akan mengarah kembali ke website. Inilah tempat dimana Anda mengontrol informasi tentang apa yang membuat produk dan layanan Anda berbeda dari yagn lainnnya. Itu berarti bahwa optimasi landing page dan jalur konversi secara keseluruhan sangat penting untuk keberhasilan setiap bagian lain dari marketing Anda. Tidak baik menghabiskan ribuan klik PPC jika website Anda kehilangan 30% trafik-nya ketika seseorang mengklik pada iklan karena halaman Landing Anda tidak dioptimasi.

Bagaimana memulai optimasi jalur konversi?

Pertama-tama, petakan jalur-jalur konversi yang mungkin untuk website Anda. Selanjutnya, perhatikan metrik konversi ketika pengunjung berpindah dari halaman ke halaman dalam website Anda. Apakah ada halaman yang memiliki kinerja sangat tinggi atau sangat rendah? Apa yang bisa Anda pelajari dari halaman-halaman ini? Jika Anda telah menyusun jalur konversi, pikirkan tentang cara-cara lain untuk mengoptimasinya. Sebagai contoh:

Perhatikan statistik website Anda untuk menemukan konten mana yang paling menarik bagi calon pelanggan yang berkualifikasi dan mana yagn paling mengarahkan konversi.

lakukan eksperimen untuk menguji efektifitas berbagai teks, warna, gambar, dan salinan pada konversi Anda. Lakukan tes tentang cara-cara saluran Anda merespon terhadap jalur-jaur konversi alternatif dan lihat apakah ada peluang untuk meningkatkan proses-proses ini.

3) Pernyataan manfaat

Pernyataan manfaat yang Anda berikan akan menyampaikan langsung inti kelebihan persaingan Anda, dan harus mendorong pesan-pesan yang Anda cantumkan pada setiap saluran marketing. Pernyataan manfaat ini harus menyatakan secara jelas mengapa seseorang akan melakukan pembelian dari perusahaan Anda, diantara berbagai perusahaan lain yang tampak melakukan hal yang serupa.

Mengapa mengoptimasi pernyataan manfaat?

Di dunia online, pernyataan manfaat umumnya merupakan kalimat pertama yang akan dipindai oleh pengunjung. Penting agar hanya dengan satu kalimat Anda bisa merangkum mengapa perusahaan Anda, produk, dan/atau layanan Anda sangat bernilai. Cukup beralasan untuk menguji kalimat ini agar meamstikan bahwa Anda menyampaikan pesan yang benar.

Dalam laporan optimasi websites 2012 oleh MarketingSherpa, mereka menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang menguji pernyataan manfaat mereka adalah 15% lebih mungkin untuk menghasilkan ROI bagi program optimasi mereka. Kinerja dapat ditingkatkan 15% hanya dengan mengubah satu kalimat, yang merupakan argumen yang sangat menarik untuk optimasi pernyataan manfaat ini.

Bagaimana memulai optimasi pernyataan manfaat?

Mulailah dengan menentukan pernyataan manfaat dan menyebarkannya secara internal. Apakah setiap orang dalam perusahaan Anda setuju dengan kalimat yang dibaut tersebut? Apakah Anda telah spesifik dalam menyatakan sesuatu? Sekarang, lihat para pesaing Anda. Bagaimana klaim-klaim Anda dibandingkan dengan pesaing Anda.

Jika dalam lingkup internal sudah diterima, sebarkanlah secara luas. Lakukan eksperimen trial-error dengan berbagai opsi redaksi kalimat di landing page website yang memiliki banyak trafik. Apakah ada perubahan makna yang akan meningkatkan laju konversi secara keseluruhan? Ketika Anda memberi tahu orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentang perusahaan Anda, apakah mereka bisa menjelaskan manfaat apa yagn diberikan perusahaan Anda? Terus lakukan perbaikan pemilihan kata dan frasa sampai Anda mencapai pernyataan manfaat yang jelas dan menarik.

4) Konten Marketing

Konten marketing pada dasarnya adalah kata-kata yang mengisi website dan kampanye marketing Anda. Tetapi konten marketing sebenarnya mencakup lebih dari itu – kata-kata, layout, pemilihan topik, strategi publishing, dll. Semua ini akan membuat Anda ditemukan oleh audiens target, mendidik pembaca tentang produk dan layanan Anda, dan mendekatkan mereka kepada titik pembelian.

Mengapa mengoptimasi konten marketing?

Kampanye marketing kedalam (inbound marketing) yang baik dimulai dengan konten yang baik – anda akan menggunakan konten ini untuk menarik dan mengonversi pelanggan, menarik orang ke website, blog, dan media pengaruh lainnya. Bahasa yang Anda gunakan di website dan bahasa penawaran marketing merupakan untai yang mengikat semua saluran pemasaran Anda serta taktik-taktiknya secara bersama.

Kebanyakan pelaku marketing juga sepakat bahwa pembuatan konten sangat penting untuk strategi pemasaran tahun 2013. SEbuah penelitian terbaru terhadap budget pemasaran 2013, misalnya, menemukan bahwa 70% pemasar brand akan mengalokasikan anggaran untuk pembuatan konten. Bukan rahasia lagi bahwa konten merupakan fitur yang sangat penting, dan terserah kepada kita untuk melanjutkan optimasi konten pemasaran sehingga kita bisa semakin mendapatkan lebih banyak dari investasi pemasaran.

Bagaimana memulai optimasi konten marketing

Ketika berpikir untuk mengoptimasi konten marketing, jangan hanya memikirkan kata-kata yang ada di halaman website Anda. Untuk optimasi konten online, Anda perlu melihat tidak hanya kata-kata, tetapi juga strategi keyword, pemilihan topik, link internal, SEO, dll. Dengan kata lain, Anda perlu memahami tidak hanya apa yang Anda tulis, tetapi juga mengapa Anda menulisnya, bagaimana menulisnya, dimana menambahkan link dan tombol sharing, dan dimana mempublikasikan dan mempromosikannya.

Salah satu tempat terbaik untuk memulai optimasi konten adalah dengan melihat keyword. Cermati statistik website dan review keyword-keyword yang diketikkan oleh para pembaca untuk tiba di website Anda. Kemudian gunakan analisis keyword ini sebagai dasar untuk membuat konten baru seputar topik-topik yang menarik bagi audiens Anda, dan posisikan dengan cara yang diinginkan oleh mereka. Anda akan menemukan bahwa penggunaan istilah yang berbda bisa mengubah bagaimana audiens menemukan website Anda dan berinteraksi dengan konten website Anda.

Saat Anda mengasah topik konten dan pilihan kata, pastikan untuk juga memperhatikan layout konten Anda. Mirip dengan desain landing page, ada banyak faktor struktural yang berimbas pada apakah seseorang benar-benar membaca konten atau tidak. Yang paling penting dari format konten adalah kemungkinan adalah judul. Menurut Copyblogger, 80% orang akan membaca judul (headline) website Anda, tetapi hanya 20% yang akan membaca konten dalam halaman.

5) Homepage (halaman depan)

Homepage website perusahaan Anda merupakan sebuah duta online untuk brand Anda. Berbeda dengan landing page yang hanya memiliki satu tujuan, homepage perusahaan bisa melakukan beberapa tujuan, termasuk memperkenalkan pernyataan manfaat, memperlihatkan brand Anda, dan bahkan merekrut karyawan baru.

Mengapa mengoptimasi homepage?

Homepage perusahaan umumnya merupakan aset digital perusahaan yang palign sering dilihat orang. Pengoptimasi perlu memberikan perhatian khusus pada desain dan juga konten homepage perusahaan. Berbeda dengan landing page yang tujuannya hanya satu, homepage perusahaan sulit didesain karena seseorang harus berfokus pada tujuan konversi. Homepage sering dibebankan dengan permintaan berbagai departemen, yang bisa menyulitkan untuk disatukan.

Kompetisi untuk real-estate homepage merupakan sebuah masalah signifikan. Meskipun tujuan bisnis utama dari website haruslah fokus desain utama untuk homepage Anda, namun beberapa pertimbangan seperti pengaruh unit bisnis, branding, dan kendala coding sering bekerja bersama untuk menentukan apa yang pada akhirnya akan muncul di sebuah homepage. Jika dilakukan secara keliru, prioritas-prioritas yang berkompetisi ini bisa membuat website ini tampak tidak padu dan tidak menampilkan pesan yang kohesif.

Bagaimana memulai optimasi homepage?

Tahapan pertama dalam optimasi homepage adalah memikirkan redaksi kata-kata. Sebanyak mungkin, cobalah mempersempit tujuan-tujuan Anda menjadi satu target bisnis target per halaman web – apakah tujuan itu adalah menghasilkan konversi, menutup sebuah penjualan, atau sesuatu yang lain.

Tujuan utama sebuah website bukan untuk membuat senang berbagai unit bisnis Anda, tetapi tujuannya adalah untuk mencapai tujuan utama bisnis dengan menyediakan apa yang perlu dan penting bagi pelanggan ideal Anda.

Pemasaran online paling berhasil ketika Anda mengidentifikasi link 1:1 diantara apa yang dicari seseorang, dan halaman yang pertama mereka lihat di website Anda. Perhatikan referral sumber trafik yang paling sering (dan apa yang dicari orang-orang tersebut), dan tes desain untuk mengoptimasi bagi audiens-audiens ini. Selain itu, karena homepage Anda umumnya akan menerima trafik yang potensial, maka homepage merupakan tempat yang baik untuk menguji clickthrough untuk branding baru, posisi produk, atau pernyataan nilai diantara pengunjung yang paling aktif.

6) Email Marketing

Terakhir tetapi tidak kalah penting, email marketing memegang peranan penting dalam upaya membesarkan jumlah calon pelanggan. Penelitian Magill melaporkan bahwa pelaku marketing menghasilkan sekitar $39 untuk setiap $1 yang dihabiskan pada email marketing di tahun 2012. Dengan jenis jangkauan seperti ini, maka mudah untuk memahami mengapa 59% pelaku marketing berfokus pada pengujian email dan praktik optimisasi berdasarkan laporan Benchmark Email Marketing 2012 dari MarketingSherpa.

Mengapa mengoptimasi email marketing?

Daftar pelanggan email yang Anda punya merupakan audiens Anda yang paling aktif. Mereka ini adalah orang-orang telah memutuskan untuk mendengar berita-berita atau informasi dari Anda. Mereka juga setuju untuk dijadikan target marketing. INi berarti bahwa optimasi strategi email sangat penting untuk mengonversi jumlah lead yang paling berkualitas. Meskipun dengan fakta ini, Laporan Email Sherpa menemukan bahwa hanya 41% dari laporan perusahaan yang memiliki sebuah metode untuk menghitung ROI upaya email marketing mereka. Memikirkan secara stratejik tentang bagaimana mengukur hasil kampanye Anda (dan mengomtimasi outputnya) merupakan tahapan pertama dalam menjembatani kesenjangan ini.

Bagaimana memulai optimasi Email marketing?

Optimasi email adalah seputar memikirkan seacara cerdas tentang setiap aspek dari kampanye email Anda, mulai dari headline dan desain, sampai bagaimana cara terbaik untuk mensegmentasi database Anda dan kapan mengirim pesan email. Jadi untuk memulai optimasi, pastikan bahwa Anda memulai dengan sebuah daftar yang telah dioptimalkan.

Ketika Anda merancang kampanye email, penting untuk melihatnya dari sudut pandang prospek. Tujuan akhirnya adalah orang yang akan menjadi tergelitik karena membaca headline email dan pada akhirnya akan membuka pesan email Anda. Karena database Anda mencakup orang-orang pada berbagai tahapan siklus pembelian, maka Anda perlu mensegmentasi daftar email yang Anda punya supaya lebih baik dalam menata konten Anda sesuai kebutuhan pembeli prospektif. Para pelaku pasar mulai memahami logikan dalam strategi ini; 84% dari marketer B2B menggunakan beberapa jenis pentargetan segmen dalam kampanye email mereka.

Berita baiknya bagi para marketer adalah bahwa segmentasi menjadi lebih efisien. Otomasi marketing, aliran email, dan peralatan seperti pembuat daftar otomatis menjadikan pengumpulan dan segmentasi email marketing menjadi semakin efisien.

Selain itu, pastikan Anda memasukkan sebuah layout email yang bisa dibuka di ponsel. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80% responden membaca email mereka di ponsel. Memastikan email Anda telah dioptimasi untuk tampil di ponsel akan memastikan bahwa Anda tidak kehilangan sedikitpun basis pelanggan yang potensial.

Kita tahu bahwa optimasi tidaklah mudah. Ada begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan, dan kadang-kadang tampak terlalu rumit. Tetapi optimasi merupakan salah satu dari beberapa cara untuk benar-benar menilai keberhasilan upaya marketing Anda. Digital marketing bukan sebuah barang jadi. Optimasi menyalurkan ROI karena secara aktif mengukur setiap elemen eksistensi online Anda dan bagaimana saluran-saluran ini bekerja sama. Dengan membuat sebuah kultur optimasi dalam organisasi Anda, Anda akan lebih memahami audiens Anda, posisi produk yang lebih baik, dan pelaksanaan kampanye marketing skala-besar secara lebih baik.

Optimasi adalah tentang memulai, bukan mengejar garis finish. Pilih salah satu dari enam komponen ini dan mulailah perjalanan optimasi Anda. Anda akan belajar di sepanjang jalan yang dilalui, dan optimasi upaya optimasi Anda seiring proses yang Anda lalui.

One thought on “6 Komponen Pemasaran yang Harus Selalu Dioptimasi”

  1. Ulasan yang sangat detail..dengan jalur konversi memang akan meningkatkan landing page ke halaman web/blog kita..cuman sayang..untuk kalangan di indonesia masih sedikit yang mampu memahami dan menggunakannya,ada yang beranggapan terlalu rumit untuk dimengerti,adapula yang lebih memilih jalur SEO instant.namun walau bagaimanapun alur konversi jelas merupakan “langkah” bijak bagi pemasar online jika ingin lebih banyak mendatangkan ketertarikan akan produk yang ditawarkan,karena dengan alur konversi tiap halaman yang kita buat akan terus menarik si pengunjung masuk ke berbagai artikel yang kita buat tanpa mereka sadari,terima kasih atas artikel yang sangat menarik ini.

Leave a Reply